Bitter Sweet Marriage

Bitter Sweet Marriage
Bab 55 - Cerita Berakhir


__ADS_3

Seminggu kemudian, Hana dipulangkan ke rumah. Setibanya di rumah, ia disambut dengan meriah oleh orang tua dari suaminya juga papanya.


"Selamat datang kembali ke rumah Hana. Mama sudah menyiapkan makanan enak untukmu," ucap mama Dona.


"Terima kasih ma," jawab Hana.


"Ayo kita langsung makan saja, kau pasti sudah lapar." Hana pun mengangguk.


Dua keluarga itu menikmati makan siang mereka dengan suasana bahagia. Obrolan-obrolan ringan pun tercipta di antara mereka juga candaan orang tua yang dilontarkan Adam membuat Hana dan Candra tertawa.


Selesai makan bersama, Mama Dona, Papa Abraham dan Papa Adam pamit pulang. Mereka tahu, Hana masih butuh istirahat untuk memulihkan lukanya.


"Jaga Hana baik-baik. Jangan buat dia masuk ke rumah sakit lagi," ucap sang mama.


"Iya ma," jawab Candra.


"Hati-hati di jalan," ucap Candra lagi.


Mobil yang membawa orang tuanya dan mertuanya pun keluar dari halaman rumahnya. Kini hanya tinggal Hana dan Candra berdua di dalam rumah.


"Sepertinya kita butuh beberapa asisten rumah tangga untuk membantumu. Aku tidak tega jika harus membiarkanmu mengurus semua kebutuhan rumah dalam keadaan seperti ini," usul Candra.


"Iya kau cari saja. Aku ingin orangnya yang sudah tua," pinta Hana.


"Kenapa memangnya kalau aku cari yang masih muda? Kau takut aku akan tergoda?" ucap Candra sedikit menjahili Hana.


"Tidak, kau kan sudah terjatuh ada pesonaku," jawab Hana dengan percaya dirinya. Hal tersebut membuat Candra gemas dan mencubit pipi istrinya itu.


"Aku ingin sekali memakan mu sayang. Tapi aku sadar lukamu masih belum kering sepenuhnya. Aku takut luka itu akan bertambah parah."


"Yang sabar ya sayang," ucap Hana sambil mengusap dada Candra yang tertutupi oleh kain.


"Haish! Jangan memancing sayang. Bagaimana kalau aku tidak bisa mengontrol diriku?" Candra kesal dengan kelakuan istrinya yang menggoda dirinya.


"Itu kan urusanmu. Dah sayang."


Hana benar-benar tega. Setelah membuat Candra terpancing, ia justru pergi ke dalam kamar untuk menghindar.


"Tunggu saja sampai kau sembuh nanti. Aku tidak akan berhenti memakan mu, meski kau menginginkan untuk berhenti," ucap Candra.


*


*


Di sore harinya, Candra pergi ke restoran untuk membeli makanan. Disana ia tanpa sengaja bertemu dengan Mikaila teman sekampusnya dulu. Mikaila tampak mengajak Candra untuk berbicara.


"Can, aku turut bersedih akan musibah yang menimpa istrimu."


"Terima kasih," jawab Candra kemudian hendak pergi menuju ke kasir.

__ADS_1


"Tunggu!" Mikaila menghentikan langkah Candra membuat Candra mengernyit bingung.


"Mulai saat ini, aku menyerah pada perasaan ini. Aku sadar bahwa kau tak akan pernah membalas cintaku. Aku juga sadar bahwa kau sangat mencintaimu istrimu. Terbukti dengan sikapmu ketika berita viral mengenai mu dan musibah yang terjadi pada istrimu. Aku selalu mengawasi mu dari jauh. Aku melihat kau yang begitu terpuruk karena kondisi Hana saat itu. Semoga kau selalu bahagia bersamanya."


"Terima kasih, semoga kau juga menemukan seseorang yang bisa mencintaimu dengan tulus."


Mikaila mengangguk lalu pergi dari restoran tersebut.


Candra pun melanjutkan niatnya pergi ke kasir untuk memesan makanan. Setelah beberapa lama menunggu, makanan yang ia pesan pun sudah siap. Ia bergegas pergi dari restoran dan kembali ke rumahnya.


Di dalam rumah, ia melihat Hana yang kini duduk santai di ruang keluarga sambil menonton serial drama korea.


"Eh, kau sudah datang sayang, mana pesananku!" ucap Hana.


