
Siang telah menjelang waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Suasana mencekam buat keluarga Aisyah. Keluarga sudah penuh di kamar dimana ayah Aisyah di rawat. Isak tangis terdengar pecah, dan sebagian membacakan surah Yasin, dan paman Ginanjar kakak kandung ayah Aisyah dengan setia menuntun ayah Aisyah mengucapkan Lail lah Ha Ilallah, berulang kali di telinganya. Aisyah dan adik-adik nya tampak tak kuasa menahan tangis. Tiuga hanya diam di samping Aisyah. Ingin ia memeluk menguatkan Aisyah tapi dia tidak berani menyentuh Aisyah yang terlalu alim baginya untuk ia sentuh sebagai laki-laki yg baru di kenal nya. Jadi Tiuga memilih hanya diam di samping Aisyah hanya tertunduk. menghadapi ayah mertuanya yg Sakaratulmaut.
Tidak lama kemudian ayah Aisyah, benar-benar pergi menghadap sang pencipta dengan tenang. Tangis pun pecah. Aisyah yang tidak dapat menguasai dirinya karena di tinggal ayah yang sangat di cintai nya menangis histeris, yang secara reflek jatuh di pangkuan Tiuga, dan Tiuga berusaha menahan tubuh Aisyah agar tidak jatuh dan di bantu yang lain untuk mendudukkan Aisyah dgn benar di pangkuan Tiuga.
...***...
Semuanya segera sibuk mengurus pemakaman ayah Aisyah. Setelah semua selesai, keluarga masih sangat terpukul, semua larut dgn duka yang mendalam. Hari demi hari pelan-pelan mulai berjalan normal, walaupun sosok abi yang penyayang dan humoris itu masih sangat melekat di ingatan mereka dan sangat mereka rindukan terutama Aisyah. Tapi berhubung sudah terlalu lama Tiuga meninggalkan pekerjaannya dan telfon dari tempat kerjanya juga terus masuk. Tiuga pun harus segera berangkat ke Jakarta. Aisyah terpaksa ikut Tiuga ke Jakarta. Diapun harus resign dari tempat kerjanya untuk ikut Tiuga ke Jakarta.
Sudah 2 minggu Tiuga meninggalkan Jakarta, tentu itu membuat semua orang penasaran kemana perginya Tiuga selama ini terutama Sherin. Dia menelpon setiap hari dan wa setiap saat.
Setelah selesai berkemas-kemas Tiuga pun izin berangkat bersama Aisyah. Dan tiba lh waktu keberangkatan mereka. Mereka segera menuju pesawatnya. Sepanjang perjalanan tidak ada banyak kata yg di ucapkan karena memang mereka belum terlalu akrab. Dan selama di kampung halaman Aisyah dan Tiuga belum pernah tidur sekamar. Mereka tidur di kamar terpisah. Tiuga tidak mau mengganggu Aisyah yg masih berduka. Sebenarnya itu membuat Aisyah bersimpati dengan Tiuga. Karena sifat pengertian. Tapi sifat Tiuga yang tidak terlalu sering sholat membuat Aisyah agak terganggu. Dia ingin menegur itu tapi masih terlalu segan. Jadi sampai saat ini itu masih mengganggunya.
Di pesawat karena terlalu kaku buat Tiuga yang duduk berdampingan dengan Aisyah dia memutuskan untuk tidur dengan headset menempel di telinganya. Sedangkan Aisyah sibuk dengan novel kesukaannya. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Sampai tanpa mereka sadari mereka telah tiba. Dan sesampainya bandara sudah ada kedua orang tua Tiuga dan kakak satu-satunya Adel yang cantik semampai karena memang dia seorang model. Semua orang menyambutnya dengan senyum merekah.
Ibu Tiuga segera merentangkan tangannya untuk menyambut menantu barunya.
"Owh... Menantu mama yang cantik, akhirnya nyampe juga. Mama udah gak sabar nungguin nya dari tadi. Gimana perjalanannya!?" Di sambut senyum malu-malu dari Aisyah.
"Baik, ma... " jawab Aisyah lembut.
"Aduuuhhh... adikku yang cantik udah dapet istri aja pulang-pulang" goda Adel pada Tiuga seraya mencubit pipi mulus Tiuga.
Dia memang suka menggoda Tiuga si cantik. Tiuga sudah terbiasa, jadi sudah tidak diperdulikannya. Dia hanya tersenyum usil dengan cubitan itu.
__ADS_1
"Terus lo kapan... !?" ledek Tiuga jelas itu membuat Adel kesal.
"ooo....jangan sedih gue udah punya pacar. Sebentar lagi kita nikah! " ucapnya tidak mau kalah.
"oooyaaa...!?! " ucap Tiuga tidak percaya sama sekali seraya mengacak rambut Adel.
"mamiiii.... rambut gue... " Adunya sambil menyerang balik Tiuga.
Tiuga hanya tertawa menerima serangan tidak mau kalah dari Adel. Segera di lerai oleh ibunya.
"ehh... ini bandara banyak orang. Baru juga ke temu." tegur ibunya.
