
*********
"Ban,bangun sudah subuh sana sholat dulu "ku tepuk pelan pundak Bani yang masih nyaman terlelap beralaskan tikar pandan.
"Ayo bangun Ban."
"Hmmm"sahutnya lirih sambil membalikkan posisi tubuhnya.
Perlahan dia duduk sambil mengucek-ngucek mata.
"Kakak sudah sholat subuh?"
"Sudah."
Dia beranjak bangun kemudian mengambil sarung dan pergi menuju mushola yang tersedia di rumah sakit ini.
Setelah kepergian Bani bergegas ku rapikan tikar pandan bekas alas tidurnya.Tak lupa juga merapikan semua barang-barang kami.
Rencananya hari ini emak sudah boleh pulang.
Entah mengapa hari ini aku merasa sangat bersemangat.
Di samping karena kesehatan emak yang sudah membaik juga hadirnya kak Ridwan tadi malam.
"Yat,"suara emak menyadarkan ku dari lamunan.
"Iya mak?"ku dekati emak dan menggenggam tangan tua nya.
"Kapan kita bisa pulang nak?"
"Kata dokter kemarin,emak sudah boleh pulang hari ini"ucap ku sambil tersenyum.
"Jadi hari ini sudah bisa pulang ya?"tanya nya meyakinkan.
"Iya mak,ini juga Yati lagi beres-beres barang bawaan kita."
"Syukurlah kalau begitu,emak juga sudah jenuh lama-lama di sini.Kasihan kalian jadi banyak keluar biaya buat pengobatan emak."
"Lho kok emak bicara begitu,kami senang bisa menjaga dan merawat emak."
"Terima kasih nak,"ucap beliau sambil mengelus lembut pipi ku.
"Kak.."Bani muncul dari balik pintu sambil menenteng satu kantong kresek.
"Kok lama?"tanya ku penasaran.
"Biasa,cari udara segar dulu kak sambil cuci mata lihat perawat-perawat cantik di sini"jawabnya dengan menarik turunkan alis tebalnya.
"Ku adukan Ririn baru tau"ancam ku.
"Ah kakak,jangan gitu lah.Masa jahat sama adik sendiri "rayu nya.
"Kalau sudah menjalani satu hubungan cukup satu hati saja jangan sampai ada yang ketiga nanti kamu juga yang bakal repot"nasehat ku.
"Iya kakak ku sayang"jawabnya asal.
"Permisi.."seorang wanita yang bertugas membawakan makanan untuk pasien masuk dengan sopan.
"Terima kasih mbak"sambut ku.
"Sama-sama"jawabnya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Emak mau makan sekarang?"tanyaku.
"Boleh."
Ku bantu emak duduk dan mengganjal punggung nya dengan sebuah bantal agar emak lebih enak posisinya.
"Yati suapin ya mak?"rayu ku.
"Nggak usah,emak sudah sehat kok.Kamu makan juga biar kita bisa cepat pulang"saran emak.
"Iya Mak."
"Ban,tadi kamu beli apa?"
"Bubur ayam satu sama dua nasi uduk,juga kopi susu sachet biar pagi ku komplit"terang nya panjang lebar.
"Jadi kalau minumnya cuma pakai teh atau air putih,makan mu nggak komplit"seloroh ku.
"Ya kurang kak, ini lah yang membedakan kita antara laki-laki dan perempuan."
"Bagi kami kaum Adam kopi itu seperti filosofi kehidupan..."
"Alah mulai deh keluar kata-kata pujangga"potong ku sambil menyuapkan sesendok bubur ayam ke mulutnya.
"Lagi dong kak,lama nggak di suapin kakak serasa kembali ke masa lalu",bukan nya marah malah minta lagi.
"Enak aja,kamu yang kenyang dong"sungut ku merasa kalah.
Emak tertawa kecil mendengar perdebatan kami.
Sesaat hening karena kami asyik menghabiskan sarapan pagi ini.
"In sya Allah nanti sore,itu pun kalau emak mengijinkan"jawab ku sambil melempar pandangan ke arah emak.
