Bitter Sweet Marriage

Bitter Sweet Marriage
Bab 48 - Rencana Celine


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu dengan begitu cepat. Hana masih tidak menyangka hidupnya akan sesempurna ini sekarang. Suaminya yang dulu tidak peduli dan tidak pernah meliriknya kini menjadi 180 derajat perubahannya. Di tambah lagi satu fakta yang baru-baru ini Hana ketahui bahwa papanya masih hidup dan ia adalah orang kaya di Negara C.


Benar-benar tidak pernah terbayangkan oleh Hana sebelumnya. Ia jadi merasa terlalu serakah atas kebahagiaan yang ia miliki sekarang.


"Aku jadi takut akan kebahagian yang aku dapatkan saat ini. Aku takut, takut semuanya hanya sementara," gumam Hana sambil menatap jendela kamarnya yang tirainya sudah terbuka.


Tak lama kemudian, Candra keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk Hana.


"Yang benar dong! Tubuhmu masih basah itu, main peluk-peluk aja! Aku udah mandi tahu!" kesal Hana.


"Hehe," dibalas cengiran oleh Candra.


"Ish! Bikin kesal saja."


"Jangan ngambek gitu dong sayang. Aku kan cuma pengen dipeluk pagi-pagi sama istriku. Memangnya salah ya?"


"Tidak, hanya kesal saja."


"Ya kalau begitu mah gampang, tinggal cium saja, pasti udah senyum lagi," ujar Candra lalu mencium bibir Hana.


Laki-laki satu ini setelah kutub es nya mencair malah jadi musim semi, dimana selalu ada saja kelakuannya untuk membaut bunga-bunga di dalam tubuh Hana bermekaran.


"Nah, selesai. Kan langsung senyum-senyum," goda Candra.


"Ish! Apaan sih?" malu Hana dengan wajah yang sudah merona. Ia pun memalingkan wajahnya agar Candra tidak menggodanya lagi.


Candra pun tahu itu. Ia pun membiarkan Hana dengan dengan kelakuannya. Sementara dirinya pergi ke ruang pakaian untuk mengambil bajunya.


*


*


Setelah mengetahui papa mertuanya adalah pimpinan dari perusahaan besar yaitu LS Group, Candra menjadi lebih semangat lagi dalam bekerja. Pasalnya, ia tidak ingin diremehkan oleh sang papa mertuanya sendiri. Ia ingin membuktikan jika ia bisa mengembangkan perusahaan papanya ke wilayah manca negara.


"Bos, ini ada beberapa laporan yang harus diperiksa. Ada juga beberapa dokumen yang harus ditandatangani," ucap Raka.


"Letakan saja disitu," jawab Candra tanpa melihat ke arah Raka.


"Kalau begitu, saya permisi Bos." Candra mengangguk.


Tak lama kemudian, pintu pun kembali terbuka, Candra berpikir bahwa itu adalah Raka akan tetapi bukan. Orang yang datang itu adalah papa mertuanya.


"Apa masih ada berkas lain yang tertinggal?" tanya Candra tanpa melihat ke orang yang ada di hadapannya.


"Ini papa bukan Raka."

__ADS_1


"Eh ... " Candra langsung mendongak dan melihat siapa yang ada di hadapannya.


"Maaf pa, aku kira Raka," ucap Candra.


"Tidak apa-apa," jawab papa mertuanya.


"Duduk dulu pa."


Candra pun menyambut papa mertuanya dengan sopan, ia bahkan mengabaikan pekerjaannya dan duduk di hadapan sang papa mertua.


"Ada apa sampai papa datang ke perusahaan? Padahal kalau mau ngobrol bisa lewat telepon saja."


"Ada hal penting yang mau papa bicarakan denganmu," jawab Adam.


"Hal penting apa Pa?"


"Mengenai semua kekayaan yang aku miliki. Semuanya adalah milik Hana. Hanya saja, Hana masih belum ada pengalaman untuk mengurus perusahaan, bahkan sepertinya wawasan tentang dunia bisnis pun tidaklah seberapa. Oleh karena itu, selama Hana belajar mengenai dunia bisnis, papa harap kau mau membantu papa mengurusnya dan membantu Hana juga dalam belajar," pinta Papa Adam.


