
Siang itu Tiuga dan Daniel pergi ketempat restoran yang akan mereka desain. Sesampainya di sana mereka disambut oleh pemilik restoran. Pria paruh baya itu terlihat kharismatik dan berwibawa dengan usia senjanya. Dia akan membuat sebuah restoran eropa yang cukup mewah. Tiuga dan Daniel datang untuk melakukan rancangan desain mereka, setelah melakukan beberapa kali pertemuan sekarang Tiuga dan pak Anwar melakukan diskusi mereka tentang tata letak, dan rancangan yang pak Anwar ingin kan dengan lebih detail. Tiuga yang memang cerdas di dunia desain dapat dengan mudah menemukan keinginan pak Anwar dalam desainnya. Terlihat pak Anwar puas dengan penjelasan Tiuga.
"Hebat kamu... Memang kayak gitu desain yang saya maksud. Selama ini saya agak kesulitan menemukan desain interior yang tepat karena mereka kadang yang saya mau apa, yang akan mereka konsep kan nggak masuk sama saya... Tapi ini saya suka... Soal bujet terserah berapa saja yang penting hasilnya memuaskan.... "Terangnya.
Tampak nya kali ini klien Perusahaan Tiuga kelas kakap lagi. Tiuga suka mendapat klien kelas kakap karena itu memudahkan dia dengan desainnya. Kadang banyak klien yang ingin hasil maksimal tapi minim bujet di tengah kerja. Tidak jarang Tiuga memutar otak lagi untuk mengakalinya. Tapi sebagian besar mereka puas.
sekarang mereka di ajak pak Anwar minum sambil ngobrol santai. Di kafe dekat sana. Tampak pak Anwar tertarik dengan sosok Tiuga.
"Kamu sudah menikah!? " Tanya pak Anwar pada Tiuga.
" Sudah pak, sudah ada anak 1..." Jawab Tiuga.
"Dia ini cepet nikahnya pak... yang susah itu saya... Sampe sekarang saya cuman bisa stalkerin dia karena kesipian nggak ada yang bisa di ajak jalan..." Ungkap Daniel. Tiuga dan pak Anwar hanya tertawa mendengarnya.
"Kalian ini keliatannya akrab sekali... sudah berapa lama kalian berteman!? " Tanya pak Anwar.
"Dia ini dari bayi sama saya pak, Rumah neneknya dekat rumah saya... Saya masih kecil suka di bawak ketempat neneknya sama oma saya... Makanya kita deket... Sampe kuliahpun dia ikutin saya... nggak tempat kos, nggak tempat kuliah, teman tongkrongan dia mau nya sama saya... Saya kadang bosen di ikutin dia terus... masalahnya dia ngadu ke oma saya terus... Jadi dia ini kayak mata-mata nya keluarga saya buat saya... " Ungkap Tiuga dengan expresi mengadu kepada pak Anwar. Itu membuat pak Anwar tertawa mendengarnya. Apa lagi melihat reaksi Daniel. "Dia nomer keluarga saya semuanya dia punya... Jadi dia tau harus ngadu kesiapa di rumah biar saya kena damprat kalo pulang... " Terang Tiuga geram pada Daniel. Itu mengundang reaksi manja Daniel yang membuat Tiuga risih dengan nya... Pak Anwar hanya bisa tertawa melihatnya. Biasanya mereka selalu jaga imege di depan klien entah kenapa mereka bisa bertindak konyol di depan pak Amwar.
"Saya kagum dengan persahabatan kalian berdua... Jarang ada orang seperti kalian... " Ungkap pak Anwar.
"Iya pak, Seharusnya dia itu bersyukur punya teman yang siap jagain dia 24 jam kayak saya ini. Dia kalo lagi ada apa-apa ngadu nya ke saya, ke keluarganya dia jarang mau terbuka. Kalo sama saya semua dia ceritain. Dari cewek yang dia taksir, dia benci, dia suka... saya hafal pak... Saya yang jomblo dengar daftar nama cewek terus di hidupnya dia jadi gimana gitu perasaannya..." Seleroh Daniel.
Di tengah obrolan akrab mereka tiba-tiba datang seorang wanita muda cantik menghampiri mereka.
__ADS_1
"Haiii... Semua... " Sapanya seraya bergelayut manja dengan pak Anwar. Dia adalah Sofi. Yang tempo hari Tiuga temui.
"Dia ini putri saya... Manjanya kelewatan... " Ucap pak Anwar sambil tertawa. Membuat mereka kaget dengan ke datangan Sofi.
"Sofi...!? Ini bokap lo!? " Seru Tiuga kaget.
"Iya... nggak mirip yaaa!? Jangan-jangan gue anak angkat lagi... hhh.... " Seloroh Sofi sambil tertawa bergelayut manja dengan ayahnya. "Kan kemaren gue sempet minta kartu nama lo... di situ tertulis desain interior. makanya gue hubungin perusahaan lo. Karena biasanya lo kerjanya rapih yang gue tau dari dulu. Gue pikir bokap juga udah beberapa kali ketemu desain interior nggak ada yang cocok dia... Kali aja sama lo cocok. Tapi kayaknya papi deal sama yang ini ya..!?" Ungkapnya.
