Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 20


__ADS_3

"rangga jika kamu ada kesulitan katakan lah pada kami katakan lah jangan menyimpan nya di hati" ucap aisya dengan lembut.


rangga hanya terdiam dia menundukkan kepala nya.


"katakanlah" ucap rendy


rangga mengangkat kepala matanya sudah Berkaca - kaca.


"aku takut.. aku takut seseorang terlalu baik pada ku aku juga takut di buang aku takut sendirian, aku tidak peduli orang mengatakan aku seperti anak tujuh tahun atau seperti seorang gadis tapi aku memang takut sendirian" jawab rangga mengeluarkan unek unek nya


"sekarang kalian sangat baik pada ku sama seperti Youto waktu pertama mereka membawa ku mereka juga memperlakukan ku dengan baik setelah itu mereka membuangku seperti sampah dan ayah waktu pertama dia mangambilku dia sangat baik pada ku tapi setelah beberapa lama dia jadi sering memukul ku jadi aku jadi takut untuk menikmati semua ini jadi dalam pikiran ku lebih baik membuang semua ini, dari pada nanti aku tidak bisa melepaskan nya"ucap rangga dan air bening keluar dari mata nya.


rendy dan aisya terdiam mereka tidak tahu jika rangga sebenarnya hidup dalam ketakutan karena kasih sayang mereka.


"rangga bagaimana bisa seorang kakak meninggal kan adik nya" ucap rendy, rendy memeluk rangga dan mengelus kepala nya.


rangga terdiam mendengar perkataan rendy tapi dia tidak berfikir yang lain dia hanya berfikir mungkin mereka menganggap nya adik.


"bagaimana mungkin kau menganggap ku adik mu sedang kan aku sangat membencimu bahkan ingin membunuh mu karena kau telah membunuh ayah ku bagaimana mungkin aku menjadi adik mu"

__ADS_1


"apakah benar kau membenciku" tanya rendy dengan senyuman


"aku juga tidak tahu tapi yang jelas kau telah membunuh ayah ku dan aku sangat membencimu tapi kenapa kalian sangat baik pada ku hingga aku merasa bersalah jika harus membunuh kalian, bisakah kalian tidak terlalu baik agar aku tidak merasa bersalah, tapi kalau aku seperti ini aku merasa bersalah bersalah pada Ayah" rangga semakin terisak saat rendy memeluknya aisya juga mengeluarkan air mata melihat keadaan rangga dia masih sangat muda dan dia sudah menerima tekanan sejak usia yang dimana anak seusia nya seharusnya bersenang-senang bersama teman-teman nya tapi dia harus mengalami kejadian pahit hingga kasih sayang yang mereka berikan menjadi ketakutan baginya bukan ke bahagian.


rendy melepas kan pelukan nya mengelus kepala rangga.


"rangga bukan kami yang membunuh ayah mu tapi dia mati atas keinginan nya sendiri"


"tapi kenapa"


"kamu tahu ayah mu juga mata mata sama seperti mu dia juga di kirim ke markas ku saat kami menemukan nya dia memilih untuk mati dari pada kembali ke Youto karena di sana tidak menerima kegagalan jika ayah mu kembali kesana mungkin dia akan di siksa sampai mati bahkan mungkin dia tidak memiliki jasad dan dia juga tidak bisa lari ke manapun dan dia juga tidak ingin melibatkan mu"


rendy menarik nafas kasar "dari dulu peraturan kami adalah tidak menerima anggota dari mafia lain dan orang ku pasti tidak akan menerima nya dia mungkin juga akan di siksa di sana dan aku juga tidak bisa mengawasi nya 24 jam jadi aku hanya berjanji untuk melindungimu" jelas rendy.


"tapi kenapa mereka bilang kalau kau yang membunuh ayah ku"


"karena mereka ingin kau membunuh ku"


'kenapa aku bahkan tidak bisa membunuh orang kenapa mereka ingin aku melakukan nya "

__ADS_1


"aku akan memberitahu mu di saat yang tepat abang berjanji sekarang kau tidur lah , karena dokter bilang kau harus banyak istirahat"


rangga hanya mengangguk terdapat rasa kecewa di hati nya karena rendy tidak menjawab pertanyaan terakhir nya tapi dia juga tidak ingin bertanya lagi yang penting dia sudah


mendapatkan tentang jawaban tentang masalah nya dan rendy yang tidak akan membuangnya meski dia tidak tahu tentang masa depan tapi dia akan mempercayai nya.


rangga menutup matanya dan dia terlelap dalam mimpi nya, rendy dan aisya yang melihat rangga tertidur mereka mengulas senyuman.


"Abang janji tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu" batin rendy dan menutupi rangga dengan selimut mengelus kepala nya.


"tidak akan ku biarkan seseorang mengotori kepolosan dan kebaikan hati nya" batin aisya mereka sama sama mengulas senyuman dan keluar dari kamar rangga untuk melanjutkan istirahat mereka tapi sebelum mereka kekamar ada yang harus mereka lakukan.


"mas kau tadi sudah memeluk rangga apa kau tidak memeluk ku juga" rengek aisya


"apa kau cemburu pada rangga" uda rendy terkekeh dengan tingkah aisya


"bukan aku hanya.. " sebelum aisya melanjutkan ucapannya rendy segera mencium singkat bibir aisya "selamat tidur" bisik rendy


seketika wajah aisya jadi semerah tomat dia segera berlari ke dalam kamarnya dengan menutupi wajahnya. Rendy yang melihat aisya tersenyum kekeh dan memasuki kamarnya .

__ADS_1


bersambung, jangan lupa tinggal kan jejak ya💕like❤and👩‍🦳coment🤍ya💙


__ADS_2