
******* POV AUTHOR
Setelah kepergian Ririn,Ridwan terdiam dalam lamunan nya.
"Semoga ada jalan terbaik dalam masalah ini"batin Ridwan.
Sedangkan Ririn, sepanjang perjalanan pulang menuju rumah nya juga terus berpikir bagaimana cara untuk menjelaskan semua keadaan masalah yang terjadi di antara Yati dan Ridwan serta Annisa.
"Aduh,aku yang bukan empunya masalah aja puyeng apalagi mereka ya dan bagaimana nantinya kalau Yati tahu...?"
"Pasti dia akan sangat sedih,baru juga bahagia sudah di hadapkan dengan masalah hati yang serumit ini"batin Ririn.
"Untunglah ayang ku nggak punya cinta masa lalu tapi aku harus memastikan juga nih,takutnya seperti kak Ridwan.Sudah senang-senangnya hati menuju gerbang pernikahan,datang cinta dari masa lalu yang minta di tuntaskan."
"Hai Muhammad Albani,awas kalau sampai itu juga terjadi sama cinta kita"ancam Ririn bergema di gedung di pikiran nya sendiri.
"Mending aku langsung ke rumah Yati aja biar semua tidak berlarut-larut"ucapnya pelan.
"Berangkat"semangat nya meniru aktor tukang ojek.
********
"Ka, Ririn katanya mau kesini ketemu kakak tuh katanya mau ada yang di bicarakan,penting"ucap Bani yang muncul di depan pintu kamar Yati dengan mengalungkan handuk.
"Kapan, nggak ada dia kirim pesan ke aku"sahut Yati penasaran yang kemudian meraih ponselnya.
"Barusan ngasih tau minta bilangin ke kakak, orang nya sudah otw tuh"Bani berlalu menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya yang sudah agak siang.
"Eh Bani tunggu, masalah apa.."cegah Yati.
"Tanya aja sendiri nanti kalau orang nya sudah nyampe"teriak Bani dari dalam kamar mandi.
"Masalah apa sih,Ririn emang suka banget bikin penasaran orang"gerutu Yati pelan melanjutkan kegiatan nya melipat pakaian.
"Assalamualaikum..."suara salam Ririn terdengar di luar rumah.
"Wa alaikum salam..."panjang umur tuh anak,batin Yati sambil beranjak keluar.
"Masuk Rin.Mau kesini kok nggak ngabarin aku...?"sapa ku.
"Tadi sudah ku bilangin sama ayang ku,sama aja kan masih satu rumah ini.Kalau dah nikah itu baru beda"jelasnya panjang lebar.
"Kok sepi,pada kemana..?tanya Ririn celingak-celinguk.
"Emak lagi di kamar kalau ayang mu lagi bersemedi dalam kamar mandi.Kita ke kamar ku aja ya soalnya sambil beres2 juga nih"ajak Yati.
Ririn pun membatalkan niatnya untuk duduk di ruang tamu dan kembali mengikuti langkah Yati menuju kamar nya.
__ADS_1
"Katanya ada masalah penting yang ingin kamu bicarakan Rin?"pancing Yati.
"Santai dulu dong kakak ipar,masa baru datang juga.Tawarin minum dulu kek atau apa gitu"elaknya.
"Mmm gitu,mau minum apa nih?"
"Kamu dah sarapan belum?"tawar Yati berdiri berniat membuatkan minuman.
"Sudah tadi di jalan, sarapan susu sama roti"jawab nya dengan muka polos.
"Aku bikinin teh hangat mau..?"tawar Yati lagi.
"Boleh deh"sahut Ririn singkat.
Tidak lama Yati datang dengan secangkir teh di tangan nya.
"Nih di minum dulu"tawar Yati.
"Ma kasih kakak ipar"senyum Ririn.
"Kamu masuk shift siang ya Rin?"tanya Yati sambil memilih-milih bajunya.
"Iya, kamu tau darimana ?heran Ririn.
"Kalau kamu shift pagi nggak bakalan nyampe sini kan"tukas Yati.
"Kamu mau pergi ya,kok siapin pakaian dalam koper"tanya Ririn penasaran yang sedari tadi memperhatikan Yati memilih dan memasukkan bajunya ke dalam koper kecil.
"Rencananya lusa, aku sendiri mau pulang kampung Rin.Mau ngasih kabar ke keluarga ku di sana perihal pernikahan kami.Kamu tau sendiri bagaimana keadaan emak,kami mengkhawatirkan kesehatan emak kalau beliau ikut pulang"jelas Yati.
