
Kesetiaan seorang lelaki di uji ketika memiliki harta atau pun kekuasaan sedangkan kesetiaan seorang wanita di uji dengan kesusahan secara materi.
Banyak laki-laki yang kemudian menjadi lupa diri karena sudah merasa berharta hingga meninggalkan anak dan istrinya demi seorang wanita.
Lupa dengan siapa,yang selalu setia mendukung dan menemaninya hingga sukses.
Rela melepaskan genggaman tangan yang bertahun-tahun memberikan semangat dan kekuatan atas nama bakti dari seorang istri demi kata-kata manis dan manja seorang wanita yang baru di kenal.
Namun semua yang dilandasi tanpa ketulusan hati tak kan pernah berlangsung lama,suatu saat akan terkuak tabir kepalsuan nya.
*******
Dada Abah terlihat naik turun menahan amarahnya.Matanya memandang tajam ke arah Inah yang sedang duduk meringkuk di sudut ranjang karena ketakutan.
"Kamu....dasar ******,tunggu saja giliran mu..."teriak abah mengancam kemudian keluar kembali mengejar Ardi.
Rumah Ardi dan abah hanya berjarak sekitar 500 meter.
Setelah melompat keluar lewat jendela,Ardi berlari menuju rumah nya mengambil sepeda motor nya untuk kabur.
Abah yang melihat dari kejauhan pun terus berusaha mengejarnya.
Saat melewati depan rumah wa Tinah,abah melihat motor Laila terparkir di depan teras.
"Laila...Laila..."teriak abah memanggil di pintu.
"Eh paman,ada apa?"sahut Laila.
"Paman pinjam motormu sebentar"ucap abah cepat.
"Ini kuncinya paman."
Dengan cepat abah menyambut kunci yang di berikan Laila kemudian menjalankan motor dengan lajunya.
"Siapa la?"tanya wa Tinah menghampiri Laila.
"Paman pinjam motor mak tapi kayaknya sedang marah gitu mak"terang Laila.
"Marah sama siapa?"tanya wa Tinah heran.
"Nggak tau juga mak."
******
Abah terus memacu laju motor dengan kecepatan tinggi.Tak memperdulikan sapaan warga yang berpapasan dengannya.
Yang di pikiran abah sekarang adalah menangkap Ardi dan menyeretnya bersama Inah agar mendapatkan hukuman karena telah berani bermain api di belakangnya.
Karena hati dan pikiran yang sudah di pengaruhi oleh amarah hingga membuat abah tidak bisa mengontrol lagi laju motornya.
__ADS_1
Di sebuah perempatan jalan sebuah truk yang mengangkut sawit melaju dari arah berlawanan.
Abah yang menerobos perempatan tanpa melihat keadaan sekitarnya pun terkejut hingga membuat motor oleng dan terjatuh terperosok ke bawah badan bagian belakang truk.
Orang-orang yang melihat kejadian tersebut pun berhamburan lari mendekat untuk memastikan keadaan abah.
Beberapa orang laki-laki dewasa berusaha memberikan pertolongan dengan mengeluarkan abah yang terhimpit motor dari kolong truk tersebut.
Tidak berapa lama mobil ambulans datang membawa abah yang sudah pingsan dengan mengeluarkan banyak darah menuju rumah sakit.
******
"Assalamualaikum wa,wa Tinah..."suara seorang remaja laki-laki memanggil wa Tinah dari depan pintu
"Wa alaikum salam"sahut Laila yang sedari tadi lagi asyik menonton TV.
"Eh Yusuf,ada apa?"tanya Laila penasaran melihat wajah cemas remaja tersebut.
"Anu kak,abah...abah kecelakaan,tabrakan sama truk di perempatan sana"terangnya sambil terus mengusap wajah.
"Terus sekarang abahnya dimana?"desak Laila.
"Sudah di bawa ke rumah sakit,kak."
"Ma kasih ya,kami kesana sekarang"jawab Laila cepat kemudian masuk ke dalam rumah mencari wa Tinah yang sedang berada di dapur.
"Mak,mak..."teriak Laila.
"Aduh emak ini,malah jadi ngomel-ngomel sih."
