BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
ANAK BROKEN HOME


__ADS_3

***


POV RONALD


Aku terlahir dari keluarga yang tidak harmonis,mama dan papa menikah karena perjodohan orang tua mereka.


Tapi walaupun begitu papa adalah orang yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarga nya.


Saat aku lahir pun,papa lah yang selalu memperhatikan dan memberikan kasih sayang nya.


Berbanding terbalik dengan mama ku.


Dia hanya sibuk dengan dunianya.


Pada suatu saat,usaha papa merosot drastis.


Dia tertipu oleh rekan bisnisnya yang tidak lain adalah sahabat nya sendiri.


Dan yang paling menyedihkan lagi,mama jelas-jelas selingkuh dengan sahabatnya itu.


"Ronald,mama mana...?"tanya papa pada suatu siang yang merupakan hari terbongkarnya perselingkuhan itu.


"Di kamar sama om,pa...?"jawab ku yang masih berusia 5 tahun dengan polos dan masih memainkan mainan mobil di tangan.


"Apa...?"teriak papa keras yang membuat ku terkejut.


Papa langsung berlari ke arah kamar mama.


Dan bisa di bayangkan apa yang terjadi kemudian.


Suara gaduh dan teriakan terdengar dari dalam kamar.Aku terdiam memperhatikan apa yang terjadi antara papa,mama dan pria selingkuhan nya itu.


"Jangan lari kau baj*ngan...!"teriak papa di ambang pintu dengan di pegang mama dari belakang.


"Kamu,... wanita ******.."


"Pergi dari sini..."teriak papa dengan wajah yang penuh kemarahan.


Mama tanpa merasa bersalah hanya diam tanpa berkata sepatah kata pun untuk meminta maaf pada papa.


Dia yang juga masih setengah telanjang, masuk ke dalam kamar.


Dan beberapa saat kemudian keluar dengan sudah berpakaian rapi dan membawa koper yang besar.


"Mama..."teriak ku tertahan.


Walaupun dia jarang memperhatikan ku namun papa tetap mengajarkan ku untuk menyayangi wanita itu sebagai seorang ibu.


Namun mama berlalu tanpa mempedulikan panggilan ku.


"Ronald,sini sayang..."panggil papa sambil mengulurkan kedua belah tangan nya dengan terisak.


Papa yang selama ini terlihat kuat di mata ku seketika hancur seperti tembok roboh.


Aku berlari menghambur ke pelukan nya.


Lama kami saling berpelukan membagi kesedihan antara seorang ayah dan anak.


"Kamu sudah makan...?"tanya papa memecah kebisuan.


Aku menggeleng.


"Sekarang cuci muka kamu,ikut papa ya..."


"Kita jalan-jalan keluar nyari makan..."ajak nya dengan berusaha tersenyum.


Aku pun mengangguk mengiyakan.


Disini lah awal kebencian ku terhadap mama, tepat nya wanita yang telah menyakiti papa ku.


Sore itu kami keluar berjalan-jalan di taman kota.


Papa membelikan siomay kesukaan ku.

__ADS_1


Kami duduk di bangku panjang yang tersedia untuk santai di sana.


Namun sebuah pemandangan tidak mengenakan terjadi.


Sepasang suami istri sedang bertengkar hebat di muka umum.


Istri nya yang sedang membawa balita memergoki sang suami duduk santai dengan wanita lain.


Dengan marah di serahkan nya balita yang ikut menangis itu kepada suaminya kemudian berlalu pergi.


"Sudah, jangan di pedulikan..."ucap papa mencoba mengalihkan perhatian ku.


Sesaat kemudian dari kejauhan terlihat mama yang sedang berjalan dengan seorang pria.


Ku yakin,mereka tidak menyadari keberadaan kami di sini karena memang kami sengaja mencari tempat duduk di sudut taman.


"Lebih baik kita pergi.."ajak papa dengan menghela nafas panjang.


Tanpa ku sadari tertanam kebencian yang mendalam pada sosok yang bernama wanita.


Membuat sikap ku kaku dan dingin setiap berhadapan dengan mereka.


***


20 Tahun telah berlalu....


Sebagai anak broken home,aku pun berusaha untuk mandiri.


Rumah papa jual dan kami tinggal di rumah Oma sementara aku menyelesaikan pendidikan ku.


Papa menyibukkan diri dengan bercocok tanam di kebun.


Sedangkan aku, setelah lulus kuliah bekerja di sebuah perusahaan retail menjabat sebagai supervisor namun karena prestasi kerja ku yang baik,aku mendapat promosi dari kantor pusat naik jabatan sebagai kepala cabang.


Dengan tubuh atletis dan wajah lumayan tampan bagiku mudah untuk menjalin hubungan dengan gadis mana pun,sayang tidak ada yang bisa menggetarkan hati ku selama ini.