Candra pun meletakkan makanan yang dipesan Hana. Hana begitu semangat membuka makanan itu. Ia bahkan makan dengan lahap hingga tanpa sadar ada makanan yang tersisa di atas bibirnya.


"Apa makanannya terlalu lezat? Atau kau yang memang kelaparan sayang? Kenapa makan seperti anak kecil?"


"Hehe, dua-duanya," ucap Hana sambil memperlihatkan gigi depannya.


Candra dengan senang hati mengusap makanan yang tersisa di atas bibir Hana dengan jemari tangannya.


"Habiskan kalau begitu," ujar Candra.


"Kau tidak mau?" tawar Hana.


"Tidak, melihatmu makan saja sudah membuat perutku kenyang," ucap Candra.


"Ada, ini kan aku buktinya."


"Ya, ya, ya."


Hana menghabiskan semua makanan yang dibeli oleh Candra dalam beberapa menit saja. Candra tersenyum melihat itu.


*


*


Beberapa minggu kemudian, luka Hana sudah kering meski belum sepenuhnya. Namun, sudah cukup untuk bisa melakukan apa yang diinginkan oleh Candra.


Di malam yang dingin dengan bertaburan bintang di langit, Candra dan Hana berpelukan di ranjang sambil bercerita.


"Kau tidak ingin menyentuhku?" tanya Hana.


"Ingin, tapi aku takut malah akan membuat mu terluka," jawab Candra.


"Aku sudah tidak apa-apa. Aku juga tidak tega terus menyiksamu seperti ini," ucap Hana sambil mengelus dada Candra lalu membuka kancing baju tidur yang Candra kenakan.


"Jangan nakal sayang! Aku bisa lepas kendali jika kau seperti ini," ucap Candra yang masih bisa berpikir jernih dan menahan hasratnya.

__ADS_1


"Aku memang menginginkan kau lepas kendali dan menerkam ku saat ini juga," ucap Hana lalu mengecup dada Candra yang sudah polos itu.


Candra yang memang sudah tak bisa menahan hasratnya lagi mulai merubah posisinya. Ia mengukung tubuh kecil istrinya itu dan menatap Hana dengan sangat mendalam.


"Kau sudah membangunkan singa yang tertidur sayang. Setelah ini rasakan akibatnya. Aku tidak akan berhenti meski kau meminta berhenti," ucap Candra sambil mengelus pipi Hana dengan lembut.


"Siapa takut!" ucap Hana yang tidak ada takut-takutnya itu.


Keduanya pun memulai sentuhan-sentuhan jahil ke area-area tertentu untuk membangunkan hasratnya yang sudah bergelora.


"Aku berharap, usaha kita kali ini akan membuahkan hasilnya," ucap Candra sambil terus memainkan mainannya.


Setelah lama bergelut dengan tubuh satu sama lain, mereka pun sampai pada pelepasan.


"Ah, sayang ..." Keduanya menikmati pelepasan itu dengan diakhiri dengan ciuman panas yang diberikan oleh Candra.


"Terima kasih sayang untuk semuanya. Aku tidak menyangka pernikahan yang awalnya karena keterpaksaan akan menjadi indah seperti ini," ucap Candra sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Hana.


"Aku juga tidak menyangka, pernikahan yang awalnya sangat pahit bisa berakhir dengan bahagia. Aku terkadang masih suka merasa, semuanya adalah mimpi semata. Terima kasih karena sudah mau menerimaku yang biasa ini."


Keduanya lagi-lagi saling berciuman dan melakukan hubungan suami istri lagi.


Pernikahan yang semula tak diharapakan akan ada bahagia di dalamnya, kini pasangan tersebut saling bergantung satu sama lainnya. Pahit manisnya pernikahan membuat mereka jadi semakin dekat dan saling mengenal tanpa mereka sadari. Cerita pun berakhir.


.


Tamat


*


*


Terima kasih untuk semuanya yang sudah mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir. Maaf karena selama ini aku selalu jarang update untuk cerita ini.


Akan ada beberapa part bonus untuk melengkapi kisah mereka. Ditunggu ya semuanya.


Jangan lupa baca ceritaku yang lainnya ya.



Pesona Ibu Susu Baby Elnan ( End )


Cinta Dalam Doa ( end )


All I Want Is you ( On Going )


After Marriage ( On Going )


__ADS_1


See you in the next story 😍


Love you all ❣️


__ADS_2