Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
IKHLASKAN SEPENUH HATI


__ADS_3

Sore itu diadakanlah acara yasinan, Tiuga, Ayubi dan beberapa sepupu Aisyah yang laki-laki ikut Tiuga jalan-jalan. Mereka pergi ke salah satu mall di kota Bandung. sedangkan Aisyah dan Adifa tidak ikut karena ikut acara yasinan bulanan ibuk-ibuk itu.


Tamu sudah tampak mulai datang, mereka tampak ambil posisi lesehan terbaik. Aisyah dan Adifa pun ikut duduk bersama para tamu. Banyak ibuk-ibuk yang menyapa Aisyah dan Adifa. Mereka memuji kecantikan Adifa.


Tiba-tiba ibu Aisyah memanggil Aisyah karena ada urusan. Adifa pun Aisyah titipkan pada ibuk-ibuk yang ada disana. Tampak ibuknya Faridz terus memperhatikan Adifa. Dia juga ikut dalam acara yasinan tersebut. Tiba-tiba Adifa menghampirinya. Dia bingung harus bagaiman tapi jiwa keibuannya tidak bisa di bantah, dia ingin mendekati putri cantik itu. Saat Adifa semakin mendekatinya dan mencoba meraih bross jilbab yang dia pakai diapun segera menggendong Adifa.


"hey... kenapa? Kamu suka bross jilbab nenek ya...? " Sapanya ramah. Salah satu ibuk disanapun menyeletuk.


"iihhh anak Aisyah nyamperin mantan calon mertua mamanya...! " sontak itu membuat yang lain memperhatikan juga. Ibu Faridz tampak santai menanggapinya, dia sudah terlanjur nyaman dengan Adifa. Dia malah terlihat semakin asyik bermain dengan Adifa.


Aisyah yang baru datang melihat anaknya bersama ibu Faridz bingung harus bagaimana. Pelan-pelan dia coba mendekat.


"Eh... Difa jangan ganggu jilbab nenek... " Tegur Aisyah.


"Nggak apa-apa kok... tarik aja niiihhh... hhh... " Ucap ibu Faridz ramah sambil terus bermain dengan Adifa yang Asyik tertawa renyah.


Membuat yang lain jadi ikut heran dengan reaksi ibu Faridz yang biasanya paling total dalam dandan, sekarang malah rela jilbabnya di tarik anak kecil. Aisyah tampak tidak enak hati, tapi mengambil Adifa sekarang juga buat dia tidak enak. Akhirnya Aisyah membiarkan Adifa bermain dengan ibu Faridz hingga yasinan di mulaipun Adifa masih asyik bermain dengan ibu Faridz dan tamu yang lain. Adifa mondar-mandir di tengah kerumanan ibuk-ibuk tampa mau diambil, ibuk-ibuk pun tidak keberatan dengan kehadiran Adifa, malahan mereka tampak terhibur.


...***...


Di sisi lain Tiuga tampak duduk sendirian di salah satu bangku di mall yang tidak jauh dari arena Timezone. Sedangkan Ayubi dan sepupunya sedang Asyik bermain di Timezone. Tanpa sengaja Faridz melihat Tiuga yang lagi duduk sendirian. Dia pun datang menghampiri Tiuga.


"Hai... " Sapa Faridz pada Tiuga. Tiuga pun menoleh ke sumber suara. Ternyata itu adalah Faridz yang tepat berdiri di sampingnya.


"Eh... Faridz!? " Sapa Tiuga balik, Faridz mengangguk dan duduk di samping Tiuga.


"Sama siapa kesini!? " Tanya Faridz.


"Itu... Ayubi sama teman-teman nya. Di rumah lagi rame ada yasinan, jadi kita pergi jalan-jalan... " Terang Tiuga. "Kamu? Nggak sama Kanaya!? " tanya Tiuga balik.


"Nggak... aku sendirian kesini. Lagi cari suasana tenang... " Ucapnya seperti ada yang di sembunyikan.


