
***
POV RONALD
Jam sudah menunjukkan pukul 08.17 pagi.
Biasanya aku sudah ada di lapangan lebih dahulu dari karyawan lainnya.
"Aish sial, kesiangan..."desis ku.
Begini lah hidup sendiri, walaupun sudah ada jam weker sebagai alarm adakalanya tidak terdengar.
Ku sambar handuk dan bergegas menuju kamar mandi.
Setelah selesai,ku pakai setelan kerja yang sudah tersedia di dalam lemari.
Ku seduh susu hangat ke dalam mangkuk yang berisi sereal,makanan cepat di waktu darurat.
Setelah sarapan, ku buka layar ponsel.
Ada beberapa notifikasi pesan watshapp masuk.
Dari Agus dan security.
Tapi yang lebih menarik perhatian ku,ada pesan masuk dari kamu,Yati.
"Ma kasih banyak bang,sudah bantu aku.."
"Kalau nggak ada abang, mungkin aku saat ini masih terjebak di dalam sana."
Aku tersenyum,ada rasa di hati yang bergemuruh.
Baru pertama ini aku merasakannya,rasanya mau jingkrak-jingkrak.
Tapi malu sama umur.
"Nggak pa-pa Yat..."
"Gimana keadaan kamu sekarang...?"
"Alhamdulillah,bang....sudah mendingan,nggak shock lagi"
"Ok,kamu istirahat aja dulu di rumah ya..."
"Iya bang,ma kasih.."
Memang isinya cuma sebatas masalah yang berhubungan dengan pekerjaan tapi bagiku menjadi mood booster ku pagi ini.
Segera ku sambar kunci mobil dan melajukan nya menuju tempat kerja.
"Tumben bang,datang agak siang..."
"Tadi malam mimpinya panjang ya bang...."seloroh Agus yang sedari tadi terlihat sibuk dengan kertas-kertas di tangannya.
"Mimpi bersambung..."sahut ku datar.
"Waduh, sinetron dong..."jawab nya sambil cengengesan.
"Amel sudah masuk,gus..."
"Tuh..."tunjuk Agus dengan ekor matanya ke arah orang yang di maksud.
"Panggil ke ruangan ku..."
"Waduh bang,kayaknya abang musti panggil sendiri deh..."
"Singa betina pagi ini lagi ganas banget,apa lagi kedatangan tamu bulanan ya...?"
"Atau lagi marahan sama pacarnya,...?"ceritanya.
Ku tatap Agus tanpa suara.
"Beneran bang,tadi aja aku minta data stok barang yang kemarin masuk gudang malah kena marah..."terang Agus.
__ADS_1
Aku masih diam dan menatap padanya.
"Iya bang,iya...nih aku panggilkan singa nya.."ucapnya mengalah sambil berjalan menjauh.
Aku dan Agus memang sudah lama kenal jadi tau bagaimana sifat masing-masing.
Hanya dia yang berani ceplas-ceplos di hadapan ku.
Sedangkan karyawan lain banyak yang segan pada ku,mungkin karena sikap dan pembawaan ku yang terlalu dingin.
"Mel,di panggil Lion king tuh..."
"Apa..."sahut Amel ketus.
"Di panggil bang Ronald, sekarang juga..."tegas Agus.
Terdengar suara Amel mendengus kesal.
Tok...tok...
"Masuk..."
"Abang manggil aku.."suara Amel terdengar pelan.
"Iya, duduk lah..."jawab ku yang masih menatap layar laptop.
"Memangnya ada apa bang...?"
Sesaat hening di antara kami,sengaja tak ku jawab pertanyaan nya.
"Coba kamu lihat sendiri..."perintah ku sambil memutar layar laptop ke arah nya.
Mimik wajahnya berubah.
"Kamu tidak bisa menyangkal seperti yang sudah-sudah,karena cctv sudah actif terpasang luar dan dalam di setiap sudut bangunan ini.
"Aku sudah 2 kali memberi peringatan lisan sama kamu,tapi untuk kali ini rasanya tidak bisa di tolerir lagi."
"Kinerja kamu bagus makanya masih di pertahankan oleh pihak manajemen tapi tindakan kamu akhir-akhir ini sudah lewat dari batas kewajaran."
Amel tertunduk dan menangis mendengar semua ucapan ku.
