BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
NAKAL


__ADS_3

******* POV INAH


"Kenapa nggak mati di tempat aja sekalian"gumam kesal Inah sambil kembali menutup pintu setelah kepergian Yusuf anaknya mang Amat.


"Sebaiknya aku harus buat rencana biar bisa cepat menguasai harta si tua Bangka itu.Cukup sudah selama ini aku harus bersabar melayani nya."


"Enakan main sama berondong daripada sama aki tua"batin Inah sembari mengingat pergumulan dengan Ardi pagi tadi.


Inah beranjak masuk ke dalam kamar,membuka lemari dan memeriksa semua pakaian abah.Dia berharap menemukan sesuatu yang berharga untuk dapat di ambil dan di kuasainya.


Sebuah kotak berbahan kayu yang tergeletak di rak lemari paling bawah mengundang perhatian Inah.


"Dimana sih abah menyimpan hartanya"batin Inah sambil tangannya berusaha membuka kotak kayu tersebut.


Inah mencari-cari sesuatu untuk membuka kotak yang ternyata terkunci dengan gembok kecil itu.


"Kayak nya berharga nih isinya"batin Inah sambil terus menerus mencari benda yang bisa membuka kotak itu.


"Ah nih pake palu pasti bisa"seru Inah.


Tak....tak...tak...


Akhirnya gembok kecil itu pun bisa terlepas setelah Inah memukulnya dengan kuat menggunakan palu.


Kotak pun terbuka,betapa girangnya Inah mendapati isi dalamnya.


"Nah benarkan,....kalau di kunci begini pasti isinya berharga "seru Inah seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah hadiah.


Satu set perhiasan emas dan juga duit sebanyak 5 juta tersusun rapi di dalamnya membuat Inah sangat bahagia.


"Wah dasar tua bangka,beli emas sebanyak ini mau di kasihkan siapa ?"gerutunya mengamati nota pembelian emas yang terselip di bawah bagian kotak.


"Oo mau main-main sama Inah ya,enak aja..."


"Kalau sudah di tangan, berarti sudah milik ku"senyumnya penuh kemenangan.


Dreet...dreet... dreet..


Panggilan masuk dari ponselnya di dalam saku daster.


"Halo Laila,..."jawab Inah dengan suara serak yang di buat-buat.


"Abah kecelakaan sekarang lagi di rawat di rumah sakit"ucap Laila dari seberang sana.


"Hah,abah kecelakaan...aduh,terus keadaan abah sekarang gimana la"sahut Inah berpura-pura terisak dan bingung.


"Kata dokter kaki abah patah sampai sekarang abah belum juga siuman"jelas Laila tanpa curiga.


"Kamu kesini sekarang jagain abah soalnya aku sama emak mau pulang dulu."


"Iya,kalau kamu sama wa Tinah mau pulang,pulang aja.Biar aku yang jaga abah"jawab Inah lagi.


"Ya sudah kalau gitu kami pulang ya"tutup Laila.


"Enaknya santai dulu malam ini, lumayan kan nggak ada abah"batin Inah dengan senangnya.


Terbersit ide gila di pikiran nya.

__ADS_1


"Halo say,lagi dimana...?"sapa Inah menghubungi seorang teman wanitanya.


"Biasa lagi asyik main nih"jawab wanita di seberang sambil mendesah.


"Eh gila ya,lagi main...bikin gerah aja"mendengar ******* temannya n*fs* Inah pun terpancing.


"Kalau pengen, cepetan kesini mumpung ada berondong nganggur tuh"ajaknya.


"Cakep nggak?"selidik Inah penasaran.


"Lumayan,masih malu-malu kucing...perjaka ting-ting.Kalau nggak mau biar ku sosor lagi habis menyelesaikan yang satu ini."


"Jangan di apa-apain,bagian aku tuh"potong Inah cepat.


"Kalau gitu,kasih mahar cintanya ya?"rayunya.


"Oke deh,aku kesana ya"sahut Inah bersemangat.


Setelah mematikan sambungan telepon,Inah bergegas masuk kamar untuk mengganti baju dan berdandan.


Wajahnya memang lumayan cantik namun sayang tidak sebaik kelakuan nya.


