BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
LAMARAN


__ADS_3

Pagi menyapa, memberikan kesejukan hingga di relung hati ku.


Hari pertemuan antara kedua keluarga yang akan membahas tentang hubungan kami pun telah tiba.


Rencananya jam 09.00 pagi ini,kak Ridwan beserta orang tua nya akan datang bertamu ke rumah kami tepatnya rumah kontrakan kecil kami.


Sengaja aku minta ijin untuk tidak masuk kerja dulu,dari sehabis emak keluar rumah sakit hingga acara lamaran hari ini.


Emak sudah bersiap-siap,beliau memakai baju gamis juga kerudung panjang lebar.


Bani juga tak mau kalah,dia sudah rapi dari pagi tadi.


Tinggal aku sendiri yang masih bingung memilih mana baju yang harus ku pakai.


Beberapa stel baju sudah ku coba tapi sepertinya masih kurang pas di hati hingga berulangkali mencoba,membuat ranjang ku tertumpuk beberapa helai baju disana.


"Tok...tok...tok..."


"Kak,udah selesai belum?"suara Bani dari luar kamar ku.


"Belum Ban."


"Kok lama banget,ini sudah jam 08.00 lho"ucapnya mengingat kan menambah kebingungan ku.


Ku lirik jam yang tertera di layar ponsel ku,iya waktu sudah menunjukkan pukul 08.00.


"Kok sampai segini ribetnya sih diri ini,kan baru juga lamaran temu keluarga,"batinku.


Tok...tok...


"Yati..."kali ini emak yang mengetuk pintu kamar ku.


Bergegas ku buka pintu kamar.


"Kok belum siap juga?"tanya emak sambil tersenyum melihat ku.


Emak masuk ke dalam kamar dengan memakai kursi roda.Matanya tertuju ke tumpukan baju yang ada di ranjang.


"Kenapa?" dengan lembutnya menggenggam erat jemari tanganku.


"Yati bingung aja mak,mau makai baju yang mana kok dari tadi nyoba nggak ada yang pas di hati"jawab ku dengan lesu.


"Sebenarnya bukan masalah baju nya sayang,tapi hati kamu.Emak tau kamu saat ini mungkin agak sedikit cemas, rasanya hati nggak karuan.Maklum lah,kan baru pertama kali mengalami hal ini."


"Boleh emak bantu milihkan baju yang mau di pakai ?"tawar emak.


"Iya mak"angguk ku dengan cepat.


"Semua nya bagus kok,terlihat feminim dan yang pasti tidak ketinggalan zaman kan"cermat emak sambil memilah-milah.


"Bagaimana kalau yang ini ?"tawar emak menyodorkan ke arah ku.


Gamis berwarna peach yang sepaket dengan kerudung nya.

__ADS_1


"Iya mak,yang ini aja"jawab ku cepat menyetujui pilihan yang di tawarkan emak.


Tanpa pikir panjang lagi,aku langsung mengenakannya.


Sebelum nya aku sudah sedikit merias wajahku,agar nanti waktu memakai kerudung tidak perlu lagi takut riasannya mengotori kerudung ku.


Pandangan emak tidak lepas dari ku.


"Bagaimana mak?"pamerku setelah selesai.


"Cantik seperti biasa"jawabnya memuji penampilan ku.


"Kak,sudah belum?"mendadak Bani muncul membuka pintu kamarku yang tidak tertutup rapat sedari tadi.


"Sudah"jawab ku dengan semangat.


"Kakak cantik banget hari ini,beda dari hari biasanya"pujinya.


"Ah bisa aja kamu"ucap ku malu-malu.


"Assalamualaikum..."suara salam beberapa orang terdengar dari luar.


"Wa alaikum salam"sahut kami bersamaan.


"Itu pasti kak Ridwan sama orang tua nya,biar Bani yang keluar"tawarnya berlalu meninggalkan aku dan emak.


Bani pun membukakan pintu rumah.


"Kak Ridwan,pak,bu mari masuk"Bani dengan sopan mempersilahkan.


Mereka pun masuk dan duduk di kursi ruang tengah.


"Ini Bani adiknya Yati,ma"kata Ridwan lebih dulu mengenalkan Bani ke orang tua nya.


Bani menyalami dan mencium punggung tangan mama dan papanya Ridwan.