"Itu mak,paman katanya kecelakaan di tabrak truk di perempatan.Tadi si Yusuf anaknya mang Amat yang ngasih tau"jelas Laila.
"Hah,kok bisa?"kaget wa Tinah.
"Ya bisa lah mak,kalau mengendarai motornya macam orang kesetanan gitu"sungut Laila mengingat abah yang ngebut membawa motornya tadi.
"Ya sudah,ayo kita kesana melihat keadaan paman mu"ajak emak.
"Emang emak mau kemana ?"tanya Laila yang bingung melihat emak menarik tangannya hingga ke halaman rumah.
"Katanya kan tadi abah kecelakaan di perempatan jalan sana?"tunjuk emak sewot.
"Iya memang paman kecelakaan nya di perempatan jalan sana mak tapi sekarang sudah di bawa ke rumah sakit"jelas Laila panjang lebar.
"Aduh kenapa nggak ngomong dari tadi sih"jawab wa Tinah dengan sewotnya lagi.
"Lho,emak masuk ke rumah mau ngapain lagi ?"teriak Laila bingung.
"Ngambil dompet lah,emang mau jalan kaki ke rumah sakit"teriak emak tak mau kalah.
__ADS_1
Tidak berapa lama,wa Tinah dan Laila pun berangkat ke rumah sakit dengan menggunakan 2 buah ojek.
Sesampainya di rumah sakit, mereka tidak dapat masuk melihat langsung keadaan abah sekarang karena abah masih dalam perawatan di ruang IGD.
Wa Tinah terlihat berjalan mondar-mandir dengan gelisah.
"Mak,apa perlu Laila telpon Yati ya?"tanya Laila membuat wa Tinah terdiam sejenak.
"Jangan la,biar saja paman mu merasakan karmanya dulu.Biar dia adik emak tapi emak juga merasakan gimana sakit hatinya emak Yati karena kelakuan paman mu itu dulu"terang wa Tinah.
Biar Inah juga merasakan gimana merawat suami kalau sedang sakit,jangan cuma mau enaknya aja"ekspresi wajah wa Tinah terlihat jengkel.
"Eh iya, ngomong-ngomong...kok Inah nggak kelihatan batang hidungnya ya?"
"Apa nggak tahu suami lagi kena musibah atau memang nggak mau tahu?"cerocos wa Tinah.
"Nanti juga bakal nongol orangnya mak"sahut Laila dengan malas mendengar nama Inah.
*******
Setelah memberi kabar ke keluarga wa Tinah,Yusuf kembali berlari menuju rumah abah untuk memberitahu Inah perihal kecelakaan yang menimpa abah.
"Mbak,mbak Inah...."Yusuf terengah-engah.
Tok...tok...tok...
"Mbak,mbak Inah..."teriaknya lagi lebih keras sambil mengetuk pintu rumah yang masih tertutup rapat.
Inah membuka pintu dengan wajah masam.
"Ada apa ....?"sahutnya terlihat ketus.
"Abah,mbak...Abah kecelakaan, sekarang sudah di bawa ke rumah sakit,mbak"terang Yusuf.
"Kecelakaan gimana ?"tanya Inah penasaran.
"Abah naik motornya kak Laila,nggak tau juga mau kemana terus di perempatan sana tabrakan sama truk yang mengangkut sawit,mbak"jelas Yusuf.
"Terus sekarang gimana keadaan abah?"selidik Inah dengan wajah cemas yang di buat-buat.
"Alhamdulillah abah bisa di selamatkan tapi kaki abah sepertinya patah deh mbak"jawab Yusuf lagi.
"Aduh kenapa nggak mati aja sih sekalian"gumam Inah keceplosan.
"Hah,kenapa mbak?"tanya Yusuf heran.
"Eh nggak pa-pa,terus siapa yang jagain abah sekarang di rumah sakit?"tanya Inah lagi memastikan keadaan.
"Sepertinya wa Tinah sudah berangkat kesana mbak.Sudah ya mbak,aku mau pulang dulu"pamit Yusuf.
__ADS_1
"Iya,iya...ma kasih banyak ya"jawab Inah sambil tersenyum penuh makna.