
Kini hari di mana mereka harus preweding pun tiba. Tiuga mengenakan stelan serba putih dengan kemeja dan celana panjangnya. Sedangkan Aisyah mengenakan hijab panjang yang juga serba putih dengan model gaun panjang yang cantik dan sederhana. Wajahnya hanya memakai polesan make-up tipis hasil make-up Adel, karena wajah Aisyah sudah cantik natural tanpa make-up sekalipun dia tetap terlihat cantik, hanya saja butuh beberapa penegasan make-up agar lebih bagus di depan kamera . Kini mereka tengah berada di padang ilalang yang luas, mereka melakukan beberapa sesi foto dengan arahan tobi selaku fotografernya, di tengah matahari yang terik tobi berusaha mendapatkan hasil jepretan yang bagus.
sesekali tobi memperlihatkan hasil jepretannya pada Adel.
"Tuuuhhh... beda kalo motret orang cakep sama tampang pas-pasan. dari sudut mana saja dia terlihat bagus" ungkap tobi.
"Ya iya lah bang, kan adek gue itu....lo nggak liat kakaknya ini..." Ucap Adel membanggakan diri. Tobi hanya tersenyum dengan tingkah Adel.
Setelah puas merekapun mengakhiri pengambilan gambar mereka hari ini, matahari pun mulai sangat terik, dan semua orang mulai kepanasan. Mereka kembali beristirahat ke tempat teduh sambil melihat hasil fotonya.
"Bagus-bagus semuanya. kalo motret orang cakep gak butuh angle macem-macem juga udah bagus. niiihhh liat" Seru Tobi sekali lagi seraya memperlihat kan hasil fotonya pada Adel.
"Eh iya mereka mana bang!? " Tanya Adel yg baru sadar jika Tiuga dan Aisyah tidak ada di sana.
"Pergi cari masjid buat solat katanya tadi... " terang Tobi." Lo nggak sholat!?" Tanyanya pada Adel.
" Gue lagi nggak bisa.." Ucap Adel memberi alasan.
"Bilang saja malas..." sahut Tobi. Adel hanya tersenyum. "Yaudah kita beres-beres dulu, makan siang terus lanjut ke lokasi berikutnya." ucap Tobi pada krunya.
Krunya pun segera membereskan semua siap-siap akan pergi. Sebelum mereka pergi mereka menunggu Tiuga dan Aisyah datang terlebih dahulu. Saat Aisyah dan Tiuga sudah datang merekapun langsung berangkat.
Sekarang mereka berada di pantai, dimana mereka akan mengadakan pemotretan dengan latar belakang sunset.
Beberapa kali mereka harus gagal karena terpaan ombak yang kencang. Setelah berjuang lumayan keras akhirnya merekapun berhasil menyelesaikan kerjanya.
Setelah selesai mereka kembali berkumpul melihat hasilnya. Kali ini Tiuga dan Aisyah melihat hasil fotonya.
"yang motret berbakat,hasilnya juga bagus" ucap Tiuga sambil tersenyum pada tobi.
__ADS_1
"Bukan masalah bakat saja. yang di fotopun bisa di arahkan. Jadi bagus hasilnya. " ucap Tobi lagi. "kadang pernah kita sampai 3 hari baru dapat hasil maksimal, yang di foto terlalu kaku di kamera jadi susah dapat angle yang tepat. Padahal kita udah berusaha se maksimal mungkin " cerita Tobi.
Tiuga hanya tersenyum mendengarnya. Tidak lama kemudian terdengar Azan Magrib berkumandang.
"Yaudah bang kita permisi dulu, shalat sebentar" Ucap Tiuga seraya pergi sambil melambaikan tangan pada semuanya tanda permisi. Tobi semakin kagum dengan adik Adel ini, tapi Adel sendiri tidak melaksanakan shalat.
"Adik lo soleh juga anaknya.... Setiap saat dia shalat. nah lo nggak?" Tanya Toby pada Adel.
"Nantik aja gue, gua belum siap... Dia itu ketularan istrinya. Dulu dia juga jarang shalat..." jawab Adel sekenanya. Toby memang tidak shalat karena dia Kristiani.
Sekarang mereka tengah makan malam bersama, mereka menikmati makan malam mereka sambil mengobrol.
"Saya sudah 5 tahun kenal Adel, baru kali ini tau kalau dia punya adik laki-laki. yang saya tau cuman si, siapa itu... Alfina, dia itu pernah ikut Adel pemotretan sama kita. Itu juga kalau mau diarahkan juga berbakat. cuman gayanya agak cuek mirip kali dengan laki..." ucap Tobi membuat Tiuga tertawa mendengarnya.
