BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
ORANG KETIGA DARI MASA LALU


__ADS_3

Hari demi hari yang ku jalani terasa indah.Berada di tempat kerja menjadi rutinitas yang sangat menyenangkan bagiku.Setiap jam makan siang selalu ada kak Ridwan yang ada duduk di sampingku.


"Bawa bekal apa hari ini....?"


"Oseng tempe kacang panjang sama lauk telor aja kak"


"Nih mama masakin rendang, bekalnya di siapin porsi dobel katanya sih buat calon mantu.."kata kak Ridwan sambil membuka kotak makan yang memang ukuran nya terlihat cukup besar.


Kak Ridwan kemudian mengambil kotak makan ku.


"Kamu makan rendangnya,aku makan yang ini."


"Sama-sama aja kak...."tukas ku.


Dia pun tersenyum.


"Mm yang lagi jatuh cinta...."seloroh Ririn yang tiba-tiba muncul di depan kami.


"Wah ada bau-bau rendang,enak nih kayaknya..."


"Duduk sini Rin,kita makan sama-sama."


Tanpa di suruh 2 kali langsung Ririn duduk di depan kami.Dengan cepat tangannya membuka kotak bekalnya sendiri.


"Ada acara apa nih jadi bikin rendang,kok Ririn yang imut ini nggak di undang..."ujarnya dengan mulut penuh menatap ke arah ku.


"Kak Ridwan yang bawain dari rumah katanya mamanya yang bikinin."


"Mm pantesan enak,masakan camer....calon mertua..."seloroh nya lagi.


"Udah makan dulu,tuh menetes air liur dari bibir kalau ngomong terus..."potong kak Ridwan yang sedari tadi hanya menyimak obrolan kami berdua.


"Mm enak,enak..."balas Ririn tanpa mempedulikan teguran kak Ridwan.


Aku pun merasa geli melihat kelakuan Ririn yang kekanak-kanakan.


Tanpa sadar dari kejauhan ku lihat bang Ronald memperhatikan kami.


Tatapan mata kami bertemu.


Sesaat kemudian dia pun berlalu dengan ekspresi wajah yang datar.Ada rasa tidak nyaman dalam hatiku.


Selesai makan,kak Ridwan bergegas pergi lebih dahulu karena masih ada kerjaan yang belum selesai.


Aku dan Ririn berjalan santai memasuki lorong minimarket.


"Sejak kapan kalian pacaran...?"selidiknya.


"Mm entahlah aku juga lupa...?"canda ku sambil tertawa.


"Yat,kemarin bang Ronald nitip sesuatu ke aku, katanya sih buat kamu..."


"Dia banyak nanya tentang kamu,juga hubungan kamu dengan kak Ridwan."tuturnya.


"Kapan...?"


"Kemarin Yat...",aduh nih anak baru juga pacaran udah kurang pendengaran tuh kuping."


"Serius deh Yat."


"Ok..ok...serius nih,"angguk ku.


"Terus kamu cerita apa aja tentang aku sama bang Ronald...?"tanya ku ingin tahu.

__ADS_1


"Yah nggak semua harus ku kasih tau juga kali..."potongnya.


"Pantesan..."


"Pantesan apaan...?"cekal Ririn di lenganku.


"Bang Ronald Minggu kemarin datang ke rumah."


"Serius..,terus ...terus...? cecar nya penasaran.


"Katanya sih cuma lewat doang,beliin martabak sama terang bulan."jelas ku.


"Pasti tau alamat rumah ku dari kamu,iya kan...?"


"Di sogok berapa...?"selidik ku.


"Enak aja, emangnya aku macam koruptor yang suka di sogok."


"Aku cuma nolong, kasihan aja sih Yat..."


"Padahal kalau di pikir-pikir daripada ngejar-ngejar kamu kan mending sama aku aja,"


"Aku kan juga cantik,manis,imut...."jawabnya panjang lebar dengan gaya centil.


Iya,kalau di lihat-lihat Ririn juga cantik dan manis cuman sikapnya aja yang suka grasak-grusuk.


Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.


***


POV RIDWAN


Setelah menghabiskan waktu makan siang bersama Yati,aku bergegas kembali lebih dulu untuk menyelesaikan tugas ku.


