
*****POV AUTHOR
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum"suara cempreng Ririn menggema seiring ketukan tangan nya di pintu.
"Wa alaikum salam"jawab Yati dan Bani serempak dari dalam rumah.
Bani beranjak berdiri dan membukakan pintu untuk gadis pujaan hatinya itu.
"Eh ayang beb"sapa Ririn manja sewaktu melihat siapa yang keluar dari balik pintu.
"Ayo cepat masuk,kalau lambat ntar di tinggal kereta"ledek Bani.
"Ih ayang beb nggak sabaran amat sih"sahut Ririn sambil melangkah masuk.
"Wah banyak makanan nih lagi ada acara syukuran ya?"tanya Ririn penasaran yang langsung duduk di samping Yati.
"Nanya nya nanti,makan dulu aja"saran Yati sambil tersenyum geli melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Beb minta minum dong"pinta Ririn manja kepada Bani.
"Mau minum apa?"ucap Bani balik bertanya.
"Air cinta mu"goda Ririn sambil cengengesan.
"Adanya air keran,mau?"balas Bani tanpa ekspresi.
"Kejam banget sih beb,ntar kalau aku sakit gimana?"sungut Ririn.
"Tinggal bawa ke rumah sakit,gitu aja kok repot"balas Bani lagi tanpa rasa bersalah.
"Cepetan,mau teh anget atau kopi?"desak Bani sambil berjalan menuju dapur.
"Aduh nggak ada romantis banget sih nawarin nya,ya udah teh hangat aja ketimbang di kasih kopi ntar malah begadang nih mata"sungut Ririn sewot.
Yati hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku dua sejoli itu.
"Kalau tiap ketemu kaya kucing berantem terus,dimana letak cintanya"celetuk Yati menyindir Ririn,sambil memakan kue lapis.
"Eits jangan salah kakak ipar, orang-orang dulu banyak yang bilang kalau suami istri sering berdebat atau bertengkar itu tandanya cinta mereka akan langgeng sampai tua nanti"terang nya.
"Emang kalian sudah jadi suami istri?"tembak Yati lagi.
"Yah secepatnya akan di resmikan,kan nunggu kakak ipar duluan"godanya.
"Ngomong-ngomong gimana kak Ridwan,sudah ada kabar apa?"selidik Ririn menatap Yati dengan penasaran.
Belum sempat Yati menjawab,Bani datang membawa segelas kopi dan teh hangat.
"Kamu teh hangat aja, kopi susu nya buat aku"sela Bani.
__ADS_1
"Beb,kamu diam dulu ya.Jangan ikut nimbrung soalnya aku pengen ngobrol serius sama kakak ipar dari hati ke hati dan cuma empat mata, masalah perempuan"tegas Ririn.
"Hmm "sahut Bani mengiyakan kemudian memasang headset ke telinga nya.
"Gimana?"desak Ririn menunggu jawaban Yati.
"Gimana apanya?"kini Yati yang balik nanya.
"Aduh kamu ini,...maksud aku gimana hubungan kamu sama kak Ridwan? Sudah ada kabar apa ?"cerocos Ririn dengan nada mulai agak tinggi.
"Ooo itu,kalau menurut kamu gimana?"
"Hei kakak ipar,aku bukan orang yang bisa menerawang masa depan jadi stop main tebak-tebakannya"tegas Ririn.
Yati pun tertawa melihat ekspresi jengkel sahabat nya itu.
"Maaf, maaf..."ucap Yati di sela tawanya.
"Tadi pagi kak Ridwan dan orang tua nya datang kesini buat lamaran"jelas Yati dengan senyum bahagia.
"Serius?"potong Ririn cepat.
Yati mengangguk mengiyakan.
"Alhamdulillah, akhirnya...."seru Ririn kemudian memeluk Yati.
"Selamat ya Yat,aku ikut bahagia.Semoga semua berjalan lancar sampai hari H nya"ucapnya lirih.
Sesaat mereka hanyut dalam perasaan bahagia tanpa melepaskan pelukan masing-masing.
Air mata kebahagiaan pun menetes di pipi kedua sahabat itu.
