Bos Ku Dia Milikku

Bos Ku Dia Milikku
part 58


__ADS_3

Keesokan harinya aisya bangun sangat pagi untuk membuat bubur kacang hijau untuk Rendy. aisya membuat bubur sambil membayangkan ciuman nya dengan Rendy tadi malam yang membuat nya senyum senyum sendiri tanpa menyadari ada seseorang di belakang nya.


"apa yang kau lakukan" arsyan membuat aisya terkejut.


"ah.. bang kau membuat ku terkejut" ucap aisya.


"kenapa harus terkejut emang nya kamu habis maling, pakek terkejut"


"aku lagi buat bubur untuk mas Rendy" ucap aisya sambil tersenyum.


"emang bisa di makan, terakhir kamu masak air aja sampai gosong"


"bang ini masih pagi jangan rusak mood ku yang lagi baik, lagian aku sudah banyak latihan untuk membuat ini dan aku sudah membuat nya beberapa kali untuk mas Rendy" ucap aisya bangga

__ADS_1


"oh... ternyata Rendy sangat hebat" ucap syan penuh arti


"apa maksud mu" aisya menyadari tatapan syan


"tidak apa apa, bawa bubur nya dia bisa kelaperan kalo kamu lama" kilah syan


Aisya membawa bubur bikinan nya kepada Rendy dengan penuh senyuman dia masuk ke dalam kamar Rendy dan melihat Rendy masih tidur, aisya mendekati nya dan membantu kan nya.


setelah sampai di rumah sakit rey langsung menyuruh para perawat untuk membawa Rendy ke ruang ICU, saat sampai di ruang ICU aisya memaksa ingin masuk tapi para perawat melarang nya.


"maaf mbak anda harus tinggal di luar" ucap salah satu perawat dan menutup pintu nya tapi aisya memaksa ingin masuk tapi syan menghentikan nya.


"bang aku ingin masuk mas Rendy membutuhkan ku eeee... ah.. ha... ah.. " aisya menangis histeris hingga pingsan.

__ADS_1


Aisya membuka mata nya berharap bahwa yang dialami nya tadi mimpi tapi itu bukan mimpi tapi kenyataan, dia mulai menangis lagi syan yang mendengar suara aisya menghampiri nya.


"kamu sudah sadar, dokter bilang kamu tekanan darah rendah, dokter bilang kamu Haru banyak istirahat dan jangan sampai stress" ucap syan


"bang di mana mas Rendy dia baik baik ajakan" tanya aisya dengan panik tapi syan tidak menjawab, aisya mulai berpikiran buruk "bang mas Rendy di mana"


"Rendy sedang di operasi" jawab syan aisya langsung menarik infus dari tangannya dan berlari ke ruang operasi, aisya melihat lampu Operasi masih menyala. dimas yang melihat aisya pun menghampiri nya "kak dimas kenapa kamu menyetujui operasi nya , kenapa kalian menyetujui operasi nya bagaimana kalo... " ucap aisya menangis histeris


.


"tidak akan aisya Rendy tidak akan meninggalkan kita, jika dia pergi siapa yang akan menjaga keluarga kita, dan dia juga sangat mencintaimu jadi dia pasti akan hidup" sebenarnya dimas juga tidak yakin dengan keputusan nya dia juga tidak mungkin tidak takut, tapi tidak melakukan apa apa itu juga tidak bisa.


bersambung🦁🦁🦁 πŸ‘©β€πŸ¦³πŸ‘©β€πŸ¦³πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ¦πŸ¦πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ€πŸ€β€β€πŸ­πŸ­πŸ™„πŸ˜ƒπŸ€£πŸ™‚πŸ˜˜πŸ‘πŸ˜†πŸ˜„πŸ˜πŸ€‘β˜Ί

__ADS_1


__ADS_2