"Dia itu jagoan kita bang, yang lain lari kalo ada kecoak sama dia di ubernya sampe dapat! " Cerita Tiuga.
"Waaahhh jagoan kali dia... Iya sih dia itu pemberani anaknya, pertama kali datang di studio dah kayak rumah dia sendiri di buatnya.. Tapi biasanya anaknya pintar itu. Mentalnya kuat..." sambung Tobi. Tiuga tersenyum mendengarnya.
Tiuga, Aisyah dan Adel pulang bersama.
"Tobi bilang hasilnya bagus, gue juga liat tadi keren-keren semua" Terang Adel dari bangku belakang sedangkan Aisyah di bangku depan bersama Tiuga yang lagi nyetir.
"Kalian sih ilang-ilang mulu, bentar shalat, bentar shalat... " celetuk Adel.
"Shalat itu wajib kak, kenapa gak ada yang shalat tadi!? " Tanya Aisyah.
"Tobi sama timnya emang kebanyakan kristen... gue lagi dapet." Adel memberi alasan. Tiuga hanya tersenyum ragu mendengar alasan Adel kalau dia lagi dapet.
"oooo... Gitu...??? " seru Tiuga tidak percaya.
__ADS_1
Dia melirik Tiuga yang sedang tersenyum simpul.
"Lo kenapa!? " Tanya Adel pada Tiuga.
"Apaan sih orang lagi nyetir juga!! " jawab Tiuga sambil tersenyum.
"Mampir sebentar di tempat yang jual martabak ya mas... " Pinta Aisyah.
Tiuga pun segera menepikan kendaraannya, Aisyah pun segera turun dari mobil. Setelah Aisyah pergi. Tiuga dan Adel masih melanjutkan pertengkaran kecil mereka, dan kembali tenang setelah Aisyah kembali. Setelah selesai Aisyah kembali ke mobil. Merekapun kembali melanjutkan perjalanannya.
Tanpa mereka sadari merekapun sudah sampai di rumah yang lagi sibuk dengan kedatangan tetangga yang baru tau kabar pernikahan Tiuga dan Aisyah. Mereka memberi salam, dan Aisyah di minta duduk sebentar untuk menyapa tamu yang datang oleh ibu Tiuga.
"ini loh menantu kami, kenalkan namanya aisyah... dari bandung. Anak almarhum bapak hidayat kusuma yang punya perkebunan itu lo" tentu beberapa di antara ibuk-ibuk itu kenal.
"Oh iya...saya pernah dengar jeng...sebab keponakan saya penyuplai sayuran dari perkebunannya, dia sering cerita pak hidayat punya anak cewek cantik kerja di bank, yang ini toh... oalah... bener-benar cantik ternyata" puji salah satu ibuk-ibuk itu dia adalah salah satu tetangga tiuga.
Memang tetangga di sini walau tinggal di rumah yang besar - besar tapi silahturahmi masih terjaga karena adanya pengajian kompleks dan RT. Apa lagi keluarga tiuga cukup terkenal di lingkungan ini. Karena sikap keluarganya yang santun dan ramah.
"Eeehhh... Kalau masih ada...Mau lah jadi mantu... " celetuk ibu puji.
"Ada...mau!? adiknya yang lagi sekolah perawat di Bandung... cantik, pinter soleha lagi... Makanya nanti datang... Biar tak kenalin" Ucap ibu Tiuga dan di sambut tawa ceria para tetangga.
Aisyah tak henti-henti nya di goda oleh ibuk- ibuk sampai dia malu sendiri. Ibu Tiuga pun ikut bangga dengan menantunya ini. Sopan, cantik, pintar pandai pula membaur bersama para tetangga.
Tak terasa malam semakin larut, tamu sudah mulai lengang, Aisyah pun segera naik keatas menuju kamarnya. Dia mendapati Tiuga tengah tertidur lelap, dia menyingkap rambut suaminya yang menutupi keningnya dan mencium lembut. Tapi Tiuga tidak bergeming. mungkin itu karena dia yang sudah terlalu capek tadi. Setelah membenahi selimut suaminya dia segera beranjak mandi. Selesai shalat Isya dia juga tertidur.
Begitulah hari ini berlalu cukup melelahkan buat mereka berdua. Mereka yang tengah di mabuk cinta. Cinta yang bersemi setelah pernikahan mendadak mereka. Tapi itu yang membuatnya semakin indah karena semua terjadi saat mereka sudah menjadi pasangan halal.
💅💅💅
__ADS_1
BERSAMBUNG...