
Setelah itu hubungan mereka membaik. Tiuga dan Aisyah mulai terbuka satu sama lain. Mulai ada tawa bahagia diantara mereka, walau belum ada yg berani memulai hubungan ranjangnya. Tapi berlahan mulai ada benih-benih cinta yang bersemi. Pagi itu Aisyah menghampiri Tiuga yang sedang duduk di sofa. Sudah 2 hari dia libur kerja, dia melirik ke datangan Aisyah.
"Besok kan minggu, kalo jalan-jalan gimana? Aku bosen di rumah seharian" ungkap Aisyah. Tiuga mulai menutup handphone nya.
"Mau kemana?" Tanya Tiuga.
"Terserah!! Belum tau juga. Gimana kalo kita keliling-keliling aja. Aku belum pernah keliling Jakarta. Cuman Mall...MONAS...itu-itu aja" Ucapnya sambil mengenang perjalanan Jakartanya.
"Ragunan, Ancol, Kota Tua... " ucap Tiuga Menambahkan.
"Aku belum pernah kesana..! Kita liat-liat yukkk... " Ucapnya yang secara reflek ia memegang lengan Tiuga, itu membuat dia salah tingkah.
"Kenapa malu...!? pegang yg lain juga boleh. Kamu udah pernah ganti baju aku kan!?" Goda Tiuga dengan mendekatkan wajahnya lebih dekat.
Membuat Aisyah tersipu, kini wajah Tiuga semakin dekat membuat jantung Aisyah semakin berdegub kencang. Aisyah yang belum pernah begitu dekat dengan laki-laki mulai tampak panik. Tiuga tersenyum.
"Gini aja kamu udah panik gimana kalo aku mintak yg lain" Tanyanya, seraya mengecup lembut kening Aisyah.
Aisyah yang sedari tadi sudah malu, langsung berlari ke kamar mandi meninggalkan Tiuga yang malah tertawa.
"haaaahhhh... " gumam Tiuga sambil merebahkan dirinya di sofa panjang itu seraya tersenyum puas karena menggoda Aisyah.
Sedangkan Aisyah malah membasuh kan wajahnya karena mukanya yang merah terasa panas karena malu. Tidak lama ia keluar, mendapati Tiuga tengah berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menenteng handuk. karena Aisyah tidak menyadari kehadiran Tiuga di depan pintu itu membuat dia menabraknya dan membuat mereka hampir terjatuh untung Tiuga sigap menahannya, karena itu juga tujuan Tiuga membuat Aisyah menabrak dan secara reflek memeluknya, benar saja secara reflek ia memeluk Tiuga. Tiuga tersenyum usil. Aisyah segera melepasnya. Dan Tiuga segera masuk kamar mandi.
Tidak lama mereka sudah siap. Adel yang melihat mereka yang sudah rapipun bertanya.
"Mau kemana pagi-pagi gini? " Tanya Adel.
"Mau jalan-jalan. Suntuk gua liat lo di rumah berhari-hari " Goda Tiuga.
"Yang ada gua yg suntuk ngeliat lo... gak kerja, gak keluar kamar, sekali keluar kayak burung baru lepas dari sangkar. Girang nggak jelas... pergi sana, yang lama, gue mau liburan di rumah biar bisa lebih tenang" Usir Adel.
Alfina pun tidak lama datang.
"Kemana mas? " Tanya nya.
"Pergi bentar" Ucap Tiuga.
"Kok bawak-bawak tas gitu" Alfina melirik tas yang di samping Tiuga.
"ini mukena, sarung sama sajadah." Terang Aisyah.
"Kan udah ada di masjid juga!? ngapain di bawak lagi! " Tanya Adel.
"Lebih bersih kan bawak sendiri, lagian ini mukena mahar nikah. Jadi aku pengen pakek mukena ini setiap shalat" Terang Aisyah.
itu membuat Tiuga senang, dia mengelus kepala istrinya lembut. Terang itu membuat yg lain heboh.
"Istri soleha, suami kampret. Malang bener lu Aisyah! " Goda Adel.
"Tuhhh, mas... Jangan mabok-mabok lagi ntar nggak ketemu di akhirat, bini lo ke surga lo nyasar ke neraka" Tambah Alfina.
"Ooo... lo ngeledek gue!? " Ucap Tiuga dengan suara tinggi, di sambut tawa jahil saudaranya. Aisyah hanya tersenyum melihatnya.
"Yeee...Kita cuman nasehatin... Biar Tiuga Alzam dan Aisyah Khumairah bisa berjodoh lama. karena jodoh itu berdasarkan akhlak, kalo akhlak lo gak cocok gimana mau berjodoh. Itu nasehat ustad yang pernah gue denger" Ucapnya.