"Kayak yang kamu bilang, cerdas cara kerjanya...papa suka... " Ungkap ayahnya.
Merekapun akhirnya mengobrol panjang lebar .
"Dia kemaren sempat mau nikah... Ketika persiapan hampir rampung tiba-tiba bilang nggak yakin... Tunggu dulu... Sofi sama Farhan mau mikir dulu pih... katanya... Ya saya sempat panik juga kan... Mana undangan sudah mau ke sebar... Untungnya belum kesebar... Tetap saja saya malu... Saya sudah terlanjur ngomong sama kerabat dan rekan kerja saya... Anak ini kalo nggak anak semata wayang... Nggak tau deh udah saya apain. Kadang sering kelakuannya seenaknya dia... " Ungkap pak Anwar.
"Baik... Kayaknya makin cantik aja sekarang... " Goda Daniel.
" Emangnya dulu nggak cantik!? " Jawab Sofi kurang terima.
"Kalo dulu kan culun... Hhh... " Tawa Daniel.
"Tuh pih... Dari dulu mulut dia kayak gitu... nggak berubah-ubah... Masih nyablak kayak mulut ibuk-ibuk. Nggak tau deh kenapa Tiu bisa betah sama dia..." Ungkap Sofi.
"Gue di ikutin terus sama dia. Kadang gue udah ngumpet... Tapi tetep aja dia nongol di sebelah gue... " Ungkap Tiuga seraya melirik ke Daniel.
__ADS_1
"Eh... kalo nggak ada gue hidup lo itu nggak rame. Liat mana pernah gue ninggalin lo... Apapun yang terjadi... Gue setia nemenin lo...Ti'u... " Ucap Daniel sambil merubah nama Tiuga. Tiuga dan yang lain hanya tertawa mendengarnya.
"Eh... Papi tau nggak... Tiuga ini dulunya di gilai banyak perempuan... Tapi anehnya dia kayak nggak sadar dengan kecakepan dia... Dia tetap aja kayak malu-malu gitu... Kalo orang di taksir banyak cewekkan jadinya kepedean, Ini malah malu. Setiap ada cewek yang deket dia pasti Sembunyi sama Daniel... Daniel ini dulunya kayak ibuk Tiuga yang jagain... Setiap kali Tiuga di deketin cewek...Dia pasang badan lindungin Tiuga biar nggak di ganggu...Hhh... Jadi kalo di kampus Daniel ini musuh nya cewek-cewek yang mau deketin Tiuga, pih..." Kenang Sofi sambil tertawa.
"Gue jagain kesucian temen gue... Dari cewek bar-bar yang udah kayak Zombies kelaparan itu... " Ucap Daniel. Sofi hanya tertawa mendengarnya.
"Sof... kalo lo punya temen cewek... Mending lo kenalin dia deh... Gue udah nggak sanggup di ikutin dia mulu... Gue ngerasa nggak bisa gerak kalo ada dia... Semua gerak-gerik gue di lapornya ke rumah gue... Dia ini udah Jadi CCTV di hidup gue... " Ungkap Tiuga kesal dengan kelakuan Daniel.
"Dia mah susah dapet cewek... Mulutnya tuh lemes... Yang ada cewek kabur dengar omongannya yang suka nusuk ke ati... " Canda Sofi.
Tidak terasa Hari sudah semakin siang, Sekarang waktunya mereka berpamitan. Mereka pun pamit dengan pak Anwar dan Sofi. Mereka pasti akan sering bertemu nantinya. Karena mereka akan terus mengecek progres kerja mereka di sana.
"Perasaaan papih...kamu sering nyebut-nyebutin nama Tiuga deh dulu... Rasanya papih nama Tiuga itu nggak asing gitu... " Ungkap ayahnya setelah Tiuga dan Daniel pergi.
"Iya pih... Dia itu cinta pertama Sofi... Tapi dia nggak pernah tau... Gara-gara dia itu cuek banget sama cewek... Cuman karena Daniel aja kita bisa deket dulu... " Ungkap Sofi. "Eh pih... Jangan bilang-bilang sama Tiuga atau Daniel ya.... Sofi takut nanti mereka salah paham... Apa lagi sekarang kan Tiuga udah nikah.... Nggak enak Sofi sama istrinya Tiuga... "
"Siiippp... " Ungkap ayahnya sambil mengacungkan jempolnya.
Merekapun kembali melanjutkan makannya. Sofi adalah anak pak Anwar yang notabene nya adalah pengusaha sukses. Dan Sofi adalah putri kesayangannya satu-satunya. Jadi tidak heran jika ayahnya memperlakukan dia seperti putri raja. Tidak banyak memang yang tau tentang hal itu, apa lagi dulu waktu dia masih kuliah dengan Tiuga nyaris semua orang mengira dia bisa kuliah karena beasiswa bukan karena dia anak orang kaya, karena Penampilannya yang sederhana dulu. Saat acara wisuda lah orang-orang tahu jika Sofi putri dari seorang pengusaha sukses.
☺☺☺
BERSAMBUNG...
__ADS_1