Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
Part 45


__ADS_3

Semua orang turun untuk sarapan dan seperti yang di katakan aisya Rendy memasak untuk mereka, saat melihat makanan di atas meja mereka terpukau, mereka tidak tahu bahwa Rendy Juga bisa memasak, aisya tidak melihat Rendy di manapun dan dia memanggil salah satu pelayan.


"mbak nia" panggil aisya salah satu pelayan wanita yang di pekerjakan Rendy.


"iya nona, ada yang bisa saya bantu" jawab nia.


"mas Rendy di mana ya" tanya aisya


"tuan Rendy, tadi saya lihat setelah masak tuan naik ke atas, seperti nya kurang sehat nona" jawab nia


"oh.. makasih ya mbak" ucap aisya"mbak bisa lanjut kerja lagi "nia mengangguk dan pergi melanjutkan pekerjaan nya.


" Aisya apa efek obat bius itu masih ada efek nya, dari kemarin aku liat aku liat sangat pucat


dan dia juga tidak turun dari kamar"ucap dimas


"tidak sehat apanya mungkin dia menghindari kita, apa kalian tidak dengar apa dia katakan" Rafa dia memang sangat kecewa setelah mendengar yang di katakan Rendy.


"sudahlah jangan di bicarakan lagi, makan saja jangan banyak bicara" ucap Daniel, mereka makan dengan khitmat. setelah sarapan mereka berangkat ke kantor hanya rangga yang tinggal di rumah karena dia libur panjang sebelum masuk universitas.


Rangga duduk sendirian di ruang tamu, dia tidak tahu harus apa, sesekali dia melihat kamar Rendy yang tertutup rapat.

__ADS_1


"apa abang sudah makan" rangga teringat yang nia katakan bahwa Rendy kurang sehat, apapun yang dikatakan Rendy bagi rangga Rendy adalah abang kesayangan nya dan satu satu nya keluarga kandung nya di dunia ini "mbak Nia " panggil rangga nia segera menghampiri nya.


"ada yang bisa saya bantu tuan muda"


"apa abang sudah makan" tanya rangga


"tadi saya perhatikan seperti nya belum tuan, tuan Rendy langsung masuk kamar setelah memasak."


"kalo begitu tolong bawakan makanan untuk nya, dan bawakan bubur kacang hijau bukankan kamu bilang sakit dia suka bubur kacang merah dan jangan terlalu manis" ucap rangga karena dia tahu semenjak nia di sini dia belum pernah bikin makanan untuk Rendy kalo lagi sakit karena selalu aisya yang melakukan nya.


"baiklah tuan" nia pergi ke dapur dan membuat bubur kacang hijau seperti yang di perintah kan Rangga, setelah selesai nia langsung membawa nya ke kamar Rendy.


terlihat kenop pintu bergerak Rendy membuka pintu.


"tuan ini bubur kacang hijau tuan muda yang meminta saya membuat nya karena tuan tidak makan tadi pagi" ucap nia dengan kepala menunduk, sebenarnya dia juga sedikit takut dengan aura dingin Rendy, lama Rendy berdiri. rangga melihat ke atas dia melihat pandangan Rendy yang melihat dirinya.


apa abang tidak mau menerima nya"batin Rangga.


"terimakasih" ucap Rendy yang membuat rangga tersenyum karena Rendy mau menerima nya.


Setelah beberapa lama rangga duduk sendirian dan tidak tahu harus apa, dia juga tidak melihat Rendy turun dari kamar.

__ADS_1


"apa yang dia lakukan kenapa Sangat betah dikamar" gumam rangga karena penasaran dia memilih mengecek nya, dia sampai di depan kamar Rendy tapi ragu untuk mengetok pintu. saat dia ingin mengetok pintu pintu kamar nya terbuka Rendy tepat di depan nya.


"kenapa, apa ada masalah" tanya Rendy


"tidak ada, abang mau ke mana " tanya rangga dengan wajah datar


"ke rumah sakit mau ketemu rey" ucap Rendy


"kenapa" balas rangga


"banyak nanya" sambung Rendy


"aku ikut" rangga menarik baju Rendy


"kenapa harus ikut seperti anak kecil saja"


"aku tidak peduli pokoknya aku harus ikut, kak aisya menyuruh ku untuk mengawasi mu, pokoknya aku harus ikut" kekeh rangga memegang kuat kuat lengan Rendy, sebenarnya bukan aisya alasan nya tapi dia sendiri, dia tidak ingin kehilangan abang nya lagi.


"pokoknya aku harus ikut" Kekeh rangga, Rendy mengerti perasaan rangga.


"baiklah, tapi kamu hanya boleh memperhatikan dari jauh aku ingin berbicara empat mata dengan rey" ucap Rendy dan rangga segera mengangguk

__ADS_1


__ADS_2