
Sherin langsung masuk dengan marah besar. Setelah mendengar pernikahan Tiuga dan Aisyah. Itu membuat dia tidak terkendali. Dia menemui Tiuga di kantornya. Dia membanting pintu ruangan Tiuga dengan keras hingga Tiuga kaget. Dia menoleh ke arah sherin yang berjalan dengan tatapan tajam dan nafas yang memburu, menandakan dia sedang tidak terkendali saat ini. Tiuga mencoba tenang menghadapi nya. Tiuga bangkit dari kursinya.
"Apa maksud kamu hah? Apa kamu gak ngehargain hubungan kita? Pengorbanan aku selama ini? haaa... " Teriaknya.
Tiuga tetap berusaha tenang. Dan segera menutup pintu agar tidak di dengar dari luar.
Sebenarnya sejak kedatangan Sherin dia sudah menarik perhatian, cuman tidak ada yg berani mendekat. Mereka hanya menguping dari jauh apa yang terjadi dan mulai berspekulasi.
"Kamu anggap aku apa selama ini? Mainan kamu? Alat buat kamu. Jawab Ba***gan... Ke**rat... br**gsek... " Teriak Sherin berusaha menyerang Tiuga. Tiuga menahan tangannya sebelum menyentuh Tiuga, Sherinpun semakin kesal.
" Tenang aku bisa jelasin. Dengerin aku dulu. Kalo kamu marah-marah gini apa ada yg selesai!?" Ucap Tiuga berusaha menenangkan. Sherin terdiam, dia terlihat memcoba menguasai dirinya. Tiuga membawanya duduk di salah satu sifa di sudut ruangan tersebut. Tiuga pun mulai menceritakan semuanya.
"Ayahnya meninggal... Dan wasiat terakhirnya adalah ingin kami menikah di hadapannya!" Terang Tiuga.
"Terus kamu mau aja!?" Tanya Sherin masih tidak bisa terima dengan keputusan Tiuga.
"Emang aku punya pilihan!? " Tanya Tiuga lagi. "Beliau kritis, aku nggak tega... Dia selalu bilang ingin melihat putrinya menikah... itu permintaan terakhirnya... "
"Kamu bisa nolak kalo nggak mau kan!? "
"Nggak semudah itu Sherin...! Ada keluarga aku disana, nggak mungkin aku bersikap seenaknya... Bahkan pamannya sampai memohon sama keluarga aku..." Seru Tiuga.
"Karena kamu memang menginginkan dia. Aku udah curiga dari awal pertama kamu ke sana. Dan sekarang dengan alasan wasiat ayahnya kamu nikahin dia. Kamu pikir aku bodoh!? Aku tau selama ini kamu berusaha ngejauhin aku! " Ungkap Sherin.
"Terserah, aku capek ngadapin kamu. Kamu mau percaya atau nggak terserah... Kalo dasarnya kamu udah nggak percaya, aku mau ngomong apa juga kamu bakalan nggak percaya" Seru Tiuga tidak mau kalah.
__ADS_1
Setelah diam sejenak, Sherin pun mencoba untuk mempercayai Tiuga.
"Baik... Awas kalo sampe perempuan itu hamil anak kamu. Kamu bakal tau akibatnya.... Aku yang nemenin kamu dari nol. Bukan perempuan itu. Dia cuman maling yang datang " Umpatnya."Aku hancurin semuanya kalo kamu berani khianatin aku" Tiuga hanya diam mendengar ancaman Sherin. "Ceraikan dia secepatnya... Aku tunggu keputusan kamu... " Ucap sherin tajam.
Tiuga bingung harus bagaimana lagi. Yang penting sekarang Sherin tidak bikin ribut saja dulu. Bagai manapun Sherin pasti akan sulit di terima oleh keluarganya dengan temperamen nya itu. Di tambah lagi dengan rumor tentangnya selama ini. Tiuga tidak ingin memberi harapan untuk Sherin tapi memutuskan hubungan mereka sekarang juga bukan waktu yg tepat. Sherin bisa lebih tidak terkendali lagi nanti.
Saat akan keluar Daniel sahabat sekaligus rekan kerja Tiuga berpapasan dengan Sherin. Dia bingung melihat wajah Sherin yang terlihat emosional. Dia pun segera menghampiri Tiuga.
"Kenapa dia!? " Tanya Daniel. "Ribut lagi!? " Tanya Daniel lagi.
"Dia datang buat nanyain kabar pernikahan gue kemaren...!" Terang Tiuga yang membuat Daniel tidak percaya.
"apa, apa... ulang, gue nggak denger! " Ucapnya tidak percaya.
"yaaa... gue udah nikah, Dan... " Ucap Tiuga yang masih kaget dengan kedatangan Sherin.
"Ya,ya,ya.... maaf. Habis mendadak...Gue nggak sempet kasih tau kalian semua! " Terang Tiuga. "Karena habis nikah ayahnya juga meninggal jadi sibuk lagi ngurus pemakaman sama acara tahlilan! " Ucap Tiuga mencoba menjelaskan lagi. Daniel mulai paham keadaannya.