"Kenapa? lagi berantem? Jangan lama-lama kan pengen punya momongan... Harus cepat baikan... " Goda Tiuga.


"Kayaknya susah... terlalu banyak konflik... Kita sekarang sedang pisah ranjang. Kanaya udah 2 minggu pulang ketempat orang tuanya...! " Terang Faridz. Tiuga menatap serius kearah Faridz.

__ADS_1


"Jangan cepat ambil keputusan. Kalo memulai lagi hidup baru dengan orang lain itu susah... Kita harus adaptasi lagi sama dia, sama saudaranya, sama orang tuanya... Belum lagi harus nabung lagi buat bikin rumah... Kalau tidak terlalu fatal lebih baik perbaiki dulu hubungan yang sudah ada. Kadang konflik itu cuman karena kita bosan, bukan karena kita yang benar-benar pengen pisah.... Aku lihat Kanaya itu perempuan yang baik.... Baik pikirin lagi, kalo dia udah nemuin orang lain nanti kamu yang nyesel... " Nasehat Tiuga. Itu membuat Faridz berfikir. Dia diam untuk sesaat.


"Kapan kamu ketemu Kanaya? " Ucap nya yang baru sadar Tiuga bicara seolah-olah mengenal Kanaya bahkan tau namanya.


"Kemaren waktu kepasar kita ketemu Kanaya di tokonya. Dia ngobrol dengan Aisyah... " Terang Tiuga.


"Mereka udah baikan yaaa... " Gumam Faridz.


"Aku juga ketemu ibu kamu pagi tadi. Waktu beli gado-gado... Aku habis di introgasi sama dia... hhh... " Ucap Tiuga seraya tertawa mengenang kejadian tadi pagi.


"Oh yaaa!? ibuk aku kesana? terus dia ngomong apa? " ucap Faridz tidak percaya seraya tertawa juga.


"Dia tanya aku kerja apa, dimana, udah punya rumah belum, trus orang tua aku kerja apa... " Ucap Tiuga.


"Aduuuhhh... Maaf yaaa...! " Ucapnya tidak enak hati.


"Nggak papa, santai aja... " Ucap Tiuga seraya tersenyum. "Menurut aku lebih baik kamu pertahanin Kanaya...dia perempuan yang baik. Kalo soal anak...coba deh buat hubungan kalian lebih santai, mungkin kalian terlalu banyak tuntutan dari banyak pihak. coba jangan di jadiin beban... Ikhlaskan saja dengan takdir Allah, dia yang lebih tau mana yang terbaik buat kita... Kan lagian kalian nggak punya masalah apa-apa dengan kesuburan. mungkin kalian cuman butuh santai, buat suasana rileks... Itu juga ngaruh lo... " nasehat Tiuga tulus. Faridz pun tampak menerimanya dengan baik.


"Makasih yaa... udah dengerin cerita aku... " Ucapnya. Tiuga hanya tersenyum. Tidak lama kemudian Ayubi dan teman-temannya pun datang.


"Sudah puas...!?"tanya Tiuga.


Sebelum pulang mereka Shalat Ashar terlebih dahulu. Karena takut tidak cukup waktu nanti kalu di di rumah.


...***...


Tiuga kaget waktu pulang mendapati ibu Faridz tengah bermain bersama Adifa. Tiuga menatap Aisyah dengan lirikan mata seolah bertanya apa yang terjadi. Aisyah hanya mengangkat bahunya tanda juga tidak tau.


Tiuga segera masuk kamar dan di ikuti Aisyah. yang langsung memeluk Tiuga dari belakang dan mencium punggungnya. Tiuga pun memutar tubuhnya menghadap kearah Aisyah dan memeluknya juga.


"Dari mana suami aku seharian ini!? " Tanya nya manja. Tiuga pun tersenyum.


