
Tiuga dan Daniel segera melanjutkan pekerjaan mereka. sebelum pergi mereka mengecek ulang, tapi tiba-tiba tanpa sengaja seorang pekerja menyentuh ember cat dan
BYUUURRR.. Cat itu tertumpah mengenai Tiuga. tepatnya baju lengan kirinya dan sedikit mengenai rambutnya.
"Aaahhh.... Maaf pak... Nggak sengaja kesenggol tadi... Duuuhhh gimana ini pak... maaf, maaf pak... " Ucapnya panik.
"Udah nggak papa...! " Ucap Tiuga.
"Baju bapak kena...!" Ucap si pekerja lagi.
"Iya nggak papa... " Ucap Tiuga.
"Pasti baju bapak mahal... "Ucapnya masih panik. Tiuga hanya tersenyum.
" Iya nggak papa... Saya nggak mintak ganti. Beresin aja bekas tumpahan cat ini... nanti makin meleber kemana-mana.
"Sekali lagi maaf pak... " Ucapnya tidak enak hati. Tiuga hanya tersenyum.
Datang Sofi dan Farhan menghampiri.
"Yaudah ganti di tempat Farhan aja, Tiu... kosannya ada dekat sini... "
" Biar gue yang ketempat klien duluan, lo nyusul belakangan aja. Cepetan deh sebelum cat nya kering... "Ucap Daniel.
Tiuga pun akhirnya ketempat Farhan, dengan sebelumnya menutup jok kursi mobilnya dengan koran agar tidak mengotori mobilnya. Dia bawa mobil sendiri, Farhan dan Sofi pergi dengan mobil yang lain bersama.
Tidak berapa lama merekapun sampai di kos Farhan. Kos yang lumayan besar itu terlihat nyaman dan bersih. Merekapun masuk dan menuju kamar Farhan. Terlihat penghuninya bukan orang sembarangan dan hanya tersedia 5 kamar.
(Seumpamanya... 😅😅)
Tiuga masuk kamar farhan, kamar yang luas itu sudah lengkap dengan fasilitasnya. Dari AC, Ranjang, Kulkas, dll. kamar mandi yang luas dan lengkap dengan fasilitas air panasnya.
__ADS_1
"Eh... Gue nggak ada baju ganti...! " Seru Tiuga.
"Pakek baju gue aja...! " Ucap Farhan menawarkan.
"Nggak usah, ntar gue lupa balikin... Jadi utang lagi... " Ucap Tiuga.
"Yaelah... Ambil aja kali baju selembar... " Ucap Farhan bersiap mencari bajunya.
"Nggak... Gue nggak tenang nanti... " Ucap Tiuga masih menolak. "Sof... lo bisa tolong beliin gue baju nggak? kemeja yang polos aja ya... warna putih atau abu-abu aja... !?" Ucap Tiuga pada Sofi. "Ini ukuran gue..." tunjuknya pada bajunya. Tiugapun menyerahkan kartu kredit dan kunci mobilnya.
Sofi pun segera pergi menuju butik terdekat. Sedangkan Tiuga segera membersihkan diri di kamar mandi.
Akhirnya Sofi sampai di salah satu butik yang cukup eksklusif, menjual pakaian yang limit edition. Dia sengaja memilih butik tersebut karena dia tau betul selera Tiuga. Tiuga biasa memakai pakaian yang eksklusif walaupun dia terlihat sederhana kalau soal fhesion Tiuga punya selera cukup tinggi. Termasuk baju Tiuga yang kena cat itu pasti kemeja yang tidak sembarangan, hanya karena Tiuga orang yang tidak tegaan jadi dia tidak mempermasalahkannya.
Selesai membeli pakaian Sofi langsung pulang. Tanpa Sofi sadari Aisyah mengikuti Sofi. Karena Aisyah melihat mobil Tiuga terparkir diapun jadi curiga, dan dia jadi semakin curiga saat dia tau orang yang memakainya adalah Sofi. Aisyah mengikutinya sampai ke Kosan. Dia terus mengikuti Sofi hingga ke kamar. Dia langsung membuka pintu kamar tersebut dengan kasar.
Alangkah kagetnya dia saat mendapati Tiuga tengah tidak berpakaian, Tiuga memakai handuk piyama berdua dengan Sofi.
"Ngapain kalian berdua di kamar!? Apa yang kalian lakuin!? " Teriak Aisyah. "Pantas kamu berubah akhir ini mas... Ternyata ada yang bisa memuaskan kamu di luar. Kamu penghianat. Sama saja dengan yang lain... "
"Salah paham apa? yang aku lihat sekarang itu sudah membuktikan semuanya... Setiap saat aku merasa khawatir dan hari ini semua terbukti kan...!? Berapa banyak wanita yang udah kamu tidurin sebenarnya mas? Aku wanita yang keberapa haaa...? " Teriaknya. Teg... Itu mengagetkan Tiuga. Sofi terlihat shock dan kehilangan kata-katanya, Farhan seharusnya ada di rumah, kemana perginya dia. Seharusnya Farhan bisa menjadi penengah tapi malah tidak ada di rumah.
