BIDADARI BUMI YANG TERLUKA

BIDADARI BUMI YANG TERLUKA
MENGAMBIL SIKAP


__ADS_3

**** POV RIDWAN


Apakah aku masih mencintainya?


Atau kah hanya rasa kasihan dan bersalah yang terlalu besar karena kekhilafan ku dulu?


Ku sadari rasa sayang itu masih ada untuk Annisa tapi mencintainya....?


Entahlah.....


Langkah kaki ku terhenti sesaat.


Nampak kak Yoga sedang mondar-mandir di depan ruang kamar inap Annisa.


Jelas terlihat di wajahnya ada kecemasan akan sesuatu.


"Assalamualaikum kak"


"Wa alaikum salam wan"jawab kak Yoga agak terkejut karena tidak menyadari kehadiran ku di belakang nya.


"Ada apa kak,Ica baik-baik saja kan?"tanyaku sambil mencoba mau masuk mencari tahu keadaan di dalam kamar Annisa yang masih tertutup rapat.


"Tunggu wan, jangan masuk dulu.Annisa sedang di periksa oleh dokter"cegah kak Yoga menarik tangan ku.


"Duduk lah dulu"ajaknya menuju kursi panjang di depan kami.


Aku pun menuruti kata-kata nya.


"Sore tadi Annisa menghubungi mu kan?"tanya nya sekilas memandang ke arah kamar Ica.


"Iya kak, sayang nya aku tidak tahu karena baterai hp ku lowbat dan baru ku aktifkan tadi"jelas ku.


"Katakan padaku ada apa dengan Ica,kak?"desak ku.


"Tadi siang aku ada urusan penting masalah pekerjaan.Saat ku tinggalkan Annisa masih tertidur di pembaringan nya.Namun 2 jam kepergian ku,pihak rumah sakit memberitahukan kalau Annisa mengalami kejang-kejang"papar kak Yoga dengan wajah yang sangat sedih.


"Terus bagaimana keadaan Ica sekarang kak?"kecemasan di hati spontan memaksa kaki ku berdiri ingin melihat ke dalam kamar itu.


"Tunggu,sabar wan.Sudah ku bilang,di dalam masih ada dokter serta para perawat yang menanganinya.Kita tunggu saja sambil berdoa untuk kesembuhan Annisa"bujuk kak Yoga.


"Aku tadi menghubungi kakak tapi tidak aktif"ucap ku pelan sambil duduk kembali mengikuti sarannya.


"Oh itu, ponselku jatuh waktu berlari kesini dan kelihatannya mengalami kerusakan"jelasnya.


Aku dan kak Yoga pun akhirnya diam,hanyut dalam pikiran kami masing-masing.


"Maafkan aku,ca..."jerit batin ku.


Aku merasa kembali terpuruk dan merasa sangat bersalah.


Aku bisa tersenyum bahagia di saat kau menderita seperti ini.... sungguh aku merasa seperti seorang pecundang.


Tak terasa air mataku menetes tanpa sadar.


Pintu kamar Annisa terbuka,kami bergegas mendekati dokter beserta 2 orang perawat yang ada di belakang nya.

__ADS_1


"Bagaimana dok?"tanya kami kompak karena tak sabar.


"Alhamdulillah, untuk saat ini bisa kita lewati tapi ke depannya mohon kerjasama dari pihak keluarga pasien agar jangan di tinggalkan sendirian takut terjadi hal-hal di luar dugaan seperti tadi"pesan dokternya dengan tegas.


"Baik dok, terima kasih"balas kak Yoga.


Selepas kepergian dokter dan para perawat tadi,kami pun beranjak masuk ke dalam kamar Annisa.


Tak terasa waktu berlalu.


Kumandang adzan magrib menggema,mengiringi senja yang perlahan menyambut hadirnya malam.


"Sudah masuk magrib,wan"kata kak Yoga.


"Silahkan kakak duluan,kita gantian jaga Ica"jawabku.


"Baik,aku sholat dulu"sahutnya sembari mengambil peci di atas meja dekat ranjang dan beranjak keluar menuju mushola.


Sepeninggal kak Yoga,ku tarik kursi dan duduk dekat Annisa yang masih belum sadarkan diri.


"Ca,aku disini.Bangunlah...."ucap ku lirih.


Ku genggam erat jemari tangannya berharap dia tahu akan kehadiran ku dan bisa bangun kembali dari alam bawah sadarnya.


*******


Suasana sejuk di bawah pohon yang rindang.Kelopak-kelopak bunga mulai bermekaran memberi keharuman yang berterbangan di udara.


