Bitter Sweet Marriage

Bitter Sweet Marriage
Bonus 1 - Adelio Agam Abraham


__ADS_3

Kini usia kandungan Hana sudah memasuki bulan kelahiran menurut HPL. Hana sudah tidak sabar menantikan anak laki-lakinya lahir ke dunia. Bahkan, ia juga sudah menyiapkan segala keperluan untuk anaknya ketika sudah lahir di mulai dari kamar bayinya, baju-baju sampai ke mainannya.


"Dimana Candra, Han?" tanya Mama Dona.


"Tadi sih bilangnya keluar mau ketemu kliennya, Ma," jawab Hana.


"His! Anak itu! Istri sedang hamil tua malah kerjaannya yang diprioritaskan! Seharusnya dia ambil cuti saja," kesal sang mama.


"Minggu depan Candra juga akan mengambil cuti, Ma. Jadi di minggu-minggu ini dia memang akan sibuk," balas Hana lagi.


Mama Dona menghela napasnya.


"Awas saja kalau Minggu depan masih sibuk kerja, mama akan buat dia tidak bisa bertemu kau sekalian!" balas sang mama.


Hana hanya mengangguk-angguk saja. Karena ia tidak ingin menambah kekesalan mama mertuanya.


Tiba-tiba Hana merasakan sakit di perutnya.


"Awww!"


"Sayang, kau kenapa?" tanya Mama Dona.


"Sakiiiiiit maa," jawab Hana dengan suara rintihan.


"Astaga Hana!" Mama Dona terkejut ketika melihat air ketuban Hana yang pecah. Ia segera memanggil orang rumah untuk membantu Hana dibawa ke rumah sakit.


"Pak supir! Cepat siapkan mobil!" teriak Mama Dona.


"Bi! Bibi!" teriak Mama Dona lagi.

__ADS_1


"Iya nyonya," jawab asisten rumah tangga itu.


"Tolong bawakan tas yang sudah dibereskan itu ke dalam mobil. Sepertinya cucuku akan lahir sebentar lagi," pinta Mama Dona.


"Baik Nyonya."


Mama Dona dibantu dengan pekerja di rumah Candra memapah Hana masuk ke dalam mobil. Setelah itu, mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi.


"Ma, sakiiit ma," rintih Hana.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit. Tahan sebentar. Mama akan telepon suami mu dulu."


Telepon Mama Dona akhirnya tersambung. Ia langsung meminta Candra segera menyusul ke rumah sakit.


"Candra, cepat pergi ke rumah sakit. Sekarang mama sedang dalam perjalanan kesana. Mungkin 5 sampai 7 menit lagi akan sampai. Hana akan melahirkan," ucap sang mama.


"Hah? Yang benar ma? Kata dokter perkiraan hari kelahirannya jatuh di Minggu depan. Kenapa bisa di minggu-minggu ini?" tanya Candra yang masih agak sedikit heran.


"Iya, iya ma. Aku akan segera kesana," jawab Candra.


"Bagus!"


Setelah itu, sambungan telepon pun berhenti.


Beberapa menit kemudian, Hana sudah sampai di rumah sakit dan langsung dibawa ke ruang persalinan. Tak lama setelah itu, Candra pun sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang persalinan untuk menemani istrinya.


Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya cucu pertama di keluarga Abraham lahir ke dunia. Suara tangis bayi itu membuat keluarga Abraham dan Papa Adam menangis haru juga.


"Terima kasih sayang, terima kasih sudah melahirkan anak untukku. Aku sangat mencintaimu," ucap Candra lalu mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Menemani Hana melahirkan, membuatnya sadar betapa besarnya perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya. Bahkan ia rela bertaruh nyawa untuk membuat anaknya bisa melihat dunia.


Ketika bayi sudah dibersihkan, dokter membiarkan orang tuanya untuk menggendong bayi tersebut dan mempersilahkan keluarga dari pasien untuk menjenguk.


Dan disinilah mereka semua berada di ruangan rawat, karena Hana sudah dipindahkan dari ruang bersalin. Sementara bayi laki-laki itu, kini digendong oleh Candra.


"Adelio Agam Abraham, itu adalah namamu sayang," ucap Candra membuat yang lain menatap ke arah Candra semua.


"Apa artinya?" tanya Mama Dona.


"Seorang pangeran mulia yang kuat dari keluarga Abraham," jawab Candra.


"Bagus namanya," puji Hana.


"Tentu, karena akulah yang menamainya," balas Candra.


"Aku akan memanggilnya Lio, bolehkan sayang?" tanya Hana pada suaminya. Candra pun mengangguk. Ia segera memberikan Lio ke gendongan Hana.


Bayi laki-laki mungil itu seolah mengerti apa yang dibicarakan oleh orang dewasa yang berada di dekatnya. Ia terlihat tersenyum tipis meski matanya tertutup rapat.


"Lihat anak kita tersenyum. Sepertinya dia suka nama itu dan suka dipanggil Lio. Hai Lio sayang," ucap Hana menyapa anak laki-lakinya.


Lagi-lagi bayi itu bergerak. Semua yang ada disana pun tersenyum melihat tingkah dari bayi yang baru lahir ke dunia itu.


*


*


Hai semuanya,

__ADS_1


Maaf aku baru bisa membuat part bonusnya hari ini. Semoga kalian suka.


__ADS_2