
Sore hari Tiuga pulang dari kerja. Dia di sambut oleh Adifa dan Aisyah. Tiuga langsung mencium kening Aisyah dan menggendong Adifa dan Aisyah segera mengambil tas bawaan Tiuga dan membawanya ke kamar. Mereka segera menuju kamar mereka. Sekarang kamar mereka di penuhi barang Adifa di mana-mana.
Tiuga segera mandi dan setelah selesai dia bermain bersama Adifa lagi. Tiba-tiba kamarnya di ketuk. Kini orang rumah terutama Adel dan Alfina mulai sopan kalau mau masuk. Mereka mulai memakai adab ketok pintu. Karena dulu mereka sering nyelonong, jika mereka tetap lakukan itu mereka takut Adifa benar-benar akan di bawa pindah oleh orang tuanya.
Aisyah segera membukakan pintu ternyata itu Adalah Adel. Dia langsung menghampiri Adifa dan Tiuga.
"Udah sopan ya sekarang!? " Goda Tiuga.
"Kalo nggak... ntar lo pindah lagi. Lagian gue gak sanggup liat adegan ranjang kalian lagi...! " Gumamnya dengan wajah datar lalu langsung mengambil Adifa.
"Apaan sih... fikiran lo tuh... ih bener-bener yaa... " Seru Tiuga yang sebenarnya malu.
"Eh Tiu... lo sibuk nggak sekarang!? " Tanya nya pada Tiuga. sambil memangku Adifa.
"Lumayan... Kenapa? "
"Kalo nggak terlalu sibuk lo bisa kan bantu kita... Rencananya gue sama Aisyah mau bukak bisnis.... Kayak toko donat sama kukis gitu.... kue ala kekinian lah. yang bisa di lukis-lukis gitu berdasarkan request pelanggan. Kemaren kan kita udah coba bukak online ternyata laku keras. Nah ini rencananya gue sama Aisyah mau seriusin bisnis ini.... Nah kita minta bantuan lo desain toko kue kita... " Ungkap Adel.
"Udah lah itu musiman... bikin desain dekor kek gitu makan banyak modal... belum lagi peralatan masak lainnya. Kalo mau bisnis itu harus serius... Kalo nggak buang-buang duit... " Ungkap Tiuga.
"Kita serius ini... Aisyah kan emang bisa masak... terus kita beberapa bulan ini ikut kelas desain kue gitu. Aisyah jago lo ngukir-ngukir kue gitu... " Ungkap Adel.
"Modalnya banyak. Kalo emang laku online yaaa... onlina aja dulu... nanti kalo dah banyak modal baru bikin toko... " Ungkap Tiuga ragu.
"Iiihhhh... lo ya... Kita mau maju itu di dukung bukannya di jatohin terus... Ayo lah Tiuga... kita nggak pakek duit lo doang. Aisyah kan punya tabungan dari dia kerja di Bandung dulu. Trus gue juga punya simpanan... kita cuman minta sewa ruko doang sama lo... Kalo peralatan lainnya kita tanggung sendiri... ya, ya, yah.... "Bujuk Adel.
" Aku bosen di rumah terus mas... Itung-itung isi waktu kosong aku juga... " Bujuk Aisyah seraya duduk di sebelah Tiuga dan memeluk manja Tiuga. Itu membuat Tiuga luluh. Dan akhirnya dia menyetujuinya.
"Yaudah... Rencana kalian mau dimana!? " Tanya Tiuga.
Adel dan Aisyah pun riang bukan main. Impian mereka punya toko kue pun bisa terkabul.
__ADS_1
"Daerah Kemang gitu... " Ucap Adel.
"Eh gila... itu mahal banget sewanya. Nggak... Gue nggak ada duit segitu. Lo nggak liat gue lagi kerja juga buat selesein rumah... " Ucap Tiuga menolak keras. " Tempat lain aja... Nggak balik modal kalo di sana. Kalian itu bisnis baru merintis udah mau tempat yang elite... Lo pikir nggak pakek modal. Orang yang sewa di sana itu rata-rata pebisnis handal. Makanya mereka berani sewa mahal... " Ucap Tiuga mulai kesal. Karena sepertinya Adel dan Aisyah tidak meyakinkan.
"Yaudah terserah lo mau lokasinya di mana... yang penting kita ada tempat... " Ucap Adel mengalah.
...***...
Keesokan harinya Tiuga pun mencari lokasi yang di inginkan. Sampai lah mereka di pinggir jalan yang mana banyak toko-toko kecil yang juga berjejer. Cukup ramai dan strategis untuk pemasaran barang-barang.
"Gimana kalo ini, Cukup rame, pinggir jalan utama lagi, dan tempat parkirnya juga lumayan luas... " Ungkap Tiuga. Tampak Adel yang kurang setuju.
"Nggak ah... Kayak warteg Tiu... Cari yang lebih highclass dikit napa...!?" Sanggah Adel.
