BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
DUKUNGAN MAMA TERCINTA


__ADS_3

Setelah meyakinkan diri ku bahwa Annisa akan baik-baik saja,aku pun beranjak pulang seperti saran kak Yoga.


Malam memang belum larut,baru menunjukkan pukul 20.30 WITA.


Masih banyak orang-orang keluar masuk rumah sakit baik itu keluarga pasien atau pun kerabat yang datang membesuk.


Dreet... dreet...


Ponsel di dalam saku jaket ku bergetar beberapa kali.


Ku keluarkan benda pipih itu dan kemudian menggeser tanda sambungan.


"Assalamualaikum."


"Wan,kamu lagi dimana sayang?"suara lembut mama terdengar di seberang sana.


"Wa alaikum salam,masih di rumah sakit tapi sudah mau pulang juga ma."


"Kenapa ma?"


"Kalau gitu,mama boleh minta tolong nggak?"


"Belikan buah-buahan soalnya persediaan di kulkas sudah habis."


"Iya ma,apa sih yang nggak buat mama ku tercinta"goda ku.


"Hmmm kamu ya."


"Ya sudah, hati-hati di jalan."


"Jangan ngebut"pesan mama seperti biasa nya.


"Iya ma"jawabku singkat.


"....Wan"


Aku sejenak terdiam tanpa melepaskan ponsel yang masih tersambung.


Ada yang menyebut nama ku lebih persisnya seperti memanggil namun serasa jauh.


Setelah tidak ada lagi terdengar suara mama dari seberang jadi ku matikan sambungan telepon.


Aku memperhatikan orang-orang sekitar yang nampak lalu lalang berpapasan dengan ku.


"Ah mungkin hanya perasaan ku saja"batin ku.


Ku langkahkan kaki lebih cepat karena takut toko buahnya nanti tutup.


Kasihan mama juga pasti nunggu pesanannya.


Sesampainya di area parkir,aku pun bergegas masuk ke mobil dan perlahan menjalankan nya.


Setelah keluar dari area parkir, berjarak sekitar 300 meter. Sekilas ku lihat dari kaca spion sebelah kiri nampak seorang gadis yang hampir tertabrak sebuah mobil.


Deg


Jantung ku serasa berhenti berdetak.


"Yati,"batin ku.


Antara cemas dan takut, perlahan ku parkir kan mobil di tepi jalan.


Aku bergegas turun dan kembali untuk memastikan.


Setelah mobil yang hampir menabrak nya berlalu,ku lihat gadis itu membalikkan tubuhnya kembali.

__ADS_1


"Yati,"tubuh ini terasa kaku dan hanya suara hatiku yang bisa bicara dalam diamnya.


Ku paksakan kaki melangkah ke arah nya yang kini duduk tertunduk di pinggiran jalan.


Hati ku sesak oleh rasa rindu selama ini padanya.


Aku ingin meminta maaf.


Aku ingin menjelaskan semua yang telah terjadi.


Aku sangat berharap kamu mau mengerti dan tetap mau bertahan untuk ku.


Memang terdengar sungguh egois,aku tidak ingin menyakiti tapi aku juga tidak rela melepaskan mu.


Langkah kaki ku terhenti,karena sosok laki-laki yang mendekati mu.


"Bang Ronald?"gumam ku.


Ada sebersit rasa cemburu menyesak di dadaku saat bang Ronald duduk dan merangkul pundak mu.


Aku tidak mampu lebih lama lagi menyaksikan dia terus memberi perhatian nya pada mu.


Sedari dulu aku sudah tahu kalau bang Ronald juga menyukai mu,Yat.


Tapi ku yakin hatimu hanya milik ku.


Ku tarik langkah mundur kembali menuju mobil.


Selama beberapa hari ini aku akan bersabar menunggu kabar dari Ririn.


"Sebenarnya aku ingin langsung menemui mu tapi Ririn menyarankan sebaiknya dia yang lebih dulu untuk bicara sama kamu"


Sepanjang jalan pulang ke rumah,batin ku terus berkecamuk tak menentu.


Aku ingin masalah ini cepat selesai agar aku, maksud ku kita bisa bersama seperti dulu lagi.


*******


Tok...tok...


"Eh mas Ridwan"sambut mbak Erna saat membukakan pintu rumah.


