Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
STANDAR MINIMAL


__ADS_3

Saat di jalan Aisyah menanyakan perihal kartu kredit itu.


"Kok bisa kamu punya kartu kredit itu!? " Tanya Aisyah penasaran.


Tapi Tiuga tidak segera menjawab. Dia hanya tersenyum simpul.


"Jawab? kamu dapat dari mana? " Tanya Aisyah lagi.


" Itu bukan punya aku, Itu punya papa... Mana ada aku tabungan buat bikin kartu kredit kayak gitu. Kemaren ada yang papa mintak tolong aku urus... Jadi dia kasih aku pegang kartu kreditnya itu. Trus aku lupa buat balikin. Ini kemaren di tanyain nya. Kartu debit dia mana? " Jawab Tiuga sekenanya.


"Idiiihhh... lagaknya kayak punya sendiri. Aku sampe kaget. Kiraain kamu punya simpanan sampe bisa bikin kartu kredit itu...! " Seru Aisyah.


"Hhhh... semua uang aku ada sama kamu. Mana ada aku simpanan lagi... " Jawab Tiuga sambil tertawa. " Dasar matre...! " Gumam Tiuga.


"APA!!?? " Seru Aisyah kesal di sebut matre.


"Nggaaakkk..." Seru Tiuga mengelak.


Tidak terasa merekapun sampai di rumah. Tiuga segera kekamar buat istirahat, sedangkan Aisyah segera mencari umi buat cerita tentang Kanaya.


"Hmmmhhh... Syukur lah kalo gitu Aisyah...Tapi kasian Kanaya dan Faridz... Kok bisa sih ibu Farida seegois itu. Padahal dulu dia yang bersikeras nikahin anaknya...! " Gumam umi Aisyah. Aisyah hanya bisa mengangkat bahunya tanda juga tidak paham.


Aisyah kembali ke mobil mengambil belanjaannya bersama Ayubi dan mamang Tejo.


"Untuk opo pisang segini buanyak nya... Emangnya kamu peliara monyet!? " Seru mamang Tejo. Membuat Ayubi dan Aisyah tertawa mendengarnya.


"Tadi itu ada kakek-kakek tua yang jual. Karena kasian yaudah kita borong aja mang... ! " Terang Aisyah.


Lalu mereka membawa barang-barang itu ke rumah. Saat akan kerumah Aisyah melihat Aram anak yatim yang masih berusia 5 tahun yang tengah bersama ibunya berjalan di depan rumahnya.


"Aram...! " Panggil Aisyah. Dia pun menoleh dan segera menghampiri Aisyah.

__ADS_1


"Aram mau kue! " Tanya Aisyah ramah lalu membungkus beberapa bungkus kue yang dia beli di pasar tadi dengan 2 sisir pisang yang dia serahkan kepada ibunya.


"Lo... ini banyak sekali teh... " Seru ibunya tidak enakkan.


"Nggak papa, buat Aram makan di rumah... ya...! " Seru Aisyah seraya tersenyum kepada Aram.


"Makasih banyak teh...! " Seru ibu Aram terharu.


Aisyah ingat kakek tua tadi yang bersusah payah mencari uang untuk makan, apa lagi ibu aram yang hanya buruh cuci yang tidak menentu penghasilannya.


Ibu Aram pun segera membawa pulang sekantong besar makanan. Tentu Rizki yang tak terkira bagi mereka. Aisyah menatap kepergian Aram dan ibunya tampak wajah bahagia terpancar dari keduanya. Lalu Aisyah pun kembali ke rumah.


Saat di kamar Aisyah mendapati Tiuga dan Adifa tengah tertidur pulas. wajah lugu Adifa saat tidur sangat mirip dengan wajah Tiuga. Dia tersenyum bahagia melihat dua orang tercintanya itu. Benar kata Tiuga, Ini rizki yang indah.


...***...


Di tempat lain tampak ibu dan ayah Faridz sedang mengobrol di kamar sebelum tidur.


