Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 9


__ADS_3

saat mendengar perkataan ayah nya cairan bening dimata nya terus mengalir" apa papa tidak ingat aku lagi apa dia sudah lupa kalau dia masih punya seorang putri apa dia tidak sedih aku keluar dari rumah"gumam aisya yg duduk sendiri di kursi taman dekat hotel.


Rendy yang melihat nya menangis datang menghampiri nya dan dulu di samping nya"kamu kenapa "tanya Rendy lembut membuat aisya kaget dan menghapus air matanya


" tu.. tuan"aisya menghapus air matanya dan mulai tersenyum paksa, Rendy juga menyadari itu.


"jika kau ingin menangis, menangis lah sepuasmu karena hanya dengan menangis baru kamu akan lega" Rendy menghapus air mata aisya.


"hiks.. hiks tuan..." aisya terus menangis dia tidak mengatakan apa pun hanya menangis Rendy hanya duduk menemani aisya "terimakasih kasih tuan" ucap aisya sesegukan


"apa kamu ingin pulang" tanya Rendy lirih


"tidak tuan saya ingin menunjukkan kepada dia dan keluarga nya bahwa saya bisa tanpa mereka " aisya dengan penuh semangat "ayo tuan" aisya memegang tangan Rendy dan masuk lagi ke dalam.


"lo dari mana aja sih Rendy" tanya dimas yang dari tadi mencari mereka "terus kenapa kamu nangis asyi, ren lo apain dia" tanya dimas pada Rendy dengan tatapan tajam, Rendy juga membalas dengan tatapan tajam nya.


"nggak kok kak dimas tadi mataku ke masuk debu" jawab aisya berbohong, saat mereka sedang mengobrol datang seorang wanita cantik menghampiri mereka.


"eh, kamu datang kak " manda datang menghampiri aisya"aku pikir kamu udah lupa sama papa"manda dengan wajah sinis.


manda terus berbicara tapi aisya tidak menghiraukan manda sehingga membuat manda geram.


"heh, lo dengar nggak sih gue ngomong" manda Menyenggol aisya hingga membuat aisya hampir terjatuh untuk aisya jago beladiri kalau orang biasa pasti mereka terjatuh. Rendy yang melihat itu menghampiri mereka begitu juga rafa dimas dan Daniel.


"apa yang terjadi ai" tanya dimas

__ADS_1


"nggak apa" jawab aisya singkat


"apa yang kau lakukan" tanya rafa pada manda dengan nada dingin. manda kesal melihat aisya dikelilingi oleh lelaki tampan.


"oh, kak aku tidak menyangka kalau setelah keluar dari rumah kau jadi seperti ini kak" ucap manda dengan sinis


"apa maksud lo manda"ucap aisya yg sudah mulai tau arah pembicaraan manda tapi di menahan amarah nya" manda pergilah jangan buat gue hilang kesabaran "ucap aisya tegas


" dasar wanita mu**r**an"manda berbalik aisya menarik tangan manda dan


Plak


satu tamparan aisya membuat manda tersungkur ke bawah, Rendy dimas rafa atau Daniel tidak ada yang bicara atau menghentikan nya mereka berpikir bahwa manda pantas mendapatkan itu. semua orang melihat mereka, lalu datang lah dua orang kesana.


"pa..


plak


satu tamparan mendarat pipi mungil aisya. Rendy dan yg lain merasa terkejut dengan tindakan yang tak lain adalah papa nya aisya Chandra.


" dasar anak nggak tau diri seharusnya tidak kubiarkan kau masuk kalau bukan karena memandang pak Rendy tidak akan kubiarkan kau masuk karna dimanapun kau berada kau hanya membuat kekacauan dasar anak pembawa si**l " ucapan Chandra membuat hati Aisya seperti ditusuk seribu pisau dan di iris iris beribu kali tapi tidak membuat air mata nya menetes tapi matanya memancarkan aura yang dingin.


"pak Chandra Gupta yang terhormat kau bilang apa tadi aku anak pembawa si**l, lalu apa dirimu. yah.. aku anak pembawa si**l " jawab aisya berteriak yg membuat semua orang mendengar suara nya "kalian mau tau kenapa dia mengatakan aku anak pembawa sial, kalian


mau tau akan aku katakan" aisya melihat semua orang dan mulai mengatakan semua dalam keadaan marah "apa kalian. tau lelaki ini, dia menyebutku sial itu karena aku yang mengetahui perbuatan nya di belakang mama ku dengan perempuan ja**l**ng ini dan mempunyai anak ha**r*m dan membuat mamaku dan abang ku meninggal kan ku, dia juga lekaki tidak tau terimakasih kalau bukan mama ku yang membantu nya mendirikan perusahaan ini dia tidak akan sesukses ini dia adalah lelaki tidak tau diri"sambung aisya dengan kemarahan nya, saat itu Chandra sangat marah karena merasa sangat malu dengan kolega bisnis nya dan ia ingin menampar aisya lagi tapi rafa menghentikan nya.

__ADS_1


"pak apa kau ingin perusahaan mu bangkrut" tanya Dimas dingin membuat Chandra menurunkan tangan nya.


"udah kak biarkan saja biar dia sampai puas karena setelah ini aku bukan lagi aisya aqila Chandra Gupta aku hanya lah aku tidak ada hubungannya dengan keluarga Gupta" jawab aisya tegas dan dia keluar dari pesta itu Rendy dimas rafa deniel juga pergi dari sana menyusul aisya langsung masuk mobil Rendy karena dia datang dengan rendy. dimas dan yang lain pergi dengan mobil mereka masing-masing. saat sampai dimesion aisya langs.ung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengatakan apa pun


"ren apa dia baik baik aja" tanya dimas


"tentu saja tidak" jawab Rendy melepas nafas kasar


"gue nggak nyangka hidup teman kecil kita kayak gitu" sambung rafa merebahkan tubuh nya di sofa.


"dasar Chandra bre**s*k berani nya dia nampar teman kecil akan gue habisi dia" Jawab Daniel mengepalkan tangan nya


"kalau kalian bunuh dia mungkin aisya juga akan bunuh lo bagaimana pun dia ayah kandun nya walaupun tadi dia bicara seperti itu karena dia sangat marah bagaimana pun mereka punya hubungan darah dengan dia kalau lo bunuh dia aisya juga akan sedih" ucap Rendy lirih. mendengar penjelasan Rendy mereka mengangguk paham.


"eh sejak kapan Rendy peduli dengan wanita" ucap rafa menggoda Rendy


"kayaknya ada yang jatuh cinta nih" goda dimas


"ia ya, kayaknya bakal ada yang bucin deh" goda Daniel. mereka terus menggoda Rendy dan mreka mendapatkan tatapannya dingin Rendy


"mau ku bunuh kalian" ucap Rendy dengan tatapan tajam yang membuat mereka diam


didalam kamar aisya terus menangis "mama, abang kalian dimana aku kangen sama kalian kenapa kalian tinggalin aku sama papa. apa kalian tidak mau asyi apa benar asyi pembawa sial sebab itu kalian tidak mau asyi" asyi yg terus menangis sampai dia tertidur karena lelah .


bersambung. jangan lupa vote & coment 👍❤

__ADS_1


__ADS_2