Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
PENOLONG ADIFA YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Setelah siap semua, Tiuga, Aisyah dan Adifa pun berangkat ketempat yang Aisyah inginkan. Yaitu ke salah satu pasar tradisional di Bandung.


Mereka hanya pergi bertiga karena semua pada sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tiuga segera menyetir mobilnya ketempat tujuan dengan arahan dari Aisyah. setelah menempuh jalanan kurang lebih 1 jam dengan kondisi jalanan yang ramai lancar mereka pun bisa sampai dengan cepat.


Sesampai nya di pasar Aisyah seperti kalap ingin memborong hingga Tiuga yang sekarang harus menggendong Adifa dengan gendongan kangguru. Aisyah menuju toko kue yang cukup besar untuk membeli oleh-oleh. dan toko Aksesoris, tidak ketinggalan toko baju juga.


Hingga tiba mereka di salah satu penjual pisang yang sudah renta. Dia tampak sabar menunggu pisang nya untuk di beli. Tiuga pun meminta Aisyah untuk membelinya.


"Aik, beli pisangnya gi... " Ucap Tiuga dengan tatapan hiba. Aisyah pun segera menuju ke si pedagang.


Ternyata dia hanya bisa berbahasa sunda yang sangat kental hingga hanya Aisyah dan dia saja yang paham.


"Jangan di tawar beli aja semua, kasih 500 ribu lalu kita pergi" Ucap Tiuga.


"Ini banyak mas... siapa yang bawak? " Sanggah Aisyah. Dia paham betul Tiuga pasti kasihan dengan si pedagang, sebab Tiuga belum pernah ke pasar tradisional. Tiuga yang biasa belanja di layani oleh pedagang yang rapih dan wangi pasti tidak pernah bertemu dengan pedagang pencari makan dari sesisir pisang begini.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan. Dia terus mengamati mereka dari tadi.


"Aku juga bawak, kamu juga bawak... " Usul Tiuga.


"Nanti Difa jatuh lagi... " Ucap Aisyah khawatir.


"Nggak, ini gendongannya kuat. " Ucap Tiuga meyakinkan.


Akhirnya mereka pun melancarkan rencana mereka. Aisyah segera mengeluarkan uang 500 ribu lalu menyerahkannya pada si pedagang seraya mengangkut 10 sisir pisang itu. Si pedagang kakek tua itu menolak karena ke banyakan, Aisyah meyakinkan jika tidak mau segitu nanti mereka tidak jadi beli. Maka si pedagangpun luluh seraya mengucapkan terima kasih berkali-kali. Membuat Tiuga terharu melihatnya. Padahal uang segitu bisa habis buat dia sekali makan. Tapi si kakek mendapatkan uang segitu seolah-olah rizki nikmat yang tidak terkira, hingga membuat dia sujud syukur terharu. Tiuga kaget dengan reaksi berlebihan dari si kakek. Sedangkan Aisyah langsung membantu si kakek berdiri lalu dia pulang dengan tongkatnya diantar Aisyah untuk berkemas dan pulang mencari ojek. Tidak lupa Aisyah membayar ongkosnya, takutnya nanti si kakek di minta bayaran mahal lagi waktu sampai.


...***...


Dengan bawaan yang super banyak Aisyah berhenti sejenak di emperan toko karena kelelahan .


"Capek mas, kita berhenti dulu... " Ucap Aisyah.


Dengan keringat yang membasahi tubuhnya begitupun Tiuga. Akhirnya merekapun berhenti. Dan Tiuga segera melepaskan gendongan Adifa. Karena kelelahan dan kepanasan. Dia mendudukkan Adifa disampingnya. Tiuga segera Duduk berselonjoran di tangga Toko.


"Kamu tau nggak mas dia bilang apa tadi!? " seru Aisyah.


"Mana ngerti aku bahasa Sunda! " Ucap Tiuga.


"Dia bilang sudah 2 hari dia jualan nggak ada yang beli, dia pun belum makan dari kemarin... " Cerita Aisyah.


