
Matahari sudah mulai mengurangi terik panasnya.Jam pun menunjukkan waktunya masuk sholat ashar.Kumandang adzan menggema di mana-mana.
Ku tinggalkan Annisa yang masih terlelap di ruangan bersama kak Yoga yang baru saja datang.
"Kalau kamu mau pulang sekarang, nggak pa-pa wan"tawar kak Yoga.
"Ma kasih byk ya sudah jagain Annisa tadi."
"Iya kak,kalau gitu aku pulang dulu"pamit ku.
Aku bergegas keluar,sebelum pulang ku sempat kan mampir untuk sholat ashar dulu di mesjid terdekat.
Di penghujung ibadah,ku panjatkan doa terbaik untuk orang-orang yang ku sayangi.
Belum jauh ku melangkahkan kaki menuju mobil,ada pesan masuk dari ponsel ku.
"Jadi kan kamu ngajak Yati ke rumah wan?"pesan mama.
"Soalnya mama sudah siapkan makanan buat nyambut calon mantu."
"Iya jadi ma,ini masih di mesjid langsung jemput calon mantu mama di rumah nya"balas ku.
"Gitu dong, hati-hati di jalan ya"pesan terakhirnya.
Aku terus tersenyum mengingat keinginan besar mama supaya aku lekas menikah, hasratnya ingin mendapatkan cucu seperti nya sudah tidak bisa di tahan-tahan lagi.
Ku nyalakan mesin mobil dan menjalankannya perlahan keluar area mesjid menuju rumah kontrakan Yati.
Tidak sampai 30 menit untuk sampai kesana.Ku parkir kan mobil di halaman depan rumah kontrakan nya.
Tok...tok...tok...
Ku coba mengetuk pintu rumah yang terlihat sepi.
Sudah 2 kali ku ucapkan salam,namun tidak ada jawaban dari dalam.Akhirnya ku putuskan untuk menunggu dan duduk di bangku teras rumah.
Ku keluarkan ponsel dari kantong baju dan mengirimkan pesan.
"Sayang,lagi dimana?" tidak ada balasan.
Ku coba untuk menelponnya tapi juga tidak di angkat.
Tidak berapa lama masuk pesan balasan.
"Maaf kak,tadi lagi sholat"
Ku balas juga dengan emoticon love dan peluk.
Terdengar suara langkah kaki dari dalam dan pintu rumah pun terbuka.
"Maaf kak, udah lama ya nunggunya?"senyumnya menghampiri ku yang masih betah duduk.
"Lumayan,ayo siap-siap soalnya mama udah nggak sabar tuh nunggu kedatangan kamu"ajak ku.
"Iya,bentar ya kak"jawabnya kemudian beranjak masuk ke dalam.
Selang 10 menit keluarlah bidadari desa ku.
Sesaat aku merasa terpesona dengan kecantikan alami nya.Tubuh nya yang semampai di balut serasi dengan gamis dan pashmina berwarna cream.Wajahnya terlihat sangat manis dengan natural.
"Kak, berangkat sekarang?"tanya nya menyadarkan ku.
"Lho kok malah senyum aja sih dari tadi kak?"
__ADS_1
"Terpesona lihat penampilan kamu"goda ku sembari mendekat ke arahnya.
"Apaan sih kak,"jawabnya tersipu malu.
"Ayo kita pamit sama emak dulu"ajak ku.
Kami pun masuk beriringan kembali ke dalam mencari emak di kamarnya untuk berpamitan.
"Mak,Ridwan minta ijin mau ngajak Yati ke rumah buat ketemu sama mama dan papa"pamit ku sambil mencium punggung tangan emak.
"Iya nak,emak cuma bisa nitip salam buat orang tua kamu dan tolong jagain Yati ya."
"Baik mak,"jawab ku di iringi Yati yang juga pamit mencium emaknya.
"Bani..."panggil Yati dengan mengetuk pintu kamar adiknya.
"Iya kak?"kepala Bani menyembul di balik pintu kamar nya.
"Kami tinggal dulu ya,tolong jagain emak"pinta Yati pada adiknya.
"Pergi dulu ya"timpal ku.
"Ok,siap kak"jawabnya sembari mengacungkan jempol.
Setelah membuka kan pintu mobil dan Yati duduk dengan nyaman aku pun segera menuju kursi kemudi serta menjalankan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumah.
Tidak berapa lama kami pun sampai.
