Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
UNDANGAN


__ADS_3

Sore hari Tiuga pulang di sambut Aisyah dengan separuh berlari menghampiri Tiuga yang baru turun dari mobil. Dan segera membantu Tiuga membawakan tasnya.


"Gimana di kantor!? " Tanya Aisyah.


"Baik, ada klien baru yang mau bangun restoran mungkin minggu depan aku mulai sibuk lagi, harus liat lokasi dulu, terus bikin desain dan banyak lagi! " terang Tiuga.


Sambil terus mengobrol hingga tidak terasa mereka sudah sampai di kamar.


" Kamu gimana? ngapain kamu di rumah? " Tanya Tiuga sambil buka sepatunya dan langsung di beresin Aisyah.


"Aku kayak biasa aja, tapi aku gak bantu mama masak hari ini" ceritanya lesu.


"Kenapa? kamu telat bangun yaaa? gara-gara aku? " Goda Tiuga pada istrinya dengan mencubit hidungnya yang sekarang tengah duduk di sampingnya. Aisyah hanya tersenyum bahagia di perlakukan begitu.


Karena memang saat selesai shalat subuhnya Tiuga menahan Aisyah, hingga dia kembali tertidur dan dia masih tertidur saat Tiuga sudah bangun untuk pergi kerja.


"Hmmm... Spray nya pagi tadi kena darah, aku mau bawak ke belakang takut di tanya mama. Aku tunggu sampai mama selesai masak, eeehhh waktu aku ganti spray mama datang terus nanya kenapa spraynya di ganti kan habis ganti kemaren. Aku bingung mau jawab apa, yaaa... Akhirnya mama tau sama mbak Adel.." Cerita Aisyah panjang lebar.


Tiuga tertawa mendengarnya. "Aku malu banget, maluuuu...banget....kamu siiihhh gak hati-hati..."Gerutu Aisyah seraya memukul Tiuga. Tiuga hanya tertawa sambil pasrah di pukul istrinya.


"Kok nyalahin aku sihhh.... mana ke pikiran aku, keburu capek...yang ingetnya tidur, lagian habis jalan-jalan juga seharian kemaren terus lanjut lagi sama kamu.... " Tawa Tiuga keras, hingga samar-samar terdengar dari luar.


"Ngapain lagi nih kamar sebelah... " Gerutu Adel yang kebetulan lewat depan kamar mereka.


...***...


Di tengah makan malam mereka ibu mulai bicara.


"Tiu, kamu kapan ada waktu kosongnya, kita mau bikin acara" ungkap ibu.


" Minggu ini masih senggang lah, paling 2 minggu lagi, soalnya mau ada proyek baru... kenapa mah? " Tanya Tiuga balik. Sambil mengambil piring yang sudah di isi Aisyah dengan nasi beserta lauknya.


"Nggak...Mama rencananya mau bikin acara resepsi pernikahan kamu. Kan kita belum ada bikin acara apa-apa buat kasih tau semua orang soal pernikahan kalian" Ucapnya.


"Kan gak enak...waktu akad cuman kita yang hadir. Mama, papa, oma, sama Adel. yang lainkan belum tau... jadi sekalian kasih tau mereka. Mama sudah tanya Adel tadi soal prewed buat bikin undangan kalian, katanya Toby yang biasa kerja sama Adel bisa Rabu ini, berarti lusa kamu siap-siap ya... terus ketering juga sudah mama pesan waktu sama oma kemaren, sama Souvenir udah mama pesan mug khusus yg ada nama kalian berdua cantik banget pokoknya... baju keluarga rencana besok mama mau lihat bahan, jahitnya Masing-masing aja biar cepat. umi Aisyah pun udah mama telpon katanya dia setuju-setuju aja, nanti dia siap ke Jakarta kapan aja dipanggil! " Terang mama panjang lebar.


Tiuga melirik Aisyah yang juga meliriknya. tapi Aisyah senang mendengar ibunya akan datang, karena sudah lama dia tidak bertemu ibunya, dia hanya bisa menghubungi beliau melalui sambungan telepon saja selama ini.


" Kenapa nggak ngomong jauh-jauh hari sih ma!? " seru tiuga.