Tiuga tercenung sesaat. Sekarang dia paham kenapa reaksi si kakek berlebihan tadi. Dia menatap Aisyah tidak percaya. Matanya tampak berkaca-kaca, Tapi dia mencoba menahannya.


"Rizki Allah tidak terduga yaa mas... datangnya dari mana saja... coba kalau tidak ada yang beli lagi hari ini berarti 3 hari dia tidak makan. Bagi kita uang segitu gampang di dapat,tapi bagi yang lain buat makan saja susah... Pasti dia terus berdoa hingga Allah mengabulkannya dengan cara yang indah" Ucap Aisyah.


Tiuga menggenggam tangan Aisyah erat. Dia semakin mencintai istrinya ini. Istri yang selalu bijak dalam berfikir.

__ADS_1


"Kalian berdua adalah rizkiku yang paling indah... " Gumam Tiuga lembut.


Aisyah menatap Tiuga dengan tatapan yang dalam dan tersenyum bahagia seraya menyandarkan kepalanya kebahu Tiuga.


Tiba-tiba mereka tersadar jika Adifa sudah tidak ada di samping Tiuga.


"Loh mas Adifa mana!? " Seru Aisyah panik.


"Tadi dia di samping aku... " Ucap Tiuga yang juga panik.


Merekapun segera mencari Adifa. Melihat ke sekelilingnya. Tapi mereka tetap tidak menemukan sosok bayi cantik itu. Aisyah mulai sangat panik. Dia mulai tidak tahan, tangisnya pun pecah.


"Eh, tenang Aik... Dia pasti nggak jauh. Dia belum bisa jalan... Dia pasti di sekitar sini... " Ucap Tiuga meyakinkan.


"Kalau diambil orang gimana...!? " Ucap Aisyah yang mulai menangis.


"Nggak mungkin. Kita cari aja dulu... " Ucap Tiuga tidak mau berfikiran buruk. Dia mengedarkan pandangannya di setiap sudut pasar yang ramai ini.


"Difa...! Di mana kamu nak...!?" Panggil Aisyah sambil menangis. Sedangkan Tiuga tetap berusaha tenang. Di tengah ke panikan mereka tiba-tiba ada seseorang yang memanggil dari arah belakang.


"Aisyah... " Serunya. sontak Aisyah menolah ke arah sumber suara. Seorang wanita berdiri tengah menggendong Adifa.


"ADIFA... " Teriak Aisyah. Dia segera mengambil Adifa dan memeluknya erat dengan tangis haru. Tiuga pun tampak lega. Dia mengusap wajahnya seperti habis berdoa. Dia menyentuh dadanya yang mana beberapa saat lalu dia seperti jantungan karena Adifa yang tiba-tiba hilang. Dia menghampiri Aisyah dan Adifa.


"Terima kasih banyak, mbak...! " Ucap Tiuga sopan.


"Apa kabar Aik...!? " Sapa wanita itu pada Aisyah.


Aisyah pun segera tersadar dan menatap wanita itu. wanita itu adalah wanita yang mengawasi mereka dari tadi. Dia adalah Kanaya istri Faridz. Aisyah seolah-olah tidak percaya dengan yang dia lihat.


"Kanaya...!? " Seru Aisyah tidak percaya.


0


Tiuga merasa pernah dengar nama itu. Sesaat kemudian Tiugapun tersadar siapa wanita itu.


"Iya Aik, Ini aku Kanaya... Apa kabar kamu? " ucapnya ramah menyapa.


"Alhamdulillah, baik... Ka...kamu apa kabarnya? " Ucap Aisyah terbata-bata.


"Alhamdulillah, Aku juga baik...Udah lama ya kita nggak ketemu... " Ucap nya lagi dengan senyuman yang lembut tersungging di bibirnya. "Mampir dulu Aik...! " Ajaknya sambil mempersilahkan masuk pada salah satu toko baju bayi yang lumayan besar.


"Kamu punya toko baju bayi sekarang!? " Tanya Aisyah.


