BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
IRI


__ADS_3

"Assalamualaikum Yat...."suara Ririn memanggil dari luar rumah.


"Wa alaikum salam, tunggu sebentar..."jawab ku sambil merapikan baju dan mengenakan sepatu.


"Sudah siap...?"ucap Ririn memastikan.


"Iya,ayo berangkat.."jawab ku cepat.


"Eh,kak tunggu..."suara Bani mencegah gerak ku.


"Nih bekalnya ketinggalan.."


"Oh iya,lupa...ma kasih ya adik ku yang tersayang.."sambut ku.


"Ban,buat aku mana..."tanya Ririn sambil mengulurkan kedua tangan nya ke arah Bani.


"Sudah habis..."jawab ku sambil menepis tangan nya.


"Aish kakak ipar galak banget..."tekan Ririn dengan memasang wajah cemberut.


"Ayo cepat berangkat nanti kita kesiangan..."perintah ku.


"Iya,iya ini juga sedari tadi sudah mau berangkat..."tukas nya lagi.


Aku naik motor Ririn di belakang.


"Kita berangkat dulu ya Ban.."ucap Ririn dengan senangnya.


Bani hanya tersenyum melepas kepergian kami.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi tapi jalanan sudah mulai padat oleh kendaraan bermotor.


Tidak sampai 10 menit kami sampai di tempat kerja.Setelah memarkir motornya,Ririn dan aku pun berjalan menuju loker untuk menyimpan barang-barang kami.


"Rin,..."ucap ku tertahan.


"Kenapa Yat..?"sahut Ririn yang masih asyik memasukkan tas nya.


Ku tarik lengan Ririn hingga tubuhnya merapat padaku.


"Itu..."tunjuk ku ke dalam loker.


Mulut Ririn menganga karena kaget, refleks tangan ku menutup mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara keras.


Setelah sadar,di lepasnya bekapan tangan ku.


"Ini sudah keterlaluan Yat..."


"Nggak bisa kita diamkan aja,kita harus laporkan sama bang Ronald sekarang juga..."cecar nya.


Aku terdiam sesaat melihat pemandangan isi dalam loker ku.


"Siapa yang sengaja memasukan bangkai tikus dalam loker ku...?"


"Mana mungkin tikus bisa masuk dalam loker yang terkunci..."batin ku.


"Yat,kok malah bengong....ayo kita cari bang Ronald.."ajak Ririn yang menggamit lengan ku.


Aku pun berjalan mengikuti langkah Ririn.


Loker yang tadi sudah terbuka,ku tutup lagi tanpa terkunci.


"Bang Ronald, tunggu bang..."teriak Ririn menghadang.


"Kenapa Rin..?"tanya bang Ronald yang kemudian menatap pada ku.


"Ada bangkai tikus dalam loker Yati,bang..."


"Nggak mungkin kan bang tikus masuk sendiri dalam loker,kan dalam loker nggak ada bilik nya."


"Karena lokernya di kunci Yati,jadi mati tuh si tikus karena kekurangan oksigen..."papar Ririn panjang lebar yang membuat aku dan bang Ronald cuma bisa saling berpandangan mendengar kicauan nya.


Bang Ronald kemudian memberi ku kode untuk menuju ruang loker.


Ririn yang tiba-tiba sadar di acuhkan langsung berlari mengejar kami.


"Yati,tunggu...."teriaknya kesal.

__ADS_1


Aku dan bang Ronald tersenyum melihat kelakuan nya.


Sesampainya di tempat kejadian,ku buka kembali loker yang memang tidak terkunci tadi.


Bang Ronald nampak diam sejenak.


"Abang tahu sendiri,aku tidak pernah cari masalah dengan karyawan lain..."jelas ku membuka pembicaraan kami.


"Aku tahu..."


"Mungkin ada yang benci atau iri sama kamu...".jawab bang Ronald tenang.


"Masa sih bang...?"sahut Ririn yang tiba-tiba sudah ada berdiri di tengah-tengah kami.


Bang Ronald mengalihkan pandangannya ke Ririn kemudian tangannya menggeser tubuh Ririn ke samping dan melangkah dekat dengan ku.


"Nah ini salah satu alasan kenapa Yati bisa bikin karyawan lain iri..."


"Karena dia selalu dapat perhatian lebih dari orang-orang seperti abang..."kata Ririn dengan gaya sok tahu.


Aku dan bang Ronald pun berpandangan.


"Berarti pelakunya kamu dong..."jawab ku dan bang Ronald bersamaan sambil tertawa.


"Enak aja..."sahut Ririn memasang wajah cemberut.


"Ya sudah, lokernya bersihkan dulu.Nggak enak kan kalau sampai di dengar yang lain."


"Siapa pelakunya nanti biar abang selidiki dulu.."kata bang Ronald dengan tenang.


"Kamu tidak apa-apa kan Yat...?"ulang nya.


