Bitter Sweet Marriage

Bitter Sweet Marriage
Bab 43 - Aku Mencintaimu


__ADS_3

Hana menelan salivanya pelan ketika mendengar ucapan Candra itu. Rasanya, tubuhnya tiba-tiba saja menegang saking merindingnya.


Candra mulai mengelus wajah Hana dengan lembut. Menyentuh satu per satu bagian wajah Hana dimulai dari dahi, mata, hidung, pipi dan berakhir di bibir.


"Ini bukan hanya kali pertamamu saja, tetapi aku juga," ucap Candra dengan jujur.


Yang benar saja? Dia terlihat seperti sudah pernah melakukan ini sebelumnya.


"Kau tidak percaya?" tanya Candra ketika melihat reaksi Hana yang sepertinya tidak percaya padanya.


"Memangnya penting jawaban dariku? Toh, itu tidak akan menjadi masalah untukku mau kau sudah melakukan sebelumnya atau tidak," jawab Hana.


Candra tersenyum mendengarnya.


Sentuhan itu berubah jadi kecupan. Candra melakukannya dengan lembut hingga membuat Hana terbuai oleh segala yang dilakukan oleh Candra.


Ketikan ciuman berlangsung, tangan Candra pun tidak tinggal diam. Ia membuka kancing baju Hana tanpa Hana ketahui. Ketika ciuman tersebut sengaja di lepas oleh Candra,


"Warna pink, aku suka," ucap Candra ketika melihat warna bh yang dipakai oleh Hana.


Hana yang mendengar itu pun langsung sadar dan berusaha menutupi bh nya itu. Sayangnya, itu tidak berhasil, karena tenaga Candra lebih kuat darinya. Tangan Candra pun mendarat tepat di atas buah dada Hana.


"Kelihatannya ukurannya sangat pas dengan tanganku," ucap Candra ketika mengukur size buah dada Hana dengan tangannya.


Rona merah di wajah Hana mulai terlihat, ia benar-benar sangat malu.


"Mau aku yang buka pengaitnya, atau kau sendiri yang membukanya?" tawar Candra.


Daripada rasa malunya semakin besar, Hana memilih membuka sendiri pengaitnya sambil merubah posisinya bangun dari posisi rebahan nya. Ia melepaskan baju yang sudah terlepas kancingnya dan melepaskan pengaitnya. Ketika pengaitnya terlepas, Candra langsung mengambil alih dan melepaskan bh itu dari tubuh Hana.


"Rupanya dugaan ku benar. Ukurannya memang sangat pas di tanganku," ucap Candra yang langsung menangkupkan telapak tangannya di salah satu buah dada Hana.


Candra mendorong Hana lagi agar posisinya sama seperti tadi berbaring dibawahnya. Ia tampak menikmati pemandangan indah di hadapannya itu.


"Keduanya sangat cantik," puji Candra. Hana sudah sangat malu ketika Candra mengatakan hal tersebut. Ingin sekali rasanya ia pergi ke planet mars saat itu juga.


Karena tubuh atas Hana sudah polos tanpa kain, Candra pun melakukan hal yang sama dengan melepas kaos yang dikenakannya.

__ADS_1


Tangan Candra kini tak hanya mendarat di kedua buah dada Hana tetapi memainkannya juga hingga membuat Hana mend*sah. Suara d*sahan itu membuat Candra semakin semangat dan bergairah untuk melakukan hal yang lebih dari itu. Ia pun mulai memainkan area wanita Hana. Hingga membuat area di bawah sana menjadi basah. Karena tak lagi sabar, Candra melepas kain yang menutup bagian bawah tubuh Hana dengan tergesa.


Permainan itu terus berlangsung hingga tubuh hana mulai bergetar. Tak hanya itu, Candra juga membimbing Hana untuk menyentuh juniornya. Keduanya merasakan kenikmatan dari setiap sentuhan tangan masing-masing. Suara d*sahan pun menjadi backsound kehadiran mereka berdua. Hingga waktu keduanya sudah siap, Candra mengajak Hana untuk berbicara.


"Aku akan memasukannya sekarang. Jika kau merasakan sakit, tahanlah. Karena setelah sakit itu akan datang kenikmatan," ujar Candra.