"Permisi mas,maaf mengganggu....saya dapat panggilan kerja..."


"Kalau boleh tau dimana ya letak kantor nya..."


Sopan, penampilan sederhana, berwajah manis tanpa polesan make up tidak seperti gadis kota pada umumnya,itu lah penilaian ku untuk mu.


"Mari ikut saya..."ajak ku.


Kamu mengangguk sambil tersenyum.


"Manis..."batin ku dengan rasa tak menentu.


"Silahkan duduk..."ucap ku mempersilahkan.


Kita duduk berhadapan, biasanya dengan angkuh ku tatap tajam anak baru tapi sekarang malah aku yang merasa serba salah saat bertatapan mata dengan mu.


Ku baca sekilas surat lamaran yang kau bawa.


"Besok sudah boleh mulai kerja..."


"Benar pak...?"


"Terima kasih pak,kalau begitu saya pamit pulang..."


"Mau kasih tau emak pasti emak senang..."balas mu dengan cepat saking girangnya.


Aku terdiam melihat reaksi mu.


Rupanya kau memiliki seorang ibu yang sangat berarti.


"Dan disini aku hanya punya papa yang juga sangat berharga dalam hidup ku.."batin ku sambil membuka dompet kecil yang tersimpan foto ku bersama papa .


Aku selalu mencari-cari kesempatan untuk menegur mu,namun dengan sikap kaku dan dingin ku sulit sekali untuk mendekati mu.


Aku selalu memperhatikan mu dari kejauhan.


Hingga ku tau hati mu luluh oleh lelaki lain yang lebih pandai bermain kata ketimbang aku yang sedingin salju ini.

__ADS_1


Tapi hati ku tak mampu untuk menahan rasa ,aku tetap selalu memperhatikan mu.


Aku akan selalu menyayangi mu dan menjagamu dengan cara ku walaupun kau takkan pernah menyadari hal itu.


Seperti kejadian malam ini.


Tepat jam 10.30 malam, setelah menyelesaikan sedikit laporan ku cek semua karyawan.


Karena sebentar lagi jam pulang.


"Mil,Yati mana .."tanya ku karena tidak melihatmu sedari tadi.


"Wah,nggak tau bang..."


"Kata nya sih sholat magrib tapi sampai sekarang belum kembali juga.."terang Mila rekan kerja mu.


Aku pun berlalu pergi ke kantor untuk memeriksa cctv,hanya ingin memastikan karena hati ku merasa ada keganjilan dengan kepergian mu.


Apalagi baru siang tadi terjadi kejadian tidak mengenakan,ada yang menaruh bangkai tikus di dalam loker mu.


Dari cctv akhirnya terungkap pelakunya adalah Amel,bagian admin kantor.


Sayangnya Amel sudah pulang jadi rencananya besok pagi aku akan memberikan teguran keras pada nya.


"Dimana kamu,Yat..."batin ku.


Terlihat dari cctv,kamu keluar dari musholla dan menuju toilet tapi karena pintu toilet tidak terbuka, dapat ku pastikan ada orang dalam toilet itu hingga kau pun akhirnya pergi menjauh.


Hanya sampai di situ tampilan rekaman cctv.


Aku berpikir sejenak,...


"Apa mungkin..."pikir ku.


Ku langkah kan kaki dengan cepat, tujuan ku adalah gudang belakang.


"Gus,tolong atur anak-anak pulang seperti biasa.."perintah ku pada Agus karyawan senior di sana ketika berpapasan.


"Ok bang.."


Aku berlari ke toilet gudang.


"Ceklek... ceklek.."terkunci.


"Yati,Yati...kamu di dalam...?"panggil ku.


"Bang,bang Ronald...tolong bang,aku terjebak disini..."sayup ku dengar suara mu dari dalam.


"Pintu ini memang sengaja di kunci oleh seseorang"..pikir ku.


"Yat,menjauh dari pintu..."


Bruk...


Bruk ..


Dobrak...


Akhir nya pintu bisa terbuka setelah ku coba mendobrak paksa.


Terlihat diri mu dalam keadaan lemas.


Mata mu sembab,ku yakin karena banyak nya air mata yang keluar.


Ku rengkuh pundak mu dalam pelukan, berharap agar bisa membuat mu kembali tenang.


"Kau tau Yat,...?"


"Hati ku sakit melihat kau di sakiti,amarah ku menyala seketika walau tidak terbaca dari wajah ku ..."


Setelah kau sudah mulai tenang,ku antar kau pulang.


Dan aku pun bergegas kembali ke kantor yang sudah sepi,malam ini juga akan ku cari tau siapa yang berani mencelakai mu.

__ADS_1


Setelah lama berkutat di layar laptop yang menampilkan rekaman cctv...


"Akhirnya..."gumam ku.


__ADS_2