Merekapun segera berhenti dan Adel segera merapikan rambutnya yang diacak Tiuga. Aisyah hanya tersenyum melihat tingkah suaminya dengan kakaknya.
Merekapun segera menuju mobil. Di mobil ada adik bungsu Tiuga yang memang tidak ikut keluar tadi karena sibuk main game di handphone nya. Tiuga dengan separuh berlari menghampiri adik bungsunya yg masih tidak mau mengalihkan pandangannya dari handphone nya.
"ntar, ntar... jgn ganggu dulu" Teriaknya sambil berusaha menghindar. Dia memang dari tadi sudah memainkannya dan sudah mencapai level tertinggi. Tapi Tiuga tidak perduli.
"yaaahhhh.... kan... lo sih resek.... " Teriaknya kesal. "aaaarrrrgggg..... " teriaknya lagi sambil bangkit dari tempat duduknya dan segera mendorong Tiuga sekuat tenaga.
"eh eh eh... ntar jatuh....iya, iya, iya maaf... " ucap Tiuga terdesak. Tapi dia sangat senang.
"Alfina... " tegur ibunya dengan memanggil nama lengkapnya. Keributan kedua pun terjadi. Aisyah baru tau kalau Tiuga sangat usil.
"Aduh, aduh, aduh.... ampun, ampuuuunnn.... iya gak lagi... " ucap Tiuga nyerah, karena mendapat serangan bertubi-tubi.
__ADS_1
" Apa nya yang gak, udah kalah juga. Lo resek... ngapain lo pulang....!!!?" teriaknya sambil menangis. Tiuga tidak tega melihatnya segera memeluk adik tomboy nya itu dengan hangat.
"Maaf sayang, habis mas kangen, kamu gak kangen sama mas tiu!? " ucap Tiu memelas. Dia yg sudah mulai agak tenang hanya diam. Tanpa mereka sadari semua sudah masuk mobil kecuali mereka. Ada 2 mobil yang menyambut kedatangan mereka. Dan Tiuga segera mengambil posisi bersama Alfina. Itu membuat ibunya segera menegur.
"Kamu sama Aisyah sana, kasihan dia sendirian"
"Kan ada Adel! " ucap Tiu cuek.
"Ini anak...sana sama istri kamu!! " ucap ibunya sedikit jengkel.
Tiuga pun segera pindah ke mobil dimana Aisyah berada dan duduk bersamanya. Ada Adel di sana. Yang lagi duduk manis dengan handphone nya. Sepanjang perjalanan mereka mengobrol dengan akrab, sedikit banyak Aisyah memahami silsilah keluarga Tiuga.
Tiuga dan Adel adalah saudara tiri, ibu tiuga sudah lama meninggal semenjak Tiuga masih kecil. Dan setelah beberapa tahun ayah Tiuga menikahi ibu sambungnya yang sekarang, sempat ada konflik antara ayah Tiuga dan omanya membuat Tiuga di besarkan omanya selama beberapa tahun sampai akhirnya ayahnya memutuskan menikahi ibunya yang sekarang barulah Tiuga ikut ayahnya lagi. Mungkin jika bukan Sonia ibu sambungnya hubungan ayah dan oma Tiuga masih terlibat konflik, berkat sifat baik hati ibu sambungnya mampu meluluhkan hati omanya. Itu terbukti dengan betapa sayangnya dia pada Tiuga seperti anak kandungnya sendiri.
Tanpa terasa merekapun sudah sampai di sebuah rumah besar di salah satu kawasan elite di jakarta selatan dengan gaya Eropanya yang mewah, itu membuat Aisyah terpesona, dengan tamannya yang indah dan rumah yang besar bak istana. Ketika pintu terbuka mereka di sambut kursi tamu yang mewah dan lemari besar mewah yang berisi koleksi guci dan kristal yang terlihat sudah sangat antik. Mungkin itu adalah koleksi oma Tiuga pikir Aisyah, karena Tiuga pernah bercerita sedikit kalau dia tinggal bersama omanya juga. Karena omanya yang tidak mau berpisah dari Tiuga dan ibu tiri Tiuga juga sangat tidak keberatan dengan itu, hanya ayah Tiuga yang masih risih dengan sifat ibunya yang kadang suka mengatur.
(Rumah yang cukup ada di khayalan.... 😅😂)
Di rumah mereka di sambut oma Tiuga. Yang masih terlihat cantik di usia senjanya, Aisyah di sambut dengan hangat oleh omanya. Semua orang sebenarnya sangat bersyukur Tiuga segera menikahi Aisyah karena mereka sudah tidak tahan dengan hubungan Tiuga dan Sherin. Yang bagi mereka Sherin itu terlalu liar untuk Tiuga. Di tambah lagi dia suka merepotkan Tiuga dengan masalahnya. Tiuga juga sempat tidak pulang karenanya. Hingga setelah bujukkan dari banyak pihak yang membuat Tiuga mau pulang lagi.
🏃🏃🏃
BERSAMBUNG...
__ADS_1