Bitter Sweet Marriage

Bitter Sweet Marriage
Bab 15 - Datang ke pesta ulang tahun Mikaila


__ADS_3

Hari ulang tahun Mikaila pun tiba. Alvin sudah sampai terlebih dahulu di kediaman Mikaila.


"Hai Mika, you look so beautiful," puji Alvin ketika melihat Mikaila yang begitu cantik dengan balutan gaun berwarna peach, riasan yang ia gunakan pun setema dengan gaun yang dikenakannya.


"Thanks Alvin," balas Mikaila.


Mikaila pun tampak mencari-cari seseorang yang ditunggunya. Alvin pun paham siapa yang dicari-cari wanita tersebut.


"Aku rasa Candra tidak akan datang. Kau tahu sendiri lah jika ia tidak menyukai yang namanya pesta," ucap Alvin agar Mikaila tak mencari keberadaan Candra lagi.


"Tidak, aku yakin dia pasti datang," jawab Mikaila dengan yakinnya.


"Haaah." Alvin menghela napas sejenak. Sebenarnya ia merasa berempati pada Mikaila. Sayangnya, ia tidak bisa memaksakan hati seseorang untuk memilih wanita tersebut.


"Mika, kau harus move on dari Candra. Ia sudah menikah. Kau harus mencari pria lain," pinta Alvin yang sedikit menasehati Mikaila.


"Jika melupakan seseorang semudah itu, aku sudah memiliki kekasih saat ini. Nyatanya melupakan itu hal yang sangat sulit. Kau jangan pernah memaksaku untuk melupakannya. Kau sendiri akan mengerti bagaimana rasanya jika menjadi aku," ucap Mikaila dengan ketusnya.


Tak lama kemudian, terdengar suara riuh dari dari pintu masuk pesta ulang tahun Mikaila. Tak disangka, Candra datang ke pesta ulang tahun Mikaila. Tentunya ia datang tidak sendiri melainkan dengan Hana yang menemaninya.


Ada rasa cemburu, kesal dan marah di hati Mikaila. Namun, ia tahan, karena ia tak ingin merusak suasana hatinya dan pesta ulang tahunnya.


Alvin yang melihat kehadiran sahabatnya pun sungguh tak mempercayainya. Candra benar-benar mendengarkan usulannya tadi siang untuk membawa Hana ke pesta ulang tahun Mikaila.


Candra dan Hana berjalan mendekat ke arah keriuhan orang yang berkumpul di dekat yang punya acara. Keduanya saling bergandengan tangan, layaknya pasangan sungguhan. Padahal, semua itu hanya sandiwara semata.


Acara inti pun akan dimulai. Para tamu mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Mikaila. Kemudian sebelum Mikaila meniup lilinnya ia melakukan make a wish terlebih dahulu. Setelahnya ia memotong kue ulang tahunnya.


"Kira-kira siapa yang akan mendapatkan kue potongan pertama dari Mikaila? Tentunya orang itu adalah orang spesial di hatinya," ucap salah seorang teman Mikaila.


Mikaila berjalan mendekat ke arah Candra. Ia hendak memberikan kue potongan pertamanya untuk Candra. Sayangnya, Candra yang mengerti gelagat Mikaila, ia langsung bertukar posisi dengan orang lain. Alhasil orang lain lah yang menerima potongan kue tersebut.

__ADS_1


Mikaila tampak kesal, akan tetapi ia berusaha untuk tak menunjukkan kekesalannya.


Suara tepuk tangan pun terdengar ketika Mikaila memberikan kue potongan pertamanya pada teman masa kuliahnya yaitu Paton Angkasa.


Selesai acara pemotongan kue, para tamu dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan.


Ada yang langsung makan, ada yang mengucapkan selamat pada Mikaila dan ada juga yang menjadikan pesta tersebut menjadi tempat reuni.


Tentunya Alvin termasuk yang memberikan selamat pada Mikaila.


"Happy birthday Mik, wish you all the best for you," ucap Alvin sambil memberikan kado pada Mikaila.


"Thanks Alvin," jawab Mikaila.