"Kamu kenapa ?"tanya ku meraih jemari tangannya.
"Aku gugup kak"jawabnya pelan.
"Kenapa harus gugup,kan sudah pernah ketemu sama mama juga papa waktu besuk di rumah sakit dulu"terang ku mencoba menenangkan nya.
" Ayo masuk, nggak pa-pa kok"ajak ku membawanya masuk dengan terus menggenggam erat tangan nya.
"Assalamualaikum"ucap kami bersamaan.
"Wa alaikum salam"mbak Erna yang membukakan pintu.
"Mama sama papa nya mana mbak?"tanya ku.
"Lagi di kamar mas, sebentar saya panggilkan"jawabnya berlalu menuju ke kamar mama.
"Ayo duduk dulu"ajak ku berjalan menuju sofa.
Mama dan papa keluar dari kamar.
"Sudah lama ya?"tanya mama mendekati Yati.
"Baru aja Tante,om"jawab Yati dengan menciumi tangan mama dan papa.
"Kok manggilnya masih tante,panggil mama aja"rayu mama.
"Iya ma"ucap Yati dengan sungkan.
"Gimana kabar ibu kamu, katanya baru keluar rumah sakit ya?"sela papa.
"Alhamdulillah pa"sudah agak mendingan tapi di anjurkan untuk terapi sambil rawat jalan.
"Iya,semoga cepat sembuh biar kita bisa cepat urus juga persiapan buat kalian berdua"jelas papa.
"Ku tinggal sebentar ya"ucap ku yang hanya mendapatkan anggukkan darinya.
__ADS_1
"Mau kemana wan?"tanya mama penasaran.
"Mandi ma,emang mama mau mandikan Ridwan?"goda ku sambil mencium pipinya dan kemudian berlalu menuju kamar.
"Begitu lah Ridwan,Yat.Masih suka manja,mama harap kamu jangan cemburu sama mama ya?"
"Iya ma."
****
Setelah mandi bergegas ku ganti pakaian dengan hanya mengenakan baju kaos serta celana panjang buat santai.
Keluar kamar,ku langkahkan kaki menuju arah suara mama dan Yati yang masih asyik berbincang namun sekarang sudah berpindah di ruang makan.
"Aduh,sudah ganteng pangeran mama"goda mama.
"Iya dong ma, kalau cantik nanti di panggil pinky boy "jawab ku asal sambil tertawa.
"Ayo kita makan dulu"ajak mama.
"Yati,kamu aja yang siapkan makan buat Ridwan ya biar nanti nggak canggung lagi"goda mama yang di sambut Yati dengan malu-malu tapi mau.
Sedangkan mama menyiapkan nasi serta lauk buat papa baru mengisi piringnya sendiri.
"Yati,ayo makan yang banyak jangan sungkan"sela papa.
"Baik pa"jawabnya sopan.
Sebelum makan,papa membacakan doa terlebih dahulu yang di amin kan oleh kami semua.
Suasana pun kemudian hening hanya suara sendok atau pun garpu yang bersentuhan dan piring.
Papa lebih dulu menyelesaikan makannya dan kemudian beranjak menuju ruang tamu di susul oleh ku.
Tinggal mama dan Yati di meja makan.
Tidak lama mbak Erna datang membawakan kopi hitam untuk papa.
"Kapan kamu masuk kantor menggantikan papa,wan?"tanya papa setelah menyeruput kopi hitam favorit nya.
"Sementara ini belum bisa pa,Ridwan masih harus mengawasi kinerja anak buah Ridwan yang sekarang"jelas ku.
"Kan itu bisa kamu atur waktunya"rayu papa.
"Papa sudah tua wan"kode nya.
"Iya pa,nanti Ridwan coba atur waktunya ya."
Mama dan Yati menghampiri kami.
"Ayo ngomong pa"pinta mama memandang papa.
"Yati,mama sudah nggak sabar menimang cucu jadi kapan kamu siap nya?"tanya papa to the point.
"Iya,nak.Bisa nggak atur waktu kalian secepatnya?"pinta mama.
"Sabar dong ma,main tembak aja kasihan Yati tuh jadi grogi"sela ku.
"Iya ma,pa nanti Yati minta ijin emak dulu."
"Alhamdulillah,nanti kabari mama secepatnya ya nak biar kita persiapkan semua nya"kata mama dengan bersemangat.
Suasana bahagia mengiringi kebersamaan kami di sore ini.
__ADS_1