Candra memasukan juniornya dengan satu kali hentakan. Hana merintih kesakitan ketika merasakan benda asing masuk ke dalam area wanitanya. Saking sakitnya, ia sampai mengeluarkan air matanya. Untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan oleh Hana, Candra mengecup bibir Hana.


Lama-kelamaan rasa sakit itu berubah jadi rasa nikmat. Keduanya terus saling beradu d*sahan dan berakhir dengan semburan cairan milik Candra di dalam rahim Hana.


"Panggil namaku Hana," pinta Candra.


"Ca.. Ca-ndra ..." ucap Hana dengan terbata-bata.


"Aku mencintaimu Hana. Terima kasih untuk malam indah ini," ucap Candra lalu mencium bibir Hana lagi. Ia tidak akan memberikan jeda sedikit pun untuk Hana. Rasanya dunia Candra kini hanya berisi Hana, Hana dan Hana.


Hana yang masih mengontrol napasnya, karena serangan Candra yang selalu dadakan, tak mampu menjawab ungkapan cinta dari Candra. Di dalam hatinya ia merasa sangat senang. Rasa cintanya rupanya terbalas.


Kegiatan itu pun berlangsung beberapa kali hingga keduanya lemas dan berakhir dengan tidur saling berpelukan.


****


Paginya, Candra terbangun lebih dulu dari Hana. Ia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Hana. Lalu mengecup bibir Hana berkali-kali.


"Mulai sekarang, bibir ini adalah candu ku."


Tangan Candra pun masuk ke dalam selimut dan mer*mas kedua buah dada Hana.


"Dan ini adalah mainan ku. Semua yang ada dalam dirimu adalah milikku."


Hana pun mel*nguh ketika buah dadanya di r*mas. Membuat Candra jadi on fire lagi. Ia pun langsung naik ke atas tubuh Hana.


"Eung, aku masih lelah. Kau tidak berniat untuk melakukan hal seperti semalam kan?" tanya Hana dengan mata yang masih terpejam.


"Kalau iya, bagaimana?"


"Jangan sekarang, itu ku terasa sangat perih," ucap Hana.

__ADS_1


Alhasil, Candra pun turun dari tubuh Hana dan menatap wajah wanita yang sudah jadi miliknya seutuhnya itu. Membawa wanita itu ke dalam pelukannya lagi.


"Maaf, sepertinya semalam aku terlalu liar dan memaksakan kehendak ku." Hana pun menggeleng. Seolah berkata tidak apa-apa.


"Mulai saat ini, kemana pun kau pergi kau harus meminta izin dan mengabari ku." Hana pun mengangguk.


"Kau tidak boleh berbicara pada lawan jenis selain aku," ucap Candra lagi membuat Hana mendongak.


"Apa sekarang kau jadi posesif?" tanya Hana.


"Tidak, aku hanya menjaga istriku agar terhindar dari gosip," ucap Candra dengan entengnya.


Hana tersenyum mendengar hal itu.


"Istri ya?" ucap Hana.


"Iya lah. Kau sudah resmi menjadi Nyonya Abraham sekarang. Tinggal menunggu sang pewaris lahir saja. Dengan begitu semuanya akan terasa sempurna dan lengkap."


Hana lagi-lagi tersenyum. Ia tidak menyangka akan datang juga dimana ia merasa diakui dan di-notice keberadaannya. Rasanya hal seperti ini saja sudah cukup baginya. Ia tidak ingin meminta hal apapun lagi selagi apa yang ia impikan bisa tercapai.


"Aku mencintaimu," ucap Hana lalu bersembunyi di balik dada bidang Candra. Hal tersebut membuat Candra terkekeh dan langsung mengecup rambut Hana.


Rupanya papanya benar, rasa cinta itu bisa tumbuh dengan seiringnya waktu. Kini Candra bisa merasakan kenyataannya. Rasa dimana yang awalnya tidak ada kini tumbuh dan terus tumbuh hingga berkembang seperti sekarang. Bahkan hanya dengan waktu satu malam, Candra merasa sangat mencintai Hana dan tidak ini melihat Hana bersedih.


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya


@yoyotaa_

__ADS_1


__ADS_2