"Terus lu nggak sempet ngapa-ngapain donk.... hehehe...! " Goda Daniel.
"Gue nggak berani deket, dia tuh cewek muslimah banget. Gue ngerasa nggak pantes deketin dia...Nggak tau deh pernikahan gue bisa berhasil atau nggak!" Ucap Tiuga pasrah seraya duduk di kursi kerjanya. "Itu tadi juga datang ngamuk-ngamuk mintak gue cerein segera..." Ucap Tiuga lagi.
"Menurut gue, dari pada lo sama Sherin yang kayak Macan betina itu, mending lo sama istri lo aja... Gue kasian liat lo sama sherin, tiap hari ada aja masalah yang di buatnya. Lo nggak capek apa...Itu barusan, dengan seenak jidat nya dia nyerang lo kesini. Nggak ada segan-segan nya sama bos kita. Dia pikir ini perusahaan nenek moyangnya apa. Bisa dia jadiin arena tinju dimana aja kapan aja... !!"Seloroh Daniel lagi.
kalau bicara dengan Daniel memang kadang tidak tau mana yang di ucap kannya dengan serius dan mana yang hanya bercanda. Tapi berkat sahabatnya ini hari-hari Tiuga terasa lebih bergairah.
__ADS_1
...***...
Di rumah Tiuga langsung di cecar banyak pertanyaan dari hal kedatangan Sherin ke kantor Tiuga, rupanya berita itu sudah sampai kerumahnya.
"Kan papa sudah bilang, putusin hubungan kamu dengan perempuan itu. Sekarang dia benar-benar jadi sumber masalah. Bagaimana dengan Aisyah dan keluarganya kalo sampe tau!?" Ucap ayahnya marah sekaligus khawatir.
Tiuga hanya diam. Dia tidak tau harus berbuat apa. 4 tahun dia menjalin hubungan dengan Sherin dan selama itu Tiuga mengenalnya sebagai perempuan baik dan setia hanya saja dia temperamental di tambah lagi dia dari keluarga broken home yang memang notabene nya dia kekurangan kasih sayang. Itu membuat Tiuga kasihan, dia juga cukup berjasa untuk perintisan karir Tiuga. Dia selalu mendatangkan klien kelas kakapnya dari kenalan dunia modelingnya.
"Apa kamu nggak serius nikahin Aisyah? hah...!?" tanya ayahnya menyudutkan " jangan macam-macam kamu Tiuga.... pernikahan itu bukan mainan. Kalau sudah nikah, kamu harus berkomitmen.... Ngerti kamu!!?" Tegas ayahnya. Tiuga hanya mengangguk.
"Iya, pah... " Ucap Tiuga lemas.
"Ingat Tiuga jangan sakitin Aisyah, apa lagi mempermainkannya" Ingat ayahnya lagi.
Itu membuat Tiuga semakin tertekan. Dia terjebak diantara dua pilihan. Sebenarnya dia sudah sangat lelah dengan Sherin, tapi dia benar-benar tidak bisa memutuskan Sherin untuk sekarang ini. Dia tidak ingin Sherin merasa di campakkan, tapi menahan hubungannya tanpa kepastian juga tidak bisa. Itu akan membuat Sherin merasa di permainkan. Tiuga benar-benar di buatnya dilema.
Entah kenapa semenjak kehadiran Aisyah Tiuga pelan-pelan mulai bisa melupakan Sherin. Jauh di relung hatinya ada ke inginan dalam dirinya untuk benar-benar berumah tangga dengan Aisyah. Melihat cara Aisyah bersikap itu membuat Tiuga yakin kalau dia adalah perempuan yang tepat untuknya. Tapi mau bagaimana lagi dia terikat dengan Sherin.
Tiuga keluar ruangan ayahnya dan masuk ke kamarnya, entah kenapa semenjak kehadiran Aisyah di kamarnya ada aura yang damai setiap kali dia masuk kamar. Mungkin karena kamarnya kini jadi lebih rapi dan bau kosmetik Aisyah membawa suasana baru di kamar Tiuga.
Saat Tiuga sedang mengganti pakaiannya tiba-tiba Aisyah datang, itu sontak membuat Tiuga kaget dan malu. Dia langsung ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Setelah selesai dia ke luar, dia mendapati Aisyah tengah tertidur. Tiuga masih merasa segan untuk tidur seranjang, jadi dia buat pembatas guling diantara mereka berdua. Tanpa sengaja dia menatap Aisyah yang tengah tertidur, wajahnya yang putih mulus membuat semut yang menempelpun akan terjatuh, dia perempuan yang cantik sopan pula. Tidak seperti Sherin. dia bisa meluahkan amarahnya kapan pun dia suka tanpa peduli tempat. Jika mengingat itu lagi Tiuga bisa di buatnya gila.
Malam semakin larut pelan-pelan Tiuga pun tertidur dengan membelakangi Aisyah.
🤬🤬🤬
__ADS_1
BERSAMBUNG...