
*********
POV RIDWAN
Inilah kenyataan dalam kehidupan nyata, tak semanis cerita-cerita novel,pahitnya lika-liku kehidupan yang kemudian berakhir manis dengan penuh kebahagiaan.
Drama asrama dalam hati,mencintai dan tak ingin menyakiti 2 wanita sekaligus bukan suatu yang pernah ku pinta....namun inilah yang harus ku jalani.
Mencoba bersikap adil baik perhatian mau pun kasih sayang memang terasa sulit, sungguh membuat batin ku pun tersiksa dan kadang tak berdaya.
Setiap keputusan yang diambil pasti akan memberikan resiko tersendiri.
Aku hanya mampu berserah diri kepada Allah SWT mengadukan segala masalah ini kepada Nya.Karena ku yakin semua masalah yang datang ini adalah ujian kehidupan yang memang harus di jalani.
*****
Setelah pagi itu mengantarkan emak pulang dari rumah sakit,aku segera pamit pada Yati.
"Jangan lupa sore nanti ?"ku samping kan helai rambut di telinganya.
"Iya kak,"senyumnya dengan tersipu malu.
Ku genggam erat jemari tangan nya seiring langkah kaki kami menuju teras.
"Udah kak, nggak enak nanti di lihat orang-orang"pinta nya mencoba melepas genggaman ku.
"Lengket,"goda ku sambil terkekeh.
Dia pun tertawa kecil mendengar nya.
Aku pun berlalu masuk ke dalam mobil kemudian pergi menjauh.
Ada rasa bahagia jauh di lubuk hati ku mengingat sore ini akan membawa Yati ke rumah bertemu dengan orang tua ku.
Rencananya kami akan membicarakan hubungan ini ke arah yang lebih serius.
Entahlah, setiap melihat senyum yang terpancar di wajahnya membuat aku sangat bahagia dan bersemangat dalam menjalani kehidupan ini.
"Bidadari dari desa"itu lah yang terbersit dalam hati ku setiap kali mengingatnya.
Dreet...dreet...dreet...
"Wan,kamu dimana?"
"Lagi sibuk nggak?"pesan Annisa masuk membuyarkan lamunanku.
"Nggak,ini lagi di jalan.Kenapa ca?"
"Kak Yoga pergi karena ada kerjaan yang harus di urus,aku sendirian di sini."
"Tunggu sebentar ya,ini aku jalan arah kesana"ucap ku pasti.
Mendengar Annisa sendirian di kamarnya,aku menjadi tak tega.Ku arahkan mobil menuju rumah sakit kembali.
Setelah sampai,ku parkir kan mobil dan langsung pergi menuju kamar inapnya.
Sejenak aku terdiam memandangi Annisa dari balik kaca samping pintu masuk.Dia duduk sendiri di pembaringan,memandang jauh ke luar jendela kamar nya.Entah apa yang ada di pikiran nya sekarang.
Semakin hari ku perhatikan tubuhnya semakin kurus dan wajahnya pun terlihat pucat.
__ADS_1
Aku pun mengakui,dalam hati ini masih ada rasa cinta untuk nya.
Walaupun hati ku kini telah mendua dengan hadirnya Yati.
Apakah aku egois karena mencoba belajar untuk tidak terlalu mencintainya lagi?
Sebenarnya aku takut merasakan sakitnya nanti kehilangan nya.
"Ehm,ca"sapa ku sambil membuka pintu perlahan.
"Wan"senyumnya yang di paksakan.
Sesaat ia berpaling lagi sembari mengusap kedua matanya yang lembab.
"Kak Yoga udah lama perginya?"ku coba mengalihkan suasana hatinya.
"Kira-kira setengah jam yang lalu"jawabnya singkat.
"Sudah sarapan?"ku ambil kursi dan duduk dekat ranjangnya.
Dia mengangguk pelan,memandangi ku sayu.
"Kenapa?"tanya ku penasaran.
"Aku takut wan"ucapnya lirih.
"Takut kenapa, cerita dong"rayu ku membujuknya.
"Aku tau waktuku tidak lama lagi,mungkin hanya tinggal beberapa bulan atau beberapa minggu saja."
