
semua orang sudah setuju dengan rencana aisya dan Rendy untuk liburan ke puncak. keesokan harinya seperti biasa mereka duduk di ruang tamu teman teman rangga juga ada disana mereka saling melihat dan memberi isyarat sementara rangga duduk santai membaca buku dan Rendy yang duduk dengan tenang menonton siaran berita mereka berdua memang adik kakak. aisya pun memulai aksinya.
"aldi kalian liburan sekolah kan?
" iya kak kami liburan selama seminggu "
"kebetulan kami juga cuti semua karyawan juga diberi cuti selama seminggu agar mereka bisa beristirahat"
"pas banget kak gimana kalo kita liburan kak, gimana menurut lo ngga? "
"emm.. bagus" jawab rangga datar
"menurut kak aisya kita liburan kemana"?
" menurut kak Rafa kita kemana "
"ah.. coba aku pikirkan oh iya kita ada Vila pribadi gimana kalo kita ke sana aja di sana pemandangan nya bagus"
__ADS_1
"gimana menurut kamu mas"aisya mencubit pinggang Rendy
" bagus bagus besok kita pergi rangga kamu ikut ya"Rendy mengelus pinggang nya.
"oh.. nggak bang aku nggak ikut, kalian aja yang pergi" rangga melanjutkan baca buku nya
"rangga kamu harus ikut bagaimana kami bisa tenang pergi kalo nggak ada kamu" ucap aisya
"iya ngga masak lo nggak ikut sih nggak asik lo
ayolah sesekali kita jalan jalan"
"kalo kamu nggak pergi berarti kami juga nggak pergi" ucap aisya
"lho kok gitu sih kak"
"jadi kamu pergi atau tidak"
__ADS_1
lama rangga tidak menjawab dia melihat mata semua orang yang berharap dia ikut "baiklah aku akan ikut" rangga langsung pergi ke kamarnya dia duduk di atas ranjang dan melihat seluruh ruangan nya sekarang sangat ramai karena sekarang kamarnya ada tanaman dan juga akuarium yang penuh dengan ikan. sekarang ikan itu akan menemani nya sehingga dia tidak perlu ditemani saat tidur karena rangga kurang nyaman saat ada orang yang tidur disamping nya.
kembali ke ruang tamu "seperti nya rangga belum bisa melawan ketakutan nya apa dia akan selalu seperti ini tidak mau bertemu orang tidak mau ketempat yang ramai dia bahkan tidak bisa keluar dari pagar rumah tapi dia Laki-laki bukan kah ini tidak baik Rendy" ucap dimas
"Aku juga tidak tahu dia bahkan tidak ingin bertemu dokter aku takut kalau memaksanya dia akan drop lagi seperti waktu itu bahkan rey saja tidak mau dia temui" Rendy menarik nafas panjang.
"selain orang di rumah ini dan kalian dia tidak akan menemui siapapun" sambung Rafa
"nggak apa apa mas sekarang kan rangga juga ada kemajuan setidaknya dia juga sudah bicara walaupun tidak banyak dan berhubungan dengan pelayan di rumah kamu ingat kan bahkan sama pelayan saja dia menjauh. kita harus melakukan nya pelan pelan sayang agar dia juga tidak tertekan"
"iya sayang aku turuti kamu semua yang kamu katakan benar"
"ekhem" mereka berdehem secara bersamaan
"kayak nya udah ada yang bucin nih, ini kayak dalam drama Korea judulnya CEO galak jadi bucin" ucap Rafa yang membuat dia terkena hantaman bantal dari Rendy "bos galak jadi bucin halo pemirsa apa kalian tau Rendy Wijaya yang seperti gunung es sekarang sudah jadi bucin alias budak cinta ha haaaa"
"kamu bilang apa bos galak bucin sini lo" Rendy terus mengejar Rafa. malam itu malam yang sangat bahagia malam penuh canda tawa"Rafa berhenti sini kau akan gw habisin lo "mereka terus berlari berputar putar di kursi.
__ADS_1
" Tuhan aku sangat bahagia enkau mempertemukan ku dengan mereka aku tidak berharap terlalu banyak hanya hidup dengan orang yang ku cintai dan orang orang yang kusayangi tolong lindungi kami jaga terus kebahagiaan ini"batin aisya.
bersambung. coment dan like like likeπππππ ππππππ