Keduanya pun saling cipika-cipiki. Tatapan mata Mika tertuju pada Candra yang masih terdiam dengan menggandeng seorang wanita.


"Happy birthday Mik," ucap Candra. Ia bahkan tidak melakukan kontak fisik dengan Mikaila. Bahkan kadonya saja yang memberikannya adalah Hana.


Cih, kau pikir aku tidak tahu jenis wanita macam apa dirimu? Seenaknya saja kau merebut Candra dariku. Padahal aku yang selalu bersusah payah untuk memilikinya! Kau lihat saja nanti.


"Terima kasih," jawab Mikaila dengan memberikan senyum palsunya.


Hana mengangguk. Ia kembali lagi ke posisinya yang berada di samping Candra. Sementara laki-laki tersebut hanya terdiam tanpa ingin mengucapkan hal lain lagi. Ia benar-benar tidak menyukai pesta seperti ini. Rasanya ia benar-benar ingin pulang dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Ternyata gosip yang aku dengar kau sudah menikah itu benar ya?" tanya Mikaila.


"Ya, aku memang sudah menikah," jawab Candra.


"Apa kau mencintainya?" tanya Mikaila penasaran. Setidaknya jika Candra menjawab tidak, masih ada kesempatan untuknya merebut hati Candra.


"Mencintainya atau tidak, itu tidak ada urusannya denganmu," jawab Candra.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar tidak tahu? Aku menyukaimu dari dulu, Can. Apa kau tidak pernah sekalipun menyadari hal itu?" tanya Mikaila yang sudah mulai terbawa suasana.


"Tahu. Maka dari itu aku datang kesini untuk memberitahumu bahwa aku sudah menikah dan kau harus berhenti untuk menyukaiku karena semuanya akan percuma. Kau hanya akan merasakan sakit," ucap Candra.


"Hahaha, semudah itu kau mengucapkannya Can. Rasa cinta yang sudah aku tanam dan aku pupuk setiap harinya dan kini sudah menjadi pohon cinta yang besar dan kau menyuruhku untuk menebangnya begitu saja?"


Alvin mencoba untuk menenangkan Mikaila, ia tak ingin acara penting wanita tersebut menjadi kacau karena wanita tersebut patah hati karena sahabatnya. Bisa-bisa Mikaila akan menjadi sorotan banyak orang yang ada di pestanya sendiri.


Untung saja, Mikaila tak mengundang wartawan atau pun media untuk meliput pesta ulang tahunnya. Jika ia mengundang, siap-siap saja esok harinya ia akan menjadi trending topik karena menyatakan cinta ke seorang laki-laki yang sudah beristri.


"Lebih baik begitu, aku pamit," ucap Candra kemudian pergi dengan menggandeng Hana. Tatapan mata Mikaila masih terus ke arah Candra. Ia benar-benar tidak bisa melupakan laki-laki tersebut.


"Sesuatu yang sudah dimiliki orang lain, kita tidak seharusnya mengharapkannya. Kau bisa menemukan hal lain yang bisa kau jadikan milikmu."


Tatapan mata Mikaila kini berpindah ke Alvin. Bukan salahnya jika ia menyukai Candra. Lagipula rasa itu tumbuh sebelum ia mengetahui Candra akan menikah. Tidak salah bukan jika ia mengajarkan balasan cinta dari Candra?


"Kalau kau masih ingin menikmati pesta ini, tutup mulutmu dan jangan pernah menasehati ku!" ancam Mikaila kemudian berjalan menjauhi Alvin.


Alvin bergidik ngeri. Rupanya benar, jika wanita sudah marah dan kesal, ia akan terlihat sangat menyeramkan. Sebisa mungkin, jika ia sudah memiliki seorang wanita, ia harus pintar-pintar menjaga emosi wanitanya.


"Lebih baik aku nikmati saja semua hidangan yang ada disini. Lumayan kan makan gratis," ucap Alvin. Ia pun mengambil satu per satu makanan kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya.


Malam semakin larut. Pesta pun dilanjutkan dengan acara minum-minum. Alvin memilih untuk pulang daripada ia mabuk dan berujung tak sadarkan diri.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.

__ADS_1


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


__ADS_2