
Hari semakin siang, Aisyah mulai merasakan dadanya sesak karena seharian tidak menyusui Adifa.
"Mas bisa antar aku pulang dulu nggak!? Dada aku dah mulai sakit! " Ucapnya. Tiuga pun segera mengantar Aisyah pulang. Sebelum pulang dia di pesan makanan oleh Daniel dan Adel.
Jarak antara ruko mereka memang tidak begitu jauh dari rumah. Itu juga salah satu alasan Tiuga memilih ruko itu. Agar Aisyah mudah bolak-balik kalau mau meninggalkan Adifa nanti. Tiuga selalu memperhatikan Aisyah dari hal sekecil apapun agar Aisyah nyaman.
***
Setelah mengantar Aisyah pulang. Tiuga pun segera membeli makanan di salah satu restoran dekat sana. Tanpa sengaja dia bertemu dengan Sofi.
"Eh Tiu!? Beli makan juga!? " Tanya Sofi.
"Iya, kamu juga!? " Tanya Tiuga.
"Iya, eh... Duluan ya... Udah di tungguin!? " Ucap Sofi yang ternyata bersama seorang laki-laki.
Tiuga melihatnya. Mungkin itu Farhan tunangan yang di ceritakan pak Anwar. Pak Anwar benar Sofi sangat manja dengannya. Baru beberapa minggu memutus pertunangan mereka, sekarang mereka bersama lagi.
***
Di lain sisi Daniel dan Adel tampak bersama. Mereka sedang mengobrol santai di sebuah kursi yang ada di depan ruko.
"Lo ngikutin Tiuga mulu... Dari kecil sampe tua gini... Apa lo nggak punya impian lain.!? " Ucap Adel asal.
"Eh....Tiuga itu emang harus ada yang di samping dia. Dia itu ibarat gula sama semut, di tinggal bentar aja bakal banyak semut yang ngerubungin. Dan dia tipe gula manis yang nggak bisa usir semut... Dia butuh mulut gue yang usir, kalo nggak dia bisa jadi Casanova milenial gegara nggak tega nolak cewek... Di tambah lagi fikiran dia itu terlalu lurus jadi dianggapnya semua orang itu baik. Kalo mau nipu dia gampang, masukin aja dunianya sebentar, ntar juga bisa lo kuasain dia. Kalo nggak ada gue, adek lo bisa kehilangan akhlaknya, karena secara pribadi dia lemah... Cuman gegara ganteng aja nggak keliatan kelemahannya, Semua orang taunya dia itu baik, sebenarnya dia baik dan terlalu lurus fikirannya. Harus ada gue yang bilang nggak... "
__ADS_1
"Berjasa juga ya lo buat Tiuga... " Puji Adel dengan ketulusan Daniel.
"Dia itu juga sering aneh, kadang kalo udah terlalu emosi, ntah terlalu kesel, atau terlalu sedih atau apa lah... Dia bisa kayak orang nggak ada nyawa. Kadang pernah gue mikir apa ini gegara masih kecil sering minum obat penenang jadi dia nggak paham kontrol emosi yang terlalu emosional. Apa emang karakternya dia... "
"Maksudnya!? " ucap Adel tidak paham.
"Kalau dia lagi punya masalah dia bisa menung aja kayak orang depresi... kadang apa yang dia lakuin ngambang... dia jadi bingung sama apa yang terjadi... kayak dia ribut sama Aisyah... kita kan bisa santai aja kan. Ah paling ntar juga baik, kita mikirnya gitu... kalo dia nggak. Dia kayak orang yang nggak bisa mikir. Dia bingung Harus gimana gitu...jadi harus kita yang kasih tau... " Terang Daniel panjang lebar.
"Mungkin iya... Sebab gue pernah denger oma cerita, Tiuga waktu sakit kelainan jantung itu, Dia selalu pakek obat buat bikin jantung dia berdetak stabil. Terus dia juga harus di jaga banget perasaannya. Jangan sampe dia terlalu emosional. Mungkin aja itu ngaruh ke dia sekarang. Dia jadi bingung dengan emosi dia kalo dia lagi emosi... Dia pernah mabok waktu putus sama sherin, dia juga pernah mandi berjam-jam gara-gara merasa bersalah dengan karyawannya yang di pecat..." Kenang Adel. "Lo kenal banget sama Tiuga. kayaknya lebih baik dari kita yang keluarganya... "
"iya, iyalah... gue kan Sering 24 jam bareng dia. Dia mandi gue berak sebelah pun sering... hhh... " Tawa Daniel yang mulai kumat lagi.
