BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
RENCANA JAHAT INAH


__ADS_3

POV INAH


Tok...tok...tok...


Suara ketukan yang cukup keras membangunkan ku dari mimpi indah setelah bercinta dengan Edi,laki-laki muda yang baru ku kenal tadi malam.Perlahan ku pindahkan lengan Edi dan beringsut turun dari ranjang menuju pintu.


Ku sembulkan kepala di balik pintu yang terbuka sedikit.


"Waduh,baru bangun ya...."seru Maria,teman sekaligus sahabat ku dalam hobi yang sama, maksudnya hobi suka main l*ndir dalam dunia percintaan.


"Habis begadang tadi malam"sahut ku asal sambil berjalan santai.


"Halah kaya pengantin baru aja begadang semalaman.Ntar lemes bin kering tuh dengkul"selorohnya sambil tertawa.


"Biasa say,dapat berondong yang baru merasa nikmatnya liang s*l*ngk*ng*n semangatnya tingkat dewa.Baru juga ngecrot terus di istirahatin sebentar nggak lama minta di gesek lagi"jawab ku santai dengan kosa kata bahasa tanpa saringan.


"Waduh jadi beneran nggak bisa tidur semalaman dong,nah?"seringai Maria.


"Pas subuh,mata ku merem nggak tahan lagi mau tidur tahu-tahu dia nusuk dari belakang.Aku biarin aja sampai dia puas,yah hitung-hitung pengantar tidur.Nikmaaaaat...."desah ku panas.


"Eits gila,kuat banget ya batang nya Edi.Aku pengen nyobain juga dong,..."rayu Maria merapat pada ku.


"Masuk aja ke dalam"ku jawab dengan mata melirik ke kamar dimana Edi masih terlelap.


"Ngomong-ngomong,gede nggak...?"Maria makin penasaran.


"Lumayan dari pada punya Ardi"jawab ku mencari pembanding.


"Ardi bekas kamu yang dulu itu say?"ingat nya.


"Ardi mana lagi,ya Ardi itu lah.Kan kamu juga pernah merasakan nikmatnya b*t*ng Ardi jadi pasti tahu gimana bentuk nya"pancing ku.


Aku ingat dulu pernah memergoki Maria dan Ardi sedang bercumbu dengan panasnya hingga tidak menyadari kehadiran ku yang jadi penonton.


Hubungan ku dan Ardi cuma sebatas teman pemuas hasrat karena dia lebih muda dan asyik aja ketimbang aku harus berhubungan suami-istri dengan abah yang sudah tua dan pastinya tidak tahan lama.


Yah, intinya menikah dengan abah bagi ku hanya sebagai status dan mendapatkan nafkah secara materi agar aku tidak pusing mikir uang buat jajan.

__ADS_1


"Gila kalau lebih gede dari punya Ardi,enak banget...."gumam Maria mungkin dia sedang membayangkan bagaimana rasanya di colok b*t*Ng Edi nanti.


"Udah cepetan sana masuk biar tau gimana rasanya"aku pun beranjak menuju belakang rumah.


"Eh say,mau kemana...?"cegah Maria.


"Mandi lah,terus makan.Bercinta bikin lapar,cuy"seloroh ku santai melangkahkan kakiku meninggalkan Maria yang tersenyum bahagia di wajahnya.


Selesai mandi,aku kembali masuk dan mendapati Maria masih duduk di tempatnya tadi.Dia sedang asyik berbalas pesan di aplikasi hijau.


"Kok masih di sini, katanya pengen cepet-cepet ngicip b*t*ngnya Edi"goda ku mengambil tempat duduk di sampingnya.


"Entar,nunggu dia habis mandi aja biar wangi dan enak mainnya"jawabnya santai.


"Kamu nggak mau pulang ke rumah abah dulu nah,udah hampir sebulan kan?"sela Maria.


"Kamu ngusir ya,nggak senang kalau aku di sini?"jawab ku dengan nada agak tinggi.


"Ish sensi banget sih say.Aku senang banget kamu tinggal disini jadi tambah rame pelanggan yang datang tapi apa abah nggak bakal curiga?".


Aku pun mengangguk-angguk mengiyakan semua kata-katanya.