Annisa tersenyum bahagia, wajahnya bersih terbias cahaya.


"Nanti kalau kamu sudah sembuh ya"bujuk ku.


"Lihat wan,ada burung merpati"tunjuk nya.


Ku ikuti arah pandangan nya ke sepasang burung merpati yang hinggap di dahan pohon.


"Aku ingin seperti mereka,wan"ucapnya lirih.


"Kamu ingin terbang ?Nanti kita naik pesawat aja jadi bisa jalan-jalan ke manapun yang kamu mau"canda ku sambil tertawa kecil.


"Waktu ku tidak banyak,wan....aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya bahagia menjadi seorang istri."


********


Aku terbangun oleh kumandang adzan Subuh.


Sekilas ku lihat Annisa masih belum juga siuman.Tadi malam ku minta kak Yoga pulang saja biar malam ini aku yang akan menemani Annisa di rumah sakit.Tidak lupa ku kabari mama agar beliau tidak terlalu khawatir.


Sesaat aku masih diam dalam posisi duduk.Pikiran ku mencoba menyimak kembali mimpi yang baru terjadi.


Semua nampak sangat nyata.


Ku coba tepis pikiran yang tidak-tidak akibat mimpi itu.


"Ah lebih baik aku sholat Subuh dulu"batin ku menyudahi dan beranjak ke kamar mandi membersihkan tubuh serta mengambil wudhu.

__ADS_1


Ku hamparkan sajadah di samping ranjang Annisa dan menunaikan sholat Subuh.


Setelah selesai sholat dan menutup nya dengan doa,ku seduh kopi susu untuk sekedar menghangatkan tubuh.


Ku buka tirai jendela yang menampilkan pemandangan suasana pagi di kota besar ini.


Sambil menikmati hangatnya kopi susu kembali aku duduk di dekat pembaringan Annisa.


Ku pandangi wajahnya yang cantik namun semakin terlihat tirus dan agak pucat.


Kembali mimpi itu berputar di benak ku.Kata-kata yang di ucapkan nya seakan terdengar jelas.


"Bagaimana kalau...?"


"Tidak,tidak....jangan sekarang,aku belum siap"batin ku berperang.


"Tapi umur,jodoh serta rezeki hanya Allah SWT yang menentukan,kita hanya bisa berusaha"teriak hati ku menekankan.


"Semua di luar harapan dan kemampuan ku tapi aku akan berusaha"batin ku kembali berujar.


Yati,gadis manis dari desa.Dia wanita yang kuat,baik hati dan penyabar.Kesetiaan dan keteguhan hati nya yang membuat ku memilihnya jadi pendamping hidup ku di masa mendatang.


Untuk pertama dan terakhir,aku akan meminta serta memohon keikhlasannya mengijinkan ku menebus kesalahanku di masa lalu pada Annisa.


Walaupun memang rasanya berat tapi aku merasa waktu nya sudah tidak banyak lagi.


Ku ambil ponsel yang tadi mati karena sedang mengisi daya baterai kemudian ku aktifkan lagi.


Ririn,hanya dia yang bisa ku mintai bantuan dalam menjelaskan masalah ini pada Yati.


"Rin, sudah bangun apa belum?"ketik ku.


Tidak lama terlihat dia membalas mengetik pesan juga.


"Tumben calon kakak ipar nyapa pagi-pagi begini pasti ada udang di balik batu nih."


"He..he..he...tau aja"balas ku.


"Kamu masuk shift pagi atau siang hari ini?"


"Satu minggu ini masuk shift siang sih,emang kenapa?"


"Bisa nggak kamu datang ke rumah sakit XX pagi ini,aku butuh bantuan kamu Rin"pinta ku.


"Hah kakak sakit apa,sudah hubungi Yati belum?"balasnya.


"Bukan aku yang sakit Rin,nanti aku ceritakan kalau kamu sudah disini."


"Mmm iya nanti jam 9 aku otw"balasnya cepat.


Semoga aku tidak salah mengambil sikap,batin ku.


*********


Maafkan emak karena lama nggak bisa update, kesibukan hidup di dunia nyata yang menyita waktu dari mengurus 4 org ank yang masih bocil-bocil hingga ikut membantu misua dalam mencari nafkah akhirnya membuat harapan emak agak goyah dalam menulis.....

__ADS_1


Mohon bantuan serta dukungan semuanya dengan ikhlas agar bisa mewujudkan impian sederhana kami salah satu rakyat jelataπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2