Segera Inah berangkat dengan menggunakan ojek ke tempat warung remang-remang yang di jaga temannya tadi.


Inah masuk ke dalam warung,di dalamnya terdapat dua buah kamar.


Di depan ruangan,duduk seorang pemuda sedang asyik sendiri memainkan hp nya.


"Lumayan nih buat di ajak main"batin Inah mencuri pandang.


"Lisa nya ada ?"tanya Inah membuka pembicaraan.


"Udah lama ya?"tunjuk Inah ke arah kamar.


"Lumayan sih."


"Eh kenalin,aku Inah"dengan mengulurkan tangannya mencoba mengakrabkan diri.


"Firman"senyumnya lagi yang membuat Inah makin suka melihatnya.


"Kamu nunggu giliran ?"tanya Inah lagi meyakinkan mangsanya.


"Nggak mbak,aku cuma ngantar teman ku aja kok"jelasnya dengan malu-malu.


"Emang kamu pernah main kesini?"selidik Inah.


"Belum pernah mbak,"jawabnya singkat dengan agak grogi.


"Mau nyoba nggak?"rayu Inah.


"Jangan mbak,aku nggak berani"ucapnya sambil tertawa kecil.


"Asyik,dapat perjaka ting-ting"batin Inah senang bukan main.


"Mau minum apa nih"tawarnya sambil berdiri menuju rak makanan.


Pemuda itu terlihat berpikir sejenak,"apa aja boleh mbak asal jangan mengandung alkohol."

__ADS_1


"Minuman soda aja"rayu Inah sambil membuka tutup botol minuman tersebut.


Tanpa setahu pemuda tersebut Inah mengambil sesuatu dari balik kantong baju nya.


"Nih di minum,biar enak"tawar Inah dengan senyum penuh arti.


"Ma kasih mbak,"sambutnya yang langsung meminum tanpa ragu.


Setengah isi botol langsung di habiskan oleh Firman.


"Fir,kamu sudah punya pacar belum?"


"Baru putus mbak,seminggu yang lalu"jawab Firman mulai merasakan sesuatu yang lain dalam tubuhnya.


Inah tersenyum melihat obat yang di berikan nya pada Firman mulai bereaksi.


"Kamu kenapa Fir?"sentuh Inah di kedua pipi Firman.


Firman yang merasakan sentuhan tangan Inah merasakan sensasi yang berbeda, seperti memberikan setruman ke seluruh tubuh nya.


"Ayo kita masuk"ajak Inah menggandeng lengan Firman hingga menempel ke tubuhnya.


Firman menuruti kata-kata Inah karena menikmati setiap sentuhan yang di berikan nya.


Setelah masuk,Inah mengunci pintu kamar.Inah menarik tangan Firman untuk mendekat.


Di letakkan nya tangan Firman memeluk pinggang nya.


Tangan Inah bergelayut manja di leher Firman sambil sesekali mengusap wajahnya.


Langkah kaki Inah menggiring Firman menuju ranjang.


Hasrat laki-laki Firman pun bangkit mendapatkan r*ngs*ngan yang di lakukan Inah.


Hingga malam berlalu, membuat Inah puas bermain dengan Firman tanpa peduli bagaimana keadaan abah yang sendirian di rumah sakit.


******


Setelah pagi,Inah pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.


"Eh,mau kemana?"tanya Lisa.


"Mau ke rumah sakit dulu jagain abah"jawabnya singkat sembari memoleskan make up di wajahnya.


"Hot nggak?"tanya Lisa penasaran dengan memandang tubuh Firman yang masih tertidur pulas di dalam kamar.


"Banget"tawa Inah dengan senang.


"Biasa,kalau baru tau rasanya surga dunia pasti begitu...baru istirahat sebentar terus minta lagi"jawab Lisa nggak kalah mes*m nya.


"Nih buat beli skincare"sodor Inah memberikan lima lembaran merah.


"Gila kamu,kaya ya sekarang!"sambut Lisa girang.


"Ga pa-pa punya suami tua tapi banyak duitnya, jadi bisa buat kita jajan berondong"seloroh Inah.


"Dah dulu ya....aku jalan."

__ADS_1


"Iya, hati-hati banyak berondong cakep di jalan"ledek Lisa.


__ADS_2