
Setelah seminggu di Bandung kini saatnya mereka kembali ke Jakarta. Sebelum ke Jakarta mereka pergi berziarah ke makam abi Aisyah. Makam itu tampak bersih terawat karena Ayubi selalu ke makam abinya, Setiap hari jum'at Ayubi rutin kesini. Dan hari ini mereka pergi ke makam abi mereka bersama-sama. Adifa di perkenalkan Aisyah pada kakeknya.
"Ini makam kakek Adifa..." Ucap Aisyah pada Adifa. "Hai kakek...Ini Adifa cucu kakek... Cantikkan... " Ucap Aisyah tapi malah dia tidak tahan menahan tangisnya.
Tiugapun segera menguatkan istrinya itu. Dia merangkul bahu Aisyah, Aisyah pun mencoba untuk tegar, walaupun sekarang rasa kangen pada abinya sangat terasa, dadanya sesak menahan tangis tapi dia tidak bisa menahannya. yang lain hanya bisa terdiam melihat reaksi Aisyah. Tampak Ayubi yang juga ikut menangis dia juga merasakan apa yang Aisyah rasakan.
Mereka menyirami makam itu dengan salawat dan menabur bunga disana.
Abi selamanya akan selalu melekat di ingatan keluarganya. Laki-laki tangguh yang selalu mendidik putra-putranya dengan kasih sayang dan perhatian itu tidak akan pernah bisa mereka lupakan.
...***...
Setelah selesai berziarah di makam abi mereka kembali pulang. Mereka bersiap-siap akan kembali ke Jakarta. Saat pulang sudah ada Faridz dan Kanaya di sana. Dia menunggu kepulang Aisyah sekeluarga dari tadi.
"Eh... nak Faridz udah lama...? " Tanya umi.
"Nggak juga. Kita dengar Adifa mau pulang ke Jakarta, jadi ibuk minta kita kesini buat nitip oleh-oleh katanya... " Ucap Faridz seraya menyerahkan bungkusan. Membuat Aisyah saling pandang dengan uminya. Setelah bermain seharian bersama Adifa membuat ibu Faridz menurunkan bendera perangnya.
"Owh... Kenapa repot-repot... Makasih banyak yaa... " Ucap Aisyah seraya menerima pemberian Faridz. Tiuga tersenyum ke arah Faridz, begitupun Faridz. Tiuga senang karena Faridz dan Kanaya sepertinya sudah baikan.
"Hati-hati di jalan yaaa... " Ucap Faridz pada Tiuga seraya menyentuh bahu Tiuga. Tiuga pun tersenyum seraya mengangguk.
Tiba lah saatnya mereka berangkat. Kanaya terus mencium Adifa hingga pipi gadis kecil itu kempot sangking gemasnya dia. Aisyah yang melihatnya hanya tertawa.
"Habis pipi Adifa nanti tante... " Ucap Aisyah bercanda.
Kanaya malah mengulangnya lagi dan lagi. Naisya dan Ayubi pun tidak mau kalah. Mereka semua pasti merindukan keceriaan Adifa yang beberapa hari ini sudah mengisi hari-hari mereka.
Aisyah masuk mobil dan melambaikan tangannya bersama Adifa di sambut haru oleh mereka yang ditinggal.
__ADS_1
Perjalanan pulang terasa lebih berat karena meninggalkan terlalu banyak kenangan.
"Udaaahhh nanti kalo libur kita ke Bandung lagi... " Ucap Tiuga seraya menggenggam tangan Aisyah. Aisyah tersenyum bahagia. Dia selalu bahagia tiap kali dia di perlakukan begitu oleh Tiuga.
...***...
Sekarang mereka berjibaku dengan jalanan macet karena memang masa liburan sudah habis dan semua orang juga ingin kembali ke Jakarta untuk kembali ke rutinitas mereka di Jakarta.
Adifa yang tidak tahan dengan suasana macet dan terkurung di mobil Berjam-jam membuatnya gelisah. Dia menangis sepanjang jalan, Tiuga pun tidak tahan melihat anak semata wayangnya menangis tapi apa boleh buat, mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan. Aisyah terus membujuknya agar mau tenang hingga bayi itu lelah dan tertidur lagi. itu membuat suasana menjadi tenang.
***
Sesampainya Jakarta mereka mulai tenang, saat mulai masuk ke komplek perumahan membuat mereka tidak sabar ingin segera sampai rumah. Sesampainya di rumah mereka di sambut Adel dan Alfina, Yang sangat girang saat melihat mobil Aisyah dan Tiuga masuk gerbang rumah. Mereka dengan tidak sabar berlari menghampirinya.