"Sekarang kamu bereskan barang-barang mu dan pulang lah.."
"Maksud abang...?"
"Maaf Mel,kamu di pecat..."tegas ku.
"Abang kejam,jahat..."teriaknya sambil berdiri.
"Aku begini karena abang,..."
Aku terdiam mencerna kata-kata nya.
"Apa maksud kamu...?"
"Abang tidak punya hati,apa abang buta...?"
"Kenapa harus Yati,apa lebihnya dia...?"
"Kok kamu ngomong nya ngelantur...?"jawab ku yang kemudian juga mengambil posisi berdiri.
"Abang selalu memperhatikan Yati dari jauh,...."
"Abang menyukai nya kan...?"
"Tapi sayang Yati sudah memilih Ridwan..."
"Apa yang abang rasakan...?"sakit kan bang...?"
"Aku juga sakit bang,setiap melihat abang memberi perhatian sama dia..."
"Aku selalu ada dekat abang tapi tidak pernah di anggap ada."
__ADS_1
"Perhatian ku selama ini sama abang, karena aku menyukai abang..."
"Cukup Mel,di antara kita hanya sebatas rekan kerja..."potong ku.
"Kamu salah kalau mencampur adukkan dengan masalah pribadi, sekarang keluarlah..!"
Amel berlari keluar dengan Isak tangis nya yang masih terdengar.
Aku menghela nafas panjang.
"Maaf Mel, sebagai atasan aku harus tegas..."batin ku.
"Dan aku juga berhutang maaf, karena tidak bisa membalas perasaan yang sama..."
Tok...tok...
"Boleh masuk bang..."kepala Agus muncul dari balik pintu.
"Masuk lah.."jawab ku sambil menyeruput kopi yang mulai dingin.
"Singa betina kenapa bang...?"tanya Agus dengan menarik kursi untuk duduk.
"Dasar kepo..."sahut ku.
"He he he...bukan aku,bang.."
"Anak-anak minta penjelasan dari ku jadi sekarang aku pengen tau juga..."
"Hmmm masa senior di atur junior-junior nya...?"ledek ku.
"Sebenarnya jiwa kepo kami sama besarnya bang jadi nggak ada tuh istilah senior dan junior..."jawab nya ringan.
"Terus kalau nanti sudah tau jadi bahan panas buat di ghibah..."kata ku nyindir secara halus.
"Ya nggak segitunya juga kali bang,...."
"Kalau tau masalahnya apa, sebabnya kenapa,ya penutupnya,kita cari kesimpulan aja..."
"Supaya nanti jadi pelajaran buat yang lain,gitu bang..."
"Emang gitu...?"tanya ku dengan wajah datar.
"Iya lah bang,Agus gitu..."balasnya dengan masih cengengesan.
Ku hela nafas panjang.
"Nih..."tunjuk ku memperlihatkan semua tampilan rekaman cctv yang berhubungan dengan masalah Amel tadi ke Agus.
"Waduh...kejam juga si singa betina itu ya...?"
"Terus yang ini,dia juga pelakunya bang...?"tanya Agus menunjuk salah satu gambar.
"Iya,dia juga yang memasukkan bangkai tikus ke loker nya Yati.
"Motifnya apa bang,...?"
"Oo aku ngerti,pasti ini masalah hati kan bang...?"
"Amel cemburu sama Yati soalnya banyak yang suka berteman sama dia."
"Mungkin,..."jawab ku singkat.
"Di tambah dia pasti tambah cemburu karena abang juga perhatian sama Yati."
"Kamu tau darimana...?"selidik ku.
"Semua orang juga tau bang,kalau Amel tuh suka sama abang."
"Dia sendiri yang ngomong sama anak-anak,kalau dia tuh suka sama abang.."
"Terus kalau ada anak cewek baru masuk, sudah pasti dapat peringatan dari dia supaya jaga jarak dari Abang kalau tidak kreeek.."terang nya sambil menggerakkan satu jari melintang di leher.
"Masa sih,kok aku nggak tau ya...?"gumam ku.
__ADS_1
"Gimana Abang mau tau kalau terus di dalam kandang..."ledeknya.
"Ya udah bang,aku balik lagi...kasihan anak-anak kelamaan nunggu info dari aku.."ucap Agus bangkit dari tempat duduknya.