
aisya terus duduk disamping rendy dan menggenggam tangan rendy dia tidak bergerak sedikit pun dia hanya duduk menatap wajah rendy
"tuan walau kau sakit kau tetap tampan " ucap aisya yang di dengar oleh dimas, dimas tersenyum mendengar perkataan aisya
"kalau udah cinta walau jelek tetap aja tampan" aisya terkejut mendengar ucapan dimas dan juga dia jadi tersipu
"tuan emang tampan" sahut aisya yang wajahnya semerah tomat
"oh iya kak sebenarnya tuan kenapa kenapa tadi dokter bilang begitu" tanya aisya penasaran
dimas menarik nafas kasar dan menceritakan kepada aisya
"lima bulan yang lalu rendy pernah satu tahun yang lalu jantung rendy pernah tertembak" jawab dimas dengan wajah penuh penyesalan
"maksud kakak jantung tuan bermasalah" aisya mulai panik dengan raut wajah dimas
"tidak asyi, kamu dengar dulu dong aku bicara" jawab dimas menenangkan aisya "jadi jantung rendy sudah di operasi jadi jantung nya sudah tidak masalah. tapi fisik nya juga sudah lemah dia harus mengatur semuanya dari fisiknya emosi nya sampai pola makan nya salah sedikit saja dia akan jadi seperti ini. semua karena kesalahan kami seandainya waktu itu kami tidak lalai mematikan ponsel karena sibuk dengan wanita mungkin rendy tidak akan tertembak dan tidak akan seperti ini"timpal dimas penuh penyesalan.
Rafa dan Daniel yang juga berdiri disana hanya menunduk dan mengingat di mana mereka bersenang senang dengan wanita dan teman mereka sedang menghadapi kematian dengan melawan musuh dan juga tertembak.
Flashback
"tuan markas utama di serang tuan " andre langsung masuk tanpa mengetuk pintu ruangan kerja rendy
"apa, beraninya mereka mengganggu saat aku mau tidur apa mereka tidak tahu aku sangat mengantuk" jawab rendy sembari menguap
"hubungi dimas Rafa dan juga Daniel kita pergi sekarang beraninya mereka mengganggu tidur ku"rendy senyuman yang sulit di artikan, andre yang melihat bos nya tersenyum dia sudah tau senyuman itu lebih mengerikan dari dia saat marah.
saat mereka keluar andre terus menghubungi dimas Rafa dan juga Daniel tapi ponsel mereka semua mati lebih tepat nya di matikan karena mereka sedang sibuk menikmati wanita yang mereka bayar tentu nya tidak murah.
" tidak ada yang aktif tuan bagaimana ini apa kita akan tetap pergi"tanya andre"atau kita harus mencari mereka dulu"sambung andre
__ADS_1
"tidak aku akan pergi bersama anak buah ku kau pergi cari mereka tidak akan kubiarkan yang mengganggu ketenangan ku hidup" rendy dengan tatapan membunuh dan senyuman itu tentunya.
"tapi itu youto tuan" jawab andre entah mengapa dia sangat tidak tenang
"memangnya siapa yang tidak bisa aku hadapi, tenang lah dan cepat lah kau tahu kan aku tidak suka menunggu terlalu lama" ucap rendy penuh arti.
andre bergegas ke mobil nya dan menancap gas nya begitu pula rendy dan anak buah nya
rendy segera menuju ke markas dan andre menuju ke tempat dimas Rafa dan Daniel.
saat andre sama di klub tempat biasanya dimas Rafa dan Daniel datangi dia segera menghampiri salah satu anak buah mereka yang berjaga di sana .
"di mana tuan dimas " tanya andre begitu dia mendapatkan jawaban nya dia segera berlari entah mengapa dia sangat takut kali ini tidak biasa nya dia seperti ini. memang andre juga sudah di anggap keluarga oleh mereka andre juga sangat di percaya oleh rendy.
"tuan dimas" andre langsung masuk tanpa mempedulikan apapun
"apaan sih ndre ganggu aja lo" jawab dimas masih terus menatap wajah wanita yang mereka beli itu begitu juga Rafa dan Daniel mereka tidak mempedulikan andre.