"Iya bang.."sahut ku.


"Bang,kok aku nggak di tanyain...?"potong Ririn.


Sekilas bang Ronald memandang Ririn kemudian berlalu pergi tanpa menjawab sepatah kata pun.


"Nah,kan..kan...di cuekin lagi."


"Giliran Yati aja,di perhatikan banget..."sindir Ririn.


"Sudah,jangan terlalu di besar-besarkan."


"Jangan berburuk sangka,nggak baik.."jawab ku sambil membersihkan loker.


"Hmmm ini yang buat orang tambah iri sama kamu,Yat.."


"Lho kok gitu..."sahut ku heran.


"Iya,karena kamu juga terlalu baik sama orang.Kamu nggak membedakan mana yang tulus berteman sama yang nggak.."papar nya.


"Terus mau kamu gimana...?"


"Kamu mau aku bersikap cuek,pilih-pilih berteman....?"tukas ku.


"Jangan,jangan....kamu harus tetap jadi pribadi yang seperti ini,kamu kan kakak ipar ku..."goda Ririn.


"Hmmm ada mau nya..."balas ku sambil tertawa.


Selesai membersihkan loker dan menguncinya kembali,kami berjalan santai menuju lorong minimarket.


"Eh Yat,kita jadikan ke rumah sakit setelah pulang kerja nanti sore...?"tanya nya mengingatkan.


"Iya jadi..."jawab ku singkat.


"Semoga ada informasi yang bisa ku dapat di sana tentang kak Ridwan...."batin ku.


"Semoga...."


***


"Yat,jam istirahat nanti datang ke ruangan ku sebentar ya..."pinta bang Ronald.


Ku lirik jam di tangan ku,....


"Satu jam lagi..."katanya seakan membaca pikiran ku.

__ADS_1


"Baik bang,"ucap ku sambil tersenyum.


Ririn mendekat,"bang Ronald ngomong apa...?"


Di suruh bang Ronald ke ruangannya nanti jam istirahat..."terang ku.


"Kamu...,sendiri...?"


"Iya..."sahutku.


"Aku ikut ya...?"pinta nya.


"Nggak usah,kamu nggak penting...."sahut bang Ronald yang ternyata masih berdiri tidak jauh dari kami.


"Aku kan sebagai saksi bang,masa nggak boleh tahu...?"rajuk nya.


Bang Ronald hanya memandang sekilas kemudian berlalu menjauh pergi.


"Huh kebiasaan....,dasar manusia es..."gerutu Ririn pelan.


Pas jam istirahat siang langsung ku datangi bang Ronald di ruangan nya.


Tok....tok..


"Masuk..."suara bang Ronald mempersilahkan.


"Duduk Yat.."


"Ma kasih bang.."


"Coba kamu lihat..."kata bang Ronald dengan memutar layar laptop ke arah ku.


Ku perhatikan layar yang memutar video seseorang sedang berdiri di depan loker.


Dan jelas kalau itu adalah orang yang telah sengaja memasukan bangkai tikus ke dalam loker ku.


"Kamu ingin tahu siapa ...?"tanya bang Ronald yang tiba-tiba sudah berada di belakang ku.


Aku hanya mengangguk mengiyakan.


Kemudian bang Ronald memperbesar layar dan nampak jelas wajah pelakunya.


"Amel.."ucap ku lirih.


"Sekarang kamu mau nya bagaimana...?" tanya bang Ronald.


Aku menarik nafas berat.


Semua ku serahkan sama Abang bagaimana baiknya.


Sebenarnya aku tidak mau memperpanjang masalah ini tapi kalau di diamkan takutnya dia akan berlaku yang sama pada yang lain.


"Iya benar,Amel memang orang nya suka bersikap arogan sama karyawan lain."


"Sudah ada beberapa aduan yang masuk ke abang, sebelumnya abang hanya memberi teguran lisan..."jelasnya.


"Tapi kali ini tindakan nya agak keterlaluan menurut abang..."


"Kalau begitu aku permisi dulu ya bang,..."


"Soalnya Ririn nunggu di luar,mau makan siang dulu..."hindar ku yang merasa grogi karena sedari tadi bang Ronald terus berada di samping ku.


"Ok kalau gitu..."


"Mm Yat,sore sepulang kerja kamu ada waktu nggak...?"


"Maaf bang,sore ini aku ada janji sama Ririn."


"Memang nya ada apa bang...?"tanya ku penasaran.


"Nggak pa-pa...nanti aja kapan-kapan ya..."ucapnya dengan wajah terlihat kecewa.


Aku pun keluar meninggalkan bang Ronald sendiri dalam ruangan nya.


"Sudah saatnya mengisi perut.."batin ku dengan mempercepat langkah ku.


Jangan bosan simak terus lapak emak ya...

__ADS_1


Mohon dukungan nya biar emak juga semangat nulisnya 🙏🙏🤗


__ADS_2