"Mama dimana mbak?"tanya ku sembari menyerahkan sekeranjang kecil buah pesanan mama.


"Ibu ada di ruang keluarga,mas"sahut mbak Erna sopan kemudian berlalu masuk membawa keranjang buah tadi.


Ku langkahkan kaki menuju ruang keluarga, terlihat mama sedang asyik menonton acara televisi sendirian.


"Ma,"sapa ku dengan mengalungkan kedua tangan di pundaknya.


Ku cium lembut kening wanita cinta pertama ku ini dengan penuh kasih sayang.


Seulas senyum terukir di wajahnya.Ditariknya tangan ku mengajak duduk di sampingnya.


"Buah pesanan mama sudah ku kasih sama mbak Erna"jelas ku.


"Ma kasih ya"tangan lembutnya mengusap pipi ku.


"Mama capek?"tanyaku.


"Enggak,memangnya ada apa?"jawabnya penasaran.


Ku rebahkan kepalaku di pangkuan nya,"pengen di manja sama mama"senyum ku menggoda.


Senyumnya kembali tersungging di bibirnya.Ada rasa teduh yang terhampar seiring belaian tangan nya yang terus mengusap lembut rambut kepalaku dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Annisa?"


"Keadaan nya tidak ada perubahan,ma.Malahan ku rasa semakin menurun dari bulan ke bulan,"jawabku dengan nada datar.


Mama menarik nafas panjang terlihat ada rasa sedih di wajahnya saat mendengar berita tentang kesehatan Annisa.


"Mama suka sama Annisa,dia gadis yang baik dan manis.Kasihan,dalam usianya yang masih muda harus menghadapi berbagai masalah dan kepahitan hidup."


"Mama juga menyayangi nya seperti mama menyayangi Yati."


"Terus kamu sudah bertemu dengan Yati,wan?"tanya mama menatap mata ku.


"Belum ma,"sahut ku.


"Wan, apakah kamu akan memilih salah satu di antara mereka berdua?"


Aku hanya memejamkan mata tak mampu menjawab pertanyaan dari mama barusan.


"Siapa yang bakal kamu pilih,wan?"


"Entahlah ma, untuk saat ini aku masih tidak bisa mengambil keputusan apapun."


"Aku menyayangi dan mencintai mereka berdua,aku tidak mau melukai hati siapapun...."


Aku tertawa lirih"aku sungguh egois ya ma."


"Tak ingin melukai namun juga tak mampu untuk memilih salah satunya".


"Seandainya boleh,aku ingin memberikan kasih sayang serta perhatian ku untuk mereka berdua,ma"


Mama pun ikut tertawa mendengar ucapan ku barusan.


"Poligami"ucapnya.


"Walaupun mereka mau menerima nya, apakah kelak kamu bisa bersikap adil,wan?"


"Insya Allah,aku akan berusaha ma."


"Kalau memang itu niat mu,mama sih setuju saja sebab mama juga sangat menyayangi mereka berdua."


"Yang benar ma?"aku rasa setengah tak percaya mendengar ucapan mama barusan.


"Mama kan cuma punya anak satu,kamu."


"Kalau Annisa dan Yati mau jadi istri kamu, berarti anak mama nambah 2 orang dong.Dan kelak pasti rumah ini akan ramai dengan suara mungil dari cucu-cucu mama."


"Masalahnya sekarang,apa mereka mau berbagi hati?"


Aku bangkit dari pangkuan mama,menatap ekspresi wajah mama dengan seksama.


"Mama benar mendukung ku memilih mereka berdua sekaligus?"tanyaku memastikan lagi.


"Kenapa,memang kamu tidak mau?"ucap mama balik bertanya.


"Bukan tidak mau ma tapi aku malah senang mendengar mama mendukung"tegas ku.


"Mama tahu kamu tidak egois,nak."


"Mama kenal kamu sejak kecil,kamu selalu ingin membahagiakan orang-orang yang kamu cintai."


"Berusaha lah bahagia kan mereka,anggap ini jalan ibadah buat mu."


Aku tersenyum bahagia,"ma kasih ya ma"


"Mama orang yang paling mengerti aku."

__ADS_1


Ma kasih ya udah mampir di lapak emak,mohon maaf baru bisa up ...mohon dukungan nya selalu agar bumil bisa tetap menulis di samping kontraksi yang juga sering hadir buat mengumpulkan cuanπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2