Ku dekap dirinya dalam pelukan.
"Setiap rasa sakit itu datang,aku merasa takut wan.Takut kalau waktu ku di sini telah habis."
"Saat mata ku terpejam dalam tidur,aku takut esok hari tidak bisa bangun lagi."
"Aku takut tidak bisa melihat kak Yoga atau pun diri mu lagi,wan."
Tangis nya semakin jelas terdengar dari balik dekapan ku.
Ku biarkan dia menumpahkan rasa sesak di dadanya.
Setelah beberapa saat,isak nya mulai mereda.
Ku usap air matanya yang masih tersisa.
"Sudah,jangan terlalu di pikirkan.Kita jalani semua nya sama-sama ya..."rayu ku.
"Ayo tersenyum lah"bujuk ku dengan lembut.
Senyumnya perlahan mengembang walaupun terlihat di paksakan.
"Gitu dong,jangan sedih lagi."
"Mau makan buah apel?"tawar ku.
Annisa pun mengangguk.
Ku ambil pisau dan memotong kecil-kecil buah apel untuk nya.
__ADS_1
"Wan"ucapnya sambil terus memandangi ku.
"Hmmm...kenapa ca?"sahut ku seraya menyuap kan sepotong buah apel tadi ke mulutnya.
Dia mengunyah nya perlahan.Setelah itu di genggamnya erat tangan ku.
"Cari lah wanita lain."
Aku terdiam mendengar kata-kata nya barusan.Bukan karena terkejut tapi lebih condong menjadi merasa bersalah.
"Kamu kenapa ngomong aneh-aneh gitu sih ca?"sela ku.
"Aku cuma nggak mau melihat kamu sedih saat kepergian ku nanti wan."
"Cukup ca,jangan bicara yang tidak-tidak lagi.Kita jalani saja semua seperti biasanya.Biar takdir ini kita lalui sama-sama"bisik ku kembali menenangkannya.
"Seandainya takdir kita terpisah saat ini, berdoa lah agar kelak suatu saat kita bisa bertemu di satu masa yang lainnya."
"Kalau memang waktu kita bersama tidak banyak lagi,ayo kita ukir kenangan manis di setiap waktu yang tersisa."
Dia memandang ku dengan wajah sendu,dan di susul senyum indah di sudut bibirnya.
"Katakan apa mau mu esok hari?"tanya ku memancing semangat nya.
"Aku ingin melihat pantai wan.Mendengarkan suara deburan ombak dan riak air nya."
"Baik,nanti kita pergi ke pantai."
"Sebaiknya sekarang kamu istirahat dulu,simpan tenaga mu buat nanti."
"Benar kamu akan membawa ku pergi ke pantai?"tanya nya ragu.
"Tentu saja"jawab ku pasti.
"Sekarang istirahat lah"ku bantu dia merebahkan tubuhnya.
"Pejamkan matamu dan tidurlah"bisik ku dengan mengecup lembut keningnya.
Matanya pun terpejam membawa jiwanya pergi ke alam mimpi.
"Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk meringankan sakit yang kamu rasa,ca"batin ku.
"Tidur lah dan mimpi kan hal-hal yang indah,aku akan ada untuk mu."
Mungkin inilah takdir cinta yang harus kita jalani.Memang terasa tidak adil karena masih banyak mimpi indah yang belum sempat terwujud.
Dulu kita sempat berandai-andai,jika hubungan cinta ini akan berakhir di pelaminan.
Namun sekarang mungkin semua hanya akan jadi harapan belaka.
Hatiku pun terasa pilu mengingat kata-kata yang barusan keluar dari bibirmu.
"Seandainya waktu mu telah tiba, mampu kah aku rela melepaskan mu tanpa rasa sedih yang mendalam?"
"Walaupun ada Yati yang bisa jadi sandaran ku tapi kamu lah cinta pertama ku."
"Annisa Az Zahra...mari kita ukir kenangan indah di sisa waktu yang ada"
"Seindah nama mu yang akan selalu terukir jauh di lubuk hati ku"
__ADS_1
Ma kasih sudah mampir di lapak emak, mohon dukungan nya selalu agar emak semangat nulisnya ya 🙏🙏🤗