Bitter Sweet Marriage

Bitter Sweet Marriage
Bab 32 - Jebakan Celine


__ADS_3

Sesuai ucapan Celine, Candra benar-benar datang ke cafe yang ada di Hotel Termin. Ia datang untuk mengakhiri hubungan yang memang harusnya berakhir. Di dalam cafe, Candra melihat Celine memakai dress berwarna merah bunga mawar duduk di kursi sendirian.


"Akhirnya kau datang juga Can. Aku pikir kau tidak akan datang," ucap Celine.


"Aku pasti datang, hanya saja tadi jalanan sangatlah ramai makanya aku telat datang," balas Candra menanggapi lagi.


"Kau kan orang yang sangat menghargai waktu, jadi tidak mungkin kau bisa telat jika tanpa ada alasan. Karena kau sudah datang mari kita nikmati makan malam hari ini," ucap Celine.


Candra pun tanpa ragu menghabiskan makanan yang dipesan oleh Celine. Ia menghargai usaha Celine. Namun, setelah ini hubungan mereka tidak akan sama lagi. Candra sudah memilih sebuah keputusan.


"Mengenai ajakan nikah darimu. Aku minta maaf. Aku tidak bisa. Meski aku belum mencintai Hana, tapi kehadirannya di hidupku cukup memiliki peran penting. Mungkin dengan seiring berjalannya waktu, aku akan mencintai Hana. Ini pilihanku. Maaf. Andai kau dulu tidak pergi, akhirnya tidak akan seperti ini."


Candra mengutarakan keputusan yang dipilihnya. Ia memilih Hana, orang asing yang mulai masuk ke dalam hidupnya. Baginya Celine yang selalu ia tunggu selama ini, saat wanita itu datang, kehadirannya tidak mampu mengobrak-abrik hatinya lagi. Meski sejujurnya masih ada rasa, akan tetapi tidak sedominan dulu.


Celine yang sudah mengira Candra tidak akan memilihnya pun bersikap lapang dada. Ia berusaha menerima keputusan tersebut meskipun hatinya sangat kacau.


"Baiklah, aku terima keputusanmu. Semoga pernikahanmu bisa berjalan sebagimana pernikahan yang kau impikan. Karena sekarang kita tidak memiliki hubungan spesial apapun. Apa kita bisa berteman seperti dulu lagi?" tanya Celine.


"Tentu saja," jawab Candra. Celine pun tersenyum manis. Candra merasa lega, beban pikirannya sedikit berkurang. Ia juga senang rupanya Celine tidak memaksa dirinya untuk memilih Celine.


"Karena kita sudah kembali menjadi teman. Mari bersulang!"


Candra dan Celine meminum anggur merah bersama, yang tanpa diketahui Candra, Celine telah memasukan obat perangsang di dalam gelas milik Candra.


Tak lama kemudian, Candra merasa tubuhnya lemas, dan kepalanya sedikit pusing.


"Kau kenapa Can?" tanya Celine seolah tidak tahu apa-apa.


"Entah, kepalaku tiba-tiba saja pusing," jawab Candra.

__ADS_1


"Ayo istirahat saja di dalam kamar hotel ku. Nanti setelah pusing mu hilang, kau bisa pulang," tawar Celine. Candra pun mengiyakan ajakan Celine.


Candra dipapah oleh Celine masuk ke dalam kamarnya. Setelah membiarkan Candra untuk berbaring di ranjangnya, Celine dengan segera mengunci pintu kamar hotelnya.


Tanpa diduga Celine mulai menyentuh bagian wajah Candra agar obat perangsangnya cepat bereaksi. Candra menepis tangan itu.


"Apa-apaan kau!" marah Candra dengan sisa tenaga yang ia punya.


Mendapat penolakan dari Candra membuat Celine sedikit kesal. Ia melepas dress yang menutupi tubuhnya hingga yang terlihat hanyalah pakaian dalam miliknya. Ia pun dengan agresifnya duduk di atas tubuh Candra.


"Celine! Turun kau dari tubuhku!!" ucap Candra dengan nada yang tersengal-sengal. Sepertinya obat perangsang itu sudah mulai bereaksi.


Celine mencondongkan tubuhnya agar bisa berhadapan langsung dengan wajah Candra. Ketika sudah saling berhadapan, Celine bisa mendengar deruan napas Candra yang sudah tidak beraturan.