" apa "sontak mereka bertiga langsung berdiri dan melepaskan wanita itu
" terus kenapa lo nggak hubungin kita"tanya Rafa marah kepada andre
"sudah tuan tapi ponsel kalian dimatikan " jawab andre
"nggak mungkin kami tidak pernah mematikan ponsel " jawab dimas dan mengecek ponsel nya ternyata benar mati begitu juga dengan Rafa dan dimas dan mereka melihat wanita di samping mereka dalam sekejap ruangan itu jadi ruangan berdarah.
"jadi tujuan mereka adalah tuan Rendy dan penyerangan markas pusat itu hanya kedok mereka saja dan mereka juga sudah memperhitungkan semuanya jadi mereka akan menyerang tuan di..... " andre langsung menancap gas menuju ke tempat Rendy dengan perasaan menyesal seharusnya dia tidak meninggal kan Rendy "tuan kau harus baik baik saja" gumam andre
di sana Rendy sudah sangat kelelahan menghadapi musuh nya yang terus berdatangan kalau ada dimas Rafa Daniel dan andre dia tidak akan kewalahan walaupun menghadapi seribu orang anak buah nya juga mati satu persatu
"br**gsek kalian" Rendy wajah dan tubuhnya sudah berlumuran darah "setelah kalian mengganggu tidur ku kalian juga membuat tubuh ku kotor, b*ji*gan" teriak Rendy dan melenyapkan mereka satu persatu dan mereka semua tersungkur tidak ada yang hidup Rendy juga menjatuhkan pisau dan pistol yang ada di
__ADS_1
tangannya. dia merasa sangat lelah juga sangat mengantuk dan dia mendengar seseorang memanggilnya .
"Rendy... " Rendy berbalik itu adalah sahabat yang sudah seperti keluarga bagi nya Rendy tersenyum dan begitu juga dengan mereka
dor
sontak senyuman itu hilang menjadi rasa yang sangat sakit ketika melihat Rendy tertembak di depan mereka sahabat terpenting bagi dimas Rafa dan Daniel dan penyelamat bagi andre.
mereka segera berlari ke Rendy yang sudah terkapar lemah, dimas segera mendekap tubuh Rendy.
"andre cepat hubungi ambulan dan rey cepat" Rafa berteriak dan menekan darah di dada Rendy. Daniel menggosok tangan Rendy yang sangat dingin.
"ren lo harus bertahan lo harus hidup lo belum rasain gimana rasanya nikmat surga dunia jadi lo harus hidup" ucap Rafa yang terus menekan darah nya. perlahan Rendy mulai sadar dia hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun.
"apa lo senyum senyuman lo itu lebih mengerikan dari muka marah lo tau nggak kenapa lo nggak nunggu kita mau jadi jagoan lo ha.. " dimas yang terus mendekap tubuh Rendy tapi Rendy hanya tersenyum dan di kehilangan kesadaran nya lagi. tangan yang tadi memegang tangan Daniel juga terjatuh.
mereka semua nya hanya diam dan melakukan apa yang tadi mereka lakukan, rasanya sangat sakit saat melihat orang yang sudah kita anggap keluarga, yang sudah melewati hidup mati suka duka bersama tertembak didepan kita.
flashback now
aisya yang mendengar mereka juga ikut terharu dengan persahabatan mereka. melihat para kakak yang bersedih aisya berdiri dan memeluk mereka.
"kak itu semua sudah berlalu mungkin tuan juga sudah tidak mempermasalahkan lagi dan itu semua kecelakaan jadi kalian tidak perlu menyalahkan diri kalian lagi" ucap aisya tulus
"kalau kalian merasa bersalah makan selanjutnya lindungi lah aku" Rendy yang membuat mereka semua terkejut
"tuan, tuan udah sadar, tuan baik baik aja kan mana yang sakit tuan aduh tuan kenapa tuan nggak bilang kalau tuan sakit " tanya aisya bertubi-tubi
"aisya tolong bantu saya duduk" rendy yang berusaha untuk duduk dan di bantu aisya "aisya kalau tanya satu satu kepala saya masih pusing" jawab rendy
"ya sudah tidak usah dijawab tuan istirahat aja saya bikin makanan dulu ya" aisya pergi dari sana agar mereka bicara
__ADS_1
bersambung, jangan lupa like vote and coment 👍😄❤👩🦳