"Sudah lah, apa masih belum cukup kita buat masalah dengan keluarga itu!? Biar saja mereka tenang dengan hidup mereka. Kamu itu suka cari penyakit... Nanti kalo lihat dia lebih hebat, kamu sendiri yang kayak kebakaran jenggot lagi... " Ucap ayah Faridz mencoba menasehati.


"Aku cuman penasaran seganteng dan sehebat apa dia itu... Cuman itu saja. Apa salahnya.!? " Ucapnya tidak mau di salahkan.


"Kamu itu selalu membuat standar hidup orang jadi standar minimal dari hidup kamu. Kalo orang lain punya 1 kamu harus punya 2 atau bahkan 3.Apa nggak capek kamu kayak gini terus!? "


"Lah kan memang kita itu harus punya motivasi dalam hidup. Itu namanya orang yang mau maju dalam hidupnya! " sanggah nya lagi.


"Jangan buat sifat dengki seperti itu jadi motivasi, nanti kalo kamu nggak sanggup ngelewatinnya kamu bisa jantungan lagi... Semua orang itu punya kebutuhan dan kelebihan masing-masing... Nggak bisa kamu kalahin semua orang dalam segala hal!"


"Udah deh yah jangan sok ngustad... Capek kalo ngomong sama orang yang nggak punya motivasi hidup kayak gini... " ucap ibu Faridz mulai kesal.


"Kamu belum sadar juga yaaa... Lihat... karena sifat nggak mau kalah kamu ini semua orang di rumah ini jadi terlibat masalah. Lihat Lia... Nggak ada yang berani dekatin dia karena sifat kamu yang pengen menantu yang sempurna dalam semua hal... Kalo nggak masuk dalam standar kamu, kamu musuhin mereka sampe nggak berani dekatin Lia lagi. Terus si Faridz sama Kanaya juga hampir cere gara-gara sikap kamu ini. Kurang apa dia coba? baik, pintar, dari keluarga terpandang juga... cuman karena banyak yang nanyain kenapa mereka belum punya anak kamu jadi buat mereka berantem sampe Faridz selingkuh. Kalo kamu mau mikir lagi banyak orang yang 7 sampe 10 tahun menikah baru bisa punya anak..." Ucap ayah Faridz mulai kesal. "Sudah lah... Jangan sibuk mengintip hidup orang lain, baik kamu mikirin masalah kita dari pada sibuk ngintipin hidup orang lain. Kita ini juga punya masalah yang harus di selesaikan... Kamu paham nggak sih... " ucap ayah Faridz dengan nada agak kesal.

__ADS_1


"Kanaya itu emang dia yang cari masalah, belum jelas apa-apa udah main adu saja sama ayahnya...yang rugikan juga dia. Suami dia yang di turunin pangkatnya...Buat apa perempuan seperti itu. Nggak bisa jadi pendamping yang baik... " Umpat ibu Faridz lagi.


"Aarghhh... suka-suka kamu saja... nasehatin kamu itu cuman dapat capek, nyampek ke pikiran kamu pun nggak... Mending aku tidur... " Ucap Ayah Faridz lalu langsung tidur.


Tinggal ibu Faridz yang masih kesal karena di ingatkan tentang Kanaya.


...***...


Sedangkan di tempat lain Faridz dan Kanaya yang sedang pisah ranjang, terlihat sedang besedih dan merana. Merindukan satu sama lain tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kanaya tampak menangis di kamarnya di rumah orang tuanya. Sedangkan Faridz sedang duduk termenung di teras dengan tatapan kosong di rumahnya. Haruskah mereka berdua berpisah karena ego keduanya.



Muhammad Faridz



Kanaya putri adam



Naisya Almira



Muhammad Ayubi


Khayalanku tidak terlalu tinggi, jarang nyampe ke drakor, apalagi ke Telenovela... Nggak punya ongkos. Holywood apa lagi, nggak cukup bujet...😅😅😅 Kita maennya di sekitar +62 Aja ya... Kalo ada ongkos kita terbang ke luar. Tapi buat sekarang Cukup Tiuga Aja yang kita impor, itupun susah nyuliknya biar mau ikut di sini... Udaaahhh kalian jangan yang aneh-aneh yaaa.... 😌😌😌


😜😜😜


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2