"Can, jika aku tidak bisa memilikimu. Maka aku akan melakukan apapun agar kau tetap jadi milikku," ucap Celine sambil memb*lai wajah Candra membuat hasrat dalam diri Candra seketika menaik.


"Aku akan memulainya, persiapkan dirimu baik-baik. Aku yakin kau akan ketagihan," ucap Celine lalu mencium bibir Candra.


Candra yang mendapat serangan dadakan dari Celine pun tak bisa menghindari ciuman tersebut. Awalnya ia diam tidak merespon, namun lama kelamaan Candra pun menikmati sentuhan itu. Meski hatinya menolak, tubuhnya sangat menginginkan sentuhan.


Ciuman itu terus berlangsung hingga keduanya saling bertukar saliva. Namun, seketika di dalam pikiran Candra terlintas wajah Hana yang sedang tersenyum manis padanya. Dengan sedikit kekuatan, Candra mendorong tubuh Celine hingga terjerembab di lantai. Ia kemudian pergi ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi itu. Ia menyalakan shower dan membiarkan air itu jatuh mengenai kepalanya untuk menetralisir obat perangsang yang diberikan oleh Celine.


"Bodoh! Hampir saja kau melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan! Maafkan aku Hana!"


Candra mengacak-acak rambutnya, ia terduduk sambil memeluk lututnya di kamar mandi. Mencoba menahan hasrat yang ada di dalam dirinya.


Sementara Celine yang terjatuh di lantai pun segera bangkit kembali dan pergi menuju ke kamar mandi. Ia menggedor-gedor pintu tersebut.


"Candra keluar kau! Kita bahkan baru menikmatinya sesaat! Ayolah kita habiskan malam ini bersama! Kau juga pasti menginginkannya kan? Dari dulu kau selalu menahan dirimu untuk tidak menyentuhku, padahal aku menginginkannya Candra," teriak Celine dari luar pintu.

__ADS_1


"Wanita sinting!" ucap Candra di dalam kamar mandi yang tidak bisa terdengar oleh Celine.


Celine kesal dan terus mendobrak pintu, akan tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk mendobrak pintu tersebut. Alhasil, ia hanya bisa menumpahkan kekesalannya dengan melemparkan benda-benda yang ada di sekitarnya.


"Sialan! Seharusnya aku bisa tidur dengan Candra malam ini!" teriak Celine dengan kencang.


Suara teriakan itu hanya terdengar samar-samar ditelinga Candra. Jadi, ia tak terlalu memperdulikan hal tersebut. Yang ia pedulikan sekarang adalah hasratnya yang semakin tinggi, bahkan guyuran air pun sepertinya tidak cukup membantunya. Namun, Candra berusaha keras walaupun dinginnya air dan udara kini menusuk ke dalam kulit tubuhnya.


Kembali lagi pada Celine, wanita itu masih terus melemparkan benda-benda. Ia bahkan memecahkan vas bunga yang ada disana. Ia terdiam sejenak, ia hampir saja lupa. Rupanya ia sudah menyiapkan kamera tersembunyi untuk merekam aksinya yang bercinta dengan Candra walaupun harus berakhir dengan kegagalan. Namun, posisi awal tadi sudah cukup untuk membuat Hana menyerah dan meninggalkan Candra.


Senyum miring pun tercipta di bibirnya. Ia akan menggunakan video tersebut.


"Kau tidak akan pernah bisa lari dariku, Can! Andai aku tidak hamil anak si b*jingan itu! Aku tidak akan mungkin lari dari pernikahan kita. Aku akan tetap bersamamu," ucap Celine yang mulai menyesali keadaannya saat itu.


"Dan kau Hana, kau akan menjadi wanita yang terbuang. Wanita miskin sepertimu tidak pantas menjadi istri dari Candra yang jauh segala-galanya darimu."


****


Terima kasih sudah membaca ceritaku sampai di bab ini. Semoga kalian menyukainya.


Jangan lupa berikan like dan vote nya teman-teman.


Ramaikan juga cerita ini dengan komentar-komentar kalian.


Kalian bisa juga memberikan dukungan untuk yoyo dengan menonton iklan yang ada di kolom pemberian hadiah.


Jangan lupa follow akun Ig ku ya


@yoyotaa_

__ADS_1


__ADS_2