Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 11


__ADS_3

"tuan apa yang kau lakukan" teriak aisya yang membuat rendy Daniel dan alex terkejut


"aisya" rendy yang melihat aisya berjalan kedepan nya dengan raut wajah yang tak bisa dibaca"apa yang kau lakukan disini "tanya rendy menatap tajam kearah dimas dan Rafa. melihat tatapan rendy dimas dan rafa memalingkan wajahnya


" tidak usah melihat mereka seperti itu tuan mereka tidak akan bisa melawan ku benarkan kak"jawab aisya polos


flashback on


"kak ayo beritahu aku ayolah kak dimas" aisya yang terus merengek


"tidak bisa asyi sayang rendy bisa marah nanti" jawab dimas


"kak Rafa ayolah bukan nya kalian bukan nya kak rafa paling sayangkan sama temen kecilnya" sambung aisya merengek ke rafa


"tidak bisa asyi kamu tau kan kalau tuan kesayangan mu sudah marah bisa kacau nanti


" baik lah kalau kalian tidak memberitahu ku aku tidak akan makan kalian tau kan aku dari semalam belum makan ya sudah aku tidak akan makan "jawab aisya merajuk" aduh berhasil nggak ya aku sebenarnya nggak mau mogok makan soalnya aku udah lapar banget "batin aisya" ya sudah aku mogok makan aja "ucap aisya berdiri tapi rafa menahan nya.


" baiklah sekarang kamu makan kita akan pergi"ucap rafa


"ya sudah sekarang kamu makan kita akan pergi ke tempat mereka" ucap dimas pasrah


"aku tidak akan makan sekarang aku akan makan setelah kita ketemu mereka " ucap aisya penuh tekanan dan di iyakan oleh dimas dan rafa "terimakasih kakak ku" ucap aisya dan memeluk rafa dan dimas. rafa dan dimas hanya menghela nafas kasar mereka bingung dengan sikap mereka kepada aisya kenapa selalu memanjakan aisya seperti adik mereka sendiri


"Huff... " kompak rafa dan Dimas


Flashback to

__ADS_1


"tuan ... " mata aisya yang terus menatap rendy yang tak bisa diartikan. rendy yang melihat tatapan aisya entah kenapa perasaan nya tidak karuan saat membunuh seseorang orang didepan aisya


"aku... " rendy menberikan senjatanya kepada alex. mereka semua sudah siap dengan apa yang di katakan aisya.


"tuan kenapa kau melakukan ini sendiri kenapa kau tidak menyuruh nya melakukan ini" aisya mengambil tisu basah dan membersihkan wajah dan tangan rendy yang terkena darah "kau tahu tuan wajah mu yang sangat tampan ini tidak cocok untuk terkena darah karena kau sangat tampan kalau kau perlu membunuh seseorang suruhlah bawahan mu atau aku yang melakukan ini. kalau hal sepele saja perlu kau turun tangan untuk apa mereka yang sudah kau bayar dengan mahal" Ucap aisya melihat alex yang membuat alex menundukkan kepalanya "apa kau mengerti tuan" ucap aisya menatap dalam rendy. melihat tatapan aisya rendy mengangguk membuat yang ada disana berusaha menahan tawa yang melihat rendy begitu patuh pada aisya.


"kenapa dia dibunuh" tanya aisya


"dia mata mata nyonya" jawab alex yang membuat mereka kaget


"Ooooo, hah apa tadi aku tidak salah dengar kau memanggilku nyonya" aisya senang dirinya dipanggil nyonya


"jadi nyonya.. eh anda bukan istri tuan" sontak alex mendapat tatapan tajam dari rendy


"sekarang memang bukan, tapi aku adalah calon nyonya mu, aku Suka kau nanti setelah aku menikah dengan tuan mu kau jadi supir pribadi ku dan gajimu akan ku naikkan tiga kali lipat jadi sering sering lah memanggilku nyonya agar aku benar-benar menjadi nyonya mu karena orang bilang ucapan itu doa" jelas aisya panjang lebar


