Bitter Sweet Marriage

Bitter Sweet Marriage
Bab 49 - Meyakinkan Hana


__ADS_3

'Video panas antara CEO AH Group dengan mantan kekasihnya. Mereka menjalin hubungan kembali karena CEO AH Group yang tidak mencintai istrinya. Istrinya adalah orang ketiga yang merusak hubungan kedua insan yang saling mencintai itu.'


Berbagai komentar jahat dan kebencian pun memenuhi kolom komentar dari berita tersebut. Namun tak sedikit juga yang menyayangkan sikap wanita yang ada di dalam video tersebut.


"Dasar tidak tahu diri. Jahat sekali dia merusak hubungan orang yang saling mencintai. Mukanya saja terlihat baik tapi hatinya busuk!"


"Kasihan sekali wanita itu, harus merelakan orang yang dia cintai menikah dengan orang lain. Tapi tetap saja, caranya salah. Harusnya ia tidak melakukan hal tak senonoh seperti itu. Kasihan juga istrinya yang merasa dikhianati. Meski tanpa cinta, tetap saja hubungan pernikahan itu suci. Harusnya tidak ternoda dengan perselingkuhan."


"Perempuan j*lang!"


"Si lakinya bajingan sekali! Jika tidak mencintai kenapa dinikahi? Heran!"


"Pasangan yang tidak beradab!"


Ya, seperti itulah komentar-komentarnya dan masih banyak lagi yang lainnya.


Celine yang sudah melihat beritanya dan videonya rilis pun tersenyum senang sambil membaca beberapa komentar yang ditinggalkan oleh para netizen.


"Hahaha, kebanyakan orang yang berkomentar malah menghujat Hana. Baguslah, meski aku harus dikerubungi oleh wartawan nantinya, itu tidak masalah. Aku akan membuat berita ini semakin viral."


Kebahagiaan di hati Celine tak bisa pudar. Ia ingin segera tahu bagaimana tanggapan dari pihak Candra dan Hana.


*


*


Berbeda dengan pihak Candra, ia kini sedang diadili oleh papanya di kediaman Abraham.


"Kau! Cepat ceritakan padaku! Apakah video itu editan atau bukan?!" marah Abraham.


Candra hanya mampu terdiam sambil mengingat apa yang terjadi di malam itu. Tangannya mengepal dan aura-aura kemarahan sudah mengumpul di dalam tubuhnya siap untuk dikeluarkan.


"Candra!" teriak Abraham.


"Video itu bukan editan pa," jawab Candra.

__ADS_1


Plak!


Plak!


Candra mendapatkan dua tamparan di pipi kanan dan kirinya. Abraham sungguh tidak percaya Candra akan berbuat sampai sejauh ini dengan perempuan itu.


"Dasar tidak tahu diri! Kapan kau melakukannya? Hah? Bagaimana dengan Hana nantinya jika dia tahu tentang berita ini!"


Abraham kesal dan juga marah. Meski berita dan video aslinya sudah berhasil di take-down. Tetap saja pasti ada tangan-tangan jahil yang mendownload video tersebut atau membuat berita tentang hal itu lagi. Media sosial begitu menyeramkan di zaman seperti sekarang ini.


"Jangan sampai Hana tahu pa! Aku mohon! Aku dan Hana sudah berdamai dan hubungan kami sudah jauh lebih baik. Jika dia tahu, entah apa yang akan dia lakukan padaku ... "


"Aku melakukan itu dalam keadaan mabuk pa. Celine menjebak ku waktu itu ketika aku memutuskan untuk memilih Hana. Aku tidak tahu dia selicik ini dengan sengaja merekamnya. Tapi, aku bersumpah, aku tidak melakukan hal yang lebih jauh lagi pa. Hanya sebatas yang ada di video. Tolong percaya padaku!"


"Haaah ... "


Abraham menghela napas kasar. Ia benar-benar frustasi melihat betapa kejamnya dunia maya. Ia tahu, bahwa anaknya tidak berbohong. Tapi ...


"Papa tidak yakin, jika Hana tidak akan tahu berita ini. Tapi papa yakin, Hana tidak akan semudah itu percaya dengan melihat semuanya begitu saja. Dia pasti akan mengkonfirmasinya padamu. Pulanglah! Papa akan urus semuanya."


*


*


Hana sudah melihat video tersebut dan berita yang tersebar di media sosial. Hatinya begitu sakit melihat adegan itu bagaikan tersayat-sayat dengan pisau yang tajam. Ia tahu hubungannya dan Candra masih seujung kuku, tapi kenapa cobaannya seberat ini.


Hana menangis tersedu-sedu. Ia yakin video tersebut asli bukan editan. Yang ada di pikirannya sekarang adalah kapan video itu terjadi, apakah sebelum Hana dan Candra baikan? Atau malah sesudahnya? Jika sesudah mungkin Hana akan menyerah saja. Ia sadar, sebuah perselingkuhan akan terus menjadi duri dalam pernikahannya. Laki-laki yang sudah berselingkuh juga pasti aku terus melakukan hal tersebut, mesti tidak semua laki-laki seperti itu.


"Aku harap kau datang dan menjelaskan semuanya padaku! Aku menunggumu!" ucap Hana sambil memandang dari jendela kamarnya ke arah luar.


Sorot matanya sayu, ia ingin menjadi kuat dan tidak terlalu memikirkan berita yang ada. Namun ia tidak bisa, ketika mengingat dengan begitu jelas Candra yang ada di dalam video tersebut begitu bergairah.


*


*

__ADS_1


Candra sudah berada di apartemen Celine, ia mengetuk dan menekan bel apartemen itu dengan tidak sabar. Namun, tidak ada yang membukanya sama sekali.


"Sial! Apa jangan-jangan dia sudah tidak tinggal disini lagi?"


Karena sudah menunggu lama dan sama sekali tak ada jawaban, Candra pun memutuskan untuk pergi dan pulang ke rumahnya.


Di perjalanan, ponsel Candra terus berbunyi. Banyak sekali pesan dan telepon yang masuk ke ponselnya akan tetapi Candra abaikan begitu saja.


Sesampainya di rumah, Candra langsung berlari ke dalam kamar mencari keberadaan istrinya. Ia takut, jika Hana tidak mempercayai dirinya.


Candra bernapas lega, ketika melihat Hana rupanya tertidur di atas ranjang dengan pulasnya. Satu kecupan pun mendarat sempurna di kening Hana.


"Aku harap kau belum mengetahui berita di media sosial hari ini. Aku akan menyelesaikan semuanya hingga tuntas. Kumohon jangan bersedih!"


"Kenapa aku tidak boleh tahu?" tanya Hana yang tiba-tiba membuka matanya dan terbangun dari posisinya menjadi duduk.


Candra terkejut bukan main. Ia benar-benar mengira Hana tidur dengan pulas, rupanya itu hanya berpura-pura.


"Padahal aku sudah melihat semuanya. Di video itu kau terlihat menginginkan Celine. Padahal jika kau berniat kembali padanya, aku tidak akan menghalanginya. Aku sadar aku ini siapa. Aku hanya pengantin pengganti," ucap Hana sambil mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Jangan bicara omong kosong! Apa yang kau pikirkan tidaklah benar. Video itu memang asli, tapi aku tidak melakukan itu dalam keadaan sadar. Aku dijebak. Celine sengaja melakukannya untuk mendapatkan aku kembali. Tolong percaya adaku!"


Candra memohon sambil menggenggam erat kedua tangan Hana. Hana masih terdiam memikirkan ucapan Candra. Ia takut jika Candra berbohong.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya

__ADS_1


@yoyotaa_


__ADS_2