Adel hanya bisa tertawa sambil geleng-geleng kepala mendengarnya. Bersaaman dengan itu, Tiuga pun datang membawa makanan. Merekapun akhirnya makan dulu sebelum lanjut lagi dengan pekerjaan mereka.
Selesai makan mereka menggelar karpet untuk duduk. Tiuga segera mengambil peralatan nya untuk mendesain dekor ruangngan nantinya.
" Kalo minimalis gimana?" Tanya Adel yang masih bingung.
"Terlalu sederhana kayaknya... " Ungkap Tiuga kurang setuju.
"Klasik!? "
"Nggak masuk sama yang kalian jual... Gimana kalo shabby chic. Lebih ceria, lebih dapet sama kue yang akan kalian jual... " Ungkap Tiuga. Seraya menunjuk beberapa model Shabby chic "Kita main dengan warna biru toska, pink muda, dengan putih... "
"Waaahh... keren itu Tiu... ntar tambahin dekor bunga-bunga ala belanda gitu... " Ucap Adel membayangkan.
__ADS_1
Daniel di sebelah Tiuga tampak sedang bermalas-malasan. Dengan game online nya seperti biasa. Daniel memang kalau sudah bahas buku dan kertas dia paling malas, dia lebih suka kerja nyata.
"Minggu depan kita kerjain lagi. Kalian beli peralatan yang di butuhkan aja dulu.... Untung gue masih longgar minggu ini... " Ucap Tiuga seraya mulai mendesain sendiri. (Daniel emang temen yang kampret... 😌) .
Adel keluar untuk melihat-lihat keadaan sekitar. Memang tampak ramai, dan toko-toko pun tampak ramai pengunjung. Tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang menghampiri Adel.
"Mau buka toko disini yaaa!? " Sapanya ramah. Adel menoleh ke sumber suara.
"Oh... ibuk. Iya buk... rencananya mau bikin toko cake.... Ini masih mau siap-siap dulu, buk. Ibuk bukak toko juga?" Tanya Adel.
"Iya... Toko perabot sebelah ini toko saya.... bagus lah jadinya makin rame disini... " Ucapnya ramah. "Itu siapa!? " Tanya nya lagi. Menunjuk Tiuga dan Daniel.
"Itu adik saya Tiuga dan Daniel temennya. Mereka lagi bikin desain nya buk... " Terang Adel.
"Waaah... Pakek desain ya... Pasti bagus tokonya... " Ucapnya seraya mengintip ke dalam. "Yang pakek baju Abu-abu itu artis yaaa... Putih sekali... " Ucapnya kagum.
"Bukan buk... Dia itu Tiuga adik saya, kerjanya desain interior... Dia emang gitu buk... " Sahut Adel tertawa kecil.
"Waaahhh... ganteng sekali... Ibuk baru kali ini lihat laki-laki seganteng itu... Kalian ini orang kaya ya!? " Tanya nya lagi.
"Nggak buk, biasa saja... itu makanya mau jual cake biar dapat duit... " Ucap Adel sambil tertawa.
"Liat adikmu bikin ibuk ingat sama anak ibuk. Anak ibuk yang almarhum juga lembut seperti dia gayanya. Dari tadi ibuk perhatikan, dia benar-benar mengingatkan ibuk dengan anak ibuk. Bagus lah kalau kalian buka toko di sini... " Ucapnya dengan senyum yang juga menggambarkan kesedihan.
Seorang ibu yang kehilangan anak, akan merana seumur hidupnya. Jika bertanya apa yang bisa membuat seorang wanita merana seumur hidup, jawabannya adalah anak. Pepatah yang mengatakan anak adalah hidupku itu ungkapan yang tepat.
__ADS_1
🧁🍰🍩
BERSAMBUNG...