Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
AKU INGIN ISTIRAHAT


__ADS_3

Sepulang dari kerja Tiuga langsung pulang kerumah. Dia tidak mampir ke Bell Cake seperti biasa. Karena dia benar-benar sudah mulai hampir tumbang karena kelelahan. Memang ada beberapa proyek di percayakan pak Budi pada Tiuga sendiri yang menanganinya, tanpa Daniel terlibat, sehingga itu membuat pekerjaan Tiuga lebih banyak dari Daniel. Alhasil Tiuga pun kelelahan dan kewalahan. Ini minggu-minggu yang berat bagi Tiuga.


Sekarang Tiuga dan Aisyah memang mendiami rumahnya sendiri. Sudah 2 bulan ini mereka pindah ke rumah mereka. Belum ada pembantu di rumah jadi buat bersih-bersih Aisyah lakukan sendiri untuk sementara ini. Dan masih banyak barang yang belum sempat mereka rapikan. Hanya kamar mereka yang merupakan kamar utama ini saja yang bersih terawat. Mereka kadang masih sering menginap di rumah orang tua Tiuga juga, Sementara hingga ada waktu untuk menyusun letak barang-barang yang sudah di beli.


Sekarang rumah Tiuga sudah penuh dengan perabotan, hasil dari pemberian ayah Tiuga. Tiuga hanya mampu membeli sebagian saja dengan uangnya. Tabungannya sudah terkuras habis untuk pembangunan rumah ini. Dia juga sudah tidak sabar mendiami rumahnya sesegera mungkin hingga ayah Tiuga menawarkan bantuan untuk membelikan Tiuga perabotan Rumah. Tapi untuk pembangunan rumahnya Tiuga membangunnya dengan jerih keringatnya sendiri.



( Mari di khayalkan 😂)


Setelah selesai mandi Tiuga langsung tidur. Dia benar-benar lelah. Sekali sentuh bantal dan selimut dia langsung terlelap.


Aisyah pulang dan mendapati mobil Tiuga sudah terparkir di garasi. Dia pulang bersama Adel karena Tiuga tidak menjemputnya hari ini. Tidak biasanya Tiuga begitu. Dia segera masuk dengan menggendong Adifa yang sudah tertidur serta barang bawaan Adifa yang seabrek.


Saat sampai kamar Aisyah mendapati Tiuga yang tengah terlelap tidur. Agak kesal juga rasanya dia, Dia menatap Tiuga yang tertidur dengan tatapan agak kesal karena tidak di jemput hari ini. Dia membanting barangnya hingga Tiuga terbangun. Tiuga menggeliatkan tubuhnya, sambil mengusap wajahnya. Dia mendapati Aisyah yang baru pulang.


"hmmm.... Kamu pulang sama siapa!? " Tanya Tiuga yang masih separuh terjaga. Dia berusaha mengumpulkan kesadarannya dari tidur.


"Sama kak Adel... " Ucap Aisyah yang baru selesai menaruh Adifa.


Tiuga segera menghampiri putri kecilnya yang tengah tertidur di ranjangnya. Adifa memang di tidurkan di ranjang terpisah dari mereka. Tiuga menatap wajah polos putri cantiknya. Dia tersenyum tipis,lalu mencium lembut pipi tambemnya. Tercium aroma khas minyak telon ala bayi. Bau yang selalu membuat Tiuga kangen ingin pulang.


Sedangkan Aisyah sudah masuk kamar mandi. Sebentar kemudian dia keluar. Bersiap-siap untuk shalat isya lalu selesai shalat dia membereskanya, dan siap-siap untuk tidur tanpa menyapa Tiuga yang masih duduk di pinggir ranjang Adifa. Tiuga paham kalau Aisyah sedang kesal karena tidak di jemput tadi.


Dia menghampiri Aisyah yang tengah tertidur miring membelakangi Tiuga. Tiuga memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mencium bahunya.


"Maaf sayang... Tadi aku capek banget... Bukannya nggak mau jemput... " Bujuk Tiuga. Tapi Aisyah tampak masih kesal. Dia tampak seolah-olah tidak mendengar dan segera tidur. Tiuga pelan-pelan melepaskan pelukannya, mungkin Aisyah juga lelah pikirnya. Jadi dia putuskan untuk membiarkan Aisyah juga untuk beristirahat. Tapi itu membuat Aisyah semakin kesal. Karena merasa di abaikan.


Pagi sebelum kerja seperti biasa Tiuga sarapan bersama Aisyah dan Adifa. Mereka sarapan di rumah mereka, karena hanya bertiga jadi suasanapun jadi lebih sepi. Tiuga dan Aisyah pun tidak terlibat banyak percakapan.


Tiuga sarapan sambil membuka tabletnya, dia harus menyempurnakan rancangan desainnya hari ini, karena akan di serahkan pada klien hari ini juga. Aisyah memperhatikan ekspresi serius Tiuga saat bekerja sambil menyuapi Adifa makan juga. Mungkin Tiuga memang benar-benar sedang sibuk sekarang. Bahkan saat sarapanpun dia harus bekerja. Pikir Aisyah. Timbul rasa kasihannya, yang tadi kesal pelan-pelan dia melunak lagi.


"Habisin sarapannya dulu mas... " Ucapnya.


Tiuga menoleh padanya.

__ADS_1


"Oh... iya!? " Ucap Tiuga sambil menyuapkan makanannya sendiri sambil terus bekerja.