__ADS_1


" Emangnya kenapa? ini penting lo...buat kasih tau semua orang...Biar nggak timbul fitnah nantinya...nanti kalo liat Aisyah hamil tiba-tiba, tetangga bisa gosip yang nggak-nggak... MAU!!? " terang ibunya.


"Terserah mama lah, asal nggak ngerepotin aja. aku lagi banyak kerjaan. " Ungkap Tiuga agak kesal karena takut nanti ujung-ujungnya dia yang akan kerepotan.


"Nggak papa kok ma, benar ma, itu penting biar nggak terjadi fitnah, juga biar kedua belah keluarga bisa bersilahturahmi! biar saling kenal" Ucap Aisyah menengahi.


"Yuuuhhh... lebih dewasa bini lo dari pada elo" Seru Adel.


"Toby siap pemotretan rabu, itu harus tepat waktu kalo sama dia, dia nggak suka yg ngaret. Buat lokasi udah gue pilihin buat lo, terus baju juga udah ada, dari baju prewed sampe nikahan. kita ambil tema putih casuals. pantai sama taman ilalang. keren tuuhhh... " ungkap Adel semangat.


"Besok papa juga mau kasih tau rekan bisnis papa biar mereka siap-siap jauh hari... " Ucap papa sumringah tidak kalah semangatnya. semua antusias menyambut hari bahagia itu, termasuk Aisyah,oma dan Alfina, dia ingin buat gaun Dressmaid yang sangat cantik katanya, dengan buntut panjang. Hanya Tiuga yg masih bingung dengan rencana dadakan ini.


...***...


Saat selesai makan malam Tiuga dan Alfina sedang menonton tv bersama. Tidak lama datang Adel membawa semangkuk kecil ice cream. Dia menatap Tiuga yang tengah berbaring sambil menonton Tv dengan celana pendek pakaian rumahannya. Tiuga terlihat seperti anak SMA dengan pakaian rumahannya itu, mungkin karena dia baby face jadi membuat dia terlihat lebih muda. Padahal usianya sudah menginjak 28 tahun.


"Duuuhhh... masih kecil udah mau punya anak... " gumam Adel seraya memakan Ice cream nya. Dengan tatapan tajam ke arah Tiuga.


Tiuga menoleh kearah Adel. Dia tidak mendengar betul ucapan Adel, dia hanya sekedar menyadari kedatangan Adel. Jadi Dia hanya melihat sekilas lalu kembali menonton tv yang kebetulan lagi ada acara berita olah raga kesukaan Tiuga.


Tidak lama Aisyah datang bersamaan dengan segelas kopi.


Tiuga menoleh pada Aisyah.


" ooo... Tarok aja di meja makan... " Seru Tiuga.


Memang meja makan tidak jauh dari ruang keluarga. Tiuga pun segera bangkit dan menuju meja makannya. Adel tidak henti-hentinya menatap pasangan bahagia itu.


" Dulu kayak nggak terpisahkan sama Sherin... sekarang...Gampang banget dia pindah ke lain hati..." Gumamnya lagi sambil menatap Tiuga dan Aisyah yang sedang asyik mengobrol, sesekali terdengar tawa mereka. Membuat Adel sebagai seorang jomblo jadi... (ah sudah lah... yang jomblo pasti paham 😅)


...***...


Di kamar Aisyah melihat Tiuga tengah bermain handphone, ia menghampirinya dan menyandarkan kepalanya di bahu Tiuga tercium aroma parfum Tiuga yang lembut, hingga membuat Aisyah betah berlama-lama memeluknya dan di sambut Tiuga dengan mengelus rambut istrinya dengan lembut seraya mencium ubun-ubun kepala istri tercintanya, tapi matanya masih fokus di handphone nya.


"Mas... ! " seru Aisyah.


"Hmmm.... " Seru Tiuga pula dengan matanya yang masih belum lepas dari handphone nya.


"Kenapa kamu nggak setuju sama rencana mama? " Tanya Aisyah.

__ADS_1


"Males aja, semuanya mendadak, ntar kerepotan lagi...orang yg mau bikin acara kayak gini tu siap-siapnya berbulan-bulan, ini cuman seminggu...mau bikin acara kayak gimana coba...belum lagi undangannya, bisa selesai dlm waktu seminggu!?" Terang Tiuga.


Aisyah hanya tersenyum mendengar jawaban suaminya.