"Lebih cepat,lebih baik nak.Kamu dan Ridwan juga sudah cukup umur untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan."
"Iya kak,jangan lama-lama nanti kelamaan bisa karatan kata orang"goda Bani sambil tertawa.
"Itu kata kamu,biar kamu juga cepat nyusul sama Ririn kan"balas ku.
"Harus itu,kakak duluan baru adiknya.Kode etik persaudaraan"tawanya lagi.
"Permisi,maaf mengganggu waktunya..."dua orang perawat masuk dengan membawa perlengkapan medis.
Setelah emak di periksa kemudian salah satu perawat melepaskan selang infus yang melekat di pergelangan tangan emak.
"Seperti keterangan dokter kemarin,pagi ini ibu sudah boleh pulang.Dan mbak bisa mengurus administrasi nya nanti di depan"jelasnya dengan sopan.
"Jaga kesehatan ya Bu,kami permisi..."pamitnya.
"Terima kasih sus"balas ku.
"Ramah,sopan dan cantik lagi.Sungguh wanita idaman"celetuk Bani setelah kedua perawat itu pergi.
"Itu memang sudah tugas mereka,Ban.
Dimana-dimana kalau kita melayani orang dengan ramah dan sopan, orang-orang pasti akan senang juga memberikan kesan baik bagi rumah sakit ini"papar ku.
Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.Aku bergegas menuju loket untuk mengurus administrasi.
Dreet...dreet...
__ADS_1
"Jam berapa emak pulang,Yat?"pesan dari bang Ronald.
Sejenak ku terdiam,"kok bang Ronald tau hari ini emak sudah boleh pulang...ah mungkin dari Ririn,"batin ku.
"Sekarang bang,ini juga kami sudah siap-siap mau pulang"balasku.
"Tunggu sebentar ya,nanti abang jemput."
"Nggak usah bang,barusan Bani sudah pesan taksi online juga"balas ku lagi merasa tidak enak.
"Kenapa nggak minta jemput abang aja?"
"Nggak pa-pa bang,bang Ronald juga harus kerjakan?"ku beri emoticon senyum.
"Ok ya sudah kalau begitu,nanti kalau ada waktu abang pasti mampir ke rumah."
"Iya bang"jawab ku singkat.
Belum sempat ku taruh ponsel ke dalam tas,pesan dari kak Ridwan juga masuk.
"Emak hari ini jadi pulang kan?"
"Iya,kak"balas ku.
"Tunggu sebentar,aku hampir sampai."
Ku balas dengan emoticon jempol dan peluk.
Tidak berapa lama.
Tok...tok...tok...
"Kak,bukain pintu tuh!"seru Bani.
Ku lepas tas pakaian dan tikar pandan yang sudah ku susun di sudut ruangan.
"Masuk kak,"kata ku saat tahu kalau yang mengetuk tadi adalah kak Ridwan.
"Administrasi nya ?"tanya nya.
"Sudah semua kak,tinggal angkut barang bawaan aja"jelas ku.
"Mau pulang sekarang,mak?"
"Iya kak,emak sudah jenuh kelamaan disini"jawab ku sambil melempar senyum pada emak.
"Yakin sudah enakan mak?"goda kak Ridwan mendekat ke arah emak.
"Iya nak,emak malah jadi mual kalau terlalu lama mencium bau obat-obatan disini"terang emak.
"Ya sudah kalau gitu,ayo kita pulang mak"ajak nya mengulurkan tangan mau menuntun tangan emak.
"Seharusnya Yati yang kamu tuntun,bukan emak"tolak emak halus sambil tersenyum.
"Kalau Yati nanti langsung di tuntun ke penghulu aja mak, nggak lama lagi kok"lirik nya ke arah ku yang tersipu malu mendengarnya.
"Cie...cie..cie..ada yang malu-malu kucing nih"goda Bani membuat rona pipi ku semakin memerah.
"Sudah,sudah ayo pulang..."ku coba mengalihkan perbincangan dengan memapah emak untuk berjalan.
Terima kasih sudah mampir di lapak emak,mohon dukungan nya agar emak selalu semangat nulisnya ya 🙏🙏🙏
__ADS_1