"Sebenarnya malas banget pulang ke rumah si tua itu.Di sana aku harus melayani segala keperluannya seperti pembantu saja, apalagi harus mendengar segala ceramah dari wa Tinah saudaranya abah"jelas ku jengah.


"Sabar dong say,demi warisannya"sahut Maria memberikan semangat.


"Gimana ya supaya si tua abah itu cepat mati jadi cepat juga aku dapat semua warisannya?"gumam ku.


"Di beri racun aja pasti cepat tuh berangkat nya ke alam baka"sahut Maria dengan santai sambil masih asyik melihat layar ponsel nya.


"Gila kamu,Mar.Kalau sampai ada yang tahu bakal sekolah di balik jeruji besi penjara nanti"potong ku cepat.


"Ya jangan sampai ada yang tahu dong.Otak itu di pakai say,jangan di isi nafsu melulu"bela nya.


Aku pun membalasnya dengan senyum manyun.


"Terus gimana caranya Mar?"tanya ku masih penasaran.

__ADS_1


"Kamu tambahkan sedikit ke dalam makanan juga minuman yang kamu siapkan buat abah paling nggak sampai 3 bulan pasti abah bakal mati"jelas Maria dengan gamblang.


"Kenapa harus nunggu sampai 3 bulan, kelamaan Mar"dengus ku agak kesal.


"Kamu mau nanti ada yang curiga,hah.Saat kamu berada di rumah abah terus tidak berapa lama abah meninggal dunia pasti akan memancing kecurigaan dari pihak keluarga Abah,Inah"Maria menatap ku dengan melotot.


"Kamu harus bersabar menunggu reaksi racun itu.Kesehatan abah akan menurun dan semakin melemah karena begitulah cara kerja racun tersebut,sampai ajal nya tiba"jelas Maria.


"Taraaaa,setelah itu kamu bisa berbuat sesuka hati mu"Maria pun tersenyum menggoda.


"Hebat,rencana yang bagus Mar.Kamu kok tau banyak soal ini, pernah nyoba ya?"selidik ku.


"Aku sih nggak pernah mencoba say, kebetulan ada teman ku dulu yang punya masalah seperti kamu dan dia cerita sama aku"terang Maria lagi.


"Terus dimana dong tempat buat membeli racun itu?"tanya ku lagi dengan tidak sabar.


"Nanti ku coba hubungi teman ku dulu ya,biar ku pesankan sekalian"tawar Maria.


"Ok, secepatnya ya Mar"pinta ku.


Maria mengangkat jari jempolnya tanda setuju.Kemudian kembali asyik dengan ponselnya.


Aku pun melayang dengan pikiran ku sendiri.Membuat abah menemui ajalnya dengan memberinya racun sungguh terdengar sangat kejam dan aku pun sadar itu merupakan suatu kejahatan.Bila sampai ada yang tahu resikonya pasti aku bakal masuk penjara selama bertahun-tahun.


Tapi hati nurani ku sudah tertutup dengan keserakahan.


Aku sedari kecil tak pernah merasakan kasih sayang orang tua karena mereka bercerai dan memilih meninggalkan ku dengan nenek.


Kehidupan ku berdua dengan nenek,sangat menyedihkan.Tidak jarang kami hanya makan sekali sehari karena tidak ada yang dapat kami makan.Sedangkan kedua orang tua ku tak pernah peduli dengan keadaan kami.


Semua kepahitan hidup ku membuat hati ini pun jadi mengeras seperti batu.Apalagi semenjak nenek meninggalkan ku untuk selamanya.


Sejak itu pula aku kenal dengan dunia malam,dunia yang hanya penuh dengan nafsu....Hingga aku bertemu dengan abah dan dapat menaklukkan hatinya dengan menggunakan pelet tentunya.


Mohon maaf untuk semuanya, karena emak baru bisa update...maklum,baru habis lahiran dan Alhamdulillah, Allah SWT menitipkan anugerah Nya lagi, seorang bayi perempuan....


Kami mohon doa nya dari semua reader,semoga hadirnya si mungil kami membawa keberkahan dunia dan akhirat.... aamiin ya rabbal alamin

__ADS_1


__ADS_2