"Aku suka kalo kita bikin acara itu. Biar semua orang tau ini suami ku, jadi jangan dekatin dia! " seru Aisyah seraya mencubit hidung Tiuga membuat Tiuga bereaksi membalas Aisyah dengan balas menggelitiknya. itu membuat gairah keduanya mulai bangkit lagi. Hingga mereka mengulang yang terjadi semalam. ( maaf nggak di ceritain detail, Tiuga dan Aisyah tidak sefulgar itu hingga mau menceritakannya dengan detail... lanjutkan dengan khayalan kalian saja... 😆)


...***...


Tiuga tengah tertidur pulas di samping Aisyah, sedangkan Aisyah sibuk bermain handphone sambil duduk bersandar di kepala ranjang. Dia menatap suaminya yang tengah tertidur pulas tanpa mengenakan pakaian hanya selimut yang menutupi tubuhnya. Aisyah menarik selimut tersebut hingga menutupi bahu suaminya dan tersenyum menatap wajah tampan Tiuga yang tengah tertidur.



Ia kembali fokus di handphone nya. dia membuka galeri foto yang berisi foto-foto anggota keluarganya, ada ibu, ayah dan ke tiga adiknya, itu foto keluarga yang diambil saat Aisyah masih bekerja di salah satu bank di Bandung. Dia kangen mereka semua terutama abinya yang telah berpulang ke pangkuan Illahi. ia mengusap foto abinya.


"Aik kangen abi... " Bisiknya.


Aisyah kembali mengingat masa-masa saat ayahnya masih ada, hari-hari nya penuh dengan canda tawa. Abinya selalu mampu mencairkan suasana saat umi marah atau ngomel. Abi selalu menjadi guru spritual terbaik Aisyah. Kehilangan abi seperti kehilangan sahabat terbaik bagi Aisyah.


Tanpa terasa Aisyah menitikkan air matanya. Ia pun segera mengusapnya. Dia tidak ingin berlarut-larut dengan kesedihannya.


Lamunan Aisyah seketika buyar saat melihat Tiuga yang tidurnya gelisah, ia terdengar seperti mendesah ingin berteriak. Aisyah segera membangunkan suaminya dengan lembut.


"Mas..., Mas... Bangun, mas.... " Seru Aisyah menggoncang kan tubuh Tiuga dengan lembut membuat Tiuga sontak terbangun, ia melihat ke sekitar dan mendapati Aisyah yang masih menatapnya.


"Ayo meludah kekiri 3 kali..." suruh Aisyah. Tiuga bingung.


"ayok,sedikit saja" seru Aisyah lagi, Tiuga pun segera melakukannya. "itu adalah cara dalam islam kalau kita mimpi buruk...lalu istighfar lah mas" pinta Aisyah,Tiuga pun menurut.


Dia segera duduk sambil membenahi selimutnya. Dia tampak diam sejenak. tampak masih kaget dengan mimpinya barusan.


"Tadi aku mimpi..." ucap Tiuga, belum selesai tangan Aisyah sudah menempel di bibirnya, seraya menggelengkan kepalanya tanda larangan.


"Jangan ceritain mimpi burukmu mas, karena itu datangnya dari jin yang berusaha mengganggu kamu. itu mungkin karena kamu tidur dalam keadaan gak pakek pakaian, terus dalam keadaan junub langsung tidur. Sebaiknya kamu pakek pakaian dulu, berwudhu baru tidur, biar nggak di ganggu saat kamu tidur" nasehat Aisyah, Tiuga tersenyum mendengar peringatan istrinya, dia segera bangkit, tapi sebelum bangkit dia bingung pakaiannya ada di mana, Aisyah pun segera bangkit mengambil pakaian Tiuga yang sudah di letakkan nya di pinggir tempat tidur. Setelah mengenakannya Tiuga pun segera menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan berwudhu.


Aisyah pelan-pelan merubah Tiuga menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sekarang hidup Tiuga terasa lebih terarah semenjak kedatangan Aisyah di hidupnya. Aisyah tersenyum melihat suaminya yang habis berwudhu dan Aisyah juga sudah mengibas kecil tempat tidurnya karena takut nanti Tiuga di ganggu lagi tidurnya. Dan merekapun kembali tidur.


💌💌💌


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2