"Ya, ya, yah... " Celoteh Adifa kearah Tiuga. Membuat Tiuga menoleh ke arah Adifa dengan senyum yang mengembang.


"Apa sayang... Difa mamam juga yaaa... " Ucap Tiuga menyapanya sambil menggenggam lembut tangan Adifa yang terulur. Aisyah pun ikut tersenyum mendengar celoteh Adifa. Tiuga segera menutup tabletnya dan segera menghabiskan sarapannya.


Selesai sarapan Tiuga mengantar Aisyah dan Adifa ke Bell Cake. Adifa dan Aisyah melambaikan tangan kepada Tiuga saat Tiuga pergi meninggalkan mereka, Plus kiss bye ala Adifa yang selalu mampu memberi semangat pada Tiuga kembali.


***


Di kantor masih sepi. Daniel belum datang sepertinya. Padahal kemaren dia semangat mau kerja serius, tapi baru sehari sepertinya dia sudah lupa dengan semangatnya. Tiuga tidak mau ambil pusing dulu, lebih baik dia selesaikan dulu proyeknya. Tiuga pun kembali berkutat dengan laptop dan kertas.


Sebentar kemudian Daniel datang dengan wajah sumringah seperti habis memang lotre.


"Hai... Adik iparku...!! " Selorohnya. Tiuga tidak memperdulikannya, dia terlalu serius dengan pekerjaannya.


"Tebak donk gue sarapan dia mana pagi ini!? " Ucapnya dengan senyum sok manisnya. Tiuga melirik sekilas lalu lanjut ke pekerjannya lagi.


"Habis makan nasi uduk tempat janda kembang paling... " Ucap Tiuga asal.


"Mana gue tau, emang gue stalker kayak lo... " Ucap Tiuga yang masih tidak mengalihkan pandangannya ke pekerjaannya.


"Gue habis sarapan di tempat calon mertua gue... " Ucapnya seolah-olah tengah berbisik.


Tiuga langsung menghentikan pekerjaan, matanya tajam menatap Daniel.


"Siapa yang izinin lo kerumah gue... Kan gue bilang lo buktiin dulu... Baru lo bisa deketin Adel... "


"Iya ini gue juga udah mulai serius kerja... PDKT sama keluarga baru gue boleh donk... Biar hati gue yang rapuh ini nggak shock nantinya... " Ucap Daniel ngaco'.


" Udaaahhh... Kerja lagi... Godain Tiuga mulu kerjaan lo... " Ucap Robi yang baru datang untuk menyerahkan berkas Laporan pada Tiuga. Daniel hanya tersenyum simpul dengan gaya tengilnya. lalu Robi pun pergi.


***


Siangnya mereka kembali ke tempat pak Anwar. Pekerjaan mereka dengan pak Anwar sedikit lagi rampung, hanya tinggal finishing dan menyusun perabotan dan furniture yang ada.

__ADS_1


Pak Anwar terlihat puas dengan hasil kerja Tiuga dan Daniel. Apalagi ini termasuk cepat juga.


"cepat juga ya kerjaan kalian...! " Puji Pak anwar.


"Dia lagi kejar target pak... Dia mau kuliah lagi... " Terang Daniel tanpa di minta.


"Kenapa emangnya!? Mau ambil S3 lagi? Tanya pak Anwar.


" Nggak pak... Orang tua saya minta saya gantiin dia di perusahaan... Kan saya nggak ada basic nya di dunia bisnis... Jadi rencananya saya mau ambil MBA di luar biar nggak blank kalo kerja di perusahaan lagi.... " Terang Tiuga.


"Ooo... Gitu... Kalo udah tau mau kerja di perusahaan ayah kamu kenapa kamu ambil desain interior waktu kuliah!? " Tanya pak Anwar sambil menyeruput kopi panasnya.


"Kalo desain saya suka emang dari dulu... Makanya saya bilang mumpung masih muda saya mau lanjutin hobi dulu... Kalo papah udah mau pensiun baru saya gantiin beliau... Itung-itung jadi pengelaman kerja juga pak... " Ungkap Tiuga.


"Waaahhh.... Kamu ini memang tipekal anak muda yang mau maju... Itu contoh Dan...! " Ucap pak Anwar sambil tersenyum kearah Daniel.


"Saya nggak sanggup ngikutin dia... Dia mah kelewat rajin... " Ucap Daniel. Tiuga dan pak Anwar hanya tertawa mendengarnya.


Sebentar kemudian Sofi datang. Dia datang bersama Farhan.


"Jadi juga Sof... " Ujar Daniel.


"Jadi donk... Dateng yaa... Awas kalo nggak dateng... " Ucap Sofi seraya menggandeng mesra Farhan Di hadapan mereka.


"Haaahhh.... Kalo gue lagi ngurus surat restu... Do'ain ya biar cepat kelar ya semuanya... " Seloroh Daniel. Sambil tersenyum kearah Tiuga.


"Gue salut Tiu sama lo...Mau terima dia...! " Seloroh Sofi.


"Terpaksa... Mau gimana lagi... " Ucap Tiuga sambil tersenyum iseng ke arah Daniel.


Lalu mereka pun asyik mengobrol sebentar. Ternyata Sofi akan menikah beberapa minggu lagi. Persiapan mereka pun sudah hampir rampung, hanya tinggal menyebar undangan dan pritilan-printilan kecil saja lagi.


(i am feel flat again... 😌😌 lost feel...😭😭istirahat bentar boleh kali yaaa...☹️☹️)


🥵🥵🥵

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2