"Udah pinter ceramah, mending gantiin mamah dedeh gi... " Ucap Tiuga kesal di ledek terus. Adel hanya tersenyum puas.
"Maaasss ikut ya... " Rayu Alfina tiba-tiba dengan wajah memelasnya.
__ADS_1
"Eh...nyamuk, lo ikut ,lo cuman jadi Aedes aegypti... Mereka mau bulan madu. pahaaaam!? " Jelas Adel. Seraya melempar Anggur ke pada Alfina. Yang malah di lahapnya.
"Bulan madu sekitaran bundaran HI. Tuh Paris bukak... " Ledek Adel pada Tiuga.
"Kita itu cinta duit, ke Paris cuman liat besi berdiri. Mending di sini, ada monas, ada ancol, mw cuci mata ke Bali... ya kan? " Ucap Tiuga usil. Sambil menikmati kopi hangatnya yg baru di bawa Aisyah.
"Pelit lo" ucap Adel seraya melempar anggur pada Tiuga kali ini dan di balas Tiuga. Di sambut tawa oleh Alfina karena melihat perang buah antara Tiuga dan Adel, segera di hentikan Aisyah.
"Udah-udah ah, itu makanan jangan di buang-buang, nanti oma turun marah lo" Ungkap Aik.
"Oma lagi cari koleksi bunga, pasti lama pulangnya, papa juga lagi tidur, mama nemenin oma. kita bebas Aik, satpam keamanan lagi gak ada di posko" Ungkapnya di sambut tawa Tiuga seraya mengajak tos.
"Aku juga" Ucap Alfina tidak mau kalah buat tos juga.
tapi malah di permainkan Tiuga hingga dia marah.
Setelah sarapan merekapun siap-siap buat pergi, Adel dan Alfina menemani mereka sampai pintu depan.
"Hati-hati lo, kayaknya mau hujan" Ucap Adel, Tiuga menjawabnya dengan mengacungkan jempol, tanda OKE. Seraya masuk mobil.
"Daaa...h Alfin" Ledek Tiuga.
"Nama gue Alfina,bukan Alfin" Teriak Alfina pada Tiuga yg sudah masuk mobil dan melaju dengan cepat.
"Kok dia marah di panggil gitu!? " Tanya Aisyah.
"Alfin itu nama cowok, kita sering ledekin dia kalo dia mirip cowok" Terang Tiuga.
"Adik kamu lucu yaaa... " Ungkap Aisyah.
"Dia gampang emosian. Di ganggu dikit aja pasti ngamuk, makanya kita suka usilin dia" Terang Tiuga sambil tersenyum.
Sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita tentang satu sama lain. Hingga pelan-pelan mereka mulai mengenal satu sama lain.
Seharian mereka berkeliling dari Monas, kota tua, hingga pinggir pantai Ancol.
Setelah memarkirkan mobil, Tiuga dan Aisyah segera turun menuju pinggir pantai Ancol. Senja yang berwarna jingga menambah artistik pemandangan sore ini. Merekapun segera turun menuju bibir pantai.
Banyak para pedagang di pinggir pantai yang menjajakan beraneka ragam makanan. Mereka berjalan santai sambil menikmati matahari yang akan kembali ke ufuk barat. senja yang kemuning semakin menambah indah suasana sore hari. Tapi baru beberapa langkah Aisyah sudah kesulitan melangkah dengan sandalnya, Tiuga pun membantu Aisyah melepas sendalnya dan menentengnya sambil berjalan. Ini pertama kalinya Aisyah di perlakukan dengan sangat manis, tapi bagi Tiuga itu sudah biasa jadi dia hanya cuek dan terkesan tidak menyadari sikap malu- malu Aisyah.
"Mas...! " seru Aisyah.
"Hmmm..." Jawab Tiuga seraya menatapnya.
"Kamu sering kesini yaaa!? " Tanya Aisyah.
"Nggak juga...! " Jawab Tiuga sekenanya. mereka kembali menikmati suasana sore sambil terus berjalan.
"Aku suka pantai, kalau liat ke laut lepas rasanya tenang sekali... Kamu suka pantai apa gunung!? " Tanya Aisyah.
"Aku suka saat berkendara di hutan, aku suka aroma bunga hutan, itu bisa buat aku merasa damai... " Terang Tiuga.
"Kalo aku suka takut ngelewatin hutan, apa lagi kalo malam, rasanya kayak ada yang ngawasin... " Ucap Aisyah dengan expresi bergidik. Tiuga hanya tersenyum mendengarnya.
"Kamu penakut juga ternyata...! " Ucap Tiuga seraya tersenyum pada Aisyah dan Aisyah pun tersenyum ke arahnya.