"Difa kuuu... " Teriak Alfina. Saat melihat Adifa keluar dari mobil dengan di gendong Aisyah.
Mereka mencium, memeluk, sampai Adifa nangis. Dan segera diambil oleh oma yang juga kangen.
"Owhh... cicit cantik oma... kenapa!? Tante-tante ganas semua yaaa.... owh... Sayang" seru Oma seraya menggendong dan memeluk lembut Adifa.
Tiuga yang masih kelelahan karena baru datang langsung merebahkan dirinya di sofa empuk itu. Dia sudah tidak perduli apa-apa lagi. Dia hanya mau istirahat.
Sebentar kemudian ibu dan ayah Tiuga yang baru pulang pun kaget saat melihat kehadiran Adifa di rumah. Ibu Tiuga tidak kalah heboh dengan yang lainnya menyambut kepulangan Adifa.
Ayah Tiuga menghampiri Tiuga.
"Gimana tadi di jalanan!? " Sapa ayahnya pada Tiuga seraya duduk di sofa.
"Macet parah pah... Stress di jalan. Adifa juga nangis terus tadi di mobil.... " Terang Tiuga.
__ADS_1
Sekarang putri raja sudah kembali ke istananya itu membuat semua orang senang.
***
Saat malam Aisyah masih nampak sibuk membereskan barang-barang. Tiuga yang habis mandi mendekatinya.
"Kamu nggak capek!? Besok aja beresinnya. Istirahat dulu" Ajak Tiuga. "Duduk sini... " Seru Tiuga yang sekarang tengah duduk di ranjang. Aisyah pun mendekatinya. Dia duduk di samping Tiuga dan di sambut hangat oleh Tiuga yang langsung menyandarkan Aisyah ke Tubuhnya.
"Aku beruntung yaa punya istri kayak kamu... " Seru Tiuga bersungguh-sungguh. Aisyah menatap Tiuga. " Untung kamu nggak nikah sama Faridz... Kalo nggak mungkin aku sekarang udah berakhir di luar negri sama Sherin dengan status musuh keluarga... " Ucap Tiuga. Aisyah hanya tertawa mendengarnya.
"Maaasss... Aku juga beruntung punya suami kayak kamu. Semua orang di Bandung bilang aku orang yang beruntung. Karena kamu baik, Mapan, juga ganteeeenggg banget... " Seru Aisyah seraya mencubit hidung Tiuga. Tiuga hanya tersenyum. Tiuga menatap Aisyah dan dia mulai menuntut haknya sebagai suami. Pelan-pelan wajah mereka semakin dekat. Walaupun sudah sering melakukannya bersama Tiuga tetap saja Aisyah berdebar tiap kali melakukannya.
Baru juga mulai tiba-tiba pintu terbuka tanpa permisi. Adel dan Alfina datang sambil menggendong Adifa yang terlihat baru menangis. sontak membuat Aisyah dan Tiuga kaget. Tiuga jadi salah tingkah dan Aisyah segera merapikan rambutnya dan mencari jilbabnya.
"Kalian itu bisa nggak ketok pintu dulu sebelum masuk. Ini itu bukan kamar umum..! " Seru Tiuga kesal.
"Anak lo nangis nyari maknya mau nyusu... ! " terang Adel. "Lagian ngapain kalian ninggalin Anak di luar kalo lagi mau gituan... " Seru Adel Tidak mau kalah. Sontak membuat wajah Aisyah memerah karena malu. Hanya Tiuga yang biasa saja, karena dia memang sudah biasa dengan omongan Adel yang suka frontal.
Aisyah pun segera mengambil Adifa sedangkan Alfina dan Adel segera keluar. Adel bersungut-sungut menatap Tiuga, Tiuga pun menatapnya dengan tatapan kesal.
"Haiii... sayang... " Ucap Tiuga pada putri kecilnya.
"ya... mbuuu... " Celoteh Adifa. Sepertinya dia mulai mengantuk tapi masih beradaptasi dengan suasana Jakarta lagi karena baru pulang dari Bandung. Itu membuat Adifa gelisah. Aisyah tampak menggendong Adifa agar putrinya itu tenang. Sedangkan Tiuga langsung melirik handphone nya lagi.
"Mending kita cepetan pindah aja... Disini nggak aman lagi... " Gumam Tiuga sambil memainkan handphone nya yang membuat Aisyah tertawa mendengarnya.
😱😱😱
BERSAMBUNG...
__ADS_1