Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 27


__ADS_3

sudah beberapa hari tapi rangga masih seperti biasa tidak bicara Rendy duduk di balkon dan melihat rangga yang hanya duduk di taman dihalaman rumah ditemani andre selain mereka berlima dan andre yang bisa dekat dengan rangga bahkan pelayan tidak boleh dekat dengan nya.


"kenapa mas" aisya datang dan memeluk Rendy dari belakang "kepikiran soal rangga"


"em.. aku nggak tau harus gimana rangga tidak ingin berhubungan dengan siapa pun kecuali kita bahkan keluar rumah dia tidak mau aku khawatir bagaimana dia nantinya tidak mungkin kan dia selamanya di rumah"


"bagaimana dengan temannya apa rangga juga telah mau berhubungan dengan mereka"


"aku juga tidak tahu rangga juga tidak mau ke sekolah bahkan sekarang dia tidak bicara tidak ingin sendiri tapi walaupun ada teman dia juga tidak mau bicara"


"teman.. gimana kalo kita bawa teman rangga kerumah mas siapa dengan temannya dia bisa lebih terbuka."


"tapi apa mereka mau sayang dan teman rangga mereka bagaimana kamu tahu kan keluarga kita bagaimana aku juga nggak mau mereka nanti dalam bahaya"


"kita beritahu kemereka tentang Keluarga kita dan suruh mereka ambil keputusan tapi aku yakin mereka pasti mau"


"yaudah aku serahin semuanya sama kamu, nanti aku suruh andre buat jemput mereka."


"iya mas"


*********


raka Yuda dan aldi gugup melihat empat orang di depan mereka hanya aisya yang tampak sedikit ramah yang lainnya entah mengapa membuat mereka gugup dan bulu kuduk mereka berdiri.


"hei hei jangan liat mereka seperti itu mereka anak anak jangan buat mereka takut nanti mereka lagi" ucap Rafa mencairkan suasana

__ADS_1


"apa kalian takut" tanya daniel santai


"tidak" jawab mereka bersamaan yang membuat rangga mati kutu dan melempar bantal kearah daniel dan daniel melempar kembali ke arah Rafa


"kalian jangan kayak anak kecil malu udah tua" ucap dimas yang membuat mereka berhenti teman teman rangga menahan agar mereka tidak tertawa.


lalu mereka melihat orang yang didepan mereka rasanya sangat familiar dan rasanya sama saat pertama kali bertemu rangga kagum dan juga segan dan juga sikap wajah mirip dengan rangga.


"mas jangan liat mereka seperti itu liat mereka udah pada tegang. kalian tenang ini abang nya rangga" ucap aisya ramah


"oh pantes ha.. " aldi menutup mulutnya nya kembali


"pantes kenapa" tanya Rendy tapi tidak ada yang berani bicara


"tidak apa kalian bicara aja" ucap aisya


teman teman Rendy dan aisya menahan tawa mereka.


" baiklah sebenarnya saya ingin bicara dengan kalian tentang rangga"ucap Rendy tutup poin


"emangnya ada apa bang sama rangga udah beberapa hari dia nggak masuk juga nggak ada kabar" sahut Yuda


"ayo ikutlah dengan ku" Rendy pergi ke taman di sana ada yg duduk dengan Andre mereka akan bergantian duduk dengan rangga kecuali tidur tetap Rendy yang menemani nya. mereka sampai di taman sampai di taman mereka melihat rangga yang hanya melihat lurus ke depan tidak berbicara satu patah pun.


"rangga dia kenapa" pertanyaan muncul dalam benak mereka apa yang terjadi dengan sahabat mereka. Rendy menceritakan segala nya tentang rangga dan tentang keluarga Wijaya.

__ADS_1


"jadi apa keputusan kalian kami tau mungkin kalian akan mengalami suatu bahaya nanti jiga berhubungan dengan keluarga kami tapi kami juga tidak ingin memaksa kalian" jelas dimas


"kami laki laki takut apanya lagi pula rangga sahabat kami dia begini sekarang mana mungkin kami tidak peduli lagi pula kami juga ingin dia kembali sekolah ya nggak bro" ucap Yuda dan di angguki raka dan aldi


"lagi pula kalian akan berusaha melindungi kami kan " ucap raka


"emm.. lagi pula kalian sangat keren nanti aku masuk anggota ya" sambung aldi dengan senyum manisnya.


"belajar yang benar dan ingat kalian harus menjaga rahasia ini OK" ucap aisya


mereka mengangguk dan menghampiri rangga


"es batu lagi apa kenapa kau tidak sekolah apa kau tidak merindukan sahabat mu yang tampan ini" ucap aldi


rangga merespon panggilan mereka "ada apa kenapa kalian datang ke mari" mereka tersenyum ternyata rangga mau bicara dengan mereka bagitu pula dengan Rendy dan yang lain juga ikut tersenyum.


"apa ini kami kemari lo tanya kenapa kita pengen jenguk lo kata nya lo sakit sekarang lo tanya kenapa nggak ada hati nurani lo" aldi yang pura-pura ngambek untuk melihat reaksi rangga.


"udah nggak usah peduliin makhluk astral kayak dia, ngga gimana keadaan lo" sahut Yuda.


"udah baikan kok"


"kalo udah baik kapan sekolah lagi kita kangen banget sama lo" sambung Raka tapi tidak ada s jawaban dari rangga aldi memberi isyarat ke pada Yuda.


"oh iya ini ada beberapa tugas dari guru khusus untuk kita mengerjakan nya, secara lo tau kan kita murid terbaik sekaligus tertampan di sekolah jadi guru menyuruh kita berempat melakukan nya lo mau kan?" tanya aldi rangga mengangguk mereka mengerjakan tugas mereka dengan canda tawa karena celotehan aldi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2