
Hari itu Tiuga dan Aisyah berencana akan pergi ke tempat toko properti. Mereka akan membeli lemari pakaian, ranjang tempat tidur, kasur, meja makan, kursi tamu, lemari hias dan yang lain. Karena malas keliling Tiuga pun memilih Toko properti yang paling besar agar bisa sekalian semua di sana. yang kebetulan mereka mendapatkan toko yang menjual barang seperti yang mereka inginkan, dan terlihat cukup lengkap.
Karena mereka membeli cukup banyak barang hingga datang lah seorang pemilik langsung yang melayani mereka. Saat si pemilik datang, alangkah kagetnya dia melihat siapa customer nya. Ternyata dia adalah Tiuga Alzam. Seorang laki-laki istimewa baginya di masa lalu karena pernah di taksir berat olehnya.
"TIUGA...!? " Seru nya tidak percaya.
Tiuga menoleh ke arah sumber suara ternyata itu adalah Sofi. Tiuga tidak kalah kagetnya. Dia adalah wanita pemalu yang tidak banyak bicara dulunya. tapi sekarang dandanannya sangat Fesioneble.
"Sofi!? " Seru Tiuga tidak kalah kaget.
"Kirain sultan mana yang mau borong. Ternyata... ! " Seru Sofi."Baru pindah rumah atau gimana nih sampe borong segala...!? " Tanya nya.
"Rencana mau pindah, kan sekarang masih tinggal sama orang tua. Tapi rumah baru selesai belum ada barangnya. Malas juga keliling nyari barang, sekalian aja di sini. Temen yang rekomen katanya di sini lengkap. Yaudah... makanya kita ke sini..." Terang Tiuga.
"hmm... Apa kabar kamu sekarang? kayaknya udah nikah, udah ada anak berapa? kok nggak di bawak? " tanya Sofi bertubi-tubi.
"Kabarnya baik... iya... Aku udah nikah. Ada anak cewek umur 9 bulan sekarang... Kamu gimana? Udah nikah juga? " Tanya Tiuga.
"Aku kemaren sempet rencana mau nikah, Tapi yaaa... Ada sedikit masalah jadi harus di tunda.... " Ucap Sofi terlihat agak sedih. "Tapi mudah-mudahan lancar yaaa... " Ucapnya semangat lagi. "Eh...Udah liat barang-barangnya!? " Tanya Sofi lagi.
"Udah sebagian... " Terang Tiuga.
"Trus mau nambah apa lagi!? " Tanya Sofi Selaku pemilik.
"Mau sofa sama ranjang...! " Ucap Tiuga.
Mereka pun segera berkeliling ke lantai atas. Disana ada banyak sofa bed, Tiuga pun memilih yang berwarna putih dan sebuah ranjang besar yang cukup mewah. Setelah puas memilih merekapun melakukan transaksi.
"Wah... 8 tahun nggak ketemu ternyata kamu udah nikah ya... " Seru Sofi. "Dia ini dulu banyak yang naksir. Kalo dia lewat heboh lah itu... " kenang Sofi. Tiuga hanya tersipu mendengarnya.
"Nggak lah... Itu kalian aja yang heboh... Karena dulu gue pemalu, jadi kalian suka usil... " Ucap Tiuga.
"Nggak Tiu... Di mana-mana itu orang bilang kalo lo itu ganteng. Dan sampe sekarang muka lo nggak berubah. Awet muda kayaknya... " Puji Sofi lagi.
__ADS_1
"Lo tuh yang sekarang makin sukses kayaknya. Nggak kayak dulu, gayanya culun... " Ucap Tiuga usil.
"Ini tuntutan pekerjaan, kalo dulu gue pakek apa aja asal nyaman. Kalo sekarang bisa di komplein gue sama tempat gue kerja... " Ujar Sofi.
"Loh... lo masih punya kerjaan lain selain toko ini!? " Tanya Tiuga.
"Ini bukan Punya gue. Ini punya orang tua. Kebetulan dia lagi ada kerjaan dan kebetulan juga gue libur. Makanya gue bantu jaga disini... " Terangnya lagi.
Setelah proses jual beli selesai mereka pun pamit pulang. Sebelum pergi Sofi sempat meminta kartu nama Tiuga.
Di mobil Aisyah menanyakan perihal Sofi.
"Kamu kenal Sofi dimana!? " Tanya Aisyah.
"Kita dulu sama-sama kuliah di Jerman. Tapi beda angkatan. Dia setahun di bawah aku. Dia itu dulunya anaknya pemalu tapi sekarang kayaknya udah beda... " Terang Tiuga.
"Pengalaman kerja mungkin yang rubah dia... " Ucap Aisyah.
"Bisa jadi... " Seru Tiuga.
...***...
"Banyak juga yang belum di beli ya mas...!" Ucap Aisyah.
"Pelan-pelan saja kita belinya. Nggak bisa sekaligus kayaknya. Takut nggak pas nanti.... " Ucap Tiuga.