"hei, tidak usah hiraukan dia yang saya bilang benar kok bahkan saya udah ambil ciuman pertama nya dan dia juga mengambil ciuman pertama ku jadi kau tidak usah takut jika dia mengambil orang lain menjadi nyonya nya orang lain, tidak akan ku ampuni dia.siapa suruh dia sudah membuat aku begitu menyukai nya" aisya menatap rendy dan terus berjalan yang membuat rendy terus mundur dan akhirnya berhenti karena tembok. aisya menempelkan kedua tangan nya di tembok "karena tuan ku hanyalah milikku dan tidak ada siapapun di dunia ini yang bisa merebutnya dari ku" ucap aisya dan mencium singkat bibir rendy yang membuat rendy tidak bergerak. Teman-teman nya yang melihat rendy yang tak berkutik di depan seorang wanita menahan tawa mereka. rangga yang melihat itu juga ikut menahan tawa melihat seorang bos mafia kejam tidak berkutik dihadapan seorang gadis.


"tuan siapa dia dan siapa anak ini" ucap aisya seolah tidak ada yang terjadi dan melihat rangga


"mereka mata mata dari youto " jawab alex karena rendy tidak menjawab


"lalu kenapa dia dibiarkan hidup kenapa tidak bunuh dia saja" tanya aisya santai


"kita akan membawa nya pulang" jawab rendy datar yang sudah sadar dari mimpi nya.


"oh baiklah kita akan membawa nya pulang" jawab aisya

__ADS_1


"kamu tidak bertanya ai kenapa kami mau membawa nya pulang" tanya daniel


"kalau tuan dan kalian udah memutuskan kalian pasti punya alasan dan aku percaya pada kalian" kata kata aisya membuat mereka teharu dan rendy tersenyum walaupun dia tau siapa mereka sikap nya tetap tidak berubah .


"wah, kau cantik sekali siapa namamu" ucap aisya yang membuat semua orang tertawa dan membuat rangga malu


"asyi kenapa kamu menyebut lelaki cantik seharusnya tampan" Rafa menahan tawa


"benar kak coba lihat pipi tembem nya yg memerah ini lucu sekali" aisya mencubit pipi rangga karena merasa geram


"sudah aisya kau membuat nya malu" rendy tersenyum tanpa sadar melihat tingkah aisya


"wah es batu kita tersenyum lihat dimas" Rafa yang melihat rendy tersenyum dan menunjukkan nya kedimas dan Daniel


"baguslah akhirnya dia bisa tersenyum seperti itu lagi sudah lama sekali dan itu semua karena asyik" ucap dimas penuh arti Rafa dan Daniel hanya mengangguk


"ayo kita pulang " ajak dimas dan semuanya mengangguk kecuali rendy


"kalian tunggulah aku sebentar dimobil ada yang ingin aku bicarakan dengan alex" ucap rendy yang diangguki mereka.


"ayo rangga" ucap dimas dan rangga melihat rendy, rendy memberi isyarat ke rangga dan rangga pun mengikuti dimas rangga tidak tau yang dia tau menurut nya rendy orang baik dan bisa dia percayai olehnya meskipun dia belum tau apa pun tentang rendy dan juga soal kematian ayahnya. setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai mession betapa takjub nya rangga melihat kemewahan mession itu


"ayo kita masuk" ajak dimas yang diangguki rangga. mereka masuk kedalam "sekarang rangga ini rumah kita dan kami akan melindungi mu mulai sekarang


" kenapa kalian begitu naik padaku aku merasa kalian sangat aneh"rangga yang sudah mulai bicara karena dari tadi dia tidak bicara


"kamu tidak perlu memikirkan apapun kamu tinggal di sini baik baik dan belajar yang baik jangan mengecewakan ku dan kami semua" ucap rendy tegas. rangga hanya mengangguk

__ADS_1


bersambung. jangan lupa like, vote and coment 👍😄😄


__ADS_2