
malam yang di tunggu tiba aisya pergi ke pesta bersama Rendy dimas Daniel dan Rafa mereka sampai di pesta sesampainya di sana mereka disambut oleh awak media dengan berjuta-juta pertanyaan apa lagi setelah melihat Rendy siapa yg tak kenal Rendy dan teman-temannya mereka adalah pengusaha muda dan perusahaan mereka sudah termasuk perusahaan terbesar di asia apa lagi setelah melihat Rendy menggandeng tangan wanita
ayo.. ;ajak Rendy pada aisya dan mengulurkan tangannya, saat aisya melihat sikap Rendy awal nya dia ragu tapi dia akhirnya juga menjulurkan tangan nya. semua mata tertuju pada aisya dan empat lelaki tersebut, ada banyak pertanyaan dari wartawan tersebut tapi mereka tidak menjawab nya. mereka masuk kedalam di dalam aisya merasa tidak nyaman
apa aku akan ketemu papa ya ; gumam aisya dan tangan nya mengeluarkan keringat dingin
Rendy yang dari tadi menggandeng tangan aisya menyadari nya.
tenang lah tidak apa apa ada kami di sini ; ucap Rendy menenangkan aisya dan memberi isyarat kepada temannya dan mereka mengangguk kepada aisya dan tersenyum
Aisya menarik pelan nafas nya dan membuangnya"Terima kasih tuan " ucap aisya pada Rendy dan tersenyum dan Rendy juga tersenyum kepada kepada aisya "entah kenapa aku tidak tega melihat nya apa aku menyukai nya atau hanya perasaan iba saja seperti yg lain" batin Rendy sambil menatap lama aisya .
yang dilihat menyadari nya " kenapa tuan liatin saya ada yang aneh sama saya ya tuan atau baju nya aneh atau me cup saya luntur ya tuan aduh gimana ini tuan " tanya aisya yg mulai heboh. Rendy dan teman-temannya yang melihat aisya seperti itu hanya tersenyum saja melihat tingkah asisten kecil nya itu.
"kenapa sih tuan kak dimas senyum senyum emang bener ya, kalau gitu aku pulang duluan ya aku nggak mau diketawain sama orang orang" jawab aisya yg panik karena dia pikir semuanya yg dikatakan nya benar dan Rendy menarik tangan aisya.
" tidak aisya kamu cantik sangat cantik benar kan Rafa "Jawab Rendy
" benar tuan "sambung dimas dan mengelus kepala aisya
" ia, teman kecil kita paling cantik disini iya kan Daniel " jawab Rafa Daniel hanya tersenyum
"tuan Rendy juga yg paling tampan disini" jawab aisya dan melihat kearah Rendy dan tersenyum Rendy hanya tersenyum tipis mendengar perkataan aisya
"emang kami tidak tampan hanya tuan Rendy kamu saja yg tampan " sambung deniel menggoda aisya dan menciutkan bibir nya
__ADS_1
" bukan itu maksudku kalian itu adalah lelaki tertampan yang pernah ku lihat " jawab aisya dengan menunjukkan wajah imut nya dan memeluk tangan deniel.
saat para wanita melihat aisya berbicara santai dengan mereka ada yg merasa iri dan ada juga yang merasa takjub melihat aisya. dan saat mereka sedang asyik mengobrol ada yg menyapa mereka.
"asyi" panggil orang tersebut
"Sinta kamu ada disini" jawab aisya dan dia sontak memeluk aisya "aku kangen banget sama kamu tau nggak" sambung aisya
"kalau kangen kenapa nggak pernah temuin aku lagi" sambung Sinta dengan wajah merajuk
"maaf sin aku bukan sengaja " jawab aisya yg hampir menangis, Sinta yg melihat itu tidak tega.
" udah udah, aku cuma becanda gitu aja kok pakek nangis manja banget sih cengeng lagi semenjak kapan kamu kayak gini, gimana sama bos lo dimarahin dikit langsung nangis gitu sejak kapan lo jadi gini "tanya Sinta yg heran dengan sikap teman nya.
" dari kenal mereka "jawab aisya dan menunjukkan kepada Rendy dan yang lainnya" yuk aku kenalin ke mereka "ucap aisya dan menarik tangan Sinta" nggak usah ai " tolak Sinta "nggak apa kok ayo" ajak aisya maksa dan terus menarik Sinta akhirnya Sinta pasrah dengan ajakan aisya. aisya pun membawa Sinta ke pada Rendy dan teman-temannya.
"halo pak Rendy saya Sinta temannya asyi " jawab Sinta sambil menjulurkan tangannya saat Rendy ingin menjulurkan tangannya aisya langsung menyalami Sinta. Sinta langsung memahami temannya itu dia hanya menggeleng kepala nya.
"posesif amat sih " bisik Sinta menggoda aisya, tapi aisya tidak menghiraukan nya
"halo, gue Sinta " sambung Sinta menyalami dimas"gue dimas" sambung dimas rafa dan Daniel.
"jadi kalian yang membuat sahabat ku jadi
cengeng dan manja" sambung Sinta menggoda aisya
__ADS_1
"apaan sih sin" sambung aisya yang wajahnya sudah memerah karena malu
"kupikir dari dulu dia seperti itu" sambung rafa menggoda aisya
"apaan sih kak" sambung aisya yg wajannya semakin memerah
mereka mengobrol beberapa saat dan Sinta pamit pergi
"ai gue pergi dulu ya cari bocab Nanti gue ditinggal lagi lo tahu sendiri kan papa gue " ucap Sinta
"ia Sinta nanti kabarin gue ya" jawab aisya
"dan kalian jangan macem-macem sama sahabat gue karena dia sendiri disana kalau gue dengar dia kenapa - napa akan gue buat kalian mati tanpa jasad" ucap Sinta dengan tatapan tajam.
"tenang aja sin kalau mereka Macam-macam sama gue, nggak usah lo gue yg akan bikin mereka tanpa jasad" jawab aisya dengan biasa seprti tidak ada yg mendengar
Rendy dimas rafa dan juga Daniel mendengar mereka menelan saliva mereka baru kali ini mereka melihat wanita seperti mereka. o pergi dari sana dan mereka melanjutkan lagi pestanya. Rendy dan teman teman nya berbicara dengan kolega bisnis mereka dan aisya hanya mendengarkan.
"halo semua" terdengar suara dan suara membuat semua orang melihat kesana
"papa" gumam aisya
"halo semua nya selamat datang diacara Ulang tahun saya yg ke lima puluh tahun saya berterima kasih kepada kalian semua karena sudah datang ke sini untuk merayakan kebahagiaan saya. saya juga ingin berterima kasih kepada istri saya Yulia dan putri tercinta saya manda yang selalu mendampingi saya dalam suka maupun duka"ucap gubta dan mencium kening istri nya dan juga manda.
aisya yg melihat nya hanya menangis entah mengapa dadanya terasa sangat cairan bening terus mengalir dimatanya dia pun pergi dari sana Rendy yang melihat aisya pergi dengan menangis pun mengejarnya.
__ADS_1
bersambung jangan lupa vote 👍😄