"Habis kabur... Di rumah di cuekin.... sampe sarapan pun nggak di buatin! " Ucap Tiuga yang membuat Aisyah tertawa.


"Yaaa.... maafin sayang, aku lupain suami aku hari ini yaaa..." gumamnya manja. Tiuga hanya tersenyum seraya mengecup lembut bibir istrinya. Aisyah pun memeluk erat Tiuga. Dia sangat merindukan Tiuga setelah seharian dia sibuk sendiri dengan urusan yasinan di rumah hari ini.

__ADS_1


...***...


Setelah pulang dari rumah Aisyah ibu Faridz tampak ceria, karena habis bermain dengan Adifa anak Aisyah yang lucu menggemaskan itu. Ayah Faridz pun keheranan, tadi nya dia fikir istrinya akan bergosip seperti biasa karena habis pulang dari tempat rivalnya. Pasti banyak cerita seru yang bisa dia gosipkan. Ternyata tidak, hari ini istrinya tampak berbeda.


"Kenapa kamu senyam-senyum terus!? " tanya ayah Faridz pada istrinya.


"Nggak... Tadi tau nggak yah... Aku ketemu anak Aisyah... ya ampuuunnnn...lucunya anak itu... Suka ketawa.... putih, cantik lagi... mirip dengan boneka hhh..... " Ceritanya antusias.


"Terus kamu apain!? Kamu cubit buat bikin nangis!? " Tanya suaminya menuduh.


"Yaaa nggak lah...Kita main bareng tadi seharian di sana... Anaknya lucu, anteng... " Cerita ibu Faridz. "Eh... Faridz mana!? " Tanya ibunya.


"Ada di kamar, baru pulang dia...! " Jawab suaminya sekenanya. Ibu Faridz pun segera menuju kamar Faridz.


Di kamar tampak Faridz yang sedang membaca buku dengan judul 'La Tah Zan' dia tampak asyik membaca buku tersebut.


"Kamu dari mana tadi!? " tanya ibunya.


"Pergi jalan-jalan, habis di rumah bosan" Jawabnya sekenanya.


"Kalo bosan kenapa nggak jemput aja Kanaya, nggak baikkan kalo istri di biar ngambek lama-lama... ! " ucap ibunya mengagetkan Faridz. Faridz menatap ibunya tidak percaya.


"Jemput Kanaya gi... " Ucap ibunya lagi. Faridz benar-benar bingung dengan sikap ibunya yang tiba-tiba berubah, tadinya murka dengan Kanaya sekarang malah meminta menjemput Kanaya. "Iya... Nantik ibuk minta maaf karena sudah bicara kasar sama dia... " Ucap ibunya meyakinkan. "Cepatan... Ibu pengen punya cucu.... Nggak masalah kalau 5 atau 10 tahun lagi pun nggak apa-apa. Ibuk mau nunggu asak anak ibuk bahagia... " Ucapnya lagi. Faridz tidak bisa berkata-kata dia hanya bisa memeluk ibunya erat sambil menangis terharu dan berbisik.


"Terima kasih, buk... " Ucapnya terharu.


Malam itu Faridz segera menjemput Kanaya ke rumahnya, di sambut dengan tatapan tidak percaya dari keluarga Kanaya. Tapi Faridz berusaha keras meyakinkan, kalau dia serius. Dan akhirnya merekapun melepaskan putri mereka untuk ikut Faridz pulang ke rumahnya.


Di mobil Kanaya cerita kalo tadi dia habis sholat waktu dengar Faridz yang datang, itu seperti mimpi.


"Tadi aku habis sholat... Aku berdoa dan bilang aku ikhlas kalau memang kita harus pisah. Tapi tiba-tiba kamu datang jemput aku. ini kayak mimpi a'" Cerita Kanaya. Faridz hanya tersenyum sambil menggenggam tangan Kanaya.



Adifa Daania Alzam

__ADS_1


😍😍😍


BERSAMBUNG...


__ADS_2