"Iya... Ayok masuk. Kami punya banyak baju untuk anak kamu yang bagus-bagus... " Ucapnya. Aisyah tampak ragu. "Sekalian ada yang mau aku omongin sama kamu Aik... masuk lah sebentar... " Ucapnya meyakinkan. Aisyah menatap Tiuga untuk meminta persetujuan Tiuga. Tiuga mengangguk setuju. Aisyah dan Tiuga pun segera masuk. Dia segera membawa Aisyah ke ruangan yang ada di dalam toko. Seperti ruang pribadi tempat istirahat. Sedangkan Tiuga di luar tengah melihat-lihat koleksi baju di toko tersebut.

__ADS_1


"Kamu keliatan bahagia sekali sekarang Aik...! " Ucapnya membuka perbincangan. "Aku liat kamu dari tadi. Kamu dapat suami yang baik dan perhatian, yang menyayangi kamu sepenuh hati. Kamu juga punya bayi cantik sekarang... " Ucapnya lagi sambil tersenyum.


"Kamu juga. Udah semakin sukses. Punya Toko baju bayi sebesar ini sekarang. Kalo aku cuman ibu rumah tangga. Jagain anak sama nungguin suami pulang kerja.... " Ucap Aisyah merendah.


"Kamu walaupun ibu rumah tangga tetap punya rumah mewah di Jakarta, Suami kamu laki-laki sukses...Buat apa kamu kerja keras kayak aku...." Sanggahnya pada aisyah."Kami kemaren terkena masalah Aik...mas Faridz terkena sanksi dengan penurunan pangkatnya karena dia melakukan kesalahan. Dia selingkuh dan aku adukan dia dengan atasannya. Ibunya marah besar sama aku, dan nyalahin aku. Di tambah lagi dengan keadaan kami yang sudah 3 tahun lebih belum juga di karunia seorang anak, itu buat mertua aku semakin nyudutin aku. Mas Faridz nikahin aku karena desakan ibunya bukan karena maunya dia. Karena ayah aku atasannya di tempatnya bekerja. Ayah Faridz nggak setuju dengan pernikahan kami karena dia maunya kamu. Dukungan yang aku dapat satu-satunya cuman dari ibunya itu pun sudah hilang sekarang... "ucap Kanaya sedih.


Aisyah terdiam tidak tau harus bicara apa. Dia tidak menyangka jika Faridz bisa begitu, dia pikir Faridz adalah laki-laki setia selama ini.


" Pernikahan aku di ujung tanduk Aisyah...."Ucapnya lagi. Tangisnya pun pecah seketika. "Mungkin ini hukuman yang tepat buat aku. Karena sudah buat kamu hancur dan kecewa...Sekarang aku paham... mungkin Allah sedang memberi teguran buat aku karena berani menzalimi wanita sebaik kamu. Aisyah... Aku minta maaf karena udah rebut Faridz dari kamu.... " Ucap Kanaya bersungguh-sungguh seraya menggenggam tangan Aisyah. Aisyah pun terharu melihatnya. Dia memeluk Kanaya.


"Aku nggak dendam...Aku sudah ikhlas Kanaya. Jangan hukum diri kamu sendiri kayak gini... " Ucap Aisyah seraya mengusap lembut bahu Kanaya sahabat SMA nya dulu.


"Aku lihat sendiri bagaimana baiknya suami kamu sama kamu. Nggak kayak mas Faridz sama aku. Mas Faridz dingin sama aku. Dan sekarang hidup aku benar-benar hancur Aisyah... Aku rasanya lebih baik mati saja... " Seru Kanaya putus asa.


"Jangan gini Kanaya... Allah pasti punya rencana terbaik buat kamu. Kamu yang sabar dulu... yang ikhlas... Jangan seolah-olah menentang Allah seperti ini. Aku sudah maafin kamu. Aku benar-benar tulus maafin kamu... kamu nggak punya salah apa-apa lagi sama aku... " Ucap Aisyah lembut. Kanaya pun memeluk Aisyah dan tangisnya sekali lagi pecah. Aisyah pun membalas pelukannya. Tiuga melihat dari luar apa yang terjadi. Lalu Tiuga kembali memilih pakaian yang akan di belinya buat Adifa.


