Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 32


__ADS_3

seperti yang direncanakan sebelumnya mereka akan pesta barbekyu di malam hari mereka mendirikan tenda di halaman vila yang cukup luas dan juga api unggun duduk diatas rerumputan sambil melihat bintang. rangga dan teman teman nya memanggang daging sementara Rendy aisya dimas Rafa dan deniel berbincang bincang sesekali terdengar ketawa mereka.


"mas lihat deh kayak nya rangga senang banget


" ucap aisya


"iya sayang udah lama banget aku nggak liat rangga tersenyum seperti itu" ucap Rendy sambil memeluk aisya dan mengecup kepala nya.


"iya, Ren kayak nya rangga bakal cewek cewek gila karena senyum nya itu" ucap Rafa


"ya iyalah liat aja abang nya" canda Rendy membuat mereka semua ketawa.


setelah berbincang terdengar suara memanggil mereka.


"para orang tua apa apa kalian tidak ingin makan raka akan menghabiskan semua nya" ucap aldi yang membuat nya harus mendapat tendangan penalti dari raka.


di tengah tengah canda tawa mereka Rendy tiba tiba merasa pusing dan hampir jatuh untung aisya menahan nya kalau tidak dia pasti terluka.


"mas kenapa, merasa tidak enak apa perlu panggil dokter"


"tidak apa aku cuma kelelahan aku ingin istirahat di kamar"

__ADS_1


"baiklah aku papah kamu ya"


Rendy hanya membalas dengan anggukan.


"kak aku bawa mas Rendy ke kamar dia tidak enak badan"


"baiklah"


aisya membawa Rendy kekamar dan menidurkan nya di ranjang dan duduk di samping nya.


"aisya kamu nggak keluar lagi" tanya Rendy dengan suara yang terdengar lemah


"maaf ya, padahal kita kesini mau liburan sekarang aku malah sakit" Rendy tidur diatas paha aisya dan membenamkan wajahnya di dada aisya.


"Mas yakin nggak mau kerumah sakit" tanya aisya Sambil mengelus kepala Rendy.


"tidak apa apa, aisya apa kamu tidak marah"


"kenapa harus marah"


"selama kita menjalin hubungan kita tidak pernah melakukan apa yang di lakukan pasangan lainnya, aku tidak pernah ngajak kamu nonton belanja jalan jalan seperti yang dilakukan orang pacaran pada umumnya, aku hanya sibuk dengan pekerjaan" ucap Rendy dan menanti jawaban aisya.

__ADS_1


"jujur saja aku pernah marah, tapi setelah aku pikir aku sangat suka melihat wajah kamu yang serius saat bekerja, dan juga wajah dingin kamu dan ketegasan kamu di kantor yang membuat semua orang kagum melihat nya, dan aku juga sangat suka saat berada di samping kamu karena bagiku yang paling penting itu kamu ada di sisiku itu sudah cukup bagiku "ucap aisya dengan wajah penuh kebahagiaan.


" sayang aku sangat berharap aku bisa selama nya melihat senyum kamu dan aku adalah alasan senyuman di wajah kamu"Rendy menatap wajah aisya penuh arti tanpa dia sadari air mata nya jatuh.


"mas kenapa kamu nangis, apa ada yang sakit ah.. "


"tidak apa, ini adalah air mata kebahagiaan aku sangat berhari waktu berhenti di sini"


"aku tidak mau waktu berhenti masih banyak hal yang belum kita lakukan" wajah aisya jadi cemberut


"memang nya apa yang ingin kamu lakukan" tanya Rendy mencubit pelan wajah aisya


"aku ingin lihat kamu melamar aku, aku juga ingin kamu ketemu sama abang dan mamaku, juga aku pengen nikah sama kamu, aku juga mau punya anak sama kamu" wajah aisya memerah saat dia bilang mau punya anak yang membuat Rendy terkekeh.


"baiklah aku akan kabulkan semua nya"


"bagaimana cara kamu mengabulkan nya"


"kamu mau nya bagaimana" ucap Rendy menggoda aisya yang membuat wajah nya semakin memerah.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2