Tiuga terlihat sangat mempesona dengan senyum manisnya. Dengan sikapnya yang lembut pasti banyak perempuan yang menyukainya pikir Aisyah. Saat tatapannya di tatap balik oleh Tiuga dia pun segera mengalihkan pandangannya ke depan.
__ADS_1
Tiba-tiba Aisyah menemukan kulit kerang. Dia memungutnya, dan memperlihatkan pada Tiuga.
"Hay... lihat ini mas... lucu yaaa... " Serunya seraya memperlihatkan kulit kerang yang baru di temukannya.
"Ooo... Ini kulit kerang Ranga namanya, ini sering di jadiin hiasan aquarium... " Terang Tiuga.
"Kamu tau banyak ya tentang kerang!? "Tanya Aisyah lagi.
" Nggak juga cuman tau beberapa aja... " Ucap Tiuga seraya tersenyum.
Kini merekapun kelelahan dan berhenti di salah satu kursi panjang di tepi pantai sambil menikmati sunset...
"Capek gak" Tanya Tiuga.
"Hmmm... Capek, tapi aku seneng" Ungkap Aisyah dgn senyum bahagianya.
Tiuga melirik Aisyah yang tengah menikmati Sunset.
" Aisyah..." Seru Tiuga. Aisyah pun menoleh kearah Tiuga. "Kalo gak karena abi kamu sakit, apa kamu masih mau nikah sama aku?" Tanya Tiuga penasaran.
"Jodoh itu datangnya dari Allah, kalo kita jodoh mau bagai mana prosesnya aku akan tetap nikah sama kamu. Aku sudah ikhlas nerima kamu dari awal kita menikah, cuman kamu nya aja yg keliatan menjauh" Ungkap Aisyah.
"Karena aku merasa, aku bukan tipe kamu. Jangan kan ngaji, sholat aja aku jarang... Malu aja jadinya." Ungkap Tiuga.
"Yang tau kita baik atau buruk itu hanya Allah. Pernah dengar kisah seorang pe**cur masuk surga karena memberi anjing minum? Atau seorang pemuda pemotong daging yang masuk surga bersama nabi Musa karena selalu merawat ibunya yg buta! Atau kisah perempuan taat beribadah malah masuk neraka karena sombong merasa jadi ahli ibadah! Jadi yang di nilai Allah itu keikhlasan kita, kerendahan hati. Aku selalu berusaha untuk ikhlas dengan takdir aku mas, agar Allah juga menyayangi aku. " Ungkap Aisyah membuat Tiuga terharu.
"Aku harus belajar banyak dari kamu kayaknya" Ungkap Tiuga kagum. "Aku takut kita gak seakhlak kayak Adel bilang tadi pagi"
Tiuga mulai khawatir mengingat perempuan yang pernah dekat dengannya rata-rata perempuan metropolitan yang kentara dengan kehidupan kota.
" Jangan gitu mas. Aku juga masih harus belajar banyak... Mulai sekarang mas yang rajin sholat nya yaaa....!!"Ucap Aisyah sambil tersenyum pada Tiuga. Tiuga hanya mengangguk pelan seraya tersenyum.
Tidak terasa kumandang Azan Magrib pun terdengar dari handphone Aisyah.
" Magrib mas, kita cari masjid dulu yuk... " Ajaknya. Mereka pun beranjak pergi meninggalkan pantai.
Sampai lah mereka di masjid terdekat dari tempat mereka tadi, dengan langkah ragu Tiuga melangkah ke dalam masjid, melihat keraguan suaminya. Aisyah dengan cepat menarik tangan Tiuga. Tiuga pun masuk, habis berwudhu ia mulai salat. Setelah salat ada ketenangan di hatinya. Merayap di jiwa dan sanubarinya. Dia diam di sajadahnya beberapa saat. Sampai dia menyadari sudah tidak orang lagi yang salat, hanya ada beberapa orang yg masih mondar-mandir membereskan masjid. Tiuga pun segera keluar menemui Aisyah yg sudah menunggu.
"Sorry lama yaaa... "
"Nggak kok!"
Lalu mereka langsung jalan menuju mobil mereka.
"Kita berhenti beli jajanan nanti ya... "
"Beli apa!? "
"Biasanya keluarga kamu paling suka apa? "
"Kurang tau juga sih... liat aja nanti yuuukkk..." Ucap Tiuga sambil membuka pintu mobil.
Dan merekapun melanjutkan perjalanan.
Sampai mereka di tempat penjual martabak yang cukup ramai pembelinya. Merekapun segera menepi untuk membelinya. Setelah lama antri akhirnya mereka mendapatkan pesanannya dan pulang.
🥰🥰🥰
BERSAMBUNG...
__ADS_1