Setelah puas mengobrol kemudian Aisyah dan Kanaya keluar dengan mata sembab. Tiuga yang melihatnya pun tertawa, tapi Tiuga berusaha menyembunyikannya dan menahannya.


"Ya ampuuu...n kalian ngobrolin apa sampe mata bengkak? hhh...!! " Seru Tiuga seraya menghampiri Aisyah dan mengelus kepala Aisyah dengan sayang. Aisyah hanya tersenyum manja seraya menyapa Adifa yang sedang di gendong Tiuga.


"Nggak... cuman obrolan kenangan masa lalu...ya Adifa ya... " Jawab Kanaya seraya bercanda dengan Adifa dan menggendongnya. "Kalo ilang lagi... Adifa tante bawak pulang beneran. Nggak tante balikin lagi...Aisyah nggak bisa jagain anak... ! Bisa-bisanya biarin anak secantik ini kabur. Tante aja udah lama pengen yang kayak gini..." Candanya lagi. "Kapan ya tante punya yang kayak gini... Yang secantik ini.... Yang sepintar ini....!" canda Kanaya yang membuat Adifa tertawa renyah. Tiuga dan Aisyah pun hanya tertawa mendengarnya.


"Amiiinnn.... Mudah-mudahan tante Kanaya bisa cepat dapat dengan segera... " Doa Aisyah tulus.


"Owh... ! " Seru Kanaya dan mereka bertigapun pelukan. Tiuga hanya tersenyum bahagia menyaksikan persahabatan mereka berdua.


"Eh... ini kapan di itungnya... " Seru Tiuga yang segera menyadarkan mereka. Kanaya pun kembali ke meja kasir.


"Yaudah deh... buat Adifa tante kasih gratis semua... " Ucap Kanaya seraya membungkus semua belanjaannya Adifa. Tapi Tiuga segera menahannya.


"Nggak... ini terlalu banyak. Kalo dalam etika bisnis, ini bisa buat bisnis nggak bisa lanjut. Kita bayar aja. Kalo mau ngasih jangan semuanya... " Ucap Tiuga. Aisyah juga setuju. Tampak Kanaya yang tengah berfikir sejenak. Lalu dia mengambil gaun cantik dari lemari simpanannya.


"Yaudah kalo gitu khusus buat Adifa tante kasih hadiah gaun ini. Ini gaun yang limited edition khusus buat Adifa.... " ucap nya lagi lalu membungkusnya.


Dan tiuga segera membayar belanjaannya dengan kartu debit berhubungan uang cash mereka sudah habis buat belanja tadi. Jadi dia memakai kartu kredit. Alangkah kagetnya Kanaya saat melihat ada kartu kredit yang ada di dompet Tiuga. Itu kartu kredit yang sangat exclusive yang tidak semua orang bisa memilikinya. Sekarang Kanaya tahu betapa suksesnya suami Aisyah ini.


"Wow... itu kartu kredit JP Morgan Chase Palladium visa kan... !?" Seru Kanaya membuat Tiuga jadi tidak enak.


"Nggak, ini asal ada aja... jarang pakek juga...! " ujar Tiuga merendah.


"Tetap aja yang punya harus berpenghasilan besar buat bikin kartu itu... Hebat kamu pilih suami Aisyah... " Seru kanaya lagi.


"Aku malah nggak tau tentang kartu itu... " Ucap Aisyah menatap tidak percaya kepada Tiuga. Tiuga hanya pura-pura tidak tau dengan tatapan istrinya itu. Membuat Kanaya tertawa melihat tingkah suami istri itu.


( Ingat yang suka mintak diskon kalo temen promoin barang dagangannya, yaa kalo bisa beli sesuai harganya. itung-itung bantu teman. gimana bisnis teman bisa maju kalo di mintain diskon terus... Emangnya dia buka usaha amal!? 🤭🤭)

__ADS_1


🤗🤗🤗


BERSAMBUNG...


__ADS_2