"Ikut dong,mau di peluk juga"celetuk Bani yang sedari tadi memperhatikan tanpa tahu apa yang di obrolkan Yati dan Ririn.
Yati dan Ririn kemudian melepaskan pelukannya.
Mereka tidak terusik sama sekali dengan ucapan Bani barusan.
"Jadi ini acara syukuran lamaran tadi ya?"tanya Ririn memastikan.
"Iya Rin,dan tadi juga sudah di tentukan hari H nya.Tiga bulan dari sekarang,sehabis lebaran"jelas Yati.
"Syukurlah kalau begitu.Nanti kalau perlu bantuan aku, ngomong aja ya"kata Ririn bersemangat.
"Iya,itu pasti Rin"balas Yati dengan tersenyum.
"Gimana di tempat kerja?"Yati pun mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Kalau teman-teman yang lain sih seperti biasa aja,ada sih beberapa anak baru yang masuk kerja mengisi posisi yang kosong."
"Tapi aku mau cerita sedikit tentang bang Ronald deh.Selama kamu nggak masuk kerja bang Ronald jarang cek ke lorong.Dia banyak menghabiskan waktunya cuma di ruangan nya saja."
__ADS_1
"Kamu nyadar nggak sih Yat,bang Ronald itu sebenarnya suka sama kamu.Cuman dia orangnya tipe susah mengungkapkan nya.Itu menurut pendapat aku ya...".
"Iya,aku juga merasakan nya Rin.Tapi aku menganggap dia hanya sebagai seorang kakak,tidak lebih"terang ku.
"Kalau begitu kamu harus ambil sikap tegas,jangan biarkan dia terus berharap sama kamu.Nanti malah membuat luka hatinya terlalu dalam juga"saran Ririn penuh penekanan.
"Kamu dan aku kan sepemikiran,kita mendukung hubungan hanya satu arah.Kalau bercabang,malah nanti buntut-buntutnya bikin runyam."
"Iya nanti aku bakal ngomong langsung sama bang Ronald biar jelas status hubungan di antara kami "kata Yati meyakinkan.
"Beb nggak haus apa dari tadi nyerocos terus?"sela Bani sambil melepaskan headset dari telinganya.
"He..he..iya sih beb,haus..."balasnya nyengir.
Mereka bertiga kemudian melanjutkan obrolan ringan yang di selingi senda gurau hingga tak terasa waktu hampir senja.
Ririn pun pamit pulang ke rumah nya.
Di tempat lain,di ruang kamar inap rumah sakit.
Annisa merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.Serasa ada yang hilang dan membuat hatinya menjadi hampa.Ia tidak tahu apa sebabnya.
Tak terasa air matanya menetes tanpa sadar.
"Kenapa perasaanku saat ini terasa sangat sedih, apakah waktu ku sudah hampir habis?"
"Apakah sudah waktunya aku harus pergi?"batinnya.
"Tidak,aku harus kuat.Aku harus melawan penyakit ini demi orang-orang yang menyayangi ku"ucap Annisa lirih menguatkan semangat dirinya.
"Demi kakak juga Ridwan,aku harus bertahan."
"Aku masih ingin menyaksikan matahari terbit dan tenggelam.Aku ingin merasakan sentuhan air laut dan pasir pantai.Aku ingin melihat deburan ombak di lautan."
"Masih banyak hal yang belum sempat aku lakukan."
"Masih banyak impian yang ingin aku wujudkan."
"Ayo Annisa berpikir lah pada hal-hal yang positif dan jangan biarkan air mata kesedihan menetes lagi"batin Annisa terus membangkitkan semangat di dirinya.
Di ambilnya ponsel yang sedari tadi terletak di samping bantal.
Jari jemari nya dengan lincah mengetik pesan di layar ponsel nya.
"Wan,kamu dimana?"
"Kalau kamu nggak sibuk,bisa temani aku sebentar?"
"Aku lagi sendirian,kak Yoga pergi karena ada masalah kerjaan yang harus di selesaikan."
Semua pesan nya terkirim namun hanya centang satu pertanda nomor yang di tuju sedang offline.
__ADS_1
Annisa kemudian merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata, berharap bisa terlelap dan melupakan kesepian hatinya saat ini.