
Hari ini hari libur. Tiuga pun segera menyelesaikan proyeknya di ruko bersama Daniel. Mereka ingin segera menyelesaikannya dengan cepat karena ingin segera melakukan pembukaan toko roti mereka minggu depan. Tampak ada beberapa orang pekerja yang ikut membantu persiapan mereka. Tiuga dan Daniel berusaha mengarahkan, Aisyah dan Adel tampak sibuk di dapur menyusun perlengkapan yang sudah mereka beli. Alfina dan ibu Tiuga sedang menjaga Adifa di lantai atas.
Dewi pun ada di sana dia tampak terus memperhatikan Tiuga dari tadi. Karena terlalu sibuk dia tidak begitu menyadari hal itu. Hanya Daniel yang menatap kelakuan Dewi. Dia terus memperhatikan Tiuga sambil terus melukis. Daniel tersenyum melihat itu.
"Gue tau makin berkeringet dia makin kelihatan seksi. Masak ia bocah ingusan gitu juga demen sama dia..." Daniel memperhatikan Tiuga yang juga sedang ikut membantu mendekor. "ih... Tiu lo bener-bener ya... pakek pelet apa sih lo... " Gumam Daniel sendirian.
Dewi terus memperhatikan Tiuga sambil tersenyum simpul.
***
Selesai mendekor mereka membicarakan nama toko yang belum sempat di bicarakan. Dan soal surat izin mereka sudah serahkan kepada Adel.
"Gimana namanya? Izin usahanya udah ada kan!? " Tanya Tiuga.
"Semua udah beres, Karyawan pun udah ada. Kita udah rekrut 7 orang karyawan. Trus surat izin usahanya juga udah beres. Namanya Bell cake. Dimana kita cuman nyiapin roti yang di pesan. dan kita juga cuman akan jual roti yang segar. Kalo hari itu nggak habis kita nggak jual buat besok lagi. So, roti kita roti yang fresh dan baru... "Terang Adel.
" Dan ada beberapa jenis roti yang kita jual cuman waktu masih hangat. Jadi mereka pesan kita langsung kita buat. Selai nya kita buat sendiri bukan selai pabrik. kecuali selai kacang... "Tambah Aisyah.
Tiuga tersenyum kearah istrinya. Dia mengusap lembut kepala istrinya. Daniel melihat itu.
" Haaahhh.... kekurangan oksigen gue lama-lama deket kalian berdua... "Gumamnya sirik. Tiuga hanya cuek mendengar nya Aisyah malah tertawa. Tampak senyum manisnya mengembang saat tertawa. Daniel seperti terpesona.
" Ih...Kamu cantik banget sih Aik..."Goda Daniel.
Lebih tepatnya dia menggoda Tiuga. Aisyah paham dia hanya ingin menggoda Tiuga. Tiuga langsung menghajarnya.
" Iya Tiu... Ampuuunn.... Nggak, Nggak... Bercanda ah... " Ucapnya menyerah. "Hhh... ih kalo bini nya aja dia rela hajar gue... " Ungkap Daniel tidak terima.
...***...
Hari H pun tiba. Semua tamu mulai datang. Mereka melakukan pembukaan toko roti mereka hari itu. Mereka sudah melakukan promo di media sosial mereka. Karena memang roti mereka juga sudah di kenal di media sosial mereka. Bedanya sekarang mereka membuka toko dengan varian roti yang lebih banyak. Bukan sekedar donat dan cookies saja.
Aisyah berdandan sangat cantik hari itu. Dia memakai jilbab persegi yang cantik hingga menutup dadanya. Di tambah dress panjang nya dengan warna pink putih menambah kesan cantik darinya. Tiuga yang melihat dandanan istri nya itu pun ikut mengaguminya. Tubuh Aisyah yang masih terlihat tidak jauh beda dengan saat dia sebelum melahirkan membuat kesan dia seperti wanita single.
"Kamu cantik banget hari ini... Ingat jangan genit kayak cewek nggak ada suami. Aku tutup toko kalian nanti... " Ancam Tiuga takut istrinya di goda.
"Nggak ada yang bisa gantiin kamu mas... " Ucapnya sambil memeluk mesra Tiuga.
__ADS_1
Tiugapun memeluk erat istrinya. Dia sangat mencintai Aisyah, begitupun Aisyah. Mereka dua orang yang berasal dari dua dunia yang berbeda, bersama karena keikhlasan mereka dengan permintaan orang tua mereka.
***
Di toko kue sudah sangat ramai dengan rekan dan tamu. Hari ini pembukaan toko kue mereka. Adel dan Aisyah selaku pemilik toko pun menyambut tamu mereka dengan Antusias. Tampak Sherin juga datang. Oma segera pergi ke atas karena dia masih marah. Sherin di sambut Aisyah.
"Heyyy...Udah datang...ayok cobain roti kita..." Sapa Aisyah.
"Iya... Eh anak kamu mana, Kok nggak keliatan!? " Tanya Sherin.
"Ada... Itu dia... " Tunjuk Aisyah pada Adifa yang sedang di gendong Tiuga. Aisyah meminta salah seorang karyawannya untuk memanggil Tiuga. Tiuga dan Adifapun segera menghampiri Aisyah yang ternyata tengah bersama Sherin.