"Ini cukup bagus... Nggak ada orang yang baru bukak bisnis udah mau tempat yang high... Yang ngerti bisnis pasti paham dengan sistem modal. Lo itu masih harus memperkenalkan produk lo... Kalo di terima baru lo bisa bukak yang gede... Kalo baru merintis udah ngeluarin banyak modal, terus nggak laku, bisa cepet bangkrut lo... yang penting lokasinya strategis dulu buat pemasaran.... Banyak pedagang kaki lima yang omsetnya jutaan. Nggak ada tuh mereka permasalahin tempat. " Omel Tiuga yang mulai kesal. "Kalo masalah tokonya biar gue sama Daniel yang desain... "Ungkap Tiuga lagi.
" Udah, Kak Adel. Disini juga nggak apa-apa, kan rame. Pinggir jalan utama lagi... "Ucap Aisyah lembut.
Merekapun segera menelpon nomer yang tertera di sana. Tidak berapa lama datang lah empunya. Dia segera membuka pintu ruko. ruko yang 15 x 30 meter persegi itu terdiri dari 2 lantai. dan fasilitas kamar mandi, AC pun sudah ada. Kamar pun ada. Setelah melihat ke dalam baru lah Adel yakin.
"Ratusan juta...! " Ucap Tiuga kesal karena harus merogoh kocek besar buat modal usaha saudara dan istrinya yang tidak meyakinkan ini.
"Ntar gue sama Daniel yang bakal dekor. Awas aja kalo kalian nggak serius... Gue udah keluar banyak modal" Ancam Tiuga.
"Iya sayang kita serius kok... " Ucap Aisyah seraya memeluk suaminya.
Adifa mereka tinggal bersama Alfina dan Oma di rumah. Mereka sengaja tidak membawanya karena takut tempat yang akan mereka kunjungi itu kotor.
"Besok kita mulai bersih-bersih dulu kayaknya... " Seru Adel karena melihat keadaan yang kotor.
***
__ADS_1
Keesokkan harinya Tiuga, Aisyah, Adel, dan Daniel pergi ke tempat ruko itu untuk bersih-bersih. Sesampainya mereka disana mereka langsung melihat keadaan sekitar.
Tiuga yang hari itu memakai baju dengan gaya hoodie membuat tampilannya lebih muda dari usianya. Daniel yang melihatnya pun jadi syirik. Karena tampilan Tiuga yang biasa setelan kerja sekarang dandan bak anak kuliahan yang membuat dia bertambah tampan.
"Ngapain lo dandan kayak anak ABG gini!? Niat mau nambah bini lagi!? " seloroh Daniel.
"Gue nggak niat mati muda... Ini kan ada penutup kepalanya jadi nggak usah bawak topi lagi... " Terang Tiuga.
"Hhh... bener... Kalo lo nikah lagi auto Aisyah racunin lo... hahay... " Tawa Daniel konyol.
Aisyah hanya tertawa mendengarnya seraya berpegangan tangan dengan Tiuga. Melihat Aisyah yang terus menempel dengan Tiuga itu membuat Daniel terganggu.
"haaahhh... ini kerjaan yang paling menyiksa buat gue.... Udaaahhh.... kalian nggak usah pegangan tangan terus... Kasihani lah kami yang jomblo... Ya kan Del... " Ucapnya sambil meminta persetujuan Adel.
"Gue tiap hari liat itu... Udah kebal...Bahkan lebih dari itu pun hampir gue liat... " Ucap Adel cuek sambil membuka pintu ruko. "Yok ah... kita mulai lagi... "
" Aisyah hari itu sengaja memakai jilbab tidak terlalu panjang seperti biasa. Karena takut susah gerak. Adel menyapu bersama Aisyah, sedangkan Tiuga mengelap kaca depan toko bersama Daniel.
"Eh... Tiu... Kalo di perhatiin Aisyah itu cantik banget ya... Nggak pernah make-up tebal tapi mukanya cantik dan mulus secara alami. Pantes yaa lo suka pertama kali liat... " Ucap Daniel. Tiuga yang mendengarnya agak tidak suka.
"Jangan macem-macem lo sama bini gue... " Ancam Tiuga.
"Gue nggak tertarik sama bini temen... Tapi kalo kakaknya boleh juga... " Ucap Daniel usil lagi.
"Eh gue udah cukup jengah lo ikutin dari kecil, kuliah, kerja dan gue nggak minat lo ikutin sampe mati gegara lo masuk di lingkungan keluarga gue... Jadi jangan pernah lo deketin Adel. Lagian mana mau Adel sama cowok nggak jelas kayak lo gini... " Omel Tiuga.
"eeehhh.... Jodoh itu tuhan yang atur bukan lo, jadi gue cukup berikhtiar...! " Sanggah Daniel usil. Itu benar-benar membuat Tiuga kesal. Daniel menyadari itu dia pun berlari sebelum Tiuga benar-benar menyerangnya. Aisyah dan Adel yang melihatnya jadi bingung.
"Kenapa mereka!?" Tanya Aisyah.
"Paling Daniel ngomong yang nggak-nggak lagi... " Ucap Adel cuek.
__ADS_1
🏘🏘🏘
BERSAMBUNG...