"Aku jijik dengan kamu mas... kalian berdua benar-benar manusia rendahan... " Teriak Aisyah dengan linangan air mata.
PLAK... Sebuah tamparan mendarat di wajah Aisyah. Secara spontan Tiuga mendaratkannya karena dia tidak tau bagaimana lagi harus menenangkan Aisyah.
Aisyah memang terdiam, tapi wajahnya menggambarkan kemarahan, kesedihan, kehancuran yang tidak terbendung lagi. Tiuga pun terdiam seolah tidak sadar dengan apa yang sudah dia lakukan. Aisyah yang selama ini begitu dia jaga sekarang dia sakiti dengan tamparan yang bukan hanya menyakitinya secara fisik tapi juga hati.
Aisyah berlari keluar dengan perasaan hancur. Tiuga masih terpaku. Sofi memanggilnya.
"Tiu... Tiu... " Panggil Sofi.
"Mana baju aku tadi. Ucap Tiuga dengan wajah datar. Sofi pun menyerahkannya. Tiuga mengenakan pakaiannya di kamar mandi. Setelah selesai. Dia mengambil tasnya dan pergi dengan tatapan yang kosong dan shock berat.
__ADS_1
" Terima kasih... "Ucap Tiuga lalu pergi seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sofi bingung dengan sikap Tiuga. Ada apa dengan Tiuga, Kenapa dia seolah-olah tidak terjadi apa-apa setelah menampar Aisyah begitu kasar.
Tiuga berjalan dengan tatapan kosong dan seolah-olah dia sedang bermimpi. Farhan yang ternyata baru dari luar tidak tau apa yang barusan terjadi hanya melihat Tiuga yang berlalu tanpa sepatah katapun. Dia melihat Tiuga agak aneh dengan langkah gontai dan tatapan kosong Tiuga berlalu dan memacu mobilnya.
Tidak lama Sofi menyusul.
"Susul Tiu... " Ucapnya pada Farhan.
"Kenapa!? "
"Susul Tiu... Firasat gue nggak enak... Dia habis berantem sama Aisyah tadi... ! " Ucap Sofi agak panik.
"Kenapa!? " Tanya Farhan masih tidak paham.
"Farhan Cepetan...! " Ucap Sofi mendesak dengan nada separuh berteriak.
Farhan pun segera menyusul Tiuga, karena mobilnya yang susah di keluarkan diapun langsung mengambil motor temannya yang kebetulan baru datang.
"Pinjam bentar bro... Darurat... " Ucap Farhan yang langsung merebut kunci motor itu dari teman satu kosnya. Walau bingung dia tetap memberikannya.
Di sisi lain Tiuga entah apa yang ada di fikirannya setelah menampar Aisyah dan setelah mendengar tuduhan dari Aisyah. Pikirannya bergolak tak menentu. Tanpa dia sadari dia terus menekan pedal gas, lagi dan lagi. Matanya hampa menatap, seorang yang sangat dia cintai meragukannya dari awal hubungannya hingga saat ini. Seakan apa yang telah dia lakukan selama ini tidak ada artinya. Bisa-bisanya Aisyah bertanya berapa banyak wanita yang ia tiduri. Serendah itu Tiuga di mata Aisyah.
Pikirannya sangat kacau, bahkan dia tidak bisa menentukan apakah dia marah, kecewa atau sedih.
Farhan yang mengikuti Tiuga sedari tadi semakin khawatir karena mobil Tiuga tampak tidak ada kendali. Dan benar saja sekarang Tiuga sudah berada di jalur yang salah. tepat truk besar bermuatan berat di hadapan mobil Tiuga, mobil itu tidak dapat menghindari Tiuga lagi, karena Tiuga benar-benar mengambil jalurnya secara penuh. dan
DRAAAAAKKKK.... mobil Tiuga menghantam dengan keras. Padahal Truk tersebut sudah hampir berhenti dan benar-benar ke pinggir untuk menghindari mobil Tiuga. Si sopir truk tampak shock. Orang-orang mulai berkerumunan, dan Farhan seketika berhenti dan meninggalkan motornya begitu saja. Airbag tampak mengembang di dalam. Itu membuat Farhan agak tenang. Setidaknya Tiuga tidak cidera parah. Dan sabuk pengamanpun sempat terpasang di tubuh Tiuga, tapi kakinya tampak terjepit karena bumper mobil depan tampak ringsek dan darah mengalir dari tubuh Tiuga, segala upaya di lakukan orang-orang sekitar untuk mengeluarkan Tiuga sesegera mungkin. Semua berpacu dengan waktu sebelum terlambat.
...***...
Di sisi lain Aisyah tampak menangis di kamar ruko, dia masih tidak percaya Tiuga menghianatinya. Dia memeluk Adifa untuk menguatkan dirinya sendiri. Dan berkali-kali istigfar. Tamparan Tiuga bukan hanya menyakiti wajahnya tapi juga hatinya. Tiuga yang sangat jarang marah padanya, kali bahkan Tiuga menamparnya. Begitu berarti wanita itu di hadapan Tiuga!?
😞😞😞
__ADS_1
BERSAMBUNG...