Beberapa jam kemudian mobil pengantar barangpun datang. Mereka segera melihatnya. Dan mengatur letaknya. Setelah semua barang turun masih belum bisa mengisi ruang kosong di rumah tersebut. Itu membuat Tiuga dan Aisyah tertawa.
" Haaahhh... Masih banyak banget buat di beli. Ini mah masih belum seberapa... " Keluh Tiuga seraya menghempas tubuhnya di sofa yang baru mereka beli itu. Aisyah pun duduk di samping Tiuga. Tiuga bangkit lalu mencium bahu istrinya dengan manja, Aisyah hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu. Lalu pelan ia merebahkan kepala Tiuga di pangkuannya. Dia mengelus rambut suaminya. Laki-laki yang sangat dia cintai ini sudah memberikan banyak kebahagiaan dalam hidupnya. Tiuga menarik wajah Aisyah dan dia mencium bibir istrinya yang sontak membuat Aisyah kaget dan mememukulnya. Bukannya kesakitan Tiuga malah tertawa. Tiuga memeluk erat tubuh istrinya dengan melingkarkan tangannya kepinggang Aisyah, hingga wajahnya terbenam di perut Aisyah.
Di tengah tawa canda mereka tampak ada telepon masuk di handphone Aisyah. Ternyata dari ibu Tiuga.
"Aik... Kalian dimana? Adifa udah mulai rewel. Cepetan pulang... " Seru ibu dari seberang sana. "Mbuum.... mbuuu... aaaa... " Terdengar celoteh Adifa dengan tangisnya.
__ADS_1
" Oh... anak bunda... Iya nak, bunda sama ayah pulang nak... " Seru Aisyah. Merekapun segera bangkit dan bersiap untuk pulang.
...***...
Sesampainya di rumah mereka di sambut tangis Adifa yang sudah sangat merindukan mereka. Bayi cantik ini segera merentangkan tangannya pada Aisyah, Aisyah pun segera menggendong dan memeluknya.
Saat Tiuga juga masuk dia menoleh ke Tiuga.
"Mbuuu... ooo... mbu... " Coletah Adifa yang juga merentangkan tangannya pada Tiuga. Tiuga pun mengambil Adifa dari pelukan Aisyah.
"Duuuhhhh... ini anak, bucin banget sama bapaknya... " Seloroh Adel. Sambil mencubit pipi Adifa dengan Gemas. Sedangkan Adifa tidak perduli dia hanya menikmati pelukan ayahnya dengan melilitkan tangannya di leher Tiuga.
Sekarang mereka tengah berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv.
"Gimana kabar rumah kamu!? Barang apa saja yang kamu beli tadi!? " Tanya ayahnya.
"Banyak sih, nyampe 2 truk yang antar, tapi nyampe rumah kayak nggak ada apa-apa nya pah... Kayaknya kita butuh banyak barang buat menuhin rumah kita. Ucap Tiuga sambil duduk bersandar di sofa, dengan Adifa yang menempel di dadanya.
" Kamu bikin rumah kegedean. Kamu pikir buat isinya nggak banyak...!? " Ucap oma.
Tiuga menoleh kearah oma yang tengah duduk bersama ibunya. Sedangkan Aisyah bersama Adel tengah Asyik mencari barang di belanja online. Mereka tampak tidak begitu perduli. Si ABG Alfina sedang bertelfon ria di kamarnya.
"Haaahhh... pelan-pelan aja lah oma... Kayaknya beberapa bulan lagi kita masih disini buat lengkapin perabotan rumah dulu... " Ucap Tiuga.
"Kan udah papah bilang, biar papa bantu. Kamu nggak mau...Kalo nggak mau semua, papah bantu separo nya aja deh... " Ucap ayahnya seraya mengeluarkan kartu kredit exclusive nya. Dan menyerahkannya pada Tiuga. Tiuga bingung harus menerimanya atau tidak. Dia menatap Aisyah seperti meminta persetujuan. Aisyah hanya mengangkat bahunya, berarti terserah Tiuga untuk mau atau tidak menerimanya. Akhirmya dengan agak segan Tiuga pun menerimanya.
"Sok nolak... Padahal mau banget itu... " Seloroh Adel sambil masih fokus dengan handphone nya bersama Aisyah. Tiuga menatap Adel.
"Gue shoping Del... " Ucapnya sambil memamerkan kartu kredit yang tadi di berikan ayahnya. Ayahnya hanya tertawa melihat tingkah putranya itu.
"Perasaan baru semalam lo sok bijak nggak mau bantuan papa, sekarang kemana perginya semangat bertanggung jawab lo itu!? " Ucap Adel meremehkan tanpa menoleh kearah Tiuga.
"Ingat ya buat beli perabotan rumah aja... " Ingat ayahnya. "Sini Adifa bareng kakek lagi... " Ucap ayah Tiuga seraya mengambil Adifa dari gendongan Tiuga dan Tiuga pun segera bangkit untuk menyimpan kartunya di kamar.
__ADS_1
Tiuga beruntung memiliki keluarga yang sangat mendukungnya. Hidupnya nyaris sempurna, apa iya sesempurna itu? Akan ada api di dalam sekam...