"Haiii... cantik... " Sapa Sherin pada Adifa. Dia langsung menggendong Adifa.
"Kapan kalian nyampe!? " Tanya Tiuga.
"Udah seminggu kita disini... " Ucap Rio.
"Lama lagi itu. Dia sama Tiuga 4 tahun aja nggak dapet-dapet. Apa lagi ini yang baru setahun... " Seloroh Daniel sambil tertawa. Entah sejak kapan dia ada di sana.
"Iiisss... Mulut lo Dan... Nggak berubah ya dari dulu... " Ucap Sherin sambil memukulnya.
"Eh... Sinting... Lo nggak liat lakinya ada... " Ucap Tiuga yang merasa malu dengan tingkah bar-bar sahabatnya ini. Dia segera membawa Daniel pergi. Setelah itu tinggal Aisyah dan Sherin ngobrol berdua. Datang Adel menghampiri.
"Eh Sherin... Kapan pulang!? " Tanyanya.
"Udah seminggu kak... Mungkin 3 hari lagi balik paris lagi... " Ucap Sherin yang masih gendong Adifa. "Udah gede yaaa... Kemaren tante belum berani pegang, sekarang ternyata udah cantik... " Ucap Sherin kepada Adifa. Mereka bertiga tampak akrab, sudah tidak ada lagi yang menjadi konflik diantara mereka. Sedang kan Tiuga, Daniel dan Rio asyik mengobrol di luar.
Sekarang Sherin dan Rio tinggal di Paris bersama orang tua Sherin. Rio bekerja di perusahaan ayah tiri Sherin di Paris. Mereka kembali karena ada yang ingin di urus.
Acara berjalan dengan lancar, banyak tamu yang puas dengan roti buatan toko roti mereka. Mungkin toko roti ini akan sukses di pasaran.
...***...
Setelah acara selesai mereka kembali membereskan semuanya. sampai jam 10 baru mereka bisa beristirahat. Alfina dan Dewi tampak akrab bermain bersama meskipun mereka kesulitan dalam komunikasi. Dewi berusaha menulis setiap ucapannya agar di pahami Alfina.
__ADS_1
Adifa tampak asyik bermain bersama oma dan ibunya Tiuga. Tiuga dan Daniel mengobrol bersama Ayahnya di luar sambil merokok. Sedangkan Aisyah dan Adel sibuk di dapur.
"Eh Tiu... papah udah semakin tua... kamu kapan mau gantiin papah di perusahaan. Kamu bilang dulu mau cari pengalaman dulu. Ini udah lama masak belum ngumpul juga pengelamannya!? " Ucap ayahnya.
"Jangan sekarang deh pah... Aku kayaknya harus kuliah dulu buat bekal. Rencana aku mau ambil MBA dulu. Biar nggak blank banget aku di dunia bisnis... " Ucap Tiuga.
"Terus anak istri kamu gimana? Mau kamu boyong ke sana!? Susah lo kalo di luar, banyak Rasis, apa lagi Aisyah berhijab... " Ungkap ayah Tiuga.
"Yaaa mereka biar di sini aja dulu... Aku paling 2 atau 3 tahun... Nantikan aku juga bisa pulang... " Ungkap Tiuga dengan rencananya.
"Eh Tiu... lo yakin mau ninggalin istri secantik itu disini!? " Tanya Daniel. "Baru lo nyampe... udah banyak kumbang yang datang menggoda... " Ucap Daniel.
"Kan ada lo buat jadi CCTV gue di sini.
Apa lo niat ngikutin gue lagi!? " Ucap Tiuga.
"Kamu nggak bisa ninggalin Aisyah gitu aja Tiu... Apa dia setuju!? Dia nggak biasa kamu tinggal... " Ungkap ayah Tiuga ragu.
"Gue juga nggak siap... Ntar ada semut rang-rang yang boyong lo kekamar hotel nggak ada lo yang nyelamatin lo... " Ucap Daniel entah benar-benar khawatir atau hanya sekedar bicara.
"Gue bisa jaga diri... "
"Nggak... lo nggak bisa jaga diri"
"Ada lo hidup gue jadi ribet... "
"Karena ada gue semut rang-rang ganas nggak berani deketin lo Tiu... "
"Karena ada lo gue sering jadi malu Daniel Syahreza... "
"Liat aja ntar... Lo bakal tau betapa ganasnya wanita di luar sana... " Ancam Daniel.
"Udah-udah kalian ini apaan sih, dari kecil sampai besar kalian masih saja suka ribut... " Ucap ayah Tiuga menengahi sambil tertawa. "Daniel... Tiuga nggak berangkat sekarang. Dia masih harus menyelesaikan kerjaannya dengan pak Budi... Kamu nggak perlu khawatir... " Ucap Ayah Tiuga yang merasa lucu dengan tingkah Daniel yang lebih protektif kepada Tiuga di banding oma nya yang selama ini merawat Tiuga.
🥴🥴🥴
BERSAMBUNG...
__ADS_1