"Jadi ayang Bani nggak ikut pulang nemani kamu?"
"Kalau dia nemani aku pulang terus siapa yang jagain emak di sini?"balas Yati.
"Iya ya"angguk Ririn.
Ririn meminum tehnya sambil berpikir.
Hatinya merasa berat untuk mengatakan semuanya.Otaknya berputar mencari akal untuk memulai topik pembicaraan ke inti permasalahan nanti.
"Rin,kenapa...kok ngelamun sih"tegur Yati yang merasa heran dengan diamnya Ririn.
"Nggak,aku sama mama tadi sebelum kesini nonton film jadulnya pak Haji di televisi.Itu lho Yat, yang ceritanya cinta segitiga."
Entah darimana ide cerita dari film pak Haji sang legenda muncul tiba-tiba di kepala nya.
"Aku sama mama sampai mewek, kasihan sama si Ani.Udah sayang-sayangnya mau nikah lagi,eh datang si Ina cinta dari masa lalu si pria"kata Ririn mendramatisir cerita nya.
__ADS_1
"Udah pernah nonton belum Yat?"Ririn mencoba menarik perhatian Yati yang masih fokus dengan barang bawaan nya nanti.
"Rasanya sudah pernah cuman lupa alur ceritanya"balas Yati asal.
"Kalau aku jadi Ani, nggak tau deh gimana....mending putus aja kali ya?"kata Ririn terus memancing perhatian Yati.
"Kalau kamu di posisi si Ani, bagaimana pendapat mu ?"Ririn dengan was-was menatap wajah Yati.
Yati menghentikan gerak tangan nya sesaat diam berpikir.
"Rin masalah itu terasa berat kalau kita nya yang menjalani berpikir begitu.Ku rasa setiap permasalahan pasti akan ada jalan keluarnya tinggal bagaimana kita untuk menyikapi masalah itu sendiri."
"Justru itu inti masalah nya"potong Ririn cepat.
"Masalahnya hati kita bisa nerima dan menjalankannya dengan ikhlas nggak kalau pas kita yang di posisi si Ani,Yat"tambahnya dengan muka datar.
Yati balik badan menghadap ke Ririn.Di genggamnya tangan Ririn.Wajahnya terlihat serius.
"Rin,kita wanita memang terlahir dari tulang rusuk yang bengkok.Tapi sebenarnya kita kuat.Coba kamu lihat banyak wanita yang menjadi janda tapi mampu membesarkan anak-anak nya sendiri tanpa suami.Banyak laki-laki yang bertekuk lutut bahkan merelakan rumah tangga nya hancur karena seorang wanita yang menjadi pelakor."
"Semua itu membuktikan kalau kita ini makhluk yang kuat dalam menghadapi segala masalah,tinggal bagaimana kita menyikapinya dan dimana kita harus memposisikan diri kita."
"Aku juga cuma bisa mengingatkan diriku akan hal itu Rin,andai kelak ada masalah seperti si Ani yang tadi kita bicarakan tolong kamu ingatkan aku juga agar aku tidak goyah"senyum Yati saling menguatkan.
"Pasti kakak ipar"sahut Ririn berusaha menutupi sesuatu.
"Katanya kamu kesini mau membicarakan hal penting sama aku,Rin?"tanya Yati kembali penasaran.
"Oh itu,aku minta tolong temani kamu besuk.Ada keluarga jauh yang sakit"jawab Ririn mencoba bersikap normal.
"Kapan, kalau sekarang aku nggak bisa Rin.Besok pagi aja ya..?"rayu Yati sambil tersenyum.
"Gimana ya,ok deh"balas Ririn.
Obrolan mereka pun beralih ke masalah pekerjaan serta topik-topik ringan lainnya.
********
Alhamdulillah,emak bersyukur karya perdana sudah lulus kontrak setelah melalui perjuangan selama 3 bln lebih.
Dari hobi membaca akhirnya beranikan diri untuk belajar menulis, di karenakan tuntutan kebutuhan hidup juga yang mengharuskan untuk terus berusaha.
Tak lupa emak mengucapkan terima kasih...🙏🙏🙏🙏
Serta selalu minta bantuan dan mohon dukungan nya agar bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.
Bagi para Author/pemula atau pun pejuang cuan mari saling dukung dan jangan patah semangat....
__ADS_1