
Rendy melihat ekspresi rangga yang berbeda, lalu dia bangun dan menghampiri nya tapi karena kondisi nya yang lemah dia kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh untung ada rangga yang menangkap nya.
"Hati-hati" rangga memapah rendy kembali keranjang.
"kenapa, ada apa dengan ekspresi mu apa kau ingin mengatakan sesuatu" tanya rendy tanya rangga hanya diam "kenapa tidak bicara"
"bang aku mau kuliah kedokteran" ucap rangga, lama rendy tidak menjawab "abang tidak setuju, kalau abang setuju aku tidak akan melakukan nya.
rendy tersenyum" mengapa abang tidak setuju, justru abang sangat senang kamu mempunyai keputusan sendiri, abang mau tanya kenapa kamu mau jadi dokter "pertanyaan rendy membuat rangga terdiam.
" sebelum nya aku juga tidak tahu mau jadi apa, awal nya aku ingin membantu abang di perusahaan, tapi saat aku di perusahaan aku rasa aku berbeda dengan abang walaupun aku bisa menghandle perusahaan tapi aku tidak suka pekerjaan itu, dia tidak membangkitkan semangat ku, berbeda dengan abang, saat aku liat abang kerja menghandle proyek abang dan menghadapi lawan abang terasa bersemangat bahkan bisa lupa waktu, tapi aku beda aku tidak suka berurusan dengan rubah tua itu "rendy sampai tertawa mendengar kalimat terakhir rangga.
"rangga sudah dewasa ya" rendy mengelus Kepala rangga "jadi kapan kamu memutuskan ingin jadi dokter"
"saat aku pergi ke rumah sakit dengan abang, saat aku lihat para dokter itu menyelamatkan dan berbicara dan berkomunikasi dengan pasien aku merasa sangat bahagia dan saat aku liat dokter rey dia sangat hebat dan juga sangat keren walaupun terkadang dia agak gresek tapi dia sangat berdedikasi dengan pekerjaan nya dan juga peduli dengan pasien nya, dan aku merasa dia sangat hebat "
"jadi menurut kamu abang hebat atau dia hebat"
"tentu saja abang, kamu adalah terbaik di dunia"
"rangga apa kamu tahu terkadang abang merasa kamu bicara sama abang seperti abang bicara sama adik perempuan, kamu manja sama abang bisa ngambek itu adalah sikap yang tidak kamu perlihatkan kepada orang lain, dan kalo para fans cewek kamu sikap kamu pasti mereka Bakal ilfil"
"biarin lagi pula aku juga tidak menyukai mereka" jawab rangga "wanita sangat merepotkan"
__ADS_1
"kalo kamu merasa wanita merepotkan bagaimana kamu akan menikah nanti" sahut seseorang yang selalu membuat rangga kesal.
aisya dimas Rafa dan juga Daniel juga masuk ke dalam kamar.
"biarin, kalo gitu aku tidak usah nikah, pacaran dan nikah sangat merepotkan terutama wanita memang merepotkan" ucap rangga membuat semua orang tertawa.
"kalo begitu kakak juga merepotkan dong" sahut aisya.
"kakak beda lagi pula bukan aku yang mengurusi kakak itu urusan bang Rendy" kali ini rangga benar benar membuat semua orang tertawa.
"rangga kita memang sangat manis" ucap dimas
"rangga ijinkan bang Rafa mencium mu kamu sungguh sangat imut" rangga langsung berlari dan bersembunyi di belakang Daniel.
"bang Daniel" rangga menggosok wajahnya dan
keluar dengan wajah kesal.
"kak Rafa kenapa kakak sangat suka menggoda
nya dan kak Daniel kenapa kakak juga ikut ikutan" aisya mengomeli mereka sambil menahan tawa, sebenarnya dia juga sangat suka wajah kesal rangga yang sangat imut.
"ren gimana keadaan lo" tanya Rafa
__ADS_1
"lumayan kenapa, " tanya Rendy
"gw cuma nanya kenapa, nggak boleh"
"gw tahu pasti selama gw nggak ada lo harus kerja lembur kan, jadi nggak ada waktu buat nemenin pacar lo kan" canda Rendy
"mana ada gw itu khawatirin lo, lagi pula selama ini gw rajin kok iya kan" Rafa langsung mendapatkan tatapan tajam dari semua orang.
"iya lo emang rajin sampai gw ingin pukul lo setiap hari" Rafa langsung lari keluar saat Daniel ingin memukul nya.
"berhenti lo, dasar Playboy" Daniel mengejar nya dari belakang.
"aku tidak tahu kapan mereka akan dewasa" ucap dimas menggeleng kepalanya kita mau ke kantor"aku keluar dulu ya, istirahat ya ren"
Setelah semua orang keluar tinggal aisya dan Rendy"mas sekarang kamu tidur ya"
"kamu nggak ngantor " tanya rangga
"aku nggak ke kantor aku mau jagain kamu" jawab aisya
"kamu sudah beberapa hari nggak ke kantor, lagi pula aku juga sudah nggak apa apa kok"
"besok aku ke kantor hari ini aku jaga kamu" ucap aisya. mas rasanya aku tidak mau jauh dari kamu sedikit pun, aku sangat takut kamu tiba tiba menghilang lagi"batin aisya "sekarang kamu istirahat ya aku ada di samping kamu" Rendy memejamkan matanya dan tertidur "bulu mata panjang, mata besar hidung mancung bibir kecil sangat tampan" aisya bergumam sambil melihat wajah Rendy yang sedang tertidur.
__ADS_1
bersambung β€β€β€πlike like π₯Ίπ₯°ππ¦ππ©βπ¦³π€πβ€