Aku sengaja menutupi identitas ku sebagai seorang anak tunggal dari pengusaha tambang terkenal agar dapat memudahkan ku untuk mencari pengalaman dalam dunia kerja sekaligus untuk mencari cinta sejati ku.


"Wan,kamu susun barang-barang di gudang 1 sekalian cek stok dan masa expired nya.."perintah bang Ronald.


"Baik bang,"jawab ku tanpa bantahan.


Entah kenapa sikap bang Ronald akhir-akhir ini agak berbeda terhadapku.Hari ini saja, banyak pekerjaan yang seperti nya sengaja di berikan ku lebih banyak dari karyawan yang lainnya.


Tetapi ku coba berprasangka baik saja,mungkin ini akan menjadi pembelajaran yang baik buatku.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat tapi aku belum juga selesai dengan semua barang-barang ini.


"Lebih baik ku keluar sebentar menemui Yati,"batin ku.


Setengah berlari ku kejar Yati dan Ririn yang sudah berada di area parkir.


"Yat,kamu nggak pa-pa kan pulang duluan.Aku masih ada kerjaan yang belum selesai di gudang.."jelas ku.


"Iya kak,nggak pa-pa kok."


"Nanti kalau sudah di rumah,kasih kabar."


"Rin,titip Yati ya..."pintaku sama Ririn.


"Ok kak."


Setelah melepas kepulangan mereka,aku pun kembali ke dalam gudang untuk menyelesaikan pekerjaan ku secepatnya.


Dreet....dreet...dreet...

__ADS_1


Ponsel ku bergetar tanda panggilan masuk.


Memang sengaja tidak ku actif kan nada dering nya agar tidak menggangu saat jam kerja.


Ku lihat no yang tertera di layar ponsel ku.No yang tidak ku kenal.Sejenak aku berpikir tanpa langsung mengangkat panggilan tersebut.


Dreet.......dreet....


Ponsel ku bergetar lagi.


"Halo... siapa ini...?"


"Ridwan.."ucap wanita di seberang menyebut nama ku.


Aku masih mengenal suara itu,dia yang dulu pernah hadir menghiasi indahnya hari-hari ku.


Yang pernah menjadi harapan besar ku untuk menjadikan nya sebagai ibu dari anak-anak ku kelak.


Dia wanita pertama yang membawa sejuta warna dalam hidupku namun akhirnya dia pula yang menghancurkan semuanya.


"Annisa.."sahut ku dengan nada datar.


"Iya benar."sahutnya.


"Kalau boleh aku ingin bertemu dengan mu."


"Untuk apa lagi...?"tanya ku ketus.


"Tidak ada yang penting lagi di antara kita."


Sungguh aku sudah benci untuk menyebut kata kita dengan mu.


Ku matikan panggilan dari Annisa.


Entah kenapa amarah ku timbul dengan besar.


Kenapa dia harus hadir lagi,di saat aku sudah bisa bangkit dari masa lalu yang sangat membelenggu jiwa ku dulu.


Ku tepis bayang-bayang nya yang kembali bermain di ingatan ku.


Annisa yang di mata ku sangat sempurna ,tak mungkin berpaling dari ku karena segala apapun yang dia mau selalu aku penuhi.


Karena saking sayang dan cinta aku padanya dari ujung rambut hingga ujung kaki selalu ku jaga hingga halal bagi kami telah tiba.


Tapi ternyata aku sendiri yang menyaksikan dengan mudahnya dia bermesraan dengan lelaki lain.


Setelah peristiwa itu aku pun menghilang dari kehidupan nya tanpa pemberitahuan.Bagi ku tidak penting untuk marah atas perbuatannya.


Ku yakin itu petunjuk bagiku agar tidak salah memilih pasangan hidup ku kelak.


Ku tarik nafas panjang dan melepaskan nya dengan perlahan berharap sisa-sisa memori dalam otak ku bersamanya pun terbang menghilang.


Ku langkahkan kaki untuk pulang.


Ku bawa keluar motor bebek ku dari area parkir.


"Wan...."


******


Bagaimana pertemuan antara Annisa dan Ridwan....


penasaran kan, cek terus episode berikutnya ya

__ADS_1


di lapak emak jangan lupa beri dukungan biar emak semangat nulisnya 🙏🙏🙏


__ADS_2