
Aisya membuka pintu melihat orang yang sangat di cintai nya terbaring lemah , aisya duduk di samping Rendy menggenggam tangannya.
"apa kamu tahu saat kamu mengusirku untuk meninggalkan ku saat itu hatiku sangat sakit, saat itu aku sangat ingin membenci mu dan melupakan mu tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa melepaskan mu jadi aku menculik mu, sebenarnya aku menculik mu ke sini untuk menyiksamu tapi saat aku melihat mu aku tidak bisa, saat itu aku mengubah pikiran ku untuk menahan mu disini selama sebulan, karena aku ingin menghabiskan waktu dengan mu dan aku juga sudah mempersiapkan perpisahan romantis untuk kita, tapi sekarang aku lebih berharap kamu hidup dari pada mencintai ku aku tidak peduli kamu mencintai ku atau tidak yang paling penting adalah kamu harus hidup karena hanya dengan kamu hidup aku bisa melihat mu"aisya menaruh telapak tangan Rendy di wajahnya "aku hanya ingin kamu hidup. " aisya menangis sampai terisak tanpa sadar bahwa Rendy sudah sadar.
"aisya.... " panggil Rendy dengan suara yang sangat lemah.
"mas, kamu sudah sadar" aisya menghapus air matanya "mas bagaimana apa ada yang sakit,kamu membuat ku takut tahu nggak" aisya menangis lagi.
"bukankah sekarang aku baik baik saja, jangan menangis lagi ya" Rendy menghapus air mata aisya.
"aku beritahukan yang lain" saat aisya ingin pergi Rendy menarik tangan nya "tidak usah, lagi pula ini juga sudah larut biarkan mereka istirahat, dan aku juga ingin membicarakan sesuatu"
"kamu ingin bicara apa"
"bantu aku bangun" aisya membantu Rendy untuk duduk "duduk di samping ku" Rendy menepuk kasur di sebelah nya.
"kamu ingin bicara apa, sudah lama sekali kita tidak bicara seperti ini" aisya mengulas senyum di wajahnya.
Rendy menggenggam tangan aisya "aisya apa kamu tidak menyalahkan ku"
"menyalahkan mu apa"
"tentang.. yang terjadi di taman hiburan itu"
"bagaimana mungkin aku menyalahkan mu, aku tahu kamu melakukan semua itu pasti ada alasan nya"
"apa kamu tidak mau tahu alasan nya"
__ADS_1
"apapun alasannya aku akan selalu mempercayai mu dan alasan mu katakan saat kamu ingin mengatakan nya aku juga tidak akan bertanya" mendengar perkataan aisya membuat Rendy terharu bahkan dia ingin menangis"aisya aku mencintaimu sangat sangat mencintaimu "mendengar perkataan rendy membuat aisya teringat dengan perkataan rey hingga membuat nya menangis" kenapa menangis apa kamu tidak suka aku mengatakan nya "tanya rendy dan menghapus air mata aisya.
" bukan, aku sangat bahagia mendengar kata kata mu sangking bahagia nya hingga membuat ku menangis"ucap aisya dan menghapus air matanya .Tuhan apakah nanti aku bisa mendengar kata kata ini lagi dari nya, aku mohon jangan ambil dia dariku "batin aisya" peluk aku"rendy tersenyum dan memeluk aisya.
beberapa hari keadaan rendy semakin membaik dan hari ini rey datang dan memeriksanya lagi.
"halo semua nya aku datang lagi" rey menyapa semua orang tapi tidak ada yang menghina nya "hey, aku datang" teriak rey
"oh" hanya itu respon dari Rafa dimas Daniel dan rangga.
"dasar orang orang kejam" di saat rey sedang meratap aisya datang menyapa nya.
"dokter anda sudah datang" ucap aisya ramah
"akhirnya ada juga yang waras" ucap rey
"iya" jawab rey singkat dan pergi ke kamar rendy dan aisya mengikuti nya dari belakang "bagaimana keadaan nya belakangan ini"
"seperti nya cukup baik"
"cukup baik berarti tidak baik" ucap rey yang membuat aisya bingung"kamu tidak usah masuk dan tunggu di sini, nanti saya hubungi kamu dan angkat"setelah rey masuk aisya pergi berkumpul di ruang tamu tak lama rey menghubungi nya dia menspiker HP nya agar bisa di dengar semua orang.
"bagaimana belakang ini" tanya rey
"lumayan"
"lumayan bagaimana sini gw liat" rey memeriksa tubuh rendy "tangan kanan lo mati rasa" saat mendengar suara rey aisya menutup mulut nya"Ren kenapa kita nggak kemoterapi aja tubuh lo makin lama makin lemah tahu nggak "
__ADS_1
"emang dengan gitu gw bisa di jamin sembuh, gw nggak mau menghabisi waktu gw di rumah sakit lebih baik gw habisi waktu bersama keluarga dan orang yang gw cintai" ucap rendy membuat semua orang berlinang air mata.
"tapi kita biarin gini aja tanpa berusaha, itu sama aja dengan menyerah tahu nggak" rey juga mulai menangis "
"lo nangis ngapain lo nangis bukan nya lo benci sama gw"" ucap rendy menggoda rey
"siapa yang nangis gw nggak akan nangis buat es batu" rey memalingkan wajahnya.
"baiklah lo nggak nangis, rey Terima kasih untuk semua nya" ucap rendy tulus.
"nggak usah terimakasih kasih gw bayarin yang tinggi karena lo nggak mau ke rumah sakit gw harus bolak balik ke sini tahu nggak, habis bensin gw"
"dasar lo"
Tak lama rey keluar mereka langsung menghampiri nya.
"kalian sudah dengarkan keadaan nya semakin memburuk cari cara untuk membujuknya agar mau ke rumah sakit" ucap rey
"apa tidak ada cara lain" ucap aisya
"ada operasi tapi kemungkinan berhasil nya hanya dua puluh persen" setelah mengucapkan itu rey langsung meninggal kan mereka dan aisya dia terduduk di lantai.
"dua puluh.. hahahaha....dia bilang hanya dua puluh"aisya tertawa mengerikan. rangga diam mematung tanpa mengucap sepatah katapun dia pergi ke kamar rendy.
" rangga "ucap rendy dan melihat ekpresi wajah rangga tidak seperti biasa nya. rangga menghampiri rendy dan berdiri di depan nya.
bersambung❤❤❤❤
__ADS_1