"Maaf,Bani tinggal ke dalam sebentar ya kak?"ijin Bani.


"Kak,mak...kak Ridwan sama orang tua nya sudah datang"ucap Bani memberitahu kami.


"Ayo kita keluar menemui mereka "ajak emak pada ku.


Kami pun beranjak keluar.Ku dorong kursi roda emak perlahan dari belakang.


Kak Ridwan dan orang tua nya berdiri melihat kehadiran kami.


"Maaf Bu,pak... sambutan kami cuma bisa seperti ini"basa-basi emak menyambut mereka sambil bersalaman.


"Nggak pa-pa bu,yang penting kan kita bisa ketemu saling silaturahmi"sambut mama Ridwan tidak kalah ramahnya.


Ku salami dan cium punggung tangan mama dan papanya kak Ridwan bergantian.


Kami semua pun mengambil posisi duduk melingkari meja.

__ADS_1


Tidak lama,Bani keluar membawa minuman juga makanan untuk menjamu keluarga kak Ridwan.


"Nggak usah repot-repot nak Bani"ucap papanya Ridwan.


"Cuma minuman dan kue sekedar nya pak,bu"jawab Bani kemudian mengambil kursi duduk di belakang ku.


"Silahkan pak,bu,nak Ridwan..."tawar emak mempersilahkan.


"Terima kasih bu"sambut mamanya Ridwan mewakili kemudian menyeruput teh hangat yang tersaji.


"Bagaimana kesehatan nya sekarang bu?"tanya papa nya Ridwan pada emak.


"Alhamdulillah pak,sudah agak mendingan"jawab emak.


"Alhamdulillah, syukurlah bu.Moga kita semua selalu di beri kesehatan sama Allah "sambut mama nya Ridwan yang di amin kan oleh kami semua.


"Kedatangan kami kemari selain bersilaturahmi dengan keluarga ibu,ingin mewakili anak kami yaitu Ridwan untuk melamar Yati putri ibu untuk menjadi pasangan hidupnya kelak"kata papa nya Ridwan dengan penuh wibawa.


"Semoga niat baik kami sekeluarga tidak bertepuk sebelah tangan "sambung beliau sambil tersenyum memandang ke arahku.


"Saya sih setuju saja pak,apa pun keputusan Yati karena kelak dia yang akan menjalani kehidupan berumah tangga mendampingi nak Ridwan "jawab emak tidak menutupi rasa bahagia nya.


"Nah sekarang tinggal kita dengarkan jawaban nak Yati sendiri,apakah nerima lamaran ini atau gimana?"goda papa nya Ridwan.


Aku pun memandang ke arah kak Ridwan yang terus tersenyum.


Sambil tersipu malu aku menjawab,"Yati bersedia."


"Alhamdulillah, sekarang kita semua tinggal menentukan waktu yang baik untuk melaksanakan hari H nya,"sela mama nya Ridwan lagi.


"Menurut Ridwan dan Yati sendiri,mau nya kapan?"goda papa.


"Besok pa"jawab kak Ridwan cepat.


Refleks ku senggol lengan nya karena agak malu.


Semua tertawa mendengarnya.


"Rupanya sudah ada yang tidak sabar lagi"potong Bani ikut menyahut.


"Begini saja,bagaimana kalau kita tentukan hari H nya 1 minggu setelah lebaran idul Fitri.3 bulan dari sekarang agar dari keluarga kedua belah pihak mempelai bisa mempersiapkan segala sesuatunya dan juga tidak terkesan terlalu terburu-buru"jelas papa panjang lebar.


"Iya benar juga pa"timpal mama nya Ridwan.


"Bagaimana pendapat ibu?"tanya mama lagi meminta pertimbangan.


"Saya juga setuju bu, karena kami juga nanti harus pulang ke kampung dulu untuk memberi kabar bahagia ini kepada keluarga terdekat"papar emak.


"Alhamdulillah,kalau begitu semua sudah sepakat ya.Dengar itu wan,3 bulan dari sekarang jadi harus sabar dulu ya.."goda papa.


Semua pun hanya ikut tertawa mendengar nya.


Aku dan kak Ridwan hanya bisa melempar pandang sambil tersipu malu.

__ADS_1


Ada rasa bahagia yang tak bisa di lukiskan dalam hati ini.


__ADS_2