"Kalau masalah itu, aku pasti akan bantu Pa. Lagipula Hana sudah tidak lagi jadi OB di perusahaan ini. Aku sudah memintanya untuk berhenti."


"Baguslah jika begitu, biar Hana fokus saja pada belajarnya," balas sang papa mertua.


"Satu lagi, papa harap kamu bisa berjanji untuk tidak menyakiti Hana. Meski papa sudah tahu semuanya, awal mula kalian menikah. Tetapi kini semuanya juga sudah berubah. Kalian sendiri yang sudah memutuskan untuk memulai semuanya dari awal. Tolong jaga dia baik-baik. Berikan dia cinta dan perhatian yang tulus. Jika kau tidak bisa, dan justru menyakitinya atau tidak mencintainya lagi. Bilang sama papa. Papa dengan senang hati akan menjemput Hana dari darimu."


"Papa lega mendengarnya. Kalau begitu, papa pergi. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu."


Candra pun mengangguk.


"Hati-hati pa," ucap Candra ketika Adam keluar dari ruangannya.


*


*


Di sebuah cafe, Celine duduk sambil meneguk kopinya dengan anggun. Ia terlihat seperti menunggu seseorang yang entah siapa.


"Maaf, sedikit terlambat, saya harus menyelesaikan pekerjaan lain di kantor."


"Oke, tidak apa-apa. Lagipula aku juga tidak menunggu terlalu lama," jawab Celine lalau meletakan gelasnya.


Celine meraih tasnya dan mengambil flashdisk dari dalam sana.


"Aku ada berita menarik untukmu. Pasti dengan sesuatu yang ada di dalam flashdisk ini kau bisa mendapatkan gaji lebih besar, atau bahkan naik jabatan," ucap Celine menyerahkan flashdisk itu.


"Memang apa isinya?" tanya si wartawan laki-laki itu.

__ADS_1


"Rekaman video keburukan CEO dari perusahaan AH Group," jawab Celine dengan senyum smirk nya.


Si wartawan pun langsung senang bukan main. Pastinya berita tersebut akan langsung meledak jika berhubungan dengan CEO dari perusahaan tersebut. Ia akan mendapat banyak pujian dari atasannya juga jika apa yang ia dapatkan adalah fakta bukan rekayasa.


"Kau tidak berbohong kan?" tanya si wartawan sedikit ragu.


"Kalau kau tidak percaya, ya sudah. Kembalikan saja flashdisk nya padaku!" ucap Celine.


"Oke, oke, aku percaya."


"Tapi ada syaratnya."


"Apa syaratnya?" tanya si wartawan.


"Tulis jika istri dari CEO AH Group adalah orang ketiga yang merusak hubunganku dengan CEO itu," pinta Celine.


Si wartawan terkejut bukan main. Ia jadi penasaran sebenarnya apa isi dari flashdisk yang ia terima ini. Lalu apa hubungannya dengan istri CEO itu dan wanita yang ada di hadapannya?


"Bisa kan?" tanya Celine memastikan jawaban.


"Bisa, tentu saja bisa."


"Bagus, aku tunggu beritanya rilis. Kalau bisa secepatnya. Aku tidak sabar menunggu sesuatu yang aku harapkan."


"Baik."


Si wartawan itu pun pergi setelah mendapatkan informasi dari Celine. Sementara Celine, wanita itu masih tetap menikmati kopi dan pemandangan yang ada di cafe tersebut.


"Kira-kira apa yang akan terjadi setelah video itu tersebar di internet? Apakah perusahaan Candra sahamnya akan menurun? Ataukah hubungan rumah tangganya yang akan retak? Atau akan langsung di-take-down begitu saja?"


Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Ia masih sangat mengingat ketika berita tentang Candra yang berpelukan di mall dulu, dalam beberapa jam setelah rilis sudah berhasil di take-